| |
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
|
|
|
Jalaludin Rumi - Apa Dalilnya? Submited by : irwan on Saturday, 14-January-2023 |
Tatkala kau berkata kepada seseorang yang haus, "Di sebelah sini! Ada air di cangkir ini," apakah orang yang haus itu menjawab, "Itu kan pendapatmu saja. Mana bukti untuk membenarkan pernyataanmu bahwa ini adalah cairan encer?"
Manakala seorang ibu berteriak kepada bayinya yang masih menyusu, "Kemarilah nak. Akulah ibumu," Apakah anak itu menjawab, "Itukan menurutmu. Tunjukanlah bukti kepadaku. Maka aku akan merasa nyaman menyusu payudaramu."
...baca selengkapnya (1039 clicks)
|
|
Khotbah Rasulullah saw menyambut bulan Ramadhan Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian Submited by : admin on Thursday, 11-February-2010 |
Khotbah Rasulullah saw menyambut bulan Ramadhan Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah,amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan tenang rasa lapar dan hausmu kelaparan dan kehausan di hari kiamat.
...baca selengkapnya (166 clicks)
|
|
KEMATIAN: GERBANG MENUJU DUNIA BARU Submited by : admin on Thursday, 11-February-2010 |
KEMATIAN: GERBANG MENUJU DUNIA BARU Haidar Bagir Kematian adalah satu-satunya jalan pembebasan untuk mencapai kebahagiaan sempurna. Hakikat kematian adalah terpisahnya ruh dari badan. Hubungan ruh dengan badan berkaitan dengan bentuk seutuhnya. Ia memiliki peran penting bagi badan secara sempurna. Kematian, tentu saja terjadi atas izin Allah SWT. Kematian: Tempat Terbaik Sungguh ‘kematian’ adalah kata yang sensasional dan menakutkan! Sekadar menyebutkannya saja, hati menjadi terkoyak, senyum minggat dari bibir, dan rasa senang segera sirna, karena ia menimbulkan kekhawatiran, depresi, serta mendorong segala bentuk pemikiran kusut. Hidup dan mati tak dapat dipisahkan. Andai tiada kehidupan, tidak mungkin ada kematian. Oleh karena itu, kematian harus ada supa hidup memiliki makna. Segala sesuatu, baik bintang yang paling besar di langit maupun partikel terkecil di muka bumi – bebatuan, tumbuhan, binatang – sepat atau lambat akan hancur. Semua itu diadakan satu per satu akan dikembalikan ke alam ketiadaan. Semuanya akan berubah menjadi debu dan sirna.
...baca selengkapnya (302 clicks)
|
|
PESAN PROFETIK “MATSNAWI” KARYA AGUNG JALALUDDIN RUMI Submited by : admin on Thursday, 11-February-2010 |
PESAN PROFETIK “MATSNAWI” KARYA AGUNG JALALUDDIN RUMI Abdul Hadi W. M. Matsnawi-i-Ma`nawi, judul lengkap buku ini yang berarti ‘karangan bersajak tentang makna-makna’ yaitu makna-makna terdalam ajaran agama, merupakan salah satu dari karya agung dunia yang ditulis pada abad ke-13 dalam bahasa Persia, bahasa Dunia Islam ke-2 setelah bahasa Arab. Pengarangnya Jalaluddin Rumi adalah seorang sufi besar sepanjang zaman, yang telah membaktikan lebih dari separuh hidupnya untuk mencari kebenaran-kebenaran terdalam dari ajaran agama, kekuatan dari kebenaran tersebut sebagai pendorong dan pembimbing umat manusia dalam membentuk kebudayaan dan peradaban besar yang langgeng. Pencarian yang panjang itu telah membawa sang sufi ke dalam penjelajahan dan pengembaraan ruhani yang berliku-liku dan penuh rintangan, namun buahnya adalah pengalaman dan kebahagiaan ruhaniah yang lezat dan tidak ternilai harganya. Semua itu memperkuat keyakinan sang sufi bahwa, seperti dikatakan al-Qur’an (50:6), “Tuhan lebih dekat (pada manusia) dibanding urat lehermu sendiri” dan “Dia selalu bersamamu (“wa huwa ma`akum ayna-ma kuntum QS 57:4) ). Lagi, “Ke mana pun kau memandang akan tampak wajah Allah” (QS 2:115)
...baca selengkapnya (301 clicks)
|
|
Sedekah itu Gak Nunggu Ikhlas Submited by : admin on Wednesday, 10-February-2010 |
Sedekah itu seikhlasnya" kalimat itu biasanya yang saya gunakan kalo diminta sumbangan. "Maksudnya seikhlasnya apa sih pak" tanya temen saya, "kalo ada uang ya ngasih kalo gak ada uang ya jangan dipaksakan", jawab saya. " sering sedekah?" tanya temen saya, " ya karena jarang punya uang ya jarang", jawab saya. " Lagian juga kalo punya uang kalo ngasihnya gak ikhlas percuma aja gak ada pahalanya", saya nambahin. Lain waktu, "Pak ada mobil keliling yang suka minta sumbangan tuh di depan rumah", kata anak saya, "Bilangin gak ada ", jawab saya. "Belum tentu dananya juga bener disalurkan jangan2 dipake sendiri, daripada ngasihnya gak ikhlas mendingan gak usah aja" kata hati saya
...baca selengkapnya (126 clicks)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|