Indonesian Version | Home | Guest Book | Login
 
Tuesday, 07-September-2010 Thalasa, 28-Ramadan-1431
 

 
 
Share |
Home / Article / Humor Sufi


Humor Sufi 25 Article
Start
|<
Prev
<<
1 - 5 (of 25 articles) Next
>>
End
>|
Nasruddin Hodja - HIDANGAN UNTUK BAJU
Submited by : Irwan on Saturday, 13-August-2005

Nasrudin menghadiri sebuah pesta. Tetapi karena hanya memakai pakaian yang tua dan jelek, tidak ada seorang pun yang menyambutnya.

Dengan kecewa Nasrudin pulang kembali.

Namun tak lama, Nasrudin kembali dengan memakai pakaian yang baru dan indah. Kali ini Tuan Rumah menyambutnya dengan ramah. Ia diberi tempat duduk dan memperoleh hidangan seperti tamu-tamu lainnya.

Tetapi Nasrudin segera melepaskan baju itu di atas hidangan dan berseru, "Hei baju baru, makanlah! Makanlah sepuas-puasmu! Untuk mana ia memberikan alasan Ketika aku datang dengan baju yang tadi, tidak ada seorang pun yang memberi aku makan. Tapi waktu aku kembali dengan baju yang ini, aku mendapatkan tempat yang bagus dan makanan yang enak. Tentu saja ini hak bajuku. Bukan untukku. "

...baca selengkapnya (698 clicks)
Nasruddin Hodja - KEKEKALAN MASSA
Submited by : Irwan on Saturday, 13-August-2005

Ketika memiliki uang cukup banyak, Nasrudin membeli ikan di pasar dan membawanya ke rumah.

Ketika istrinya melihat ikan yang banyak itu, ia berpikir, "Oh, sudah lama aku tidak mengundang teman-temanku makan di sini."

Ketika malam itu Nasrudin pulang kembali, ia berharap ikannya sudah dimasakkan untuknya.

Alangkah kecewanya ia melihat ikan-ikannya itu sudah habis, tinggal duri-durinya saja. "Siapa yang menghabiskan ikan sebanyak ini ?"

Istrinya menjawab," Kucingmu itu, tentu saja. Mengapa kau pelihara juga kucing yang nakal dan rakus itu!"

Nasrudin pun makan malam dengan seadanya saja. Setelah makan, dipanggilnya kucingnya, dibawanya ke kedai terdekat, diangkatnya ke timbangan, dan ditimbangnya.

Lalu ia pulang ke rumah, dan berkata cukup keras, "Ikanku tadi dua kilo beratnya. Yang barusan aku timbang ini juga dua kilo. Kalau kucingku dua kilo, mana ikannya ? Dan kalau ini ikan dua kilo, lalu mana kucingnya ?"

...baca selengkapnya (431 clicks)
Nasruddin Hodja - ORIENTASI PADA BAJU
Submited by : Irwan on Saturday, 13-August-2005

Nasrudin diundang berburu, tetapi hanya dipinjami kuda yang lamban. Tidak lama, hujan turun deras. Semua kuda dipacu kembali ke rumah. Nasrudin melepas bajunya, melipat, dan menyimpannya, lalu membawa kudanya ke rumah.

Setelah hujan berhenti, dipakainya kembali bajunya. Semua orang takjub melihat bajunya yang kering, sementara baju mereka semuanya basah, padahal kuda mereka lebih cepat. Itu berkat kuda yang kau pinjamkan padaku, ujar Nasrudin ringan.

Keesokan harinya, cuaca masih mendung. Nasrudin dipinjami kuda yang cepat, sementara tuan rumah menunggangi kuda yang lamban. Tak lama kemudian hujan kembali turun deras.

Kuda tuan rumah berjalan lambat, sehingga tuan rumah lebih basah lagi. Sementara itu, Nasrudin melakukan hal yang sama dengan hari sebelumnya. Sampai rumah, Nasrudin tetap kering.

"Ini semua salahmu!" teriak tuan rumah, "Kamu membiarkan aku mengendarai kuda brengsek itu!"

"Masalahnya, kamu berorientasi pada kuda, bukan pada baju." Jawab Nasruddin

...baca selengkapnya (325 clicks)
Nasruddin Hodja - PADA SEBUAH KAPAL
Submited by : Irwan on Saturday, 13-August-2005

Nasrudin berlayar dengan kapal besar. Cuaca cerah menyegarkan, tetapi Nasrudin selalu mengingatkan orang akan bahaya cuaca buruk. Orang-orang tak mengindahkannya.

Tapi kemudian cuaca benar-benar menjadi buruk, badai besar menghadang, dan kapal terombang ambing nyaris tenggelam. Para penumpang mulai berlutut, berdoa, dan berteriak-teriak minta tolong. Mereka berdoa dan berjanji untuk berbuat sebanyak mungkin kebajikan jika mereka selamat.

Teman-teman! teriak Nasrudin. "Jangan boros dengan janji-janji indah! Aku melihat daratan!"

...baca selengkapnya (418 clicks)
Nasruddin Hodja - YANG BENAR-BENAR BENAR
Submited by : Irwan on Saturday, 13-August-2005

Nasrudin sedang menjadi hakim di pengadilan kota. Mula-mula ia mendengarkan dakwaan yang berapi-api dengan fakta yang tak tersangkalkan dari jaksa.

Setelah jaksa selesai dengan dakwaannya, Nasrudin berkomentar: "Aku rasa engkau benar."

Petugas majelis membujuk Nasrudin, mengingatkan bahwa terdakwa belum membela diri.

Terdakwa diwakili oleh pengacara yang pandai mengolah logika, sehingga Nasrudin kembali terpikat.

Setelah pengacara selesai, Nasrudin kembali berkomentar: "Aku rasa engkau benar."

Petugas mengingatkan Nasrudin bahwa tidak mungkin jaksa betul dan sekaligus pengacara juga betul. Harus ada salah satu yang salah !

Nasrudin menatapnya lesu, dan kemudian berkomentar: "Aku rasa engkau pun benar. "

...baca selengkapnya (433 clicks)
Start
|<
Prev
<<
1 - 5 (of 25 articles) Next
>>
End
>|
   

Pondok Pesantren Al Quran AL Falah I
Jl. Kapten Sangun 6 Cicalengka, Bandung 40395 Indonesia
Phone : +62 (22) 794 9232, +62 (22) 7072 1632, Fax : +62 (22) 794 8748

Pondok Pesantren Al Quran AL Falah II
Jl. Raya Nagreg Km 38 Pamucatan Nagreg, Bandung 40397 Indonesia
Phone : +62 (22) 795 1035, +62 (22) 795 1192, Fax : +62 (22) 794 1014

Sitemap | Term of Use | Netiquete



There are currently 0 user and 10 guest that are online online
powered by e-mushaf ®
Copyright © 2008 by Irwan Winardi