<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<!-- generator="Feed by Irwan Winardi" -->
<rss version="2.0">
    <channel>
        <title>Al Falah - Articles</title>
        <description>Al Falah News Feed provided by http://alfalah.or.id</description>
        <link>http://alfalah.or.id/publisher</link>
        <lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 00:59:08 +0700</lastBuildDate>
        <generator>Feed by Irwan Winardi</generator>
        <image>
            <url>http://alfalah.or.id/logo_alfalah.gif</url>
            <title>Al FALAH Logo</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher</link>
            <description><![CDATA[Feed provided by http://alfalah.or.id Click to visit.]]></description>
        </image>
        <language>indonesian</language>
        <copyright>Pondok Pesantren Al Falah&amp;copy;</copyright>
        <managingEditor>Divisi Humas Al Falah</managingEditor>
        <webMaster>Irwan Winardi</webMaster>
        <item>
            <title>Jalaludin Rumi - Apa Dalilnya?</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/69-download-Islamic-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Apa-Dalilnya?.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Tatkala kau berkata kepada seseorang yang haus,&lt;br /&gt;&quot;Di sebelah sini! Ada air di cangkir ini,&quot;&lt;br /&gt;apakah orang yang haus itu menjawab,&lt;br /&gt;&quot;Itu kan pendapatmu saja.&lt;br /&gt;Mana bukti untuk membenarkan pernyataanmu&lt;br /&gt;bahwa ini adalah cairan encer?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Manakala seorang ibu berteriak kepada bayinya&lt;br /&gt;yang masih menyusu,&lt;br /&gt;&quot;Kemarilah nak. Akulah ibumu,&quot;&lt;br /&gt;Apakah anak itu menjawab, &quot;Itukan menurutmu.&lt;br /&gt;Tunjukanlah bukti kepadaku.&lt;br /&gt;Maka aku akan merasa nyaman&lt;br /&gt;menyusu payudaramu.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/69-download-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Apa-Dalilnya?.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Muhasabah</category>
            <pubDate>Sat, 14 Jan 2023 17:19:00 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/69-download-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Apa-Dalilnya?.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Rahasia angka angka dalam Al Qur’an</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/135-download-Islamic-eBooks-Hikmah-Rahasia-angka-angka-dalam-Al-Qur’an.html</link>
            <description>&lt;p&gt;Kata-kata dalam Al-Qur’an, dengan sejumlah pengulangannya merupakan Mukjizat,jumlah kata-kata dalam Al-Qur’an yang menegaskan kata-kata yang lain ternyata jumlahnya sama dengan jumlah kata-kata Al-Qur’an yang menjadi lawan kata atau kebalikan dari kata-kata tersebut, atau diantara keduanya ada nisbah kontradiktif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada ayat-ayat mulianya, makna-maknanya, prinsip-prinsip dan dasar-dasar keadilannya serta pengetahuan-pengetahuan gaibnya saja, melainkan juga termasuk jumlah-jumlah yang ada dalam Al-Qur’an itu sendiri, begitu juga pengulangan kata dan hurufnya, orang-orang yang melakukan ‘ulum’ Al-Qur’an sejak dulu sudah menyadarai adanya fenomena tersebut mempunyai maksud dan tujuan tertentu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Rahasia angka angka dalam Al Qur’an&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Para peneliti terdahulu sudah mencatat, bahwa surat-surat yang dibuka dengan huruf-huruf ‘muqaththa’ah’ berjumlah 29 surat, sementara jumlah huruf ‘hijaiyah’ Arab ditambah dengan huruf “Hamzah” juga berjumlah 29 huruf hal ini dengan sudut pandang bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; DR. Abdul Razaq Naufal dalam bukunya berjudul ‘ Al’Ijaz Al’Adadiy Fi Al-Qur’an Al Karim” beliau menulis beberapa tema-tema tersebut terjadi keharmonisan diantara jumlah kata-kata Al-Qur’an dan berikut ini adalah sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan Mukjizat, dari jumlah kata dalam Al-Qur’an sebanyak 51.900, Jumlah Juz 30, Jumlah Surat 112, keanehan yang ada diantaranya sbb :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; * Kata ‘Iblis” ( La’nat ALLAH ‘alaihi ) dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 11 kali, sementara “Isti’adzah” juga disebutkan 11 kali, Kata “ma’siyah” dan derivatnya disebutkan sebanyak 75 kali, sementara kata “Syukr” dan derivatnya juga disebutkan sebanyak 75 kali.&lt;br /&gt; * Kata “al-dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-akhirah” sebanyak 115 kali.&lt;br /&gt; * Kata “Al-israf” disebutkan 23 kali, kata kebalikannya “al-sur’ah” sebanyak 23 kali.&lt;br /&gt; * Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya ‘Al-syayathin” juga 88 kali.&lt;br /&gt; * Kata “Al-sulthan disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “Al-nifaq” juga 37 kali.&lt;br /&gt; * Kata “Al-harb”(panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “ Al-harb” juga 4 kali.&lt;br /&gt; * Kata “ Al-harb (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “Al-husra” (tawanan) 6 kali.&lt;br /&gt; * Kata “Al-hayat” (hidup” sebanyak 145 kali, kebalikannya “Al-maut” (mati) 145 kali.&lt;br /&gt; * Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” ( katakanlah) sebanyak 332 kali.&lt;br /&gt; * Kata “Al-sayyiat” yang menjadi kebalikan kata “Al-shahihat” masing-masing 180 kali.&lt;br /&gt; * Kata “Al-rahbah” yang menjadi kebalikan kata “Al-ragbah” masing-masing 8 kali.&lt;br /&gt; * Kata “Al-naf’u” yang menjadi kebalikan kata “Al-fasad” masing-masing 50 kali.&lt;br /&gt; * Kata “Al-nas” yang menjadi kebalikan kata “Al-rusul” masing-masing 368 kali.&lt;br /&gt; * Kata “Al-asbath” yang menjadi kebalikan kata “Al-awariyun” masing-masing 5 kali&lt;br /&gt; * Kata “Al-jahr” yang menjadi kebalikan kata “Al-alaniyyah” masing-masing 16 kali&lt;br /&gt; * Kata “Al-jaza” 117 kali ( sama dg kebalikannya),&lt;br /&gt; * Kata “Al-magfiroh” 234 kali ( sama dengan kebalikannya),&lt;br /&gt; * Kata “Ad-dhalala” ( kesesatan) 191 kali ( sama dengan kebalikannya),&lt;br /&gt; * Kata “Al-ayat” 2 kali “Ad-dhalala” yaitu 282 kali. Dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu disini.&lt;br /&gt; * Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah.&lt;br /&gt; * Kata “Syahr” ( bulan) sebanyak 12 kali, sama dg jumlah Bulan dalam satu Tahun.&lt;br /&gt; * Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk plural (jamak) sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu Bulan.&lt;br /&gt; * Kata “Sab’u” (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu.&lt;br /&gt; * Jumlah “ saah” (jam) yang didahului dengan ‘harf’ sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.&lt;br /&gt; * Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah raka’at dalam solat 5 waktu&lt;br /&gt; * Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumlah solat wajib sehari semalam.&lt;br /&gt; * Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah Raka’at Sholat fardhu/ wajib.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Mudah-mudahan dengan kita mengetahui rahasia angka tersebut kita menjadi lebih sering membaca ayat-ayat dalam Al-Quran.&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/135-download-eBooks-Hikmah-Rahasia-angka-angka-dalam-Al-Qur’an.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>admin</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Mon, 15 Feb 2010 15:58:12 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/135-download-eBooks-Hikmah-Rahasia-angka-angka-dalam-Al-Qur’an.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Khotbah Rasulullah saw menyambut bulan Ramadhan     Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian </title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/134-download-Islamic-eBooks-Muhasabah-Khotbah-Rasulullah-saw-menyambut-bulan-Ramadhan-----Wahai-manusia!-Sungguh-telah-datang-pada-kalian.html</link>
            <description>&lt;p&gt;Khotbah Rasulullah saw menyambut bulan Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah,amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan tenang rasa lapar dan hausmu kelaparan dan kehausan di hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakan orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya, Kasihilah, anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu, Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu-waktu salatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya , menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggunmu berat karena beban (dosa)mu, maka ringakanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! Allah Taala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa dia tidak akan mengazab orang-orang yang salat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada dari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu. (Sahabat-sahabat bertanya &quot;Ya Rasulullah! tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.&quot; Rasulullah meneruskan, jagalah dirimu dari api neraka walaupun dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirat pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya( pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa yang memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan Rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa yang melakukan salat sunah di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa yang menunaikan salat fardhu baginya ganjaran seperti melakukan tujuh puluh salat fardhu di bulan yang lain. Barangsiapa yang memperbanyak sholawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu , maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ali bin Abi Thalib as berkata : &quot; Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?&quot; Jawab Nabi: Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.”&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/134-download-eBooks-Muhasabah-Khotbah-Rasulullah-saw-menyambut-bulan-Ramadhan-----Wahai-manusia!-Sungguh-telah-datang-pada-kalian.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>admin</author>
            <category>Muhasabah</category>
            <pubDate>Thu, 11 Feb 2010 21:46:24 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/134-download-eBooks-Muhasabah-Khotbah-Rasulullah-saw-menyambut-bulan-Ramadhan-----Wahai-manusia!-Sungguh-telah-datang-pada-kalian.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>KEMATIAN: GERBANG MENUJU DUNIA BARU</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/133-download-Islamic-eBooks-Muhasabah-KEMATIAN:-GERBANG-MENUJU-DUNIA-BARU.html</link>
            <description>&lt;p&gt;KEMATIAN: GERBANG MENUJU DUNIA BARU&lt;br /&gt;Haidar Bagir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian adalah satu-satunya jalan pembebasan untuk mencapai kebahagiaan sempurna. Hakikat kematian adalah terpisahnya ruh dari badan. Hubungan ruh dengan badan berkaitan dengan bentuk seutuhnya. Ia memiliki peran penting bagi badan secara sempurna. Kematian, tentu saja terjadi atas izin Allah SWT. Kematian: Tempat Terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ‘kematian’ adalah kata yang sensasional dan menakutkan! Sekadar menyebutkannya saja, hati menjadi terkoyak, senyum minggat dari bibir, dan rasa senang segera sirna, karena ia menimbulkan kekhawatiran, depresi, serta mendorong segala bentuk pemikiran kusut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup dan mati tak dapat dipisahkan. Andai tiada kehidupan, tidak mungkin ada kematian. Oleh karena itu, kematian harus ada supa hidup memiliki makna. Segala sesuatu, baik bintang yang paling besar di langit maupun partikel terkecil di muka bumi – bebatuan, tumbuhan, binatang – sepat atau lambat akan hancur. Semua itu diadakan satu per satu akan dikembalikan ke alam ketiadaan. Semuanya akan berubah menjadi debu dan sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kematian, api nafsu yang berkilau dan kesemrawutan menghilang. Semua peperangan, perselisihan, dan pembunuhan di kalangan manusia akan berakhir. Keganasan, konflik, serta pemujaan diri mereka surut di kedalaman tanah yang dingin dan lubang sempit kuburan. Bila kematian tidak ada, pasti manusia akan merindukannya. Betapa kehidupan terasa menakutkan dan menyakitkan jika tiada akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematianlah yang meletakkan fisik bungkuk kita, wajah keriput dan badan kita yang merana ke tempat peristirahatan. Kematian mengurangi kesedihn dan duka kehidupan. Kau bagaikan seorang ibu pengasih yang memeluk dan membelai anaknya, lalu menidurkannya selepas badai. Seringkali kau berbeda dari kehidupan yang terkadang pahit dan kejam. Berbeda dengan kehidupan yang sering menyeret kita pada kesesatan dan kebejatan moral, lalu melemparkannya ke pusaran air dosa yang mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia telah menciptakan citra dirimu yang mengerikan, padahal kau adalah malaikat yang muli, dianggap sebagai iblis yang mengamuk. Mengapa mereka takut padamu? Mengapa mereka menganggapmu sebagai kegelapan, padahal kau adalah cahaya yang memancar. Kau adalah keberuntungan tetapi mereka berkabung dengan jerit tangis, duka, dan ratapan. Kaulah pembuka pintu harapan bagi kaum yang tidak memiliki harapan. Kau patut mendapat pujian. Kau abadi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian: Menuju Sebuah Dunia Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihatlah mereka yang telah mendahului kita,” demikian Nachiketa – sang anak bangsawan berusia enam belas tahun yang bertanya dalam Katha Upanishad. “Jutaan orang laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Kemana mereka pergi?” Persis seperti T.S Elliot ketika ia mengamati orang berjalan melintasi Jembatan London, tanpa muka dan tanpa nama dalam kabut pagi, dan tiba-tiba (baca: di dunia ini tidak ada yang ‘tiba-tiba’ – ed.) melihat jalan dari dunia ini menuju dunia selanjutnya. London lenyap. Dia, Dante, berdiri di tepi sungai Styx dalam perjalanannya ke tanah orang mati. “Begitu banyak! Tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa kematian telah merenggut begitu banyak orang.” Lantas, kemana? Untuk tujuan apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali Nasruddin Hoja ditanya temannya, “Kapan kiamat terjadi?” “Kiamat apa yang kau maksud?”, Nasruddin balik bertanya. “Apakah kiamat itu lebih dari satu?”, temannya bertanya. “Ya,” jawab Nasruddin, “Ada kiamat besar dan kiamat kecil. Kiamat kecil adalah ketika isteriku mati. Dan kiamat besar adalah ketika aku yang mati,” tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Hoja saat itu bercanda. Tapi ia benar ketika dia mengaitkan kiamat dengan kematian. Hanya saja, kiamat kecil bagi seseorang adalah kematiannya, sebelum kelak ia dibangkitkan kembali ketika kiamat besar terjadi. Ibnul Qayyim al-Jawzi berkata: “Maut adalah kebangkitan dan tempat kembali (ma’ad) pertama. Allah menciptakan dua tempat kembali dan dua kebangkitan bagi anak cucu Adam. Dalam keduanya Allah membalas orang jahat dengan kejahatan yang setimpal dan membalas orang baik dengan kebaikan yang lebih besar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apa makna kematian (maut) itu? Lisanul ‘Arab mengartikan kata ‘maut’ sebagai padam, diam, tenang, tak bergerak. Sebagaimana kehidupan bermula, ketika ruh ditiupkan ke jasadm maka kematian terjadi ketika ruh terpisah dari badan. Maut juga berarti bergantinya keberadaan, dan berpindahnya (sesuatu) dari tempat satu ke tempat yang lain. Maka, jelaslah sabda Muhammad Rasulullah SAW, “Kalian diciptakan untuk keabadian, bukan untuk mengalami kemusnahan. Kematian sesuangguhnya adalah perpindahan dari satu rumah ke rumah yang lain.” Yakni, dari rumah dunia ke rumah akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian adalah ketika ruh meninggalkan badan, sebagaimana pelaut meninggalkan kapalnya yang karam, begitulah ucap Syeikh Abbas al-Qummi. Atau bagaikan secercah cahaya yang meninggalkan suatu tempat, dan membiarkannya menjadi padam dan gelap kembali, persis seperti saat ia belum masuk ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ‘maut’, Al Qur’an juga menggunakan istilah ‘wafat’ untuk menunjuk makna mati. Murtadha Muthahari membuat sebuah analisis yang menarik tenang kata ‘tawaffa’ (mati) yang berakar pada kata yang sama dalam bahasa Persia yang memiliki bunyi hampir sama, yakni ‘faut’. Menurut Murthada Muthahhari, sebagian orang Persia mengira kedua istilah ini bersala dari kata yang sama. Mereka mengira bahwa ‘wafat kard’ – ‘faut kard’. ‘Faut’ berarti hilang, atau lepas dari pegangan. Jika istilah ‘wafat’ bermakna sama dengan ‘faut’, maka kematian akan memiliki konotasi hilang atau musnah. Kenyataannya, makna istilah ‘faut’ malah berkebalikan dengan makna istilah ‘wafat’ yang dipergunakan oleh Al Qur’an untuk menyatakan ‘kematian’. Sebaliknya, dari ‘lepas dari pegangan’, istilah ‘tawaffa’ berarti mengambil sesuatu dan menerimanya secaranya secara sempurna. Contohnya, jika Anda mendapatkan kembali seluruh piutang Anda, dan bukan hanya sebagian, maka itu disebut sebagai ‘tawaffa’ atau ‘istifa’. Al Qur’an senantiasa mengaitkan kematian dengan ‘menerima secara sempurna.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah menerima (dengan sepenuhnya) jiwa-jiwa pada saat kematiannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam surat al-Sajjad disebutkan: “Dan mereka berkata: ‘Apakah ketika kami telah lenyap (musnah) di dalam tanah, ami akan benar-benar menjadi ciptaan yang baru?’ Katakanlah: Malaikat ditugasi untuk menerimamu dan kpada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muthahhari menyimpulkan bahwa mati berarti dipindahkannya, atau diserahkannya (ruh) si mati dari satu alam ke alam yang lain. Malaikat-malaikat pesuruh Allah datang untuk menerimanya dan membawanya. Pada saat itu, ruh manusia diterima dalam keadaan utuh dan sempurnah. Tak ada yang musnah atau berkurang. Kemusnahan hanya bisa dilekatkan kepada wadah belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubungan dengan istilah ‘wafat’ ini, dikenal juga istilah ‘kematian kecil.’ Ynag ditunjuk oleh istilah ini adalah tidur. Benarkah? Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dialah yang mewafatkan kalian pada malam hari ...?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah menggenggam jiwa manusia ketika matinya dan menggenggam jiwa (manusia) yang belum mati di waktu tidurnya? Maka dia tahanlah jiwa orang yang telah ditetapkan kematiannya, dan dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya dalam hal itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, “Sesungguhnya,” kata Rasulullah SAW, “hidup manusia di dunia ini bagaikan mimpi.” Ia terjaga ketika mati.” “Dan pada hari itu,” ungkap Allah SWT, “Penglihatan akan menjadi terang-benderang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna perenungan Shakespeare berada di arah yang benar ketika ia bergumam, “Kita bagaikan obyek mimpi. Tumbuh besar, pergi ke sekolah, menikah, punya anak, cari uang, membelanjakan uang, dan menjadi tua. Dan hidup kita yang singkai ini digenapi dengan sebuah tidur.” Hanya kali ini kita mungkin bisa melanjutkan jawabannya yang tidak selesai itu. Kematian adalah transisi dari satu kehidupan ke kehidupan yang lain. Bahkan dari sebuah mimpi – dari realitas virtual – ke realitas yang sejati. Dan kepada T.S Elliot, kita dapat dengan yakin mengatakan bahwa di ujung Jembatan London itu terhampar dunia baru di mana cahayanya bersinar terang-benderang dan tak pernah padam.&lt;br /&gt;Di ujung Jembatan London&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulla Shadra mengatakan bahwa manusia di alam ini statusnya sebagai sesuatu yang dapat dilihat, di mana jiwa dan ruh tersembunyi dalam eksistensi Jasad. Ketika Tuhan berkehendak untuk mengirim jiwa tersebut dari alam ini ke alam perantara (barzakh), Dia membuat tubuh itu mati melalui tugas Malaikat Maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sepantasnya seorang anak manusia untuk takut dan sedih terhadap kematian. Dan ini bukan berarti ia harus mengharap kematian atau bunuh diri. Namun, hanya Dia-lah yang berhak menyambung dan memutuskan hubungan antara ruh dengan badan. Ibaratnya, kita menyewa tubuh ini untuk dijaga, diayomi, mengurus baik kelengkapan, kebersihan dan kesehatannya. Jika sewaktu-waktu Yang Punya meminta untuk kembali, kita akan mengembalikannya setidaknya dalam keadaan utuh, layaknya peminjam yang bertanggung jawab. Jika tanpa seizin-Nya kita mengembalikan, maka itu telah menyalahi ‘perjanjian’. Dan kita harus selalu ingat bahwa di ujung jalan Jembatan London itu terhampar Dunia Baru yang bahkan Sadeq Hedayat sendiripun mengatakan bahwa itu Abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap yang mati akan dibangkitkan dan dihidupkan kembali untuk menerima balasan atas apa yang diyakini dan perbuatannya. Hal ini terjadi berurutan mulai dari kematian, alam kubur, alam barzakh, kemudian kiamat besar dan surga-neraka. Intinya, Kematian tidak hanya saja indah dan kita harus menjemput keindahan itu sesuka hati kita. Kematian adalah jalan untuk Perjumpaan dengan Sang Kekasih. Sehingga tidak mungkin dengan tangan kosong kita menghampiriNya. Ketika umur panjang diraih, itu pun juga merupakan kebahagiaan tersendiri di mana ia memiliki banyak lagi kesempatan untuk menyiapkan perbekalan bagi perjalanan panjang nanti. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Tulisan ini berjudul asli “Marg” yang artinya “Kematian” dan ditulis oleh sastrawan besar dari Iran bernama Sadeq Hedayat (1903 – 1941), yang menulis novel magnum opus-nya berjudul ‘The Blind Owl’. Sumber: “Don Juan of Karaj” (Dastan Books).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Artikel ini ditulis oleh Haidar Bagir dalam Jurnal Al-Huda. Haidar Bagir adalah Pemimpin Umum Penerbit Mizan (sejak 1982).&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/133-download-eBooks-Muhasabah-KEMATIAN:-GERBANG-MENUJU-DUNIA-BARU.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>admin</author>
            <category>Muhasabah</category>
            <pubDate>Thu, 11 Feb 2010 21:42:11 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/133-download-eBooks-Muhasabah-KEMATIAN:-GERBANG-MENUJU-DUNIA-BARU.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>PESAN PROFETIK “MATSNAWI” KARYA AGUNG JALALUDDIN RUMI</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/132-download-Islamic-eBooks-Muhasabah-PESAN-PROFETIK-“MATSNAWI”-KARYA-AGUNG-JALALUDDIN-RUMI.html</link>
            <description>&lt;p&gt;PESAN PROFETIK “MATSNAWI”&lt;br /&gt;KARYA AGUNG JALALUDDIN RUMI&lt;br /&gt;Abdul Hadi W. M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matsnawi-i-Ma`nawi, judul lengkap buku ini yang berarti ‘karangan bersajak tentang makna-makna’ yaitu makna-makna terdalam ajaran agama, merupakan salah satu dari karya agung dunia yang ditulis pada abad ke-13 dalam bahasa Persia, bahasa Dunia Islam ke-2 setelah bahasa Arab. Pengarangnya Jalaluddin Rumi adalah seorang sufi besar sepanjang zaman, yang telah membaktikan lebih dari separuh hidupnya untuk mencari kebenaran-kebenaran terdalam dari ajaran agama, kekuatan dari kebenaran tersebut sebagai pendorong dan pembimbing umat manusia dalam membentuk kebudayaan dan peradaban besar yang langgeng. Pencarian yang panjang itu telah membawa sang sufi ke dalam penjelajahan dan pengembaraan ruhani yang berliku-liku dan penuh rintangan, namun buahnya adalah pengalaman dan kebahagiaan ruhaniah yang lezat dan tidak ternilai harganya. Semua itu memperkuat keyakinan sang sufi bahwa, seperti dikatakan al-Qur’an (50:6), “Tuhan lebih dekat (pada manusia) dibanding urat lehermu sendiri” dan “Dia selalu bersamamu (“wa huwa ma`akum ayna-ma kuntum QS 57:4) ). Lagi, “Ke mana pun kau memandang akan tampak wajah Allah” (QS 2:115).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan ayat suci ini tidak dapat ditafsirkan sebagai ungkapan pantheistik, sebab yang dimaksud sebagai wajah Allah ialah ‘wajah rohani’ atau ‘rupa batin’ Tuhan yang hanya dapat disaksikan dalam pikiran dan perenungan yang dalam, yaitu sifat Pengasih dan Penyayang-Nya (al-rahmân dan al-rahîm), yang terdapat kalimah Basmallah dan ayat kedua Surat al-Fatihah. Para sufi menyebut sifat-sifat ilahiyah ini baik sebagai mahabbah maupun `isyq. Keduanya sama-sama berarti cinta, namun `isyq adalah cinta yang berlipat ganda dan sangat kuat hingga menimbulkan dorongan kreatif untuk menjelmakan sesuatu sebagai bukti kecintaannya yang mendalam. Inilah tema penting dan pokok karya para pengarang sufi dalam bahasa apa pun dia menulis, Arab, Persia, Turki, Urdu, Shindi atau pun Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Rahmân adalah cinta Allah yang dilimpahkan bagi segenap makhluk-Nya tanpa pilih bulu, sedangkan al-Rahîm adalah cinta yang diberuntukkan bagi orang yang bertaqwa, beriman dan beramal saleh. Dari kata-kata al-rahim inilah kata-kata rahim dalam bahasa Melayu/Indonesia berasal. Cinta Tuhan kepada orang mukmin yang taqwa dan beramal saleh merupakan cinta yang istimewa dan wajib diberikan sebagaimana cinta seorang ibu kepada anak kandungnya. Cinta sebagai sifat Tuhan dan sekaligus wujud batinnya itu dipandang oleh para sufi sebagai asas kejadian atau penciptaan alam semesta, sebab tanpa al-rahman dan al-rahim-Nya tidak mungkin alam dunia yang begitu menakjubkan dan penuh kenikmatan ini dicipta oleh Yang Maha Kuasa yang sekaligus Maha Pengasih dan Penyayang. Selain itu cinta juga merupakan asas bagi perkembangan dan pertumbuhan, serta perluasan dan pertahanan dari keberadaan makhluq-makhluq – terutama manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli-ahli tasawuf juga percaya bahwa cinta merupakan asas dan dasar terpenting dari keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan. Tanpa cinta yang mendalam, ketaqwaan dan keimanan seseorang akan rapuh. Hilangnya cinta dalam segala bentuknya dalam diri sebuah umat akan membuat peradaban dan kebudayaan dari umat tersebut akan rapuh dan mudah runtuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain hal dalam mencapai rahasia ketuhanan, jalan cinta melengkapi jalan ilmu atau pengetahuan. Peradaban dan kebudayaan umat manusia tidak akan berkembang subur apabila hanya didasarkan pada ilmu beserta metodologi dan tehnologi yang dihasilkan dari ilmu. Cinta menyempurnakan jalan ilmu, sebab cinta merupakan dorongan terpendam dalam diri manusia untuk selalu mencari yang sempurna dalam hidupnya. Dorongan menimbulkan kehendak, hasrat dan kerinduan mendalam, dan dengan demikian cinta menggerakkan manusia berikhtiar sekuat tenaga dengan segala kemampuan yang ada pada dirinya. Jalan ilmu yang dilengkapi jalan cinta juga membuat seseorang mampu mencapai makrifat (ma`rifah) atau kebenaran tertinggi yang merupakan rahasia terdalam dari ajaran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn `Arabi menuturkan tentang jalan ilmu dan jalan cinta sebagai berikut, “Ada tiga bentuk pengetahuan. Pertama pengetahuan intelektual, yang dalam kenyataan berisi informasi dan kumpulan fakta-fakta serta teori belaka, dan apabila pengetahuan ini digunakan untuk mencapai konsep-konsep intelektual melampaui batasnya, maka ia disebut intelektualisme. Yang kedua menyusul pengetahuan tentang keadaan-keadaan, mencakup baik perasaan emosional dan perasaan asing di mana orang mengira telah mencerap sesuatu yang tinggi. Namun orang yang memiliki ilmu ini tidak dapat memanfaatkan untuk keperluan hidupnya sendiri. Inilah yang disebut emosionalisme. Yang ketiga ialah pengetahuan nya yang disebut Pengetahuan tentang Hakikat. Pengetahuan ini membuat manusia dapat mencerap apa yang betul, apa yang benar, mengatasi bayasan-batasan pikiran biasa dan pengalaman empiris. Para sarjana dan ilmuwan memusatkan perhatian pada bentuk pengetahuan pertama. Kaum emosionalis dan eksperimentalis menggunakan bentuk kedua. Yang lain memadukan keduanya, atau memakai salah satu dari keduanya secara berganti-ganti. Akan tetapi orang yang telah mencapai kebenaran ialah mereka yang tahu bagaimana menghubungkan dirinya dengan hakikat yang terletak di balik kedua bentuk pengetahuan ni. Itulah sufi sejati, darwish yang telah mencapai makrifat dalam arti sebenarnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta juga memiliki kekuatan transformatif, yaitu kekuatan merubah keadaan jiwa manusia yang negatif menjadi positif. Itulah antara lain yang diajarkan Jalaluddin Rumi dan sufi-sufi lain pada abad ke-13 M, ketika umat Islam di Dunia Arab dan Persia berada dalam periode paling buruk dalam sejarah klasiknya. Di sebelah barat Perang Salib yang telah berlangsung sejak akhir abad ke-11 M belum kunjung berakhir dan terus mencabik-cabik kehidupan kaum Muslimin. Di sebelah timur bangsa Mongol di bawah pimpinan Jengis Khan dan anak-cucunya menyapu bersih dan memporak-porandakan kerajaan-kerajaan Islam. Puncaknya adalah serbuan besar-besaran Hulagu Khan, cucu Jengis Khan, dari Transoksiana pada tahun 1256 M. Kota Baghdad luluh lantak menjadi puing-puing dan ratusan ribu penduduknya dibantai sehingga bekas ibukota kekhalifatan Abbasiyah dan pusat utama peradaban Islam ketika itu berubah menjadi kota mati untuk belasan tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat Perang Salib yang terjadi secara bergelombang dan serbuan tentara Mongol yang menyapu bersih hampir seluruh negeri kaum Muslimin itu, tidak terkira penderitaan yang dihadapi kaum Muslimin. Mereka seperti tak lagi berdaya dan tak mampu membangun kehidupannya. Di tengah suasana yang diliputi keputus-asaan yang mendalam inilah para sufi, ulama dan cendekiawan Muslim bangkit mengajarkan pentingnya Cinta transendental yang memiliki kekuatan merubah jiwa manusia dari negatif ke positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya The Trumphal Sun: A Study of the Works of Jalaluddin Rumi (1980) Annemarie Schimmel, salah seorang penulis Eropa terbesar abad ini mengenai sastra sufi, mengatakan tentang peranan ahli tasawuf pada abad ke-13 sebagai berikut, “Cukup mengherankan bahwa periode yang penuh bencana politik ini pada saat yang bersamaan merupakan periode yang penuh dengan kegiataan keagamaan dan tasawuf. Gelapnya kehdupan duniawi dijawab dengan maraknya kegiatan spiritual yang entah apa tenaga pendorongnya. Nama sejumlah penyair, sarjana agama, ulama besar, seniman kaligrafi terkemuka bermunculan, walaupun abad ini terutama sekali merupakan zaman pemimpin tasawuf... Pendek kata, hampir di setiap pelosok dunia Islam dijumpai wali-wali, guru keruhanian, penyair dan pemimpin besar dalam ilmu tasawuf. Di tengah gelapnya kehidupan politik dan ekonom, mereka tampil membimbing khalayak ramai menunju dunia yang tidak terganggu oleh perubahan, menyampaikan kepada mereka rahasia cinta yang memang harus dicapai melalui penderitaan, dan (mereka pula) mengajarkan bahwa kehendak Tuhan dan cinta-Nya dapat tersingkap melalui bencana dan kemalangan...”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang cinta ilahiyah Syekh Ahmad Hatif menuturkan, “Belahlah hati atom: dari tengah-tengahnya kau akan menyaksikan bola surya yang bersinar-sinar. Jika segenap yang kaumiliki diserahkan pada Cinta, kau tak akan kehilangan sedikit pun dari yang kaumiliki. Jiwa berjalan melalui panasnya api Cinta dan kau menyaksikan betapa jiwa berubah. Jika kau membuang sempitnya dimensi hidup duniawi, dan berkeinginan menyaksikan ‘waktu’ dari segala sesuatu yang tidak bertempar, kau akan mendengar dan menyaksikan apa yang belum pernah kaulihat...Kau akan mencintai Yang Esa dengan hati dan jiwa, sehingga dengan mata yang sebenarnya kau akan menyaksikan Tauhid...” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalaluddin al-Rumi adalah seorang ahli tasawuf dan penyair sufi Persia terbesar sepanjang sejarah. Nama lengkapnya Jalaluddin Muhammad bin Husyain al-Khatibi al-Bahri. Takhallus atau nama julukan al-Rumi dikenakan kepada dirinya, karena sang sufi menghabiskan sebagian besar hidupnya di Konia, Turki, yang dahulunya merupakan bagian dari wilayah kemaharajaan Rumawi Timur. Pada masa Rumi penduduk kota itu terdiri dari orang-orang Arab, Persia, Turki, Yunani, Armenia dan Yahudi. Orang-orang Kristen keturunan Yunani dan Armenia juga masih banyak terdapat di situ, dan tidak sedikit di antara mereka pernah menjadi murid Rumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumi dilahirkan pada tanggal 6 Rabi’ul Awal 604 H sama dengan 30 September 1207 M di Balkh, Afghanistan sekarang. Ketika itu wilayah tersebut merupakan bagian dari wilayah kerajaan Khwarizmi yang beribukota di Bukhara, Transoksiana. Rumi wafat pada tanggal 5 Jumadil Akhir tahun 672 H sama dengan 16 Desember 1273 M di Kunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Rumi, Muhammad ibn Husyain al-Khatibi alias Bahauddin Walad, adalah seorang ulama terkemuka dari Ballkh, Afghanistan sekarang. Pada abad ke-12 dan 13 M Balkh merupakan bagian dari wilayah kerajaan Khwarizmi, di Transoksiana Asia Tengah, dengan ibukotanya Bukhara. Pada tahun 1210 M, sebelum Khwarizmi diserbu tentara Jengis Khan, Bahauddin Walad bersama keluarganya meninggalkan Balkh tanpa alasan yang jelas. Ada yang mengatakan disebabkan persoalan politik. Raja Khwarizmi ketika itu, Muhammad Khwarizmi-syah, menentang keberadaan Tariqat Kubrawiyah yang dipimpin oleh Bahauddin Walad. Pendapat lain yang tidak sedap ialah karena Bahauddin Walad kuatir terhadap serbuan tentara Mongol yang ketika itu telah menghampiri wilayah kerajaan Khwarizmi. Tetapi pendapat ini tidak didasarkan alasan yang kuat, sebab pasukan Jengis Khan pada tahun 1210 M masih bersusah payah menaklukan bagan-bagian utara dari negeri Cina yang merupakan jembatan menuju ke Asia Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahauddin Walad mula-mula membawa keluarga menuju Khurasan dan Nisyapur di Iran Utara. Ketika itu Rumi masih berusia tujuh tahun. Sepuluh tahun kemudian, yaitu pada tahun 1220 M kerajaan Khwarizmi yang tengah dilanda krisis internal, sekonyong-konyong diserbu oleh Jengis Khan sebagai pembalasan atas dibunuhnya utusan dagang Mongol yang dikirim ke Khwarizmi beberapa tahun sebelumnya. Ketika itu keluarga Rumi telah meninggalkan Nisyapur menuju Baghdad. Tidak lama keluarga Rumi melakukan perjalanan ke Mekkah dan baru setelah itu menuju Damaskus. Pada akhirnya keluarga sang sufi itu menemukan tempat tinggal terakhir yang menyenangkan dan aman dari hiruk-pikuk peperangan di Kunya, Anatolia. Sebelum direbut oleh pasukan Bani Saljug, kota ini termasuk wilayah kemaharajaan Rumawi Timur atau Byzantium. Pada akhir abad ke-11 M Kunya direbut oleh Bani Saljug yang berkuasa di Anatolia hingga abad ke-13 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumi mula-mula mempelajari tasawuf dari ulama terkenal bernama Burhanuddin al-Tirmidhi. Tetapi guru kerohaniannya yang sebenarnya ialah Syamsudin al-Tabrizi atau Syamsi Tabriz. Sebelum tampil sebagai ahli tasawuf dan sastrawan terkemuka, Rumi adalah seorang guru agama yang memiliki banyak murid dan pengikut. Dalam usia 36 tahun dia sudah bosan mengajar ilmu-ilmu formal. Dia insyaf bahwa pengetahuan formal tidak mudah mengubah jiwa murid-muridnya. Sebelum jiwa dan pikiran seseorang mendapat pencerahan, menurut Rumi, tidak akan perubahan itu terjadi. Setelah mempelajari tasawuf, Rumi menyadari bahwa dalam diri manusia terdapat suatu tenaga tersembunyi, yang jika dijelmakan sungguh-sungguh dengan cara yang tepat akan dapat membawa manusia meraih kebahagian dan pengetahuan luas. Tenaga tersembunyi itu ialah Cinta Ilahi (`isyq).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itulah, yaitu pada tahun 1244-5 M. Rumi berjumpa seorang darwish agung dari Tabriz (ibukota Daulah Ilkhan Mongol di Persia pada masa itu) bernama Syamsuddin al-Tabrizi. Pertemuan dengan Syamsi Tabriz ini merubah total kehidupan Rumi. Syamsi Tabriz adalah pemimpin tasawuf yang suka mengembara dari suatu ke kota lain, tanpa memikirkan harta dan keselamatan jiwanya. Dia tidak pernah merasa takut akan maraknya peperangan yang masih berkecamuk di tempat-tempat yang dia lalui. Dia benar-benar faqir dalam arti sebenarnya. Dia mengajarkan pada orang-orang Islam yang putus asa dan kebingungan disebabkan penjarahan yang dilakukan pasukan Mongol dan Salib. Yang diajarkan ialah kekuatan Cinta Ilahi dalam merubah nasib manusia dan apabila manusia berikhtiar untuk meraihnya maka ia akan dapat merubah nasibnya itu. Dia juga mengajarkan agar umat Islam senantiasa memerangi kelemahan-kelemahan dan kebodohan-kebodohan yang bersarang dalam dirinya, terutama disebabkan ajaran Jabbariyah dan faham yang mengutamakan taqlid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berada di Kunya khutbah-khutbah yang disampaikan Syamsi Tabris sangat memikat penduduk. Kepribadian tokoh ini juga memberi kesan mendalam terhadap Rumi. Sejak saat itulah Rumi tidak pernah mau berpisah dari gurunya yang baru itu. Kemana pun sang darwish pergi, Rumi muda selalu mengikutinya. Hingga tiba saatnya keduanya harus berpisah: Syamsi Tabriz diusir oleh ratusan murid Rumi yang tidak menyukai kehadirannya di Kunya dan terpaksa pergi ke kota lain. Rumi merasa sedih dan kerinduannya terhadap gurunya memaksanya juga pergi meninggalkan Kunya untuk memperdalam ilmu tasawuf. Ketika itu Rumi telah berusia 37 tahun dan pertemuannya dengan Syamsi Tabriz membuat bakatnya sebagai penyair hidup kembali. Maka lahirlah syair-syair yang indah dari tangannya bertemakan cinta dan kerinduan mistikal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi seperti dikatakan Syamsi Tabriz, cinta dapat mentransformasikan jiwa seseorang menjadi lain. Rumi bukan saja mengalaminya. Cintanya pada gurunya yang tak kunjung dijumpainya lagi sejak perpisahannya yang terakhir, kini berubah menjadi cinta transendental, yaitu cinta ilahiyah. Maka ia pun mengakhiri pengembaraannya dan kembali ke Kunya untuk mengajarkan penemuannya yang baru dalam ilmu tasawuf kepada murid-muridnya. Sejak itu Rumi bukan saja masyhur sebagai ahli tasawuf dan guru keruhanian, melainkan juga sebagai sastrawan agung dan budayawan terkemuka di seantero Dunia Islam.&lt;br /&gt;Sebagai penyair atau sastrawan Rumi melahirkan karya yang tidak sedikit. A. J. Arberry sebelum menulis bukunya Classical Persian Literature (1958) telah meneliti karya-karya Rumi dalam banyak naskah di berbagai tempat. Dia mendapatkan bahwa Rumi telah menulis tidak kurang dari 34.662 bait syair dalam bentuk ghazal (sajak-sajak cinta mistikal), ruba’i (sajak-sajak empat baris dengan pola rima teratur AABA yang sangat populer dalam sastra Persia) dan matsnawi, karangan bersajak seperti prosa berirama dalam sastra Melayu. Kecuali dia juga menulis karangan prosa termasuk rasa`il (wacana ilmiah) dan khitabah (khotbah). Karangan puisi dan prosa dikumpukan beberapa bunga rampai seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Divan-Syamsi-i-Tabriz. Diwan adalah semacam sajak-sajak pujian seperti qasidah dalam sastra Arab. Dalam sastra sufi dan keagamaan ang dipuji ialah sifat, kepribadian, akhlaq dan ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang tokoh. Dalam bunga rampainya ini Rumi mulai mengungkapkan pengalaman dan gagasannya tentang cinta transendental yang diaihnya di jalan tasawuf. Kitab ini terdiri dari 36.000 bait puisi yang indah, sebagian besar ditulis dalam bentuk ghazal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Matsnawi-i-Ma`nawi. Artinya karangan bersajak tentang makna-makna atau rahasia terdalam ajaran agama. Ini merupakan karya Rumi yang terbesar, tebalnya sekitar 2000 halaman dibagi menjadi enam jilid. Kitab ini juga disebut Husami-nama (Kitab Husam). Apabila Divan-i-Syamsi Tabriz diilhami oleh ajaran gurunya Syamsi Tabriz, Matsnawi ditulis untuk memenuhi permintaan Husamuddin, salah seorang murid dan sekaligus sahabat Rumi yang terkemuka. Husamuddin memohon agar Rumi bersedia memaparkan rahasia-rahasia ilmu tasawuf dalam bentuk karya sastra seperti Hadiqqah al-Haqiqah karya Syekh Sana’i dan Mantiq al-Tayr karya Fariduddin al-`Attar. Rumi memenuhi permohonan itu. Kitab ini selesai dikerjakan setelah 12 tahun sejak dituturkan oleh Rumi kepada Husamuddin. Afzal Iqbal dalam bukunya Life and Works of Rumi (1956) menyebutkan buku ini terdiri dari 25,000 bait prosa lirik, sedangkan Encyclopaedia Britanica (vol.. XIX, 1952) menyebutkan terdiri dari 40.000 bait. Abdul Rahman al-Jami, sufi Persia abad ke-15 M, menyatakan bahwa Matsnawi merupakan ‘tafsir al-Qur’an yang indah dalam bahasa Persia’ (Hast Qur’an dar zaban-i Pahlavi). Yang dimaksud tafsir oleh Jami ialah ta’wil atau tafsir keruhanian terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang ditulis dalam bentuk karangan bersajak yang indah. Buku ini dianggap sebagai karya sufi terbesar sepanjang zaman. Nilai didaktik dan sastranya mengagumkan. Setiap jilid memuat pendahuluan dalam bahasa Arab, dan selanjutnya penulisnya menggunakan bahasa Persia. Rumi menguraikan dalam bukunya itu keluasan dari lautan semangat keruhanian dan perjalanan manusia menuju dunia dan dari dunia menuju kebenaran hakiki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ruba`iyat. Walaupun tidak terkenal seperti Divan dan Matsnawi, namun sajak-sajak dalam antologi ini tidak kurang indah dan agungnya dari sajak Rumi yang lain. Bunga rampai ini terdiri dari 3.318 bait puisi. Melalui kitabnya ini Rumi memperlihatkan dirinya sebagai salah seorang penyair lirik yang agung bukan saja dalam sejarah sastra Persia, namun juga dalam sejarah sastra dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Fihi Ma Fihi (Di Dalam Ada Seperti Yang Di Dalam). Kumpulan percakapan umi dengan sahabat-sahabat dan murid-muridnya. Buku inii membicarakan terutama sekali persoalan-persoalan berkenaan dengan masalah sosial dan keagamaan yang ditanyakan oleh murid-muridnya. Ia sekaligus merupakan bukti bahwa seorang sufi seperti Rumi juga giat membicarakan persoalan sosial dan keagamaan yang hangat pada zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Makatib. Kumpulan surat-surat Rumi kepada sahabat-sahabat dekatnya, khususnya Syalahuddin Zarkub dan seorang menantu perempuannya. Dalam buku ini Rumi mengungkapkan kehidupan ruhaninya sebagai penempuh ilmu suluk. Di dalamnya juga dimuat nasihat-nasihat Rumi kepada murid-muridnya berkenaan persoalan-persoalan amali (praktis) dalam ilmu tasawuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Majalis-i-Sab`ah. Himpunan khutbah-khutbah Rumi di berbagai masjid dan majlis-majlis keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. C. Happold (1960) memasukkan Rumi ke dalam tokoh terkemuka mistisisme cinta dan persatuan mistis (unio mystica). Mistisisme jenis ini berusaha membebaskan diri dari rasa terpisah dan kesebatangkaraan diri, dengan menyatukan diri dengan alam dan Tuhan, yang membawa rasa damai dan memberi kepuasan kepada jiwa. Merasa sebatang kara, mistikus cinta berusaha menanggalkan ‘diri khayali’ yang rendah (nafs) dan pergi menuju diri yang lebih agung, Diri Hakiki. Menurut pandangan miskus cinta, manusia adalah makhluq yang paling mampu menyadari individualitasnya. Pada saat yang sama manusia mampu berperan serta dalam segala sesuatu melalui pikiran, perasaan dan imaginasinya. Tujuan mistisisme cinta ialah melakukan perjalanan rohani menuju Diri Hakiki dan kebakaan, di mana Yang Satu bersemayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumi – sebagaimana telah dikemukakan -- berpendapat bahwa untuk memahami kehidupan dan asal usul ketuhanan dirinya, manusia dapat melakukannya melalui Jalan Cinta, tidak semata-mata melalui Jalan Pengetahuan. Cinta adalah asas penciptaan alam semesta dan kehidupan. Cinta adalah keinginan yang kuat untuk mencapai sesuatu, untuk menjelmakan diri. Rumi malahan menyamakan cinta dengan pengetahuan intuitif. Secara teologis, cinta diberi makna keimanan, yang hasilnya ialah haqq al-yaqin, keyakinan yang penuh kepada Yang Haqq. Cinta adalah penggerak kehidupan dan perputaran alam semesta. Cinta yang sejati dan mendalam, kata Rumi, dapat membawa seseorang mengenal hakikat sesuatu secara mendalam, yaitu hakikat kehidupan yang tersembunyi di balik bentuk-bentuk formal kehidupan. Karena cinta dapat membawa kepada kebenaran tertinggi, Rumi berpendapat bahwa cinta merupakan sarana manusia terpenting dalam menstransendensikan dirinya, terbang tinggi menuju Yang Satu. Kata Rumi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Cinta: Terbang tinggi ke langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat mencampakkan ratusan hijab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula menyangkal dunia (zuhd)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya jiwa berjalan tanpa jasad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memandang dunia benda-benda telah raib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tak mempedulikan yang hanya tampak di mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memandang jauh ke balik dunia rupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menembus hakikat segala sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Divan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bait puisinya yang lain dalam Divan, Rumi mengatakan bahwa Jalan Cinta dalam tasawuf berangkat dari diri yang satu dan menuju ke diri yang lain. Yang pertama adalah nafs yang rendah yang merupakan diri yang palsu dan sering diidentikkan dengan hawa nafsu. Sedangkan yang kedua merupakan diri hakiki, yang di dalamnya terpancar keindahan ilahiyah dari Sang Pencipta. Diri palsu atau hawa nafsu ini diumpamakan sebagai ’orang asing’ oleh Rumi dalam sebuah puisinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bangun rumahmu di tanah orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerjalah demi cita-cita dirimu yang hakiki di dunia ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai kau terjerat oleh bujukan orang asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa orang asing itu kecuali nafsumu yang berlebihan pada dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah sumber bencana dan kepiluan hidupmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama hanya tubuh yang kaurawat dan kaumanjakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwamu tidak akan subur, juga tidak akan teguh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian lain dalam Matsnawi sang sufi menuturkan: “Hawa nafsumu adalah ibu semua berhala: Berhala benda ialah ular, berhala jiwa ialah naga/Menghancurkan berhala itu mudah, namun menganggap mudah/Menghancurkan hawa nafsu itu tolol/Wahai Anakku, apabila kauingin mengetahui bentuk hawa nafsu/ Bacalah uraian tentang neraka dengan tujuh pintunya/Dari hawa nafsu setiap saat bermunculan tipu muslihat/ Dan dari setiap tipu muslihat seratus Fir’aun dan bala tentaranya terjerumus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa relevansi karya Rumi bagi dunia seperti sekarang, khususnya bagi kita di Indonesia? Sebaiknya kita kutip saja pandangan Iqbal, seorang tokoh pembaharu pemikiran keagamaan, “Filosof-penyair kebangkitan Timur” dan ”Jembatan Antara Pemikiran Barat dan Timur” sebagaimana dinyatakan Annemarie Schimmel 1972. Sebuah puisi Iqbal dalam antologinya Pas Chih Bayad Kard Ay Aqwam-i Sharq (Apa Yang Harus Dilakukan Bangsa-bangsa Timur) berjudul ”Kepada Matahari Yang Menerangi Dunia” khusus ditujukan kepada Rumi. Iqbal menyebut Rumi sebagai Raushan Damir, yaitu orang yang memiliki penglihatan ruhani yang tajam sehingga mampu membaca rahasia hati dunia dan peristiwa-peristiwa kemanusiaan yang tersembunyi. Dari Rumi kita dapat memetik banyak pelajaran bagaimana membenahi jiwa umat yang sedang kusut dan morat marit. Pikiran-pikiran Rumi yang profetik (’mengandung pesan kenabian’) memiliki tenaga pembebasan dan pencerahan, terutama bagi mereka yang bersedia meresapi ajaran Rumi secara mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menurut Iqbal, Rumi mengajarkan bahwa masyarakat tidak dapat didorong menjadi aktif tanpa apa yang disebut sukr dan junon, yaitu keadaan jiwa dan pikiran (state of mind) yang diliputi rasa mabuk kepayang dan anthusiasme ketuhanan. Sebagai keadaan jiwa dan pikiran yang menguasai diri seseorang, keduanya timbul dari dorongan Cinta yang kuat sehingga seseorang menjadi berani menggapai sebuah cita-cita walau pun harus menempuh berbagai kesukaran serta menuntut pengurbanan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pada zaman modern ini begitu banyak orang yang lupa bahwa jiwa dan ruhani sebenarnya lebih penting dari benda-benda. Rumi mengajarkan bahwa pikiran tidak bermanfaat apabila tidak didasari spiritualitas. Suatu masyarakat tidak pula memiliki sendi-sendi kehidupan sosial dan politik yang kuat apabila tidak memiliki moral yang tangguh dan spiritualitas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Rumi senantiasa mengingatkan bahwa masyarakat yang sedang mengalami krisis yang multi-dimensi perlu mempelajari kembali nilai-nilai keruhanian dari agama, bukan hanya bentuk formal peribadatannya, aspek legalistik formal dan bentuk doa-doanya. Rumi juga mengingatkan agar manusia mau mempelajari betapa pentingnya hubungan agama dengan politik. Di sini sang Sufi berbicara tentang Politik Islam, bukan tentang Islam Politik. Islam Politik adalah upaya menjadikan Islam sebagai kendaraan politik untuk mencapai tujuan tertentu di bidang politik seperti meraih dukungan massa dan mencapai kekuasaan. Setelah kekuasaan diperoleh maka massa pendukungnya pun segera ditinggalkan. Politik Islam adalah sebaliknya, ialah bagaimana melakukan kegiatan politik dan menjalankan kekuasaan berdasarkan moral Islam yang mengutamakan keadilan. Dalam bukunya Javid Namah, Iqbal mengecam para cendekiawan Muslim yang sebagian besar acuh tak acuh terhadap pembinaan pribadi dan pendidikan umat. Mereka membiarkan pemerintahan jatuh ke tangan orang-orang yang tidak berkeahlian dalam bidangnya, tidak memiliki wawasan kebudayaan yang luas, rakus serta mementingkan diri sendiri, sedangkan umat dibiarkan miskin, bodoh dan terkebelakang, serta jahil terhadap hakikat sebenarnya dari ajaran agama dan kebudayaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Rumi mengatakan bahwa apabila manusia telah berhenti menjadi makhluq keruhanian dan cenderung menjadi makhluq kebendaan, maka akan mudah dilanda nihilisme dan keputus-asaan yang hebat. Jika sudah demikian pertahanannya akan rapuh melawan krisis yang setiap kali bisa datang dalam hidupnya, apalagi dalam suatu masyarakat yang tatanan sosial dan kehidupan ekonominya belum mantap, sebagaimana dihadapi kaum Muslimin pada abad ke-13 M di bekas wilayah kekhalifatan Baghdad. Hal yang sama berlaku pula bagi kebudayaan. Tanpa dilandasi nilai-nilai dan cita-cita ruhani yang mantap, kebudayaan suatu bangsa akan mudah rapuh dan akibatnya suatu bangsa akan mudah diombang-ambingkan bangsa lain yang lebih kuat. Kebudayaan yang tidak dilandasi nilai agama dan ruhani tidak pula bisa bertahan lama, serta tidak bisa dijadikan landasan untuk menciptakan jati diri. Tanpa memiliki kebudayaan suatu beragama tidak akan mampu pula menciptakan sejarah dan menegakkan keberadaan dan martabatnya di tengah bangsa-bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, agar manusia selamat maka tujuan hidupnya harus ditegakkan di atas keabadian atau nilai-nilai yang abadi, bukan di atas kesementaraan atau nilai-nilai yang bersifat sementara. Segala yang bersifat sementara, seperti halnya tubuh jasmani, mudah lapuk, begitu pula dengan materialisme, hedonisme material, konsumerisme, relativisme budaya dan lain-lain yang sejenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumi tampil sebagai tokoh terkemuka pada zamannya setelah menyadari bahwa banyak orang di sekelilingnya memeluk suatu agama disebabkan situasi-situasi tertentu yang tidak disadari penyebabnya. Setelah mereka memeluk suatu agama dan memperoleh pengetahuan formal tentang agama yang diianutnya mereka pun merasa puas. Dalam kenyataan perilaku, kepribadian dan pikiran mereka tidak mengalami perubahan yang berarti. Begitu pengajaran yang diberikan kepada mereka selama ini ternyata tidak dengan serta merta mampu mendorong hati dan perasaan mereka tumbuh dengan baik, dalam arti tertuju pada sesuatu yang lebih positif dan bermakna. Perilaku, jiwa, kepribadian dan pemikiran seseorang bisa berubah apabila sikap, pandangan hidup dan gambaran dunia (worldview) dalam jiwa mereka mengalami perubahan. Agar itu bisa terjadi maka kesadaran batinnya harus dirubah. Ini merupakan tugas ilmu-ilmu agama, khususnya tasawuf dan falsafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumi juga berpendapat bahwa pikiran seseorang akan terang dan memperoleh ’pencerahan’ apabila orang tersebut memiliki perasaan positif terhadap segala sesuatu. Rumi menyadari – dalam pengalamannya – bahwa pertentangan berlarut-larut yang timbul antar golongan masyarakat, juga di kalangan penganut agama yang sama namun berlainan madzab, sering terjadi karena satu sama lain tidak saling mengetahui keadaan masing-masing. Sebagai seorang guru yang telah bertahun-tahun mengajar berbagai ilmu kepada santrinya, Rumi insaf bahwa ternyata ilmu syariat, fiqih dan ilmu mantiq (logika) yang diajarkan kepada murid-muridnya ternyata tidak lebih sebagai sarana belaka, yang bisa saja melahirkan kebaikan atau keburukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu mendorong Rumi mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendasar. Misalnya: Jika ilmu pengetahuan dan logika membuat orang semakin pandai dan cerdik, mengapa pada saat yang sama menimbulkan permusuhan? Mengapa orang beriman berpikiran sempit dan banyak melakukan penyimpangan? Apakah pandangan sempit merupakan sifat dan ciri para pendiri agama besar? Apa sebenarnya nilai kitab suci bagi orang beriman? Apakah hanya untuk dibaca dengan suara merdu dan tidak untuk ditafsirkan dalam rangka menjawab realitas kehidupan? Mengapa orang beriman yang tahu isi kitab suci gagal dalam tindakan dan muamalah? Jika rasa cinta tumbuh dalam diri seseorang, mengapa sikapnya lantas berubah, pemahaman yang segar lantas muncul dan perbedaan pendapat tentang hal-hal yang bersifat furu’ lantas dilupakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai karya religius dan profetik Matsnawi memang bukan sebuah buku falsafah yang ditulis secara sistematis dan runut. Ia berbeda misalnya dengan Kasyf al-Mahjub Ali Utsman al-Hujwiri, Ihya` Ulumuddin Imam al-Ghazali dan Futuhat al-Makkiyah Ibn `Arabi. Dalam karya agungnya itu Rumi menyebarkan pemikiran, gagasan dan perenungannya dalam untaian karangan bersajak yang indah, menggunakan metafora (isti`ârah), tamsil dan kias. Kalau Imam al-Ghazali dan Ali Utsman al-Hujwiri menggunakan bahasa diskursif dari falsafah dan ilmu, Jalaluddin Rumi menggunakan bahasa figuratif sastra (majâz). Kedua cara memberikan pengaruh yang berbeda bagi pembaca sesuai kecenderungan jiwa dari masing-masing pembacanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whinfield, salah seorang penerjemah karangan Rumi dalam bahasa Inggris, mengatakan bahwa Matsnawi merupakan pemaparan tasawuf eksperiensial atau yang dialami secara langsung oleh pengarangnya. Ia bukan merupakan uraian tentang apa dan bagaimana tasawuf. Melalui karyanya Rumi mengungkapkan pengalaman dan gagasan keagamaannya secara puitik. Sedangkan kodrat pengalaman yang disajikan Rumi dalam karyanya benar-benar bersifat keagamaan, yaitu suatu pengalaman yang tidak semata-mata dipompa oleh pemikiran falsafi dan pengetahuan formal tentang agama, melainkan suatu pengalaman yang memiliki daya dan corak hidupnya sendiri disebabkan oleh dorongan ’cinta’ yang membara dalam diri orang yang mengalaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bagi Rumi memiliki arti sebagai “Perasaan sejagat”, “Sebuah ruh persatuan dengan alam semesta”. Cinta adalah pemulihan terhadap kesombongan yang melekat dalam diri manusia, tabib segala kelemahan dan dukacita. Cinta juga adalah kekuatan yang menggerakkan perputaran dunia dan alam semesta. Dan cinta púlalah yang memberikan makna bagi kehidupan dan keberadaan kita. Makin seseorang mencintai, makin larutlah ia terserap dalam tujuan-tujuan ilahiyah kehidupan. Dalam tujuan-tujuan ilahiyah penciptaan inilah manusia memperoleh makna yang sebenarnya dari kehidupannya di dunia dan itu pulalah yang memberinya kebahagian rohaniah yang tidak terkira nilainya.***(Abdul Hadi Widi Muthhari /AYS/Nov 2007) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta 12 Desember 2003&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/132-download-eBooks-Muhasabah-PESAN-PROFETIK-“MATSNAWI”-KARYA-AGUNG-JALALUDDIN-RUMI.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>admin</author>
            <category>Muhasabah</category>
            <pubDate>Thu, 11 Feb 2010 21:39:31 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/132-download-eBooks-Muhasabah-PESAN-PROFETIK-“MATSNAWI”-KARYA-AGUNG-JALALUDDIN-RUMI.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Doa Mujarrab untuk Dapat Rizki dan Melunasi Hutang</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/131-download-Islamic-eBooks-Hikmah-Doa-Mujarrab-untuk-Dapat-Rizki-dan-Melunasi-Hutang.html</link>
            <description>&lt;div&gt;Dalam kehidupan ini, seringkali kita dihadapkan masalah yang dapat membuat hidup kita terasa sempit. Kegelisahan akan masa depan, kesedihan karena musibah yang menimpa, kelemahan fisik dan mental, kemalasan untuk membuat perubahan, rasa takut yang berlebihan, sifat bakhil yang sulit lepas, beban hutang yang kerap menjadi teman setia, orang yang berbuat sewenang-wenang dengan kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Semua orang pasti pernah mengalami hal diatas, karena kehidupan berisi dari segala macam keadaan, suka, duka, sedih, ceria, gagal, berhasil, dan segala macam keadaan lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Buat yang saat ini dirundung kesedihan dan perasaan gelisah atau yang masih terlilit hutang, ada beberapa pilihan do'a-do'a yang bisa diamalkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;strong&gt;1. Syeikh Ath-Thabrasi meriwayatkan bahwa Mu’adz bin Jabal berkata: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Pada suatu hari aku tidak shalat Jum’at bersama Rasulullah saw. Lalu beliau bertanya: “Wahai Mu’adz, mengapa kamu tidak shalat Jum’at? Mu’adz menjawab: Orang yahudi menghadangku di pintu rumahku karena hutangku, lempengan emas, sudah jatuh tempo. Tidak ada yang menaruh kasihan padaku selainmu, orang yahudi itu mau memasukkan aku ke penjara.Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Wahai Mu’adz, maukah kamu Allah yang menunaikan hutangmu? &lt;br /&gt; Mu’ad menjawab: Ya mau, ya Rasulullah.&lt;br /&gt; Rasulullah saw bersabda: “Bacalah&lt;br /&gt; &amp;#1576;&amp;#1587;&amp;#1605; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1585;&amp;#1581;&amp;#1605;&amp;#1606; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1585;&amp;#1581;&amp;#1610;&amp;#1605;&lt;br /&gt; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1605; &amp;#1589;&amp;#1604; &amp;#1593;&amp;#1604;&amp;#1609; &amp;#1605;&amp;#1581;&amp;#1605;&amp;#1583; &amp;#1608;&amp;#1570;&amp;#1604; &amp;#1605;&amp;#1581;&amp;#1605;&amp;#1583;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;photo photo_none&quot;&gt;&lt;div class=&quot;photo_img&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/photo.php?pid=30854051&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=321462685122&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=321462685122&amp;amp;id=1236087630&quot;&gt;&lt;img class=&quot; &quot; src=&quot;http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs110.snc3/15758_1227114398094_1236087630_30854051_434343_n.jpg&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;clear_none&quot;&gt;&lt;br /&gt; Qulillâhumma âlikal mulki tu’til mulka man tasyâu wa tanzi’ul mulka&lt;br /&gt; mimman tasyâu, wa tu’izzu man tasyâu wa tudzillu man tasyâu, biyadikal&lt;br /&gt; khayru innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr. Tûlijul layla fin nahâri wa&lt;br /&gt; tûlijun nahâra fil layli, wa tukhrijul hayya minal mayti wa tukhrijul&lt;br /&gt; mayyita minal hayyi wa tarzuqu man tasyâu bighayri hisâb.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Katakanlah: &quot;Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan&lt;br /&gt; kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan&lt;br /&gt; dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau&lt;br /&gt; kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan&lt;br /&gt; Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala&lt;br /&gt; sesuatu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke&lt;br /&gt; dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau&lt;br /&gt; keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang&lt;br /&gt; Engkau kehendaki tanpa perhitungan (batas).” (Ali-Imran: 26-27).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;strong&gt;Caranya Mengamalkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Pertama: Dua ayat tersebut dibaca (40 kali) selama 40 hari.&lt;br /&gt; Kedua: Setiap sesudah membaca dua ayat tersebut membaca Yâ Allâh (3 kali). &lt;br /&gt; Kemudian membaca doa berikut (3 kali):&lt;br /&gt; &lt;big&gt;&lt;br /&gt; &amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1616;&amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1617; &amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1575;&amp;#1614; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1548; &amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1612;&amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1603;&amp;#1612;&amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1592;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1578;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1586;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1612;. &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1548; &amp;#1575;&amp;#1616;&amp;#1602;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1616; &amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1616;&amp;#1617; &amp;#1605;&amp;#1615;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1583;&amp;#1613; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1570;&amp;#1604;&amp;#1616;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1589;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1616;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1575;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1606;&amp;#1614;&lt;br /&gt; &lt;/big&gt;&lt;br /&gt; Antallâhu lâ ilâha illâ Anta wahdaka lâ syarîka lak, tajabbarta ayyakûna laka walad, wa ta’âlayta ay yakûna laka syarîk, wa tazhzhamta ay yakûna laka wazîr. Yâ Allâhu Yâ Allâhu Yâ Allâh, iqdhi hâjatî bihaqqi Muhammadin wa âlihi shalawâtuka ‘alayhi wa ‘alayhim ajma’în.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Engkaulah Allah tiada Tuhan kecuali Engkau Yang Maha Esa tida sekutu bagi-Mu. Terlalu Agung Engkau untuk mempunyai anak, Terlalu Tinggi Engkau untuk memiliki sekutu, Terlalu Besar Engkau untuk mempunyai menteri. Ya Allah Ya Allah Ya Allah, tunaikan hajatku dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad. Semoga semua shalawat-Mu selalu tercurahkan kepadanya dan kepada mereka semua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kemudian membaca:&lt;br /&gt; &lt;big&gt;&lt;br /&gt; &amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1583;&amp;#1615;&amp;#1617;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1570;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1577; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1581;&amp;#1616;&amp;#1610;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1578;&amp;#1615;&amp;#1593;&amp;#1618;&amp;#1591;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1615;&amp;#1548; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1615; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1614;&amp;#1588;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1569;&amp;#1615;&amp;#1548; &amp;#1575;&amp;#1616;&amp;#1602;&amp;#1618;&amp;#1590;&amp;#1616; &amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1617;&amp;#1610; &amp;#1583;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1616;&amp;#1610;&lt;br /&gt; &lt;/big&gt;&lt;br /&gt; Yâ Rahmânad dun-ya wak-âkhirah wa rahîmahumâ, tu’thî minhumâ man tasyâ’, wa tamna’u minhumâ man tasyâ’, iqdhi ‘annî daynî.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Wahai Yang Maha Pengasih dunia dan akhirat, Yang Maha Penyayang dunia dan akhirat, Engkau memberikan dari keduanya apa yang Engkau kehendaki, dan Engkau menahan dari keduanya apa yang Engkau kehendaki, tunaikan hutangku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;strong&gt;2. Dari Abu Sa’id Al Khudri ra. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Berkata, “suatu hari beliau masuk masjid, tiba-tiba beliau bertemu seorang Anshar yang bernama Abu Umamah. Rasulullah SAW bertanya, “ Wahai Abu Umamah, mengapa kamu duduk-duduk di masjid di luar waktu shalat?”. Abu Umamah ra. menjawab, “ karena kegalauan yang melanda hatiku dan hutang-hutangku, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. Bersabda, “Bukankah aku telah mengajarkanmu beberapa bacaan, yang bila kamu baca niscaya Allah akan menghilangkan rasa galau dari dirimu dan melunasi hutang-hutangmu?”. Abu Umamah berkata, “Betul, wahai Rasulullah. “Rasulullah bersabda, “Ketika pagi dan sore ucapkanlah :&lt;br /&gt; &lt;big&gt;&lt;br /&gt; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1614; &amp;#1573;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1610; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1584;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1605;&amp;#1617;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1581;&amp;#1614;&amp;#1586;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1584;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1586;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1603;&amp;#1614;&amp;#1587;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1584;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1580;&amp;#1615;&amp;#1576;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1576;&amp;#1615;&amp;#1582;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1593;&amp;#1615;&amp;#1608;&amp;#1584;&amp;#1615; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1603;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1594;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1577;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1583;&amp;#1617;&amp;#1614;&amp;#1610;&amp;#1618;&amp;#1606;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1602;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1618;&amp;#1585;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1585;&amp;#1617;&amp;#1616;&amp;#1580;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1616;&lt;br /&gt; &lt;/big&gt;&lt;br /&gt; Allahumma inni ‘audzu bika minal hammi wal hazani, wa ‘audzu bika minal ‘ajzi wal kasali, wa audzu bika minal jubni wal bukhli, wa ‘audzu bika min gholabatid daini wa qohrirrijaal. (3x)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Artinya : Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari beban hutang dan kesewenang-wenangan orang lain.(3x)&lt;br /&gt; Kemudian aku melakukan perintah tadi, maka Allah menghilangkan rasa galau dari diriku dan melunasi hutang-hutangku. (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Penjelasan:&lt;br /&gt; Doa ini baik sekali dibaca ketika sedang berada dalam kesusahan dan dililit hutang. Hal demikian yang diajarkan Nabi Saw. kepada Abi Umamah yang sedang kesusahan dan dililit hutang. Doa tersebut dibaca oleh Abu Umamah setiap pagi dan sore hari. Setelah membaca doa tersebut, paginya Abu Umamah terbebas dari kesusahan dan hutangnya terlunasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;strong&gt;3. Doa diajarkan Sayyidina Ali &lt;/strong&gt;kepada salah seorang hamba mukatab (yang sedang menebus dirinya untuk merdeka). Sayyidina Ali berkata: &quot;Seandainya engkau mempunyai hutang emas sebesar gunung, kemudian engkau membiasakan diri membaca doa ini, tentu Allah akan memberimu kemudahan rizqi untuk melunasinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ALLOOHUMMAK FINII BIHALAALIKA 'ANHAROOMIKA WA AGHNINII BIFADHLIK&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Artinya dalam Bahasa Indonesia :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “ Ya Allah, Cukuplah dengan yang dihalalkan oleh Engkau, jauhkanlah dari yang diharamkan oleh Engkau, layaklah aku, anugerahkanlah Engkau, jauhkanlah daripada mengharap-harap selain dari Engkau ”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;strong&gt;4. !! PENTING !! dan tentu saja do'a diakhir shalat (wajib ataupun sunnah)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Dalam sebuah do’a yang dibaca di akhir shalat (sebelum salam), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan dari dua hal ini yaitu berbuat dosa dan banyak utang. Bukhari membawakan hadits ini pada pembahasan adzan, sedangkan Muslim membawakan hadits ini pada pembahasan masjid dan tempat shalat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa di akhir shalat (sebelum salam): &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;photo photo_none&quot;&gt;&lt;div class=&quot;photo_img&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/photo.php?pid=30854093&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=321462685122&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=321462685122&amp;amp;id=1236087630&quot;&gt;&lt;img class=&quot; &quot; style=&quot;width: 460px;&quot; src=&quot;http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs110.snc3/15758_1227152319042_1236087630_30854093_7658025_n.jpg&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MASIHID DAJJAL, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYA WAL MAMAAT, ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGROM &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; [Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari adzab kubur, aku berlindung kepada-Mu dari bahaya dajjal, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan hidup dan mati. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari berbuat dosa dan banyak utang].”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ibnul Qoyyim dalam Al Fawa’id (hal. 57, Darul Aqidah) mengatakan, &quot;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allah dari berbuat dosa dan banyak utang karena banyak dosa akan mendatangkan kerugian di akhirat, sedangkan banyak utang akan mendatangkan kerugian di dunia. &quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; -eof-&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Catatan:&lt;br /&gt; Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan, karena semua itu datangnya dari sebuah ketidaksengajaan.&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/131-download-eBooks-Hikmah-Doa-Mujarrab-untuk-Dapat-Rizki-dan-Melunasi-Hutang.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>admin</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Wed, 10 Feb 2010 12:24:57 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/131-download-eBooks-Hikmah-Doa-Mujarrab-untuk-Dapat-Rizki-dan-Melunasi-Hutang.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Do'a bagi yang ingin kaya.</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/130-download-Islamic-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Do'a-bagi-yang-ingin-kaya..html</link>
            <description>&lt;p&gt;Ternyata, dari sekian do’a yang pernah diucapkan oleh Rasulullah saw, ada beberapa do’a yang meminta kaya atau jauh dari kemiskinan. Coba simak beberapa do’a berikut ini:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, kesucian diri, dan kekayaan.” Diriwayatkan oleh Muslim, Tirmidzi, dan Ibn Majah dari Ibn Mas’ud, Shahih. al-Jami’, as-Shaghir, 1275.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemiskinan, kepapaan, dan kehinaan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kezaliman orang dan menzalimi orang.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nasai, Ibn Majah, Hakim dari Abu Hurairah r a ( al-Jami’, as-Shaghir, 1287)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemiskinan, kekufuran, kefasikan, perpecahan, dan kemunafiqan.” Diriwayatkan oleh Hakim dan Baihaqi di dalam al-Du’a,dari Anas, ibid., 1285&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelaparan, karena sesungguhnya ia adalah seburuk-buruk sahabat.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nasai dan Ibn Majah dari Abu Hurairah r.a., ibid., 1283&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dan, do’a kita akan dikabulkan jika kita yakin dengan do’a kita. Seharusnya setelah membaca do’a-do’a yang dicontohkan oleh Rasulullah ini, hidup kita menjadi lebih cerah, berharapan, dan optimis. Kenapa tidak? Kita akan kaya, lambat atau laun karena kita sudah berdo’a dan yakin dengan do’a kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jika Rasulullah saw saja berdo’a untuk kaya, mengapa kita tidak? Rasulullah saw memang pernah mengatakan kebaikan orang-orang miskin. Tapi Rasulullah juga pernah menyebutkan kelebihan orang kaya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang bertaqwa, kaya, dan tidak menonjolkan dirinya.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan di-shahih-kan oleh Hakim, Ibn Hibban, dari Amr bin Ash.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tahukah Anda kalau Rasulullah saw itu sebenarnya kaya? Hanya kehidupan beliau sangat sederhana karena semua kekayaan beliau hanya untuk dakwah. Itu suatu pilihan. Jika Anda kaya, Anda masih bisa tetap hidup sederhana, tetapi jika Anda miskin Anda tidak bisa hidup seperti orang kaya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ada dua hal yang penting untuk dilakukan setelah Anda kaya. Tetap bertaqwa dan jangan menonjolkan diri seperti hadits riwayat Ahmad diatas.&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/130-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Do'a-bagi-yang-ingin-kaya..html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>admin</author>
            <category>Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah</category>
            <pubDate>Wed, 10 Feb 2010 12:22:59 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/130-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Do'a-bagi-yang-ingin-kaya..html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Sedekah itu Gak Nunggu Ikhlas</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/129-download-Islamic-eBooks-Muhasabah-Sedekah-itu-Gak-Nunggu-Ikhlas.html</link>
            <description>&lt;p&gt;Sedekah itu seikhlasnya&quot; kalimat itu biasanya yang saya gunakan kalo diminta sumbangan. &quot;Maksudnya seikhlasnya apa sih pak&quot; tanya temen saya, &quot;kalo ada uang ya ngasih kalo gak ada uang ya jangan dipaksakan&quot;, jawab saya. &quot; sering sedekah?&quot; tanya temen saya, &quot; ya karena jarang punya uang ya jarang&quot;, jawab saya. &quot; Lagian juga kalo punya uang kalo ngasihnya gak ikhlas percuma aja gak ada pahalanya&quot;, saya nambahin.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lain waktu,   &lt;br /&gt;&quot;Pak ada mobil keliling yang suka minta sumbangan tuh di depan rumah&quot;, kata anak saya, &quot;Bilangin gak ada &quot;, jawab saya. &quot;Belum tentu dananya juga bener disalurkan jangan2 dipake sendiri, daripada ngasihnya gak ikhlas mendingan gak usah aja&quot; kata hati saya.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lain waktu lagi,   &lt;br /&gt;&quot;Pak nih ada edaran dari Panitia Pembangunan Mesjid di kompleks Bapak diminta jadi donatur untuk pembangunan Mesjid&quot;, kata istri saya. &quot;Males ah, nyumbang pake diumumin segala, itu riya namanya nanti gak ikhlas jadinya&quot;, jawab saya.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kata &quot;ikhlas&quot; menjadi senjata pamungkas saya sebagai tameng untuk tidak memberi.    &lt;br /&gt;Percuma memberi kalo gak ikhlas, dan sialnya ikhlas itu lama banget datangnya ke diri saya sehingga bertahun tahun saya menjadi orang yang jarang memberi.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertemuan saya dengan komunitas TDA di Milad 3 yang menghadirkan Ustad Lihan mengubah pola pikir saya dalam bersedekah. Buku2 dan ceramah Ustad Yusuf Mansur serta tulisan Ippho Santosa banyak memberi wawasan baru mengenai nilai2 sedekah.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk bersedekah sebenarnya gak usah nunggu ikhlas dulu, lakukan aja sesering mungkin. Bisa saja dalam 10 kali kita bersedekah yang 6 tidak ikhlas awalnya tapi masih lumayan ada 4 yang ikhlas. Dan kalo sering bersedekah lama2 akan jadi kebiasaan sehingga Nilai ikhlasnya sudah lebih banyak lagi yang pada akhirnya nanti bersedekah itu sudah menjadi kebiasaan sehari2.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalo bersedekah ada unsur riya juga lakukan aja, toh yang rugi diri kita sendiri kalo yang menerima sih masih bisa merasakan kebahagian. Lumayan masih tidak merugikan orang lain.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semua kegiatan yang baik memang awalnya harus dipaksa dulu sambil jalan diharapkan kesadaran mulai muncul.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Coba simak;   &lt;br /&gt;Sholat itu harus khusyu, memang kalo gak khusyu gak usah sholat?   &lt;br /&gt;Puasa itu harus bisa menjaga hawa nafsu, memang kalo gak bisa menjaga hawa nafsu gak usah puasa?   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukannya lebih baik;   &lt;br /&gt;Sholat aja dulu nanti juga lama2 bisa khusyu   &lt;br /&gt;Puasa aja dulu nanti juga lama2 bisa menahan hawa nafsu   &lt;br /&gt;Sedekah aja dulu nanti juga lama2 bisa ikhlas.....   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi untuk bersedekah ternyata gak usah nunggu ikhlas dulu yang penting lakukan saja jangan dipikir jangan dihitung....&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-bottom: 12pt;&quot;&gt;..Just Action !!!   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat ini Divisi TDA Peduli sedang menggalang dana untuk acara Santunan Ramadhan TDA Peduli yang dikomandani oleh pak Dewanto dan pak Irwan Subik, Semoga sahabat2, rekan2 TDA Bekasi bisa ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam berbagi   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ato Sunarto&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/129-download-eBooks-Muhasabah-Sedekah-itu-Gak-Nunggu-Ikhlas.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>admin</author>
            <category>Muhasabah</category>
            <pubDate>Wed, 10 Feb 2010 12:21:38 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/129-download-eBooks-Muhasabah-Sedekah-itu-Gak-Nunggu-Ikhlas.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Cara Mudah Membuat Kripik Buah dan Sayur</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/128-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Cara-Mudah-Membuat-Kripik-Buah-dan-Sayur.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span class=&quot;caption&quot;&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;3&quot; cellpadding=&quot;0&quot; width=&quot;290&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;img class=&quot;pict&quot; src=&quot;http://www.tangandiatas.com/spaw/uploads/images/article/image/20081127_030251_mas-harli.jpg&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot;280&quot; height=&quot;200&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;style15&quot; align=&quot;left&quot;&gt;Dengan menggunakan peralatan tertentu, buah dan sayur yang KURANG BERNILAI itu, bisa menjadi komoditi dengan nilai jual tinggi. Dengan mesin ini, Anda bisa mejadi produsen keripik nangka, keripik nanas, keripik waluh, keripik apel, keripik mangga, keripik jamur, keripik teri , keripik salak, keripik apel, kripik melon, kripik pepaya, dll&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;style15&quot; align=&quot;left&quot;&gt;Di website ini, Anda akan mengetahui bagaimana cara menjadikan buah dan sayur bernilai jual tinggi, dengan cara membuatnya menjadi keripik buah dan keripik sayur. Kami sediakan mesin dan peralatan lengkap pengolahan buah menjadi kripik, dan pelatihan GRATIS !!!&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;style15&quot; align=&quot;left&quot;&gt;Begitulah Pak Harli Nugroho menjelaskan di dalam webnya &lt;a href=&quot;http://www.mesinproduksi.com/&quot;&gt;http://www.mesinproduksi.com/&lt;/a&gt;, sebagai Asisten direktur tugas Pak Harli memang untuk berkomunikasi lewat pelanggan langsung di website perusahaan. Alamat perusahaan PT. Toko Mesin Maksindo di &lt;span style=&quot;background-color: #ffffff;&quot;&gt; Jl. Kresna No. 2 Malang - Indonesia, deng c&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #ffffff;&quot;&gt;ontact person to marketing: &lt;strong&gt;Erdini Enggar / Harli / Lidya. Telp. 0341-355897, 0341-342223, 0341-7770016, HP. 08123386165 (jam kerja).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;style15&quot; align=&quot;left&quot;&gt;Penawaran ini cukup unik, Pak Harli memberikan kailnya bukan ikannya kepada calon pembeli atau calon wirausaha, karena dengan mesin yang di produksi di perusahaan Pak Harli semua bisa menghasilkan duit atau peluang mendapatkan duit yang cukup besar.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;style15&quot; align=&quot;left&quot;&gt;Berikut penjelasan dari beberapa mesin yang dibuat di perusahaan Pak Harli.&lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Penjelasan mesin Vacuum Frying&lt;/h4&gt; &lt;p class=&quot;large style11 style111&quot; align=&quot;left&quot;&gt;Mesin vacuum frying atau mesin penggoreng hampa adalah mesin untuk membuat aneka keripik buah dan sayur (fruits and vegetable chips) dengan sistim vakum. Mesin pengolah buah menjadi keripik ini adalah tergolong &lt;a title=&quot;teknologi tepat guna&quot; href=&quot;http://www.agrobisnis.net/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #000000;&quot;&gt;teknologi tepat guna&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang baru di Indonesia&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;large style11 style111&quot; align=&quot;left&quot;&gt;Dengan mesin pengering buah ini, Anda bisa membuat keripik mangga, keripik melon, keripik nanas, keripik nangka, keripik pepaya, keripik salak, jamur tiram dan lain-lain&lt;/p&gt;&lt;h5 class=&quot;large style11 style111&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Cara Kerja Mesin Vacuum Frying / Penggoreng Vakum&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt; &lt;p class=&quot;large style11 style111&quot; align=&quot;left&quot;&gt;Sistim kerja mesin vacuum frying (pengering buah) sebagai berikut. Buah / sayur digoreng pada mesin vacuum fryer, dengan medium minyak goreng. Pemanasan minyak goreng disetting pada suhu rendah (80-85 derajat celcius). Pemanasan ini menggunakan bahan bakar LPG. Untuk mempercepat penggorengan, maka dilakukan penyedotan kandungan air pada buah dengan cara pemvakuman. Pemvakuman ini menggunakan pompa khusus, dengan tenaga listrik.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;large style11 style111&quot; align=&quot;left&quot;&gt;Suhu penggorengan terkontrol otomatis (80-85 derajat celcius). Suhu yang terjaga rendah ini, menjadikan produk Anda tidak gosong, sehingga warna sesuai aslinya.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;large style11 style111&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;img title=&quot;pengaturan suhu otomatis&quot; src=&quot;http://www.mesinproduksi.com/pengaturan-suhu.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;pengaturan suhu otomatis&quot; hspace=&quot;0&quot; align=&quot;baseline&quot; /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;large style11 style111&quot; align=&quot;left&quot;&gt;Suhu juga bisa Anda atur sesuai keinginan, baik diturunkan atau dinaikkan. Misalnya saja, jika Anda ingin menggoreng bahan lain, yang suhunya butuh lebih rendah ataupun lebih tinggi&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;large style11 style111&quot; align=&quot;left&quot;&gt;Mesin dirangkai sedemikian rupa, sehinga Anda bisa mengoperasikannya dengan mudah.&lt;/p&gt;&lt;h6 class=&quot;style19&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Buah dan sayur yang bisa digoreng dengan &lt;span class=&quot;style72&quot;&gt;mesin Vacuum Frying&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,Sans-Serif;&quot;&gt;Beberapa buah dan sayur yang bisa digoreng dengan &lt;span class=&quot;style72&quot;&gt;mesin &lt;a href=&quot;http://www.mesinproduksi.com/Mesin_Penggoreng_Keripik_Buah_PV4_Mesin_Vacuum_Frying.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #000000;&quot;&gt;Vacuum Frying&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.mesinproduksi.com/Mesin_Penggoreng_Keripik_Buah_PV4_Mesin_Vacuum_Frying.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #000000;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;style72&quot;&gt;(penggoreng hampa)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; menjadi keripik antara lain : &lt;span class=&quot;style63&quot;&gt;nanas, apel, salak, nangka, pepaya, melon, mangga, pisang, wortel, waluh, apel, terung, labu siam, buncis, kacang panjang, mentimun, jamur tiram, bawang, kacang panjang, durian, dll&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class=&quot;style20&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #000000;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kelebihan Buah / Sayur yang Digoreng Dengan Vacuum Frying&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;style20&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #000000;&quot;&gt;Nutrisi tidak hilang, karena digoreng pada suhu rendah (80-85 Derajat Celcius), disertai dengan pemvakuman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;style20&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #000000;&quot;&gt;Warna tidak berubah dan tidak gosong&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;style20&quot;&gt;Penggorengan alami, tanpa penambahan zat pewarna dan perasa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;style20&quot;&gt;Keripik renyah dan nikmat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h4 class=&quot;style98 style100&quot;&gt;&lt;span class=&quot;style20&quot;&gt;Mengapa &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Peluang Usaha&lt;/span&gt; Keripik Buah dan Keripik Sayur Menggiurkan ?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class=&quot;style99&quot;&gt;Bahan baku mudah diperoleh &lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;style99&quot;&gt;Keuntungan bisa mencapai 100 % . Harga jual keripik buah mencapai Rp 65.000 - Rp 110.000/ kg &lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;style99&quot;&gt;Balik modal cepat (4-6 bulan ) &lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;style99&quot;&gt;Pasar terbuka lebar, bahkan peluang eksport sangat besar &lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;style99&quot;&gt;Mesin bisa untuk menggoreng aneka ragam buah dan bahan lain &lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;style99&quot;&gt;Proses produksi dan pengelolaan usaha sangat gampang &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class=&quot;style99&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color: #ff0000;&quot;&gt;Langkah membuat keripik buah dengan mesin vacuum fryer&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;div class=&quot;style15&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Kupas buah. Iris sesuai dengan yang Anda inginkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class=&quot;style15&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Masukkan buah ke mesin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class=&quot;style15&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Keripik buah akan matang selama 45-60 menit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div class=&quot;style15&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Tanpa bahan tambahan, tanpa bahan pengawet&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/128-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Cara-Mudah-Membuat-Kripik-Buah-dan-Sayur.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>admin</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Wed, 10 Feb 2010 12:16:00 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/128-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Cara-Mudah-Membuat-Kripik-Buah-dan-Sayur.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Bisnis Laundry </title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/127-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Bisnis-Laundry.html</link>
            <description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Coba apa yang terpikir saat menyimak angka-angka di bawah ini? Di Jakarta yang berpenduduk sekitar 8 juta atau kurang-lebih 2 juta kepala keluarga, diprediksi hanya kurang dari 0,5 % yang terjamah jasa binatu. Pada 2007 ini, ditengarai angkanya baru sedikit meningkat dibandingkan angka tahun lalu yang diperkirakan sekitar 5.000 kepala keluarga.  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Padahal, pergeseran gaya hidup serta tuntutan kebutuhan ekonomi menyebabkan sebagaian besar penghuni Jakarta menjadi keluarga super sibuk. Hampir semua anggota keluarga, baik suami maupun istri dituntut memiliki mobilitas tinggi dan menghabiskan sebagian besar waktunya pada aktifitas di luar rumah.  Hal itu tidak ayal menyebabkan beberapa urusan di dalam rumah kurang menjadi perhatian karena setelah lelah seharian bekerja yang terpikir sesampai di rumah adalah istirahat. Pekerjaan mencuci dan menyetrika baju misalnya, kerap kali menjadi urusan yang merepotkan sehingga butuh bantuan orang lain sebab mau tidak mau penampilan yang bersih dan trendy diperlukan untuk mendukung setiap kegiatan.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka tidak salah apabila &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;laundry&lt;/span&gt; merupakan salah satu bisnis jasa yang pasti akan terus berkembang. Tidak hanya di Jakarta, di kota-kota besar lainnya pun, pasarnya cukup menggiurkan. Di Jogjakarta yang tercatat memiliki 300.000 mahasiswa dan pelajar, konon bisa menghasilkan perputaran omset tidak kurang dari Rp 1,5 miliar per bulan. Dan ini hanya dinikmati 300-an laundry. Secara garis besar, saat ini berkembang dua jenis binatu berdasarkan model penghitungan biaya. Yang terlebih dahulu ada yakni berdasarkan jumlah pakaian per potong, kemudian menyusul model laundry dengan mengitung berat cucian atau laundry kiloan yang belakangan mulai marak.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Fenomena yang disebut terakhir ini cukup menarik. Sekarang bayangkan saja, misalkan 10% dari 2 juta keluarga di Jakarta dengan rata-rata terdiri 4 orang anggota bisa tergarap maka sama artinya terdapat 800.000 orang minta dilayani. Apabila setiap hari masing-masing mempunyai pakaian kotor sebanyak 1,5 kg pakaian berarti 1.200 ton siap dicuci. Itu baru sejumlah konsumen dari keluarga dan belum menghitung pangsa pasar lain seperti jutaan kamar penginapan dan hotel, masih ditambah restoran dan lain-lain. Bisa dipastikan omset yang mampu diraup mencapai triliunan rupiah per bulan! &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Peluang menggiurkan itulah yang ditangkap para pengusaha sehingga banyak binatu baru mulai bermunculan. Contohnya Fasolia Winda dan Litha Aprilyanti yang bekerja sama mendirikan Umi Klin. Meski baru beroperasi mulai 1 Maret 2007 tetapi bisnisnya mulai dirintis sejak bulan Januari dengan mengusung konsep laundry kiloan. Bermarkas di kompleks perumahan di kawasan Bekasi maka pasar utama yang dibidik tidak lain adalah para keluarga yang menjadi penghuni perumahan.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengaku tidak mau membuka usaha asal jadi Winda melakukan berbagai persiapan, di antaranya survei &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;laundry&lt;/span&gt; kiloan sejenis yang telah lebih dahulu ada. Menariknya jebolan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya itu menerapkan strategi yang agak berbeda untuk pengembangan usaha. Ia mengamati bisnis laundry pada umumnya mengoperasikan usahanya dulu baru disusul pembukaan agen-agen, sehingga perkembangannya lebih lambat. “Dari awal saya berkesimpulan kalau saya berdiri tanpa bantuan dari mitra-mitra, perkembangannya akan lambat sekali. Maka sebelum jalan, saya berusaha menghubungi orang-orang yang bersedia menjadi agen,” ungkap mantan aktifis bidang pendekatan personal itu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sehingga sejak awal buka, dikatakan, sudah terdapat 15 agen dan sekarang telah menjadi sekitar dua puluhan orang. Uniknya mereka ternyata bergabung tidak semata-mata gratis tetapi dibebani biaya stater pack spanduk maupun brosur. Sebab bukan hanya sebagai tempat transit, agen dituntut aktif pula melakukan penawaran jasa ini di wilayah tertentu termasuk menawarkan bentuk kerja sama ke rumah-rumah sakit, misalnya Besarnya biaya kemitraan tidak sama, tetapi tergantung bargain poweryang disesuaikan kondisi perusahaan. Artinya semakin banyak jumlah agen yang terdaftar, nilai rupiahnya juga semakin tinggi. “Biaya itu sekaligus berfungsi sebagai motivator,” imbuhnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan mengandalkan kekuatan jaringan seperti itu Winda serta Litha bisa berbangga karena keduanya hanya membutuhkan waktu dua minggu untuk memenuhi target mencuci 110 kg per hari. Sedangkan pada laundry yang memakai strategi konvensional dibutuhkan setahun lebih untuk bisa mencapai target 100 kg lebih per hari. Dengan modal investasi sekitar Rp 40 juta dan cukup 3 unit mesin cuci masing-masing dapat beroperasi 5 kali dalam sehari, pada bulan pertama sudah mampu menghasilkan pemasukan sekitar Rp 15 juta. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Agar jasa yang ditawarkan mudah diterima oleh konsumen dua wanita kelahiran Sumatera Selatan ini berusaha membuat berbagai variasi yang fleksibel. Di samping layanan standar cuci plus setrika dengan tarif murah Rp 5.500,00 per kilo, mereka juga menawarkan paket jasa setrika pakaian dengan biaya Rp 3 ribu. Umi Klin bahkan mempunyai program sistem out source, pelanggan boleh mencuci sendiri pakaian kotor mereka dengan biaya Rp 3 ribu tiap setengah jam, atau sama dengan Rp 6 ribu per jam. Ada juga paket hemat keluarga dengan biaya sebesar Rp 250 ribu per bulan yang bisa dibayarkan setelah menerima gaji bulanan serta layanan antar-jemput maupun pilihan bagi konsumen apakah pakaian tersebut hendak dilipat ataukah digantung.    &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Melihat prospek usaha yang cukup cerah istri Allan Demon itu juga sudah melirik kemungkinan kerja sama waralaba walaupun belum genap berusia setengah tahun. Disebutkan saat ini meskipun belum terdapat penawaran resmi namun paling tidak sebanyak 8 calon franchisee menyatakan berminat, dua di antaranya dari Bogor serta Bangka-Belitung. “Pada dasarnya untuk bisnis laundry tidak terlalu terpengaruh lokasi. Kuncinya adalah kemampuan membentuk agen-agen di berbagai daerah. Saya tidak mau ada lebih dari satu agen di wilayah yang sama,” Winda mengungkapkan keyakinannya. Walau begitu diakui pula tingkat persaingan yang terjadi cukup tinggi sehingga mengatasinya harus dengan memperkuat kualitas pelayanan termasuk cara mendekati costumer dengan sikap keramah-tamahan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sikap optimis juga ditambahkan Litha karena melihat celah pasar lumayan lebar, yakni banyaknya keluarga sibuk, sementara mendapatkan pembantu rumah tangga yang bisa dipercaya gampang-gampang susah. “Keuntungan  di Jakarta dibandingkan dengan kondisi di daerah, daya beli lebih tinggi dan kuantitas warganya lebih banyak,” tukasnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Analisa Bisnis Laundry Kiloan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Investasi usaha                                                                                   Rp 40.000.000,-                                                          &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penghasilan (Asumsi 100 kg cucian/hari)    Rp 550.000,- X 30 hari      Rp 16.500.000,-                                                          &lt;br /&gt;Biaya operasional                                                                                 Rp   9.000.000,-                                                          &lt;br /&gt; --------------------- &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Keuntungan bersih per bulan&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Rp   7.500.000,-&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Kesimpulan: Investasi sudah kembali pada 6 bulan pertama                                                                &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Disadur dari MajalahPengusaha.Com:             &lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://www.majalahpengusaha.com/content/view/79/30/1/1/&quot;&gt;http://www.majalahpengusaha.com/content/view/79/30/1/1/ &lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/127-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Bisnis-Laundry.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>admin</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Wed, 10 Feb 2010 12:13:40 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/127-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Bisnis-Laundry.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Bagaimana Memulai Usaha dari Rumah</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/126-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Bagaimana-Memulai-Usaha-dari-Rumah.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span class=&quot;caption&quot;&gt;&lt;table border=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;3&quot; cellpadding=&quot;0&quot; width=&quot;290&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;img class=&quot;pict&quot; src=&quot;http://www.tangandiatas.com/spaw/uploads/images/article/image/20090115_022435_118886_pict0264_muslim.jpg&quot; alt=&quot;&quot; width=&quot;280&quot; height=&quot;200&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membuka usaha dari rumah sendiri bisa menjadi salah satu pilihan untuk memulai langkah pertama sebagai pengusaha. Kita ketahui banyak pengusaha sukses yang mengawali karirnya dari rumah. Dan banyak pula perusahaan besar yang awalnya dirintis dari rumah pendirinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memiliki usaha dari rumah akan menghemat investasi pada tempat / lokasi. Karena tidak perlu menyewa dan tidak perlu membelinya. Kalaupun rumah kita masih ngontrak, rumah yang kita kontrak akan menjadi lebih produktif dan tidak sekadar ditempai untuk tidur semata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di era digital saat ini, peluang untuk membuka usaha dari rumah terbuka sangat lebar. Kita bisa membuka usaha penjualan barang maupun jasa lewat internet. Asal barang dan jasa yang kita jual banyak yang membutuhkan dan web site yang kita buat bisa menjangkau calon pembeli, maka peluang mendulang uang lewat internet sangat terbuka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak hanya bisnis melalui internet, bisnis tradisional atau konvensional-pun bisa dimulai dari rumah. Syukur-syukur rumah kita ada di tempat yang strategis, maka kita memiliki kesempatan besar untuk mendatangkan konsumen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi bagaimana kalau lokasi rumah kita tidak strategis? Saya kira peluang untuk memiliki dan mengatur usaha dari rumah tetap ada. Berikut ini saya ceritakan salah satu sepak terjang seorang rekanan bisnis kami (rekanan &lt;strong&gt; Kios  Addina&lt;/strong&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia seorang wanita yang memiliki bisnis yang sangat lumayan menurut ukuran saya. Dan dia menjalankannya lewat rumah. Strategi yang ia pakai adalah &lt;strong&gt; Konsinyasi&lt;/strong&gt;, strategi yang mudah bukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebetulan, dia memproduksi sendiri beberapa jenis gamis dan makanan ringan. Barang-barang yang ia bikin, ia titipkan ke beberapa kios, toko, dan butik. Bahkan ia menitipkan penjualan makanan ringan ke beberapa pedagang kaki lima.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak hanya barang buatan sendiri, setiap ada peluang dia juga menitipkan barang-barang yang dia beli dari produsen lainnya. Kuncinya di sini adalah networking dan kemauan untuk menjalin networking yang baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada hari-hari tertentu dia keliling dari kios ke kios, dari toko ke toko, dari butik ke butik, dan dari PKL ke PKL lainnya untuk mengecek barang dagangannya, menagih bayaran untuk barang yang laku, dan menitipkan kembali barang-barang baru untuk mengganti yang sudah laku atau menukar dengan barang yang tidak laku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika ditanya penghasilannya, dia bilang yach.. lumayan dan tersenyum penuh  makna  &lt;img class=&quot;wp-smiley&quot; src=&quot;http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif&quot; alt=&quot;:-)&quot; /&gt; .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang jelas dengan cara ini, dia bisa punya banyak toko tanpa perlu menyewa toko dan tanpa membeli toko. Iapun bisa mengatur sendiri irama bisnisnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga bermanfaat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fuad Muftie &lt;br /&gt;Owner Kios Addina&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/126-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Bagaimana-Memulai-Usaha-dari-Rumah.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>admin</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Wed, 10 Feb 2010 12:10:09 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/126-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Bagaimana-Memulai-Usaha-dari-Rumah.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>3 (TIGA) HAL YANG TIADA DAPAT DICAPAI, KECUALI DENGAN IZIN ALLAH</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/125-download-Islamic-eBooks-Hikmah-3-(TIGA)-HAL-YANG-TIADA-DAPAT-DICAPAI,-KECUALI-DENGAN-IZIN-ALLAH.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;3 (TIGA) HAL YANG TIADA DAPAT DICAPAI, KECUALI DENGAN IZIN ALLAH&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. berkata:&lt;br /&gt;Tiga hal yang tidak bisa dicapai dengan tiga hal lainnya semata-mata (melainkan dengan izin Allah):&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kekayaan tidak bisa dicapai dengan cita-cita semata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Keremajaan tidak akan dapat dicapai dengan disemir semata,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kesehatan tidak akan dapat dicapai dengan obat-obatan semata.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa kekayaan tidak dapat dicapai dengan cita-cita, melainkan karena anugerah Allah semata. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Keremajaan tidak dapat dikembalikan dengan menyemir uban dan tindakan lainnya, sebab berkaitan dengan usia, sedang usia berkaitan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;dengan zaman dan zaman itu tidak dapat dimundurkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Begitu pula halnya dengan kesehatan, ia tidak dapat diraih dengan memakai obat-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;obatan bila orang yang bersangkutan jatuh sakit, melainkan yang menyembuhkannya pada hakikatnya adalah Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/125-download-eBooks-Hikmah-3-(TIGA)-HAL-YANG-TIADA-DAPAT-DICAPAI,-KECUALI-DENGAN-IZIN-ALLAH.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Wed, 14 Oct 2009 12:13:39 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/125-download-eBooks-Hikmah-3-(TIGA)-HAL-YANG-TIADA-DAPAT-DICAPAI,-KECUALI-DENGAN-IZIN-ALLAH.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>6 (ENAM) KEANEHAN YANG NYATA</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/124-download-Islamic-eBooks-Hikmah-6-(ENAM)-KEANEHAN-YANG-NYATA.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;6 (ENAM) KEANEHAN YANG NYATA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Rasulullah s.a.w  bersabda: Ada enam hal yang aneh di enam tempat, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Masjid terasa aneh (asing) jika berada di tengah-tengah masyarakat yang tidak suka melakukan shalat di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Mushaf terasa aneh (asing) jika berada di rumah orang yang tidak suka membacanya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Al-Qur'an terasa aneh (asing) jika berada di hati orang fasiq.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wanita muslimah yang shalihah terasa aneh (asing) jika berada dalam kekuasaan suami yang zhalim, yang bunik akhlaqnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Lelaki muslim yang shalih terasa aneh (asing) jika berada dalam kekuasaan wanita yang hina dan buruk akhlaqnya,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Orang 'Alim terasa aneh (asing) jika berada di tengah-tengah masyarakat yang tidak mau mendengarkan nasihatnya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Beliau lalu bersabda: &lt;em&gt;&quot;Sesungguhnya kelak pada hari Kiamat Allah tidak akan melihat mereka yang tidak mau mendengar nasihat orang 'alim &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;dengan pandangan rahmat.&quot;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda pula:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&quot;Orang yang paling aku cintai di antara kalian adalah orang yang paling baik budi pekertinya, yang lembut perangainya lagi murah hati, yaitu &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;mereka yang ramah lagi simpatik&quot;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;&quot;Penghuni surga adalah setiap orang yang tidak kaku perangainya, yang lemah-lembut, yang entengan, dan yang ceria (jika berhadapan dengan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;orang lain).&quot;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Baik budi pekertinya adalah ringan pembawaannya, manis perangainya, tidak cepat marah, dan halus bahasanya. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ahli balaghah berkata: &lt;em&gt;&quot;Orang yang baik budi pekertinya selalu tenang dan orang yang berada di sekitarnya merasa aman, sedangkan orang &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;yang jelek budi pekertinya selalu membuat orang yang berada di sekitarnya merasa terancam dan dia sendiri keberadaannya sangat susah.&quot;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/124-download-eBooks-Hikmah-6-(ENAM)-KEANEHAN-YANG-NYATA.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Wed, 14 Oct 2009 12:13:27 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/124-download-eBooks-Hikmah-6-(ENAM)-KEANEHAN-YANG-NYATA.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>3 (TIGA) HAL BAGIAN DARI 3 (TIGA) HAL LAINNYA</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/123-download-Islamic-eBooks-Hikmah-3-(TIGA)-HAL-BAGIAN-DARI-3-(TIGA)-HAL-LAINNYA.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;3 (TIGA) HAL BAGIAN DARI 3 (TIGA) HAL LAINNYA.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Umar r.a  berkata:&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bersikap simpatik dengan orang lain adalah bagian dari kecerdasan akal;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertanya dengan cara yang baik adalah bagian dari iimu;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dan kepandaian memanage adalah bagian dari penghidupan.&quot;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Bersikap simpatik kepada orang lain akan mendatangkan kecintaan mereka kepada yang bersangkutan berkat kemuliaan akhlaqnya, dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;memang untuk berakhlaq itu memerlukan kecerdasan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Begitu pula halnya dengan kedua poin berikutnya, yaitu bertanya dengan baik kepada orang yang lebih mengetahui akan mendatangkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;pengetahuan; dan mengatur penghidupan dengan cara yang baik akan membawa berkah bagi penghidupan orang yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/123-download-eBooks-Hikmah-3-(TIGA)-HAL-BAGIAN-DARI-3-(TIGA)-HAL-LAINNYA.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Wed, 14 Oct 2009 12:13:22 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/123-download-eBooks-Hikmah-3-(TIGA)-HAL-BAGIAN-DARI-3-(TIGA)-HAL-LAINNYA.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>7 (TUJUH) KERUGIAN ORANG BAKHIL</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/122-download-Islamic-eBooks-Hikmah-7-(TUJUH)-KERUGIAN-ORANG-BAKHIL.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;7 (TUJUH) KERUGIAN ORANG BAKHIL&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a  berkata :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&quot;Orang yang bakhil atau kikir tidak bisa terlepas dari salah satu tujuh perkara berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Ketika ia mati, hartanya akan diwarisi oleh orang yang akan menghabiskan dan membelanjakannya untuk sesuatu yang tidak diperintahkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Allah akan membangkitkan penguasa zhalim yang akan merenggut seluruh hartanya setelah menyiksanya terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Allah menggerakkan dirinya untuk menghabiskan harta bendanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Muncul ide pada dirinya untuk mendirikan bangunan di tempat yang rawan bencana, sehingga bangunan berikut semua harta yang disimpan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;di dalamnya lalu ludes.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Dia ditimpa musibah yang dapat menghabiskan hartanya, seperti tenggelam, terbakar, mengalami pencurian, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Dia tertimpa penyakit kronis sehingga hartanya habis untuk berobat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Dia menyimpan hartanya di sebuah tempat, kemudian ia lupa tempat itu, sehingga hartanya hilang.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/122-download-eBooks-Hikmah-7-(TUJUH)-KERUGIAN-ORANG-BAKHIL.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Mon, 12 Oct 2009 09:37:50 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/122-download-eBooks-Hikmah-7-(TUJUH)-KERUGIAN-ORANG-BAKHIL.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>9 (SEMBILAN) TANDA DARI TIGA GOLONGAN MANUSIA</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/121-download-Islamic-eBooks-Hikmah-9-(SEMBILAN)-TANDA-DARI-TIGA-GOLONGAN-MANUSIA.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;9 (SEMBILAN) TANDA DARI TIGA GOLONGAN MANUSIA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&quot;Pada dasarnya manusia itu terbagi menjadi tiga golongan dan setiap golongan mempunyai tiga ciri khas. Ketiga golongan itu adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;golongan yang beribadah kepada Allah atas dasar takut akan siksa-Nya;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;golongan yang beribadah kepada Allah atas dasar meng-harapkan rahmat-Nya;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;golongan yang beribadah kepada Allah atas dasar rasa cinta kepada-Nya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Golongan yang pertama mempunyai tiga tanda, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;merasa rendah din (di hadapan Allah);&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;merasa kebaikannya masih sangat sedikit; dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt; merasa banyak dosanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Golongan kedua mempunyai tiga tanda, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;menjadi anutan masyarakat setiap saat;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;menjadi orang yang paling pemurah dalam masalah harta karena dia zuhud terhadap dunia dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;selalu berbaik sangka kepada Allah dan kepada semua makhluk-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Golongan ketiga juga mempunyai tiga tanda, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;mampu memberikan sesuatu yang dicintainya dan tidak ada hal yang dia risaukan, asal Allah meridhainya;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;mampu melakukan amal shalih meskipun bertentangan dengan hawa nafsunya dan tidak mau menghiraukan hawa nafsunya, asal Allah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;meridhainya; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;setiap saat ia selalu menaati perintah dan larangan Rabbnya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Rasulullah s.a.w. biasa berdo'a:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&quot;&lt;em&gt;Aku berlindung kepada Allah dan musibah yang memayahkan, kecuali musibah yang menjadi sebab diraihnya derajat yang tinggi (di sisi &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;Allah).&quot;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/121-download-eBooks-Hikmah-9-(SEMBILAN)-TANDA-DARI-TIGA-GOLONGAN-MANUSIA.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Mon, 12 Oct 2009 09:37:32 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/121-download-eBooks-Hikmah-9-(SEMBILAN)-TANDA-DARI-TIGA-GOLONGAN-MANUSIA.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>2 (DUA) KERUSAKAN</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/120-download-Islamic-eBooks-Hikmah-2-(DUA)-KERUSAKAN.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;2 (DUA) KERUSAKAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a  berkata dalam menafsirkan firman Allah (QS. Ar-Ruum (30): 41 -edt):&lt;br /&gt;&quot;Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan.&quot;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Daratan maksudnya adalah lisan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Lautan maksudnya adalah hati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Apabila lisan rusak maka menangislah manusia (karena merasa tersakiti); dan bila hati rusak, maka menangislah malaikat.&quot; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Di antara rusaknya lisan adalah digunakannya untuk mencaci-maki orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Adapun di antara rusaknya hati adalah melakukan riya', sehingga para malaikat menangis karena menyesalkannya. Sebab diserupakannya hati dengan lautan karena hati memiliki sifat luas dan dalam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/120-download-eBooks-Hikmah-2-(DUA)-KERUSAKAN.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Thu, 08 Oct 2009 10:17:45 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/120-download-eBooks-Hikmah-2-(DUA)-KERUSAKAN.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>4 (EMPAT) PERKARA TEMPAT TERDAPATNYA 4 (EMPAT) PERKARA LAINNYA</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/119-download-Islamic-eBooks-Hikmah-4-(EMPAT)-PERKARA-TEMPAT-TERDAPATNYA-4-(EMPAT)-PERKARA-LAINNYA.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;4 (EMPAT) PERKARA TEMPAT TERDAPATNYA 4 (EMPAT) PERKARA LAINNYA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Hamid Al-Laffaf berkata: &quot;Aku telah mencari empat hal dalam empat hal yang lain, tetapi ternyata aku salah, kemudian aku baru menemukannya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;dalam empat hal yang lainnya lagi, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Aku mencari kecukupan dalam harta, namun aku temukan dalam sikap qana'ah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Aku mencari ketenangan dalam banyaknya harta, namun aku temukan dalam harta yang sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Aku mencari kenikmatan dalam kesenangan, namun aku temukan pada badan yang sehat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Aku mencari ilmu dengan keadaan perut kenyang, namun aku temukan dalam keadaan perut lapar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/119-download-eBooks-Hikmah-4-(EMPAT)-PERKARA-TEMPAT-TERDAPATNYA-4-(EMPAT)-PERKARA-LAINNYA.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Thu, 08 Oct 2009 10:16:06 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/119-download-eBooks-Hikmah-4-(EMPAT)-PERKARA-TEMPAT-TERDAPATNYA-4-(EMPAT)-PERKARA-LAINNYA.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>8 (DELAPAN) PERHIASAN</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/118-download-Islamic-eBooks-Hikmah-8-(DELAPAN)-PERHIASAN.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;8 (DELAPAN) PERHIASAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&quot;Ada delapan perkara yang merupakan perhiasan bagi delapan perkara yang lain, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;memelihara diri dari meminta-minta merupakan perhiasan bagi kefakiran;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;bersyukur kepada Allah merupakan perhiasan bagi nikmat yang telah diberikan-Nya;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;sabar adalah perhiasan bagi musibah;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;tawadhu adalah perhiasan bagi (kemuliaan) nasab;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;santun adalah perhiasan bagi ilmu;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;rendah hati adalah perhiasan bagi seorang pelajar;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;tidak menyebut-nyebut pemberian merupakan perhiasan bagi kebaikan;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;khusyu' adalah perhiasan bagi shalat.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;&quot;Kasihanilah pemuka suatu kaum yang telah menjadi hina. Kasihanilah orang kaya yangjatuh miskin. Kasihanilah orang 'Alim yang tersia-sia di &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;antara orang-orang yang tidak berpengetahuan.&quot;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;&quot;Barang siapa keluar rumah dengan tujuan mencan ilmu, maka Allah akan membukakan pintu surga baginya; para malaikat akan memberi &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;keteduhan dengan membentangkan sayapnya baginya; dan para malaikat yang ada di langit dan ikon-ikon yang ada di lautan memohon &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;ampunan dan rahmat untuknya.&quot; (&lt;/em&gt;HR. Abu Ya'la)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/118-download-eBooks-Hikmah-8-(DELAPAN)-PERHIASAN.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Thu, 08 Oct 2009 10:15:52 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/118-download-eBooks-Hikmah-8-(DELAPAN)-PERHIASAN.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>6 (ENAM) PENYANGGA POKOK</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/117-download-Islamic-eBooks-Hikmah-6-(ENAM)-PENYANGGA-POKOK.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;6 (ENAM) PENYANGGA POKOK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Hasan Basri  berkata:&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Jika tidak ada wali abdal, maka bumi dan seluruh isinya akan tenggelam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Jika tidak ada orang-orang shalih, maka orang yang ahli maksiat akan celaka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Jika tidak ada ulama, maka tingkah laku manusia akan seperti binatang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Jika tidak ada penguasa, maka sebagian manusia akan membinasakan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Jika tidak ada orang bodoh, maka dunia ini akan terasa sepi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Jika tidak ada angin, maka segala sesuatu akan berbau busuk.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Wali abdal adalah wali yang selalu ada keberadaannya di dunia hingga akhir zaman; jika salah seorang dari mereka meninggal, maka &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;kedudukannya akan diganti dengan wali yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&quot;Wali abdal itu ada 40 orang laki-laki, 22 berada di Syiria dan 18 orang lainnya berada di Iraq. Apabila salah seorang di antara mereka mati, &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;maka Allah memberi penggantinya. Jika telah datang perintah Allah, mereka itu pun dimatikan semuanya, Ketika itu datanglah hari Kiamat.&quot; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;(HR. Hakim)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Bumi tidak akan pernah kosong dan 40 orang yang setara dengan Khalilurrahman. Berkat merekalah para penduduk bumi diben minum dan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;diberi pertolongan. Tidak ada seorang pun dari mereka yang meninggal, melainkan Allah pasti memben gantinya&lt;/em&gt;.&quot; (HR. Thabarani)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&quot;&lt;em&gt;Tiga hal yang barang siapa memilikinya, maka dia termasuk wali abdal, yaitu ridha dengan semua ketentuan Allah; mampu menjauhkan diri &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;dari semua hal yang diharamkan; dan marah semata-mata karena Allah.&quot;&lt;/em&gt; (HR. Ibnu 'Adi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/117-download-eBooks-Hikmah-6-(ENAM)-PENYANGGA-POKOK.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Tue, 06 Oct 2009 08:38:00 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/117-download-eBooks-Hikmah-6-(ENAM)-PENYANGGA-POKOK.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>4 (EMPAT) KENIKMATAN YANG HAKIKATNYA HANYA BISA DIRASAKAN OLEH  4 (EMPAT) GOLONGAN</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/116-download-Islamic-eBooks-Hikmah-4-(EMPAT)-KENIKMATAN-YANG-HAKIKATNYA-HANYA-BISA-DIRASAKAN-OLEH--4-(EMPAT)-GOLONGAN.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;4 (EMPAT) KENIKMATAN YANG HAKIKATNYA HANYA BISA DIRASAKAN OLEH  4 (EMPAT) GOLONGAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Hatim Al-Asham mengatakan: &quot;Ada empat hal yang hakikatnya hanya bisa diketahui oleh empat golongan yang pernah merasakannya, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;masa muda tidak terasa nikmatnya, kecuali bagi mereka yang sudah tua;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;keselamatan tidak terasa nikmatnya, kecuali oleh mereka yang terkena musibah;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;kesehatan badan tidak terasa nikmatnya, kecuali oleh mereka yang sedang sudah jatuh sakit; dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;hidup ini tidak terasa nikmatnya, kecuali oleh mereka yang sudah mati.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Abu Nuwas mengatakan dalam syairnya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;Apabila dosaku dihitung, sungguh banyak sekali &lt;br /&gt;tetapi rahmat Tuhanku lebih luas daripada dosaku &lt;br /&gt;Aku tidak mengharapkan apa-apa dari amal baik yang kulakukan &lt;br /&gt;Aku hanya mengharapkan rahmat Allah&lt;br /&gt;Dialah Allah, Sang Pemberi nikmat yang telah menciptakan aku&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku adalah seorang hamba yang tunduk dan merendahkan diri kepada-Nya&lt;br /&gt;Apabila Allah memberikan ampunan, itu adalah rahmat&lt;br /&gt;Jika terjadi sesuatu yang lain, maka aku tak dapat berbuat apa-apa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Rasulullah s.a.w  pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&quot;Barang siapa menghendaki agar Allah tidak menghisab amalnya dan tidak pula membeberkannya di hadapan semua makhluk, maka &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;hendaknya ia berdo'a dengan do'a berikut ini setiap selesai melakukan shalat:&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;'Alloohumma inna maghfirotaka arjaa min 'amalii wa inna rohmataka ausa'u min dzambii. Alloohumma Mam akun an ablugho rohmataka fa &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;rohmatuka ahlun an tablughonii li annahaa wasi'at kulla sya'in yaa arhamar roohimiin.' &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;(Ya Allah, sesungguhnya ampunan-Mu lebih aku harapkan daripada amalku dan sesungguhnya rahmat-Mu lebih luas daripada (banyaknya) &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;dosaku. Ya Allah, apabila aku bukari termasuk mereka yang berhak untuk meraih rahmat-Mu, maka rahmat-Mu tentu dapat meraihku, karena &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;rahmat-Mu meliputi segala sesuatu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.)&quot;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/116-download-eBooks-Hikmah-4-(EMPAT)-KENIKMATAN-YANG-HAKIKATNYA-HANYA-BISA-DIRASAKAN-OLEH--4-(EMPAT)-GOLONGAN.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Tue, 06 Oct 2009 08:37:45 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/116-download-eBooks-Hikmah-4-(EMPAT)-KENIKMATAN-YANG-HAKIKATNYA-HANYA-BISA-DIRASAKAN-OLEH--4-(EMPAT)-GOLONGAN.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>2 (DUA) PENGENDALIAN AKAL</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/115-download-Islamic-eBooks-Hikmah-2-(DUA)-PENGENDALIAN-AKAL.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;2 (DUA) PENGENDALIAN AKAL&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Ada yang mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Berbahagialah orang yang dapat menjadikan akalnya sebagai raja, sedangkan nafsunya dijadikan tawanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Celakalah orang yang menjadikan nafsunya sebagai raja, sedangkan akalnya dijadikan tawanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Berbahagialah seseorang yang akal sehatnya dapat mengendalikan dorongan nafsunya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Celakalah orang yang akalnya terbelenggu dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;dikendalikan oleh nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/115-download-eBooks-Hikmah-2-(DUA)-PENGENDALIAN-AKAL.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Sun, 27 Sep 2009 13:05:50 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/115-download-eBooks-Hikmah-2-(DUA)-PENGENDALIAN-AKAL.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>2 (DUA) NASIHAT TENTANG NAFSU DAN SABAR</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/114-download-Islamic-eBooks-Hikmah-2-(DUA)-NASIHAT-TENTANG-NAFSU-DAN-SABAR.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;2 (DUA) NASIHAT TENTANG NAFSU DAN SABAR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dikatakan bahwa:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Nafsu dapat menyebabkan penguasa menjadi budak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sabar bisa menyebabkan budak menjadi raja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tidakkah engkau mengetahui tentang cerita Nabi Yusuf dan Zulaikha?&lt;br /&gt;Nabi Yusuf adalah putra Nabi Ya'qub yang sangat sabar. Nabi Ya'qub adalah putra Nabi Ishaq yang sangat ramah, sedangkan Nabi Ishaq &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;adalah putra Nabi Ibrahim, kekasih Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/114-download-eBooks-Hikmah-2-(DUA)-NASIHAT-TENTANG-NAFSU-DAN-SABAR.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Sun, 27 Sep 2009 13:05:38 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/114-download-eBooks-Hikmah-2-(DUA)-NASIHAT-TENTANG-NAFSU-DAN-SABAR.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>4 (EMPAT) 'PERAMPAS' YANG PASTI DATANG</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/113-download-Islamic-eBooks-Hikmah-4-(EMPAT)-'PERAMPAS'-YANG-PASTI-DATANG.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;4 (EMPAT) 'PERAMPAS' YANG PASTI DATANG&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Sebagian ahli bijak berkata: &quot;Manusia akan menghadapi empat 'perampas' pasti, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Malaikat Izrail akan merampas nyawanya;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;ahli waris akan merampas harta bendanya;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;belatung akan merampas tubuhnya (di dalam kubur); dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;orang yang pernah dizhalimi akan merampas amalnya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Orang yang pernah menzhalimi orang lain, seperti mengambil hartanya, mengumpatnya, memukulnya, atau melakukan cara lainnya, maka di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;akhirat nanti amal shalihnya akan dirampas oleh orang yang pernah dizhalimi semasa di dunia. Jika ia tidak mempunyai amal shalih, maka dosa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;orang yang dizhalimi itu akan dibebankan padanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/113-download-eBooks-Hikmah-4-(EMPAT)-'PERAMPAS'-YANG-PASTI-DATANG.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Fri, 18 Sep 2009 09:42:12 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/113-download-eBooks-Hikmah-4-(EMPAT)-'PERAMPAS'-YANG-PASTI-DATANG.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>7 (TUJUH) WASIAT JIBRIL</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/112-download-Islamic-eBooks-Hikmah-7-(TUJUH)-WASIAT-JIBRIL.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;7 (TUJUH) WASIAT JIBRIL&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Jabir bin 'Abdullah Al-Anshari r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Jibril selalu berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sampai aku mengira kalau tetangga itu akan dijadikan sebagai ahli waris.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Jibril selalu berwasiat kepadaku agar memperlakukan istri sebaik mungkin sampai aku mengira kalau istri itu haram diceraikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Jbril selalu berwasiat kepadaku agar sebaik mungkin dalam memperlakukan para budak sampai aku mengira suatu waktu nanti mereka harus &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;dimerdekakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Jibril selalu berwasiat kepadaku agar aku melakukan siwak (gosok gigi) sampai aku mengira kalau bersiwak itu wqjib.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Jibril selalu berwasiat kepadaku untuk melakukan shalat berjama'ah sampai aku mengira Allah tidak akan menerima shalat, kecuali dengan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;berjama'ah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Jibril selalu berwasiat kepadaku untuk mengerjakan shalat Tahajjud sampai aku mengira tidak ada tidur pada waktu malam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Jibril selalu berwasiat kepadaku agar senantiasa berdzikir kepada Allah sampai aku mengira tidak ada ucapan yang bermanfaat. kecuali &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;dzikir kepada Allah.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/112-download-eBooks-Hikmah-7-(TUJUH)-WASIAT-JIBRIL.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Fri, 18 Sep 2009 09:41:44 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/112-download-eBooks-Hikmah-7-(TUJUH)-WASIAT-JIBRIL.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>7 (TUJUH) PERTANYAAN KEPADA ALI DAN JAWABANNYA</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/111-download-Islamic-eBooks-Hikmah-7-(TUJUH)-PERTANYAAN-KEPADA-ALI-DAN-JAWABANNYA.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;7 (TUJUH) PERTANYAAN KEPADA ALI DAN JAWABANNYA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Ketika 'Ali k.w. ditanya tujuh masalah, 'Ali k.w. menjawab sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Apakah ada sesuatu yang lebih berat daripada langit? &quot;Tuduhan palsu itu lebih berat daripada langit.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Apakah ada sesuatu yang lebih luas daripada bumi? &quot;Kebenaran itu lebih luas daripada bumi.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Apakah ada sesuatu yang lebih kaya daripada laut? &quot;Hati yang qana'ah itu lebih kaya daripada lautan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Apakah ada sesuatu yang lebih keras daripada batu? &quot;Hati orang munafiq itu lebih keras daripada batu.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Apakah ada sesuatu yang lebih panas daripada api? &quot;Penguasa yang zhalim itu lebih panas daripada api.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Apakah ada sesuatu yang lebih dingin daripada Zamharir (neraka yang sangat dingin)? &quot;Berhajat kepada orang yang bakhil itu lebih dingin &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;daripada Zamharir.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Apakah ada sesuatu yang lebih pahit daripada racun? &quot;Mengadu domba &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;itu lebih pahit daripada racun.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Rasulullah s.a.w.  bersabda:&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba (orang lain).&lt;/em&gt;&quot; (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&quot;&lt;em&gt;Bukan termasuk umatku orang yang memiliki sifat hasud, suka mengadu domba orang lain, dan dukun; dan aku pun bukan termasuk &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;golongannya&lt;/em&gt;.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/111-download-eBooks-Hikmah-7-(TUJUH)-PERTANYAAN-KEPADA-ALI-DAN-JAWABANNYA.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Thu, 17 Sep 2009 13:14:26 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/111-download-eBooks-Hikmah-7-(TUJUH)-PERTANYAAN-KEPADA-ALI-DAN-JAWABANNYA.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>4 (EMPAT) HAL YANG SEDIKITNYA TERASA BANYAK</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/110-download-Islamic-eBooks-Hikmah-4-(EMPAT)-HAL-YANG-SEDIKITNYA-TERASA-BANYAK.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;4 (EMPAT) HAL YANG SEDIKITNYA TERASA BANYAK&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Ali k.w. berkata: &quot;Ada empat hal yang sedikitnya terasa banyak, yaitu:&lt;br /&gt;1. sakit;&lt;br /&gt;2. fakir;&lt;br /&gt;3. api dan&lt;br /&gt;4. rasa permusuhan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Berkaitan dengan rasa permusuhan, Rasulullah s.aw pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&quot;Bijaknya akal sesudah beriman kepada Allah ialah menebar kasih sayang kepada sesama manusia.&quot;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Sehubungan dengan poin terakhir, disebutkan bahwa Sulaiman pernah berkata kepada anaknya: &lt;em&gt;&quot;Hai anakku, camkanlah bahwa seribu kawan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;itu terlalu sedikit bagimu, dan seorang musuh itu sudah terlalu banyak bagimu.&quot;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/110-download-eBooks-Hikmah-4-(EMPAT)-HAL-YANG-SEDIKITNYA-TERASA-BANYAK.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Thu, 17 Sep 2009 13:12:09 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/110-download-eBooks-Hikmah-4-(EMPAT)-HAL-YANG-SEDIKITNYA-TERASA-BANYAK.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>2 (DUA) PERINTAH NABI AGAR BERGAUL DENGAN ULAMA</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/109-download-Islamic-eBooks-Hikmah-2-(DUA)-PERINTAH-NABI-AGAR-BERGAUL-DENGAN-ULAMA.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;2 (DUA) PERINTAH NABI AGAR BERGAUL DENGAN ULAMA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nabi Saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&quot;Hendaknya kalian duduk bersama ulama dan rnendengarkan perkataan hukama' (orang bijak). karena sesungguhnya Allah ta'ala &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan.&quot;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dalam riwayat Thabarani dari Abu Hanifah disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&quot;Duduklah bersama kubara' (ulama besar) dan bertanyalah kepada para ulama serta bergaullah dengan para hukama' (orang bijak).&quot;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dalam riwayat lain dikatakan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&quot;Duduklah bersama ulama dan bergaulah dengan para hukama' serta akrabilah kubara'.&quot;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada dasarnya ulama itu terbagi menjadi tiga kelompok:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ulama yang sangat menguasai dan memahami hukum-hukum Allah. Ulama seperti ini disebut dengan ash-habul fatwa, yaitu ulama yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;banyak mengeluarkan fatwa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ulama yang sangat dalam kemampuannya tentang ma'rifat kepada dzat Allah. Ulama seperti ini disebut hukama'. Golongan ulama ini s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;enantiasa menitikberatkan pada upaya memperbaiki tingkah laku dan akhlaq, baik untuk diri sendiri maupun umatnya. Demikian itu karena hati &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;mereka selalu tersinari dengan ma'rifatulllah dan jiwa mereka selalu tersinari dengan cahaya keagungan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ulama-ulama besar yang disebut dengan al-kubara'. Ulama seperti ini senantiasa melakukan hal-hal yang terpuji untuk kepentingan makhluk &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Allah, terutama ahli ibadah. Lirikannya lebih memberi manfaat daripada ucapannya. Barang siapa yang lirikannya memberi manfaat kepada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Anda, maka tentu bermanfaatlah ucapannya. Begitu pula sebaliknya, barang siapa yang lirikannya tidak memberi manfaat kepada Anda, maka &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;ucapannya pun tidak akan memberi manfaat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Disebutkan dalam suatu kisah bahwa Imam Suhrawardi pernah mengelilingi sebagian masjid Khaif di daerah Miha. Ia memandangi wajah para &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;hadirin yang ada satu per satu. Ketika ditanyakan tentang sikapnya itu ia  menjawab: &lt;em&gt;&quot;Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;orang-orang tertentu yang jika seseorang memandahg mereka, mereka dapat memberikan kebahagiaan kepadanya, dan aku sekarang sedang &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;mencarinya.&quot;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Rasulullah s.a.w  bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&quot;Akan datang suatu masa kepada umatku di mana mereka lari dari para ulama dan fuqaha', maka Allah akan menurunkan tiga macam musibah k&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;epada mereka, yaitu: 1. Allah menghilangkan berkah dari rizki mereka; 2. Allah menjadikan penguasa yang zhalim untuk mereka; dan 3. Allah &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;mengeluarkan mereka dari dunia ini tanpa membawa iman.&quot;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/109-download-eBooks-Hikmah-2-(DUA)-PERINTAH-NABI-AGAR-BERGAUL-DENGAN-ULAMA.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Wed, 16 Sep 2009 11:56:31 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/109-download-eBooks-Hikmah-2-(DUA)-PERINTAH-NABI-AGAR-BERGAUL-DENGAN-ULAMA.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>5 (LIMA) LARANGAN MEREMEHKAN</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/108-download-Islamic-eBooks-Hikmah-5-(LIMA)-LARANGAN-MEREMEHKAN.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;5 (LIMA) LARANGAN MEREMEHKAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Rasulullah s.a.w bersabda:&lt;br /&gt;&quot;Barang siapa meremehkan lima golongan, maka ia akan rugi dalam lima hal, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Barang siapa meremehkan ulama, maka ia akan rugi dalam urusan agama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Barang siapa meremehkan pemerintah, maka ia akan rugi dalam urusan dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;arang siapa meremehkan tetangga, maka ia akan rugi dalam beberapa hal yang ia perlukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Barang siapa meremehkan kaum kerabat, maka ia akan rugi dalam urusan kasih sayang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Barang siapa meremehkan istrinya. maka ia akan rugi dalam urusan kenikmatan hidup.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Berkaitan dengan tetangga, Rasulullah s.a.w. juga pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&quot;Demi Dzat yang diriku berada dalam kekuasaan-Nya, tidaklah beriman seorang hamba hingga ia mencintai tetangganya seperti ia mencintai &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;dirinya sendiri&quot;&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;&quot;Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang mempunyai tetangga jelek yang suka menyakiti dirinya, namun ia tetap bersabar dan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;mengharap pahala Allah atas perilaku tetangga yang menyakitkannya hingga Allah menyudahinya, baik sewaktu masih hidup atau dengan &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;em&gt;kematian.&quot;&lt;/em&gt; (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/108-download-eBooks-Hikmah-5-(LIMA)-LARANGAN-MEREMEHKAN.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Wed, 16 Sep 2009 11:53:52 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/108-download-eBooks-Hikmah-5-(LIMA)-LARANGAN-MEREMEHKAN.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>10 (SEPULUH)  SIFAT YANG DIBENCI ALLAH</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/107-download-Islamic-eBooks-Hikmah-10-(SEPULUH)--SIFAT-YANG-DIBENCI-ALLAH.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;10 (SEPULUH)  SIFAT YANG DIBENCI ALLAH&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Ulama ahli bijak berkata: &quot;Ada sepuluh sifat yang dibenci Allah, yang timbul dari sepuluh macam orang, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;sifat bakhil yang timbul dari orang kaya;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;kesombongan yang timbul dari orang fakir;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;ketamakan yang timbul dari ulama;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;tidak punya rasa malu yang timbul dari kaum wanita;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;cinta keduniaan yang timbul dari kakek-kakek;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;kemalasan yang timbul dari kaum remaja;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;kelaliman yang timbul dari para penguasa;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;pengecut yang timbul dari pasukan perang;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;ujub yang timbul dari kalangan orang-orang zuhud; dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;riya' yang timbul dari kalangan ahli ibadah.&quot; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/107-download-eBooks-Hikmah-10-(SEPULUH)--SIFAT-YANG-DIBENCI-ALLAH.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Wed, 16 Sep 2009 11:50:40 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/107-download-eBooks-Hikmah-10-(SEPULUH)--SIFAT-YANG-DIBENCI-ALLAH.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>10 (SEPULUH)  SERUAN BUMI</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/106-download-Islamic-eBooks-Hikmah-10-(SEPULUH)--SERUAN-BUMI.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;strong&gt;10 (SEPULUH)  SERUAN BUMI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Anas bin Malik r.a.  berkata :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&quot;Bumi ini setiap hari menyeru kepada manusia dengan sepuluh seruan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Wahai anak Adam, kalian berjalan di atas punggungku, sedangkan tempat kembali kalian adalah di dalam perutku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Kalian berbuat dosa di atas punggungku, sedangkan kalian akan disiksa di dalam perutku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Kalian tertawa di atas punggungku, padahal kalian akan menangis di dalam perutku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Kalian bergembira di atas punggungku, tetapi kalian akan bersedih di dalam perutku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Kalian mengumpul-ngumpulkan harta di atas punggungku, sedangkan kalian akan menyesalinya di dalam perutku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Kalian memakan barang yang haram di atas punggungku, sedangkan belatung akan memakan tubuhmu di dalam perutku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Kalian bersikap sombong di atas punggungku, sedangkan kalian akan menjadi hina di dalam perutku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Kalian bisa berjalan bersuka ria di atas punggungku, sedangkan kalian akan sedih di dalam perutku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Kalian bisa berjalan di bawah cahaya matahan, bulan, dan lampu di atas punggungku, sedangkan kalian akan berada dalam kegelapan di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;dalam perutku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style=&quot;TEXT-ALIGN: justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;Kalian bisa berkumpul-kumpul di atas punggungku, sedangkan kalian akan tinggal sendirian di dalam perutku.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;submited by : Irwan Winardi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: tahoma,arial,helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana,geneva;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;em&gt;source : Nashaihul Ibad - Imam Nawawi Al Bantani&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/106-download-eBooks-Hikmah-10-(SEPULUH)--SERUAN-BUMI.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Wed, 16 Sep 2009 11:49:34 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/106-download-eBooks-Hikmah-10-(SEPULUH)--SERUAN-BUMI.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Kesabaran Yang Baik</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/105-download-Islamic-eBooks-Hikmah-Kesabaran-Yang-Baik.html</link>
            <description>&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://myeverytimes.blogspot.com/2008/09/kesabaran-yang-baik.html&quot;&gt;Kesabaran Yang Baik&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Kesabaran Yang Baik&lt;br /&gt;Oleh: Dr. Attabiq Luthfi, MA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kamu ceritakan.” (Yusuf: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang baik, dengan cara yang baik merupakan jatidiri ajaran Islam yang melekat yang menunjukkan keagungan dan keluhurannya. Terdapat empat hal yang diperintahkan oleh Al-Qur’an harus dilakukan dengan cara yang baik dengan menggunakan istilah yang sama, yaitu bersabar dengan cara yang baik, mema’afkan dengan cara yang baik, menceraikan isteri dengan cara yang baik, serta menghindar dari orang-orang yang jahat dengan cara yang baik pula. Istilah yang digunakan oleh Al-Qur’an untuk menunjukkan ‘yang baik’ pada keempat hal itu adalah sama, yaitu “jamil”; shabrun jamil, shafhun jamil, sarhun jamil, dan hajrun jamil. Sungguh nilai-nilai Al-Qur’an memang sarat dengan hal-hal yang baik yang harus dilakukan dengan cara yang baik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan kesabaran yang baik (shabrun jamil), Al-Qur’an mengabadikan kisah seorang nabi yang mensikapi kecurangan dan kebohongan anak-anaknya tentang Yusuf yang ia amat kasihi dengan kesabaran yang baik. Ungkapan kesabaran yang baik, ia ulangi kembali dalam menghadapi perilaku dusta anak-anaknya pada ayat lain dari surah Yusuf dengan redaksi yang mirip dengan ayat 18 di atas, “Ya’qub berkata: “Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Yusuf: 83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, perintah agar memiliki kesabaran yang baik ditujukan secara khusus kepada nabi terakhir Muhammad saw, “Maka bersabarlah kamu (Muhammad) dengan sabar yang baik”. (Al-Ma’arij: 5). Tentu seperti kaidah dalam Ilmu Tafsir “Amrun Lir Rasul Amrun li Ummatih” perintah yang ditujukan untuk Rasul secara prioritas ditujukan juga untuk umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara aplikatif, kesabaran yang baik pernah ditunjukkan oleh Aisyah ra saat menghadapi tekanan psikologis yang sangat berat atas tuduhan perbuatan nista yang mencemarkan nama baiknya dengan sahabat shofwan bin Mu’atthol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ayat diatas, Imam Bukhari meriwayatkan hadits tentang berita dusta tersebut ketika Aisyah berkata menjawab tekanan dan isu yang tersebar hingga ke jantung rumah tangga dan keluarganya : “Demi Allah aku tidak mengetahui contoh yang baik kecuali apa yang telah dikatakan oleh ayahanda Yusuf: “Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kamu ceritakan.” Ternyata kesabaran yang baik yang ditampilkan oleh Aisyah dalam peristiwa ini membuahkan jawaban rehabilitasi nama baik Aisyah langsung dari langit melalui campur tangan Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pembahasan menarik dari para ulama tafsir tentang ayat di atas adalah pada pendefinisian dan pemaknaan kesabaran yang baik. Menurut Al-Qurthubi dan Asy-Syaukani misalnya kesabaran yang baik adalah kesabaran yang tidak disertai dengan keluhan atau aduan kepada sesama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih rinci, Ibnu katsir menukil riwayat dari Sufyan Tsauri bahwa ada tiga hal yang termasuk dalam kategori sabar yang baik, yaitu: Tidak menceritakan kesakitan yang diderita, atau musibah yang menimpa kepada sesama makhluk, dan tidak pula merasa suci dengan itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada makna ini, mengadu kesedihan dan kesusahan yang dihadapi kepada Allah tidak mengurangi kesabaran yang baik, karena memang Allah lah tempat mengadu semua makhluk seperti yang pernah dilakukan oleh nabi Ya’qub saat mengadu kepada Allah dalam ungkapannya yang diabadikan dalam Al-Qur’an, “Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (Yusuf: 86).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Razi pula memahami kesabaran yang baik sebagai kesabaran yang diletakkan pada tempatnya. Misalnya bersabar terhadap ketentuan Allah adalah sesuatu yang wajib, tetapi bersabar atas kezaliman orang lain bukanlah termasuk kategori kesabaran yang baik. Justru Islam menuntun agar seseorang berusaha menghindar dari keburukan sehingga tidak terperosok dalam lubang yang sama dua kali seperti yang diwanti-wanti oleh Rasulullah saw dalam haditsnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah bersabar yang terakhir berdasarkan susunannya dalam mushaf yang ditujukan kepada Rasulullah ternyata disertai dengan perintah menjauh dan menghindarkan diri dari mereka dengan cara yang baik. Allah berfirman, “Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik”. (Al-Muzzammil: 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaukani memahami perintah bersabar yang didampingi dengan perintah menjauhkan diri dari mereka dengan cara yang baik dalam ayat ini sebagai sebuah sikap yang tidak disertai dengan hinaan atau umpatan terhadap perbuatan buruk mereka. Atau maknanya tidak memperdulikan apa yang mereka perbuat, begitu juga tidak berusaha membalasnya meskipun memiliki kemampuan untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian nilai akhlak luhur yang senantiasa menjadi karakteristik ajaran Islam yang mempesona. Justru daya tarik Islam di awal kelahirannya adalah karena memang melihat dan menyaksikan akhlak Rasulullah saw yang merupakan gambaran hidup dari ajaran Al-Qur’an seperti yang dinyatakan oleh Aisyah, “Sungguh akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an”. Tentu masih banyak pesan Al-Qur’an yang seharusnya senantiasa terus digali dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk kebaikan Islam dan umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dan mungkin di masa-masa yang akan datang akan terus terjadi di hadapan kita peristiwa atau permasalahan yang menuntut bukan hanya agar kita bersabar, tetapi agar bisa menunjukkan sikap sabar yang baik. Semoga. Allahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Published by&lt;br /&gt;Odang Aminudin&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/105-download-eBooks-Hikmah-Kesabaran-Yang-Baik.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>dansa</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Thu, 10 Sep 2009 13:52:19 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/105-download-eBooks-Hikmah-Kesabaran-Yang-Baik.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Air Mata Pemadam Neraka</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/104-download-Islamic-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Air-Mata-Pemadam-Neraka.html</link>
            <description>&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://myeverytimes.blogspot.com/2008/09/air-mata-pemadam-neraka.html&quot;&gt;Air Mata Pemadam Neraka&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt; &lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah S.A.W telah bersabda, &quot;Bahwa tidak akan masuk neraka orang menangis karena takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kitab Daqa'iqul Akhbar menerangkan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka. Maka salah satu daripada rambut-rambut matanya berkata, &quot;Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad S.A.W telah bersabda, barang siapa yang menangis karena takut kepada Allah S.W.T, maka Allah mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis karena amat takut kepada-Mu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Allah S.W.T mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka dengan berkat sehelai rambut yang pernah menangis karena takut kepada Allah S.W.T. Malaikat Jibril A.S mengumumkan, telah selamat Fulan bin Fulan sebab sehelai rambut.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kitab lain, Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahwa pada hari kiamat nanti, akan didatangkan neraka jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara nyala api yang sangat dahsyat gemuruhnya, hingga semua umat menjadi berlutut karena tak sanggup menahan ketakutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah S.W.T berfirman, &quot;Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya). Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kau kerjakan.&quot; (Surah al-Jatsiyah ayat 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka menghampiri neraka, mereka mendengar gemuruh api neraka yang suaranya sudah dapat mulai didengar sejarak 500 tahun perjalanan. Pada waktu itu, akan berkata setiap orang, bahkan para nabi sekalipun akan berucap, &quot;Diriku, diriku (selamatkanlah diriku Ya Allah), kecuali hanya seorang nabi saja yang akan berkata, &quot;Umatku, umatku.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau ialah junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. Pada masa itu akan keluarlah api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad berusaha menghalanginya dengan berkata, &quot;Wahai api! Demi hak orang-orang yang solat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dikata demikian, api neraka itu tetap tidak segera kembali, lalu malaikat Jibril berkata, &quot;Sesungguhnya api neraka itu menuju kepada umat Muhammad S.A.W&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Jibril membawa semangkuk air dan Rasulullah meraihnya. Berkata Jibril A.S. &quot;Wahai Rasulullah, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Baginda mengambil dan menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu.&lt;br /&gt;Setelah itu Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada Jibril A.S. &quot;Wahai Jibril, Apakah air itu?&quot;&lt;br /&gt;Maka Jibril berkata, &quot;Itulah air mata orang derhaka di kalangan umatmu yang menangis kerana takut kepada Allah S.W.T. Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api itu.&quot; Maka padamlah api itu dengan izin Allah S.W.T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah bersabda Rasulullah S.A.W, &quot; Ya Allah anugerahilah kepada kami dua buah mata yang menangis karena takut kepada-Mu, sebelum tidak ada lagi air mata.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumberhttp://www.ukhuwah.or.id/dr/node/87&lt;br /&gt;dari 1001 kisah teladan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;published by Odang Aminudin&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/104-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Air-Mata-Pemadam-Neraka.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>dansa</author>
            <category>Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah</category>
            <pubDate>Thu, 10 Sep 2009 13:51:28 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/104-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Air-Mata-Pemadam-Neraka.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Empat golongan manusia menurut Syekh Abdul Qadir Jailani</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/103-download-Islamic-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Empat-golongan-manusia-menurut-Syekh-Abdul-Qadir-Jailani.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani, bahwa manusia itu dapat dikelompokkan menjadi empat golongan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Manusia yang tidak mempunyai lisan dan hati, senang berbuat maksiat, menipu serta dungu. Berhati-hatilah terhadap mereka dan jangan berkumpul dengannya, karena mereka adalah orang-orang yang mendapat siksa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Manusia yang mempunyai lisan, tapi tidak mempunyai hati. Ia suka membicarakan tentang hikmah atau ilmu, tapi tidak mau mengamalkannya. Ia mengajak manusia ke jalan Allah Swt. tapi ia sendiri justru lari dari-Nya. Jauhi mereka, agar kalian tidak terpengaruh dengan manisnya ucapannya, sehingga kalian terhindar dari panasnya kemaksiatan yang telah dilakukannya dan tidak akan terbunuh oleh kebusukan hatinya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Manusia yang mempunyai hati, tapi tidak mempunyai ucapan (tidak pandai berkata-kata). Mereka adalah orang-orang yang beriman yang sengaja ditutupi oleh Allah Swt. dari makhluk-Nya, diperlihatkan kekurangannya, disinari hatinya, diberitahukan kepadanya akan bahaya berkumpul dengan sesama manusia dan kehinaan ucapan mereka. Mereka adalah golongan waliyullah (kekasih Allah) yang dipelihara dalam tirai Ilahi-Nya dan memiliki segala kebaikan. Maka berkumpullah dengan dia dan layanilah kebutuhannya, niscaya kamu juga akan dicintai oleh Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Manusia yang belajar, mengajar dan mengamalkan ilmunya. Mereka mengetahui Allah dan ayat-ayat-Nya. Allah Swt. memberikan ilmu-ilmu asing kepadanya dan melapangkan dadanya agar mudah dalam menerima ilmu. Maka takutlah untuk berbuat salah kepadanya, menjauhi serta meninggalkan segala nasihatnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua tidak termasuk kepada golongan yang pertama dan yang kedua dan semoga pula kita dilindungi dari golongan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohualam bi showab&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/103-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Empat-golongan-manusia-menurut-Syekh-Abdul-Qadir-Jailani.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah</category>
            <pubDate>Sat, 18 Jul 2009 09:50:44 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/103-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Empat-golongan-manusia-menurut-Syekh-Abdul-Qadir-Jailani.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Siapakah Ahlus Sunnah?</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/102-download-Islamic-eBooks-Makalah-Siswa-Al-Falah-Siapakah-Ahlus-Sunnah?.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span class=&quot;postbody&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Siapakah Ahlus Sunnah?&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Istilah Ahlussunnah wal jamaah adalah istilah yang telah disebutkan sejak masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai golongan yang selamat dalam aqidahnya. Sebagaimana kita dapatkan dalam hadits beliau: Dari Abu Amir Abdullah bin Luhai, dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu'awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kami dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan. Adapun yang tujuh puluh dua akan masuk neraka dan satu golongan akan masuk surga, yaitu &quot;Al-Jama'ah&quot;. &lt;/span&gt;(HR Abu Daud). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dari al-'Irbadh bin Sâriah radhiallahu 'anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan wejangan kepada kami yang membuat hati ciut dan air mata berlinang, maka kami lantas berkata: ‘Sepertinya ini wejangan seorang yang berpamitan/meninggalkan (kami selamanya)’, lantas (aku berkata), ‘wasiatilah kami!’, beliau bersabda: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan bersikap mendengar dan ta'at (loyal) meskipun orang yang memerintahkan (menjadi Amir/penguasa) adalah seorang budak. Sesungguhnya siapa-siapa yang nanti hidup setelahku maka dia akan melihat terjadinya perbedaan/perselisihan yang banyak; oleh karena itu, berpeganglah kalian kepada sunnahku dan sunnah al-Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk (al-Mahdiyyin), gigitlah dia/sunnahku tersebut dengan gigi geraham, dan tinggalkanlah oleh kalian urusan-urusan baru (mengada-ada dalam urusan agama) karena sesungguhnya setiap bid'ah itu adalah sesat’.” &lt;/span&gt;(H.R. Abu Daud dan at-Turmudzi, dia berkata: hadits ini hadits hasan shahih).  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Istilah Ahlus Sunnah tentu tidak asing bagi kaum muslimin. Bahkan mereka semua mengaku sebagai Ahlus Sunnah. Tapi siapakah Ahlus Sunnah itu? Dan siapa pula kelompok yang disebut Rasulullah sebagai orang-orang asing? Telah menjadi ciri perjuangan iblis dan tentara-tentaranya yaitu terus berupaya mengelabui manusia. Yang batil bisa menjadi hak dan sebaliknya, yang hak bisa menjadi batil. Sehingga ahli kebenaran bisa menjadi pelaku maksiat yang harus dimusuhi dan diisolir. Dan sebaliknya, pelaku kemaksiatan bisa menjadi pemilik kebenaran yang harus dibela. Syi’ar pemecah belah ini merupakan ciri khas mereka dan mengganggu perjalanan manusia menuju Allah merupakan tujuan tertinggi mereka. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tidak ada satupun pintu kecuali akan dilalui iblis dan tentaranya. Dan tidak ada satupun amalan kecuali akan dirusakkannya, minimalnya mengurangi nilai amalan tersebut di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. Iblis mengatakan di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala: &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;“Karena Engkau telah menyesatkanku maka aku akan benar-benar menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus dan aku akan benar-benar mendatangi mereka dari arah depan dan belakang, dan samping kiri dan samping kanan.”, (QS. Al A’raf : 17 ) &lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam upayanya mengelabui mangsanya, Iblis akan mengatakan bahwa ahli kebenaran itu adalah orang yang harus dijauhi dan dimusuhi, dan kebenaran itu menjadi sesuatu yang harus ditinggalkan, dan dia mengatakan: &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;“Sehingga Engkau ya Allah menemukan kebanyakan mereka tidak bersyukur.” (QS. Al A’raf: 17) &lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Demikian halnya yang terjadi pada istilah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tak cuma itu, semua kelompok yang ada di tengah kaum muslimin juga mengaku sebagai Ahlus Sunnah wal Jamaah. Walhasil, nama Ahlus Sunnah menjadi rebutan banyak orang. Mengapa demikian? Apakah keistimewaan Ahlus Sunnah sehingga harus diperebutkan? Dan siapakah mereka sesungguhnya? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kita harus merujuk kepada keterangan Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam dan ulama salaf dalam menentukan siapakah mereka yang sebenarnya dan apa ciri-ciri khas mereka. Jangan sampai kita yang digambarkan dalam sebuah sya’ir: &lt;br /&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Semua mengaku telah meraih tangan Laila  &lt;br /&gt; Dan Laila tidak mengakui yang demikian itu &lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bahwa tidak ada maknanya kalau hanya sebatas pengakuan, sementara dirinya jauh dari kenyataan. Secara fitrah dan akal dapat kita bayangkan, sesuatu yang diperebutkan tentu memiliki keistimewaan dan nilai tersendiri. Dan sesuatu yang diakuinya, tentu memiliki makna jika mereka berlambang dengannya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Siapakah Ahlus Sunnah?&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ahlu Sunnah memiliki ciri-ciri yang sangat jelas di mana ciri-ciri itulah yang menunjukkan hakikat mereka.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1.Mereka adalah orang-orang yang mengikuti jalan Rasulullah dan jalan para sahabatnya, yang menyandarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salafus shalih yaitu pemahaman generasi pertama umat ini dari kalangan shahabat, tabi’in dan generasi setelah mereka. Rasulullah bersabda: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian orang-orang setelah mereka kemudian orang-orang setelah mereka.”&lt;/span&gt; (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad)  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 2.Mereka kembalikan segala bentuk perselisihan yang terjadi di kalangan mereka kepada Al Qur’an dan As Sunnah dan siap menerima apa-apa yang telah diputuskan oleh Allah dan Rasulullah. Firman Allah: &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;“Maka jika kalian berselisih dalam satu perkara, kembalikanlah kepada Allah dan Rasulullah jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan yang demikian itu adalah baik dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisa: 59) “Tidak pantas bagi seorang mukmin dan mukminat apabila Allah dan Rasul-Nya memutuskan suatu perkara untuk mereka, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata. (QS. Al Ahzab: 36) &lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 3.Mereka mendahulukan ucapan Allah dan Rasul daripada ucapan selain keduanya. Firman Allah: &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;“Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian mendahulukan (ucapan selain Allah dan Rasul) terhadap ucapan Allah dan Rasul dan bertaqwalah kalian kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Hujurat: 1) &lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 4.Menghidupkan sunnah Rasulullah baik dalam ibadah mereka, akhlak mereka, dan dalam semua sendi kehidupan, sehigga mereka menjadi orang asing di tengah kaumnya. Rasulullah bersabda tetang mereka: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.”&lt;/span&gt; (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma)  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 5.Mereka adalah orang-orang yang sangat jauh dari sifat fanatisme golongan. Dan mereka tidak fanatisme kecuali kepada Kalamullah dan Sunnah Rasulullah. Imam Malik mengatakan: “Tidak ada seorangpun setelah Rasulullah yang ucapannya bisa diambil dan ditolak kecuali ucapan beliau.” &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 6.Mereka adalah orang-orang yang menyeru segenap kaum muslimin agar bepegang dengan sunnah Rasulullah dan sunnah para shahabatnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 7.Mereka adalah orang-orang yang memikul amanat amar ma’ruf dan nahi munkar sesuai dengan apa yang dimaukan Allah dan Rasul-Nya. Dan mereka mengingkari segala jalan bid’ah (lawannya sunnah) dan kelompok-kelompok yang akan mencabik-cabik barisan kaum muslimin. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 8.Mereka adalah orang-orang yang mengingkari undang-undang yang dibuat oleh manusia yang menyelisihi undang-undang Allah dan Rasulullah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 9.Mereka adalah orang-orang yang siap memikul amanat jihad fi sabilillah apabila agama menghendaki yang demikian itu.  &lt;br /&gt; Syaikh Rabi’ dalam kitab beliau Makanatu Ahli Al Hadits hal. 3-4 berkata: “Mereka adalah orang-orang yang menempuh manhaj (metodologi)-nya para sahabat dan tabi’in dalam berpegang terhadap kitabullah dan sunnah Rasulullah dan menggigitnya dengan gigi geraham mereka. Mendahulukan keduanya atas setiap ucapan dan petunjuk, kaitannya dengan aqidah, ibadah, mu’amalat, akhlaq, politik, maupun, persatuan. Mereka adalah orang-orang yang kokoh di atas prinsip-prinsip agama dan cabang-cabangnya sesuai dengan apa yang diturunkah Allah kepada hamba dan Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alahi wasallam. Mereka adalah orang-orang yang tampil untuk berdakwah dengan penuh semangat dan kesungguh-sungguhan. Mereka adalah para pembawa ilmu nabawi yang melumatkan segala bentuk penyelewengan orang-orang yang melampaui batas, kerancuan para penyesat dan takwil jahilin. Mereka adalah orang-orang yang selalu mengintai setiap kelompok yang menyeleweng dari manhaj Islam seperti Jahmiyah, Mu’tazilah, Khawarij, Rafidah (Syi’ah), Murji’ah, Qadariyah, dan setiap orang yang menyeleweng dari manhaj Allah, mengikuti hawa nafsu pada setiap waktu dan tempat, dan mereka tidak pernah mundur karena cercaan orang yang mencerca.” &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ciri Khas Mereka &lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1.Mereka adalah umat yang baik dan jumlahnya sangat sedikit, yang hidup di tengah umat yang sudah rusak dari segala sisi. Rasulullah bersabda: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Berbahagialah orang yang asing itu (mereka adalah) orang-orang baik yang berada di tengah orang-orang yang jahat. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada orang yang mengikuti mereka.”&lt;/span&gt; (Shahih, HR. Ahmad) Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Madarijus Salikin 3/199-200, berkata: “Ia adalah orang asing dalam agamanya dikarenakan rusaknya agama mereka, asing pada berpegangnya dia terhadap sunnah dikarenakan berpegangnya manusia terhadap bid’ah, asing pada keyakinannya dikarenakan telah rusak keyakinan mereka, asing pada shalatnya dikarenakan jelek shalat mereka, asing pada jalannya dikarenakan sesat dan rusaknya jalan mereka, asing pada nisbahnya dikarenakan rusaknya nisbah mereka, asing dalam pergaulannya bersama mereka dikarenakan bergaul dengan apa yang tidak diinginkan oleh hawa nafsu mereka”. Kesimpulannya, dia asing dalam urusan dunia dan akhiratnya, dan dia tidak menemukan seorang penolong dan pembela. Dia sebagai orang yang berilmu ditengah orang-orang jahil, pemegang sunnah di tengah ahli bid’ah, penyeru kepada Allah dan Rasul-Nya di tengah orang-orang yang menyeru kepada hawa nafsu dan bid’ah, penyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari kemungkaran di tengah kaum di mana yang ma’ruf menjadi munkar dan yang munkar menjadi ma’ruf.” Ibnu Rajab dalam kitab Kasyfu Al Kurbah Fi Washfi Hal Ahli Gurbah hal 16-17 mengatakan: “Fitnah syubhat dan hawa nafsu yang menyesatkan inilah yang telah menyebabkan berpecahnya ahli kiblat menjadi berkeping-keping. Sebagian mengkafirkan yang lain sehingga mereka menjadi bermusuh-musuhan, berpecah-belah, dan berpartai-partai yang dulunya mereka berada di atas satu hati. Dan tidak ada yang selamat dari semuanya ini melainkan satu kelompok. Merekalah yang disebutkan dalam sabda Rasulullah: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Dan terus menerus sekelompok kecil dari umatku yang membela kebenaran dan tidak ada seorangpun yang mampu memudharatkannya siapa saja yang menghinakan dan menyelisihi mereka, sampai datangnya keputusan Allah dan mereka tetap di atas yang demikian itu.” &lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 2.Mereka adalah orang yang berada di akhir jaman dalam keadaan asing yang telah disebutkan dalam hadits, yaitu orang-orang yang memperbaiki ketika rusaknya manusia. Merekalah orang-orang yang memperbaiki apa yang telah dirusak oleh manusia dari sunnah Rasulullah. Merekalah orang-orang yang lari dengan membawa agama mereka dari fitnah. Mereka adalah orang yang sangat sedikit di tengah-tengah kabilah dan terkadang tidak didapati pada sebuah kabilah kecuali satu atau dua orang, bahkan terkadang tidak didapati satu orangpun sebagaimana permulaan Islam. Dengan dasar inilah, para ulama menafsirkan hadits ini. Al Auza’i mengatakan tentang sabda Rasulullah: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing.” &lt;/span&gt;Adapun Islam itu tidak akan pergi akan tetapi Ahlus Sunnah yang akan pergi sehingga tidak tersisa di sebuah negeri melainkan satu orang.” Dengan makna inilah didapati ucapan salaf yang memuji sunnah dan mensifatinya dengan asing dan mensifati pengikutnya dengan kata sedikit.” (Lihat Kitab Ahlul Hadits Hum At Thoifah Al Manshurah hal 103-104) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Demikianlah sunnatullah para pengikut kebenaran. Sepanjang perjalanan hidup selalu dalam prosentase yang sedikit. Allah berfiman: &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;“Dan sedikit dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” &lt;/span&gt;Dari pembahasan yang singkat ini, jelas bagi kita siapakah yang dimaksud dengan Ahlus Sunnah dan siapa-siapa yang bukan Ahlus Sunnah yang hanya penamaan semata. Benarlah ucapan seorang penyair mengatakan: &lt;br /&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Semua orang mengaku telah menggapai si Laila  &lt;br /&gt; Akan tetapi si Laila tidak mengakuinya &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Walhasil Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang mengikuti Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman, amalan, dan dakwah salafus shalih. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Wallahua’lam Bishawab&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/102-download-eBooks-Makalah-Siswa-Al-Falah-Siapakah-Ahlus-Sunnah?.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>syamsudin</author>
            <category>Makalah-Siswa-Al-Falah</category>
            <pubDate>Thu, 28 May 2009 12:16:06 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/102-download-eBooks-Makalah-Siswa-Al-Falah-Siapakah-Ahlus-Sunnah?.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Kewirausahaan - MAPAN DENGAN SAYUR MAYUR</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/101-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Kewirausahaan---MAPAN-DENGAN-SAYUR-MAYUR.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; MAPAN DENGAN SAYUR MAYUR &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar dan tekun, dua hal yang di pegang &lt;span&gt;&lt;span&gt;Yanto&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Sugianto&lt;/span&gt; (28) dalam menjalankan usahanya sebagai sayur mayur di Pasar Curug Agung, Kec. Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Hampir 6 tahun ini Yanto merasakan jatuh bangun menjadi pengusaha kecil.keptusannya untuk tidak kuliah selepas SMA, ternyata membuahkan hasil manis. Saat ini, dia memiliki dua kios sayur mayur dengan omzent Rp. 10 juta setiap bulannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2002, dengan modal Rp.1 juta, saya mulai berjualan di Pasar Curug Agung dengan mengontrak kios,&quot; kata pria kelahiran Majalengka, 18 Agustus 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat agar pelanggan tetap setia, menurut dia dengan menjaga kepercayaan pelanggan. Yanto tidaj pernah menurunkan kualitas komoditas yang dia jual. Bagi dia, lebih baik beli mahal tetapi kualitasnya tetap terjaga baik. Namun, sekalipun Yanto membeli sayuran lebih mahal, dia tidak pernah menaikkan harga kepada para langganannya. &quot;Untungnya, Pasar Curug Agung ini selalu ramai sampai sore, apalagi dekat pabrik, &quot;kata Yanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melayani penjualan eceran, Yanto juga meladeni penjualan partai besar, seperti katering. Penghasilan bersih satu hari rata-rata Rp. 500 ribu sampai Rp. 600 ribu. Dia masih menyimpan keinginan untuk menambah jumlah kios lagi. Selain itu, dia juga ingin mengembankan sayap menjadi agen elpiji 3 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang keberhasilannya, di akui Yanto tidak terlepas dari bantuan Bank Jabar Banten saat menawarkan modal. Pada 2003, setelah menjadi nasabah Bank itu, Dia mendapat kucuran kredit Rp. 10 juta untuk jangka waktu satu tahun. Kepercayaan dan kelancaran Yanto membayar kreditnya, membuat Bank Jabar Banten bersedia memberikan kucuran kredit lagi. Pada 2008 ini, Yanto mendapat bantuan kredit Rp. 60 juta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&quot; Dari kucuran kredit itu, sebagian saya jadikan modal usaha. sisanya saya belikan mobil dan motor, untuk mendukung operasional usaha. Saya juga bisa membeli 2 kios secara bertahap. Jadi, kalau dulu mengontrak sekarang punya sendiri,&quot; ujar ayah satu putri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kios pertama yang dimiliki Yanto dia beli pada 2004 lalu dengan harga Rp. 31 juta. Setelah itu, dia memperluas usahanya dengan membeli satu kios lagi pada 2008 seharga Rp. 40 juta. Dengan kedua kios itu dia bisa memperkejakan tig orang pegawai yang sebelumnya delapan orang dengan alasan pengoptimalan dan efisiensi. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;(Windy Eka Pramudya)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/101-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Kewirausahaan---MAPAN-DENGAN-SAYUR-MAYUR.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>jufri </author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Tue, 12 May 2009 10:33:38 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/101-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Kewirausahaan---MAPAN-DENGAN-SAYUR-MAYUR.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan - Kisah Sukses Pengusaha tas</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/100-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Tugas-Mata-Kuliah-Kewirausahaan---Kisah-Sukses-Pengusaha-tas.html</link>
            <description>&lt;p&gt;Bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses dan memiliki banyak harta yang melimpah tentunya menjadi keinginan setiap orang. Tidak mustahil, itu semua tentu saja bisa menjadi kenyataan asalkan dibarengi dengan usaha dan do'a. sebagai contoh kita lihat para pengusaha lokal yang sukses merintis perusahaannya dari 0 (nol), perusahaan yang mereka miliki sekarang ini bukanlah warisan dari dari orangtuanya, tetapi murni hasil dari kerja keras dirinya sendiri. Mungkin sepenggal kisah pengusaha tas asal Bandung yang satu ini bisa menginspirasi Anda untuk menjadi seorang entrepreuneur yang sukses. yuk, langsung saja kita simak penggalan kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rony Lukito, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;pengusaha tas terbesar di Indonesia&lt;/span&gt; ini dulunya adalah seorang anak dari keluarga yang memperihatinkan. Orangtuanya bukanlah dari kaum berada. Dimasa remajanya Rony yang tinggal di Bandung adalah sosok pemuda yang rajin dan tekun, dia bukan seorang lulusan perguruan tinggi negeri atau pun perguaruan tinggi swasta terfavorit. Melainkan dia hanyalah seorang lulusan STM (Sekolah Teknologi Menengah), meskipun sebenarnya dia sangat ingin sekali melanjutkan study-nya di salah satu perguruan tingggi swasta terfavorit di Bandung. Namun keinginannya itu tidak menjadi kenyataan karena harus terbentur masalah keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak bersekolah di STM Rony sudah terbiasa berjualan susu yang dibungkus dengan plastik-plastik kecil, diikat dengan karet, kemudian susu tersebut ia jual kerumah-rumah tetangganya dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Masa remaja Rony di Bandung dilewati dengan penuh kesederhanaan yang jauh dari kehidupan serba ada apalagi yang disebut kehidupan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;glamour&lt;/span&gt;. Sesuatu yang tidak berlebihan jika banyak orang yang mengatakan bahwa keberhasilan itu memang akan selalu berpihak kepada orang-orang yang mau bekerja keras dan sungguh-sungguh ingin merubah nasibnya. Demikian pula Rony yang sejak remaja biasa bekerja, kini ia berhasil menjadi pengusaha sukses di bisnis tas berkat serangkaian usaha dan kerja kerasnya. Tidak salah memang jika Rony dikatakan sebagai seorang pengusaha tas terbesar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu memang bukan kalimat yang berlebihan, lihat saja produk yang di hasilkan dari perusahaan &lt;span&gt;Rony&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;, B&amp;amp;B Incorporations (B&amp;amp;B Inc.)&lt;/span&gt; merajai pasar tas yang ada di Indonesia. Para pengunjung &lt;a href=&quot;http://www.taktiku.com/&quot;&gt;taktiku&lt;/a&gt; tentu kenal dengan merek-merek tas yang sudah populer ini, seperti: &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Eiger, Export, Neosack, Bodypack, Nordwand, Morphosa, World Series, Extrem, Vertic, Domus Danica, Broklyn&lt;/span&gt; dll. Mungkin merek tersebut dikalangan anak sekolah dan kuliahan sudah tidak asing lagi, yang memang produk-produk hasil perusahaan Rony sengaja di targetkan untuk kalangan pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua merek tas tersebut di distribusikan secara nasional, sehingga wajar bila merek dagangnya sudah sangat terkenal. Produk Rony juga tersedia di berbagai outlet modern seperti Toserba Ramayana, Matahari Departemen Store, Robinson, dan berbagai hypermart seperti Carrefour, hingga jaringan toko-toko buku seperti Gramedia, dan Gunung Agung belum lagi toko-toko dan grosir tradisional lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmmm... luar biasa bukan ?. Bagaimana, apakah Anda sudah tertarik untuk menjadi seorang entrepreuneur? :) Perusahaan Rony murni dari hasil kerja kerasnya sendiri, bukanlah warisan dari orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Buku 10 pengusaha yang sukses membangun bisnis dari 0&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/100-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Tugas-Mata-Kuliah-Kewirausahaan---Kisah-Sukses-Pengusaha-tas.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>mikdadudin</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Tue, 28 Apr 2009 07:12:40 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/100-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Tugas-Mata-Kuliah-Kewirausahaan---Kisah-Sukses-Pengusaha-tas.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Jalaludin Rumi - Tawon dan Lebah</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/99-download-Islamic-eBooks-Hikmah-Jalaludin-Rumi---Tawon-dan-Lebah.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Jangan ukur perbuatan orang suci dengan dirimu! Sebab walaupun cara menulis kata &quot;sher&quot; (singa) dan &quot;shir&quot; (susu) mirip, keduanya berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Apabila cara memandangmu demikian, maka seluruh dunia menjadi tidak berarti; memang jarang orang patut disebut hamba Allah yang sejati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mereka mengaku sama dengan nabi-nabi; mereka kira para aulia seperti diri mereka juga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&quot;Lihat!&quot; kata mereka, &quot;Kami adalah manusia, mereka adalah manusia. Baik kami ataupun mereka sama-sama terikat pada tidur dan makan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Dalam kebutaan, mereka tidak tahu bahwa antara keduanya terbentang perbedaan yang besar tidak terkira.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Tawon dan lebah memang makan dan minum dari sumber yang sama; namun yang satu hanya menghasilkan sengat yang tajam, sedang yang lain membuahkan madu yang lezat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Semua jenis rusa sama makan rumput dan minum air; namun rusa yang satu hanya melahirkan kotoran, sedangkan rusa yang lain membuahkan wangi kesturi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Tumbuhan jenis buluh minum air dari sumber air yang sama; namun batang bambu tidak mengandung apa-apa, sedangkan batang tebu berisi gula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Perhatikan ratusan ribu hal seperti itu dan lihat betapa antara keduanya terdapat jarak sejauh tujuh puluh tahun perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Yang satu makan sesuatu untuk menghasilkan kotoran; yang lain makan dan menjadi cahaya Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Yang satu ini makan dan darinya tidak lahir apa-apa kecuali kebakhilan dan kecemburuan; yang lain juga makan, namun dari dirinya tidak terbit apa pun selain cinta kepada Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Yang satu lahan subur dan yang lain tanah payau dan buruk; yang satu seorang malaikat molek dan yang lain setan dan serigala liar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Tidak dapat dibantah keduanya serupa secara lahir; air yang pahit dan air yang manis juga sama beningnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Siapa yang bisa membedakan keduanya selain dia yang memiliki cita rasa rohani? Cari orang seperti itu: dialah yang tahu membedakan air yang manis dan air yang asin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Orang yang cenderung menyamakan sihir dan mukjizat nabi, telah berkhayal dan mengira bahwa keduanya sama-sama tipu daya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pada zaman Nabi Musa, dengan tujuan menentang kenabiannya, tukang sihir memakai tongkat seperti Nabi Musa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Namun, tongkat tukang sihir dan tongkat Musa sangat berbeda, sebab antara perbuatan sihir dan tindakan mukjizat terbentang jurang yang sangat lebar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Perbuatan tukang sihir dilaknat oleh Tuhan, yang lain menerima pahala berupa kasih sayang-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Orang-orang kafir yang bertabiat kera sering menyamakan dirinya dengan para nabi dan aulia; sifat semacam ini merupakan penyakit yang bersarang dalam diri binatang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Apa saja yang dilakukan orang, setiap kali akan ditiru oleh seekor kera apabila ia melihat orang melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;padding-left: 60px; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Dia mengira, &quot;Aku meniru perbuatannya!&quot; Bagaimana mungkin pandangan yang picik dapat membedakan kedua perbuatan itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/99-download-eBooks-Hikmah-Jalaludin-Rumi---Tawon-dan-Lebah.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Fri, 13 Mar 2009 20:14:31 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/99-download-eBooks-Hikmah-Jalaludin-Rumi---Tawon-dan-Lebah.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Jalaludin Rumi - Kisah Pandai Emas</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/98-download-Islamic-eBooks-Hikmah-Jalaludin-Rumi---Kisah-Pandai-Emas.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Seseorang meminta kepada pandai emas,&lt;br /&gt;&quot;Tolong buatkan aku timbangan. Aku mau menimbang&lt;br /&gt;emas.&quot; Pandai emas itu menjawab, &quot;Maaf,&lt;br /&gt;aku tidak mempunyai pengayak.&quot;&lt;br /&gt;&quot;Aku tidak ingin pengayak.&lt;br /&gt;Aku katakan timbangan, bodoh kau,&quot; jawab orang itu.&lt;br /&gt;&quot;Maaf, aku tidak mempunyai sapu juga,&quot;&lt;br /&gt;ujar pandai emas itu.&lt;br /&gt;&quot;Hentikan omongan ngelantur ini,&quot; kata orang itu.&lt;br /&gt;&quot;Engkau mendengar aku tidak?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Aku mendengarmu cukup baik&lt;br /&gt;dan aku bukan orang bodoh,&quot; kata pandai emas.&lt;br /&gt;&quot;Aku lihat bahwa engkau adalah orang tua yang gemetaran.&lt;br /&gt;Kedua tanganmu sedemikian bergetar sehingga&lt;br /&gt;engkau bakal menumpahkan emas ketika engkau&lt;br /&gt;meletakannya di atas timbangan.&lt;br /&gt;Emasmu ini adalah bubuk yang halus.&lt;br /&gt;Engkau nanti akan memintaku membuat sapu.&lt;br /&gt;kala kau menyapu, engkau akan mendapatkan baik debu&lt;br /&gt;maupun emas, dan engkau akan memintaku membuat&lt;br /&gt;pengayak untuk memisahkannya. Engkau lihat,&lt;br /&gt;aku melihat yang akhir dari yang awal.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/98-download-eBooks-Hikmah-Jalaludin-Rumi---Kisah-Pandai-Emas.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Fri, 13 Mar 2009 20:13:56 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/98-download-eBooks-Hikmah-Jalaludin-Rumi---Kisah-Pandai-Emas.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Jalaludin Rumi - Kisah Lalat</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/97-download-Islamic-eBooks-Hikmah-Jalaludin-Rumi---Kisah-Lalat.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Lalat mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, seakan-akan pengemudi kapal, di atas pucuk jerami dan (kolam air berisi) kencing keledai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&quot;Aku memandang ini lautan dan kapal!&quot; katanya. &quot;Aku telah memikirkan dalam-dalam (tafsir) itu dalam waktu yang lama.&lt;br /&gt;Lihat! Ini lautan dan ini kapal, dan aku pengemudinya yang piawai serta bijaksana.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Dia mendorong rakit itu ke laut, yang sedikit kelihatan tidak terbatas dalam pandangnya. Air kencing itu luas tidak terkira dibanding dengan dirinya: di manakah penglihatan yang bisa melihat keadaan air yang sesungguhnya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Dunianya meluas hanya sejauh pandangannya, matanya begitu besar, lautnya besar dalam kesempitan pandangannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Begitulah tafsir yang keliru: seperti si lalat, khayalnya hanya seluas air kencing keledai dan wawasannya tidak berharga seperti jerami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Jika lalat meninggalkan tafsirnya yang sempit, tentu keberuntungan akan mengubah si lalat menjadi Humdy.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Orang yang mendapat petunjuk dari Tuhan makna hakiki ajaran agama bukanlah seekor lalat, rohnya tidak sama dengan wujud lahirnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/97-download-eBooks-Hikmah-Jalaludin-Rumi---Kisah-Lalat.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Fri, 13 Mar 2009 20:11:53 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/97-download-eBooks-Hikmah-Jalaludin-Rumi---Kisah-Lalat.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Imam Al Ghazali  - NASIHAT UNTUK PARA SALIKIN (PENCARI KEBENARAN) part 6 of 6</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/96-download-Islamic-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali----NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-6-of-6.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;!--CTYPE html PUBLIC &quot;-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN&quot; &quot;http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dt--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;NASIHAT UNTUK PARA SALIKIN (PENCARI KEBENARAN)&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;part 6 of 6&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Imam Al Ghazali &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, saya telah menulis masalah ini untuk memenuhi kebutuhanmu. Kau harus melaksanakannya sebaik-baiknya. Janganlah kau melupakan saya di saat kamu berdo'a. Do'a yang kau minta dariku, carilah dalam kumpulan doa-doa yang shahih. Di bawah ini ada do'a yang baik kau baca seusai shalat wajib lima waktu. Do'a itu adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Allahumma inni as-aluka min an-ni'mah tamamuha, wamin al- 'ismah dawamuha, wamin ar-rahmah syumuluha, wamin al- 'afiyah husuluha, wamin al-'aysy argaduh, wamin al-'umur as'aduh, wamin al-ihsan atammuh, wamin al-'in'ami a'ammuh, wamin al-fadl a'zabuh, wamin al-lutfi aqrabuh. &lt;br /&gt;Allahumma kun lana wala takun 'alayna, allahumma ikhtam bi as-sa'adah ajalana, wahaqqiq bi az-ziyyadah amalana, wa aqrin bi al' 'afiyah guduwwana wa asalana, wa ij'al ila rahmatika masirana wa maalana, wa asbib sijala 'afuwwik 'ala zunubina, wamunna 'alayna bi islahi 'uyubina, wa ij'al at-taqwa 'zadana, wafidinika ijtihadana, wa 'alayka tawakkulana wa i'timaduna. &lt;br /&gt;Allahumma sabbitna 'ala nahj al- istiqamah, wa a'izna fi ad-dunya min mujibat an-nadamah yawm al-qiyamah, wa khaffif 'anna saql al-awzar, wa urzuqna 'aysyah al-abrar, wa akfina wa asrif 'anna syarr al-asyrar, wa a'tiq riqabana wa riqabi abaina wa ummahatina wa ikhwanana wa akhawatina min an-nar bi rahmatika ya 'Aziz ya Gaffar, ya Karim, ya Sattar, ya 'Alim, ya Jabbar, ya Allah, ya Allah, ya Allah bi rahmatika ya Arham ar-Rahimin, La ilaha illa Anta Subbanaka inni kuntu min az-Zalimin, wa salla Allah 'ala sayidina Muhammad wa alihi wa sahbih ajma'in. Wa al-hamd li Allah Rabb al-'alamin. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepadaMu kenikmatan yang sempurna, keterpeliharaan yang langgeng, rahmat yang meliputi, kesehatan yang menyeluruh, kehidupan yang makmur, usia yang penuh kebahagian, kebaikan yang sempurna, keniktmatan yang merata, keutamaan yang melezatkan. kelembutan yang mendekatkan. &lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah kebaikan untuk kami dan jangan jadikan kejelekan kepada kami. Ya Allah, akhirilah kehidupan kami dengan kebahagiaan, luruskanlah cita-cita kami dengan tambahan bekal kebaikan, iringkanlah kesehatan pada masa depan kami dan sekarang, Jadikanlah Rahmat-Mu sebagai tempat kembali kami dan angan-angan kami, bentangkanlah sajadah ampunan-Mu untuk dosa-dosa kami, berilah kami kenikmatan dengan memperbaiki cacat-cacat kami, jadikanlah ketaqwaan sebagai bekal kami, jadikanlah kami pejuang dalam agamamu. dan terhadap-Mu kami tawakkal dan bersandar. &lt;br /&gt;Ya Allah, tetapkanlah kami di atas jalan yang istiqamah. lindungilah kami di dunia dari sebab-sebab yang akan menyebabkan penyesalan di hari kiamat. ringankanlah beban beban dosa kami, berilah kami rezeki kehidupan orang-orang yang balk, berilah kami kecukupan. jauhkanlah kami dari kejahatan orang-orang jahat. bebaskanlah leher kami dan leher-leher bapak kami. ibu kami. saudara kami laki-laki dan saudara kami perempuan dari api neraka dengan rahmat-Mu. wahai Dzat Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun. Maha Mulia, Maha Menutupi, Maha Mengetahui, Maha Gagah, ya Allah ya Allah ya Allah, dengan rahmatMu. wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara yang pengasih. wahai Dzat Yang Maha Awal dan Maha Akhir. wahai Dzat Yang Memiliki kekuatan yang kokoh, wahai Dzat Yang Maha Mengasihi kaum miskin. wahai Dzat Yang Maha Mengasihi orang-orang yang pengasih. Tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya saya termasuk orang-orang yang zalim. Shalawat dan salam terlimpahkan kepada junjungan kami Muhammad, keluarga dan seluruh sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Penutup Dari Edisi Bahasa Arab &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hendaklah kau mengetahui bahwa menjernihkan kalbu tidak dapat dilakukan kecuali dengan jalan zikir. Sebab, Rasulullah bersabda, &quot;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kalbu itu bisa berkarat, seperti halnya besi. Mengkilapkan kalbu adalah dengan Zikir kepada Allah.&quot; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Zikir itu dengan lisan dan kalbu. Zikir lisan untuk menghasilkan zikir kalbu. Zikir kalbu untuk memperoleh muraqabah. Penjernihan yang paling mudah bagi kalbu adalah menyibukkan diri dengan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;zikir&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;tarekat Naqsyabandiyyah,&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; yaitu zikir dengan nama Zat (Allah) atau penafian dan penegasannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tatacara zikir dengan nama Zat yakni bahwa pezikir melafalkan kata Allah dengan lisan kalbu. Sebab, kalbu itu seluruhnya adalah lisan, seluruhnya pendengaran, dan seluruhnya penglihatan. Adapun tatacara zikir dengan penafian dan penegasan nama Zat adalah dengan melafalkan kalimat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;'La ilaha' &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;dengan lisan kalbu. Dengan itu, dinafikan seluruh hubungan kalbu dengan segala sesuatu selain Allah. Kemudian, dilafalkan dengan lisan kalbu kalimat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;'Illa Allah'.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Dengan itu pula, ditegaskan eksistensi ke- Esaan al-Haqq.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Apabila pezikir menzikirkan kedua nama itu dengan tatacara tersebut, dia akan memperoleh kejernihan dan kesucian kalbu. Dia akan mengenal Allah dan akan sampai kepada-Nya. Zikir ini didahulukan atas ibadat-ibadat lain setelah salat fardu dan salat-salat sunnah rawatib-nya pada seluruh waktu, sehingga diperoleh dalam kalbunya kebiasaan yang terpuji ini. Setelah itu, dia akan memperoleh semua keutamaan dari ibadat-ibadatnya itu, karena dia mengetahui jalan dalam rangka memohon kelapangan dari Allah dan jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Zikirullah adalah yang terbaik dalam tarekat &lt;br /&gt;Daripada wirid yang disandingkan dengan salat &lt;br /&gt;Lebih baik dari membaca perkataan yang benar &lt;br /&gt;Lebih baik dari amalan sunnah &lt;br /&gt;Dengan zikir akan dikilapkan karat kalbu &lt;br /&gt;Dan akan dikabulkan segala hajat &lt;br /&gt;Bersungguhlah di dalam seluruh waktu dan lazimkan zikir kepada Allah &lt;br /&gt;Niscaya engkau akan melihat apa yang datang &lt;br /&gt;Menghadapkan kepada Tuhan, tinggalkan selain-Nya &lt;br /&gt;Awasi dan naiklah pada ketinggian &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Makna Muraqabah &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Muraqabah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; adalah melihat Allah dengan pandangan batin melalui pemeliharaan sikap takzim. Ia adalah jalan yang paling dekat kepada Allah dalam ber-taqarrub kepada-Nya. Sebagaimana dikatakan, bahwa menuju kepada Allah 'Aza wa jalla dengan kalbu lebih cepat sampai daripada dengan gerakan anggota-anggota tubuh dalam amalan-amalan salat, salam, zikir, wirid dan sebagainya. Sebab, orang yang punya cita-cita yang tinggi senantiasa beramal dengan kalbunya. Jika anggota-anggota badannya tidak membantunya untuk beramal, dia senantiasa tetap dalam keadaan taqarrub (mendekat) dan tahabbub (mencintai). Kemudian, hendaklah Anda mengetahui bahwa apabila pezikir itu sampai pada martabat muraqabah, akan teguhlah baginya keesaan eksistensi Ilahi dan tampaklah padanya kelestarian beribadah. Apabila dia terus-menerus melalukan muraqabah, dia akan naik ke martabat musyahadah. Tersingkap untuknya dengan pandangan batinnya, bahwa cahaya-cahaya eksistensi keesaan Zat Ilahi meliputi segala sesuatu. Tersingkap pula, bahwasanya Allah menampakkan sifat-sifat dan nama-nama-Nya dalam segala ciptaan-Nya. Sesuai dengan kadar kesiapan para penyaksi, dia akan senang dengan cahaya-cahaya rububiyyah, dan ketersingkapan rahasia-rahasia ke-Esaan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;-- 6/ 6 -- &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;source : Imam Al Gazali, Risalah at-Tasawwuf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;--eof--&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/96-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali----NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-6-of-6.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah</category>
            <pubDate>Fri, 13 Mar 2009 20:11:51 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/96-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali----NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-6-of-6.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Imam Al Ghazali - NASIHAT UNTUK PARA SALIKIN (PENCARI KEBENARAN) part 5 of 6</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/95-download-Islamic-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali---NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-5-of-6.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;!--CTYPE html PUBLIC &quot;-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN&quot; &quot;http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dt--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;NASIHAT UNTUK PARA SALIKIN (PENCARI KEBENARAN)&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;part 5 of 6&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Imam Al Ghazali &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, saya menasihatimu dengan delapan hal dan terimalah agar ilmumu tidak menjadi musuhmu di hari kiamat. Empat dari delapan nasihat itu kau harus kerjakan dan empat lainnya harus kau tinggalkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Empat Hal yang Harus Ditinggalkan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Adapun empat hal yang harus kau tinggalkan adalah sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Meninggalkan perdebatan sedapat mungkin dan/atau menegakan hujah (alasan) bagi setiap orang yang menyebutkan suatu permasalahan&lt;/strong&gt;, karena dalam hal ini mengandung banyak tanda, di mana dosanya lebih banyak dari pada manfaatnya. Mengapa dosanya lebih hanyak, karena hal itu menjadi sumber bagi setiap akhlak yang jelek, seperti riya, hasud, sombong, dendam, permusuhan dan ujub. &lt;br /&gt;Memang benar seandainya muncul suatu masalah antara dirimu dengan seseorang atau sekelompok orang, sedangkan kau bermaksud mempertegas dan memenangkan kebenaran, sehingga kebenaran tidak tersia-sia, maka kau boleh membahas dan mendiskusikannya, Akan tetapi, hal ini pun harus memiliki dua tanda:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;pertama &lt;/strong&gt;engkau tidak mengubah sikap dan tidak membeda-bedakan antara apakah kebenaran itu muncul dari lidahmu atau teman diskusimu, Bahkan engkau akan merasa senang bila ternyata bila kebenaran itu justru tersingkap dari teman diskusimu. Sebab penerimaannya terhadap apa-apa yang bersumber dari dirinya akan lebih mudah diterima olehnya daripada apa yang bersumber darimu. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;kedua&lt;/strong&gt; diskusi di tempat yang sunyi lebih kau sukai daripada di tempat umum yang ramai. Jika kau mengatakan suatu masalah dan kau tahu bahwa kebenaran berada dipihakmu sementara dia mencemoohkan atau melecehkan, berhati-hatilah menegakan hujah dihadapannya. Tinggalkanlah dia sebab tidak ada faedah bersamanya, justru kau akan mendapat faedah bila meninggalkannya. &lt;br /&gt;Ketahuilah, mempertanyakan sesuatu yang sulit sama halnya dengan menyodorkan penyakit hati kepada seorang dokter, dan jawaban untuk pertanyaan itu merupakan salah satu upaya atau terapi menyembuhkan penyakit. &lt;br /&gt;Ketahuilah, orang yang bodoh adalah orang yang hatinya sakit, sedangkan seorang ulama yang mengamalkan ilmunya adalah seorang dokter. Ulama yang kurang ilmu, terapinya tidak mustajab. Sedangkan ulama yang sempuma, belum tentu mampu menyembuhkan setiap penyakit, tetapi hanya mampu menyembuhkan penyakit orang yang memang mengharapkan kesembuhan dan kebaikan. Jika penyakitnya sudah kronis atau akut, maka sulit diharapkan kesembuhannya. Dalam hal ini, seorang dokter atau tabib cukup mengatakan, &quot;Ini tidak mungkin disembuhkan.&quot; Karena itu, engkau jangan disibukkan dengan mengobatinya karena hanya menyia-nyiakan umur. &lt;br /&gt;Kemudian ketahuilah, penyakit bodoh ada empat macam. Tiga bisa disembuhkan, sedangkan sisanya tidak. &lt;/span&gt;&lt;ol type=&quot;i&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Penyakit bodoh yang paling tidak bisa menerima kesembuhan, adalah penyakit yang orang bodoh yang bersumber dari penyakit hasud dan marah dalam dirinya. Ketika pertanyaan yang diiringi oleh hasud itu dijawab dengan jawaban yang sangat jelas, baik dan tepat, orang itu tetap saja tidak akan menerima. tetapi semakin marah, memusuhi dan hasud. Maka jawaban yang terbaik untuk persoalan ini adalah tidak menjawabnya. Alias diam. &quot;Setiap permusuhan bisa diharapkun kesembuhannya. Kecuali permusuhan yang muncul dari hati yang hasud&quot; Oleh sebab itu, kau harus menghindar dari masalah ini, meninggalkan orang yang punya jiwa seperti ini dan tidak perlu menanggapinya. Biarkanlah ia dengan penyakit hatinya. Allah swt. berfirman: &quot;Maka berpalinglah [hai Muhammad] dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.&quot; (QS. Al Najm: 29). Hasud yang menjadi pemicu ucapan dan tindakan hanya akan menyalakan api dalam kebun ilmunya. Hasud memakan kebaikan sebagaimana api yang memakan kayu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Penyakit bodoh yang bersumber dari kedunguan. Penyakit ini pun tidak bisa disembuhkan, sebagaimana yang dikatakan Isa as: &quot;Saya mampu menghidupkan orang mati, tetapi saya tidak mampu mengohati penyakit tolol.&quot; Orang dungu adalah orang yang sibuk mencari ilmu dalam waktu yang singkat dan dangkal, dan samasekali tidak mempelajari ilmu yang rasional dan syar'iy, kemudian karena kedunguannya ia bertanya dan memprotes seorang ulama hebat yang sepanjang usianya telah digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu rasional dan syar'iy. Inilah orang dungu yang tidak tahu dan tidak menduga bahwa sesuatu yang menyulitkannya juga menjadi persoalan yang menyulitkan orang alim hebat. Jika ia tidak tahu kapasitas dirinya, maka pertanyaan yang dilontarkannya, muncul adalah cermin dari kedunguannya. Karena itu, haruslah kau berpaling dari orang yang seperti ini dan tak perlu membuang waktu untuk sibuk memikirkan jawabannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Penyakit bodoh dari orang oportunis. Orang oportunis yang selalu mencari petunjuk kepada beberapa orang yang tidak memiliki keahlian untuk memahami perkataan orang-orang terkemuka. Dia bertanya mengenai hal-hal yang tidak jelas agar mendapat manfaat (keuntungan pribadi) dari jawaban yang diberikan. Akan tetapi, karena keterbatasan pemahamamnya ia tidak mengetahui hakikatnya, Karena itu engkau tidak perlu memberikan jawaban kepadanya. Rasulullah saw. bersabda: &quot;Kami adalah kelompok para Nabi yang diperintahkan berbicara kepada manusia menurut ukuran. (kemampuan) akal mereka.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Adapun penyakit bodoh yang masih bisa disembuhkan adalah penyakit bodoh yang diderita orang berakal yang giat mencari petunjuk dan pemahaman. Ia tidak dikalahkan oleh hasud, nafsu amarah, senang syahwat,kehormatan dan harta. Ia adalah pencari kebenaran. Pertanyaan-pertanyaannya tidak lahir dari perasaan hasud, juga tidak bermaksud untul menyusahkan atau menguji. Penyakit bodoh ini bisa disembuhkan, dan yang ditanya boleh memikirkan jawabannya, bahkan wajib menjawab pertanyaannya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kau harus menghindarkan diri jadi pemberi nasihat atau penceramah atau juru dakwah &lt;/strong&gt;, karena dalam hal ini terdapat banyak penyakit, &lt;strong&gt;kecuali jika kau sudah melaksanakan apa yang telah kamu katakan&lt;/strong&gt;. Setelah itu, kau baru boleh jadi penasihat. Renungkanlah apa yang pernah dikatakan kepada 'Isa as, &quot;Hai Putra Maryam, nasihatilah dirimu. Jika kamu berhasil menasihati dirimu, maka nasihatilah orang lain. Jika tidak, maka malulah kamu kepada Tuhanmu&quot;.&lt;br /&gt;Jika kau diuji dengan perbuatan ini (jadi penasihat atau penceramah), maka jagalah dirimu dari dua hal. &lt;/span&gt;&lt;ol type=&quot;i&quot;&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pertama, &lt;strong&gt;jagalah diri dari kepura-puraan, jangan membuat kata-kata yang sulit atau kalimat yang dibuat-buat&lt;/strong&gt;, baik dalam bentuk ungkapan, isyarat, simbol-simbol, bait-bait syair maupun puisi, karena Allah memurkai orang-orang yang suka memberat-beratkan diri atau membuat kata-kata yang dibuat-buat. Orang yang memberat-beratkan diri adalah orang yang melampaui batas, dan perbuatan ini menunjukkan batinnya rapuh dan hatinya lalai. &lt;br /&gt;Padahal makna dari suatu nasihat adalah agar orang selalu ingat atau selalu berdzikir, mengingat api Akhirat dan membatasi dirinya hanya untuk berkhidmat kepada Allah; memikirkan usianya yang telah lewat yang habis digunakan untuk hal-hal yang tidak berarti; memikirkan ancaman siksaan di depan matanya; memikirkan bagaimana akhir kehidupannya, apakah berakhir dengan baik atau jelek; memikirkan bagaimana Malaikat Maut mencabut nyawanya; memikirkan apakah dirinya kelak mampu menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir; seluruh perhatiannya tercurahkan untuk kejadian-kejadian di hari Kiamat dan akibat-akibat yang ditimbulkannya; dan memikirkan apakah dirinya mampu melewati titian jalan di atas neraka dengan selamat ataukah terjatuh ke dalam jurang neraka; &lt;br /&gt;Semuanya ini harus dibangkitkan dalam benak dan kalbu mereka Hingga terpikirkan terus-menerus dalam hati dan jiwanya, sampai hatinya bergetar ketakutan. Api ketakutan yang meluap dalam dirinya akan menimbulkan ketaatan kepada Allah dan getaran-getaran ini bila diarahkan kepada Allah dinamakan ingat atau dzikir. Adanya kesadaran diri sebagai makhluk yang lemah dan terbatas, sadar atas cacat-cacat dirinya, akhirnya akan menimbulkan panas dan membakar jiwanya, menggetarkan urat-urat syarafnya, lalu mendorong dirinya untuk menebus usianya yang hilang tanpa guna, menyesali hari-harinya yang berlalu tanpa diisi ketaatan kepada Allah, yang kesemuanya ini menimbulkan rasa sadar dan ingat, yang oleh para ulama sufi dinamakan sadar atau wa'zhan.&lt;br /&gt;Memberi nasihat tanpa kepura-puraan seumpama keadaan seperti ketika kau menyaksikan banjir yang melanda kampung, lalu menerjang rumah penduduk, maka kamu tentu akan berteriak-teriak, &quot;Awaaas ... hati-hati! Cepaaat! Lariii!&quot; Apakah ketika keadaan sudah gawat seperti itu, hati dan pikiranmu masih ingin memberitahukan penduduk dengan kata-kata dan ungkapan-ungkapan yang berat-berat dan sulit dipahami, atau menggunakan sandi-sandi atau isyarat-isyarat yang hanya dimengerti orang tertentu. Sekali-kali jangan menggunakan kata-kata seperti itu. Itu adalah kebiasaan pemberi nasihat dan tukang ceramah. Kau harus menghindari kebiasaan buruk ini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kedua, &lt;strong&gt;memberi nasihat dimana nasihat-nasihatmu justru bisa menjadikan orang lari dari majelismu&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;atau menjadikan majelismu sebagai suatu pertunjukan, kemudian kamu ingin pamer kemuliaan dan penampilan yang megah&lt;/strong&gt;, sehingga orang lain mengatakan, &quot;Sebaik-baik majelis adalah majelismu ini.&quot; Semua ini harus dihindarkan karena ini termasuk tanda-tanda majelis yang condong kepada dunia atau materi. Majelis yang demikian pasti lahir karena tidak ingat Allah, alias lupa.&lt;br /&gt;Seharusnya majelismu terbentuk karena didorong oleh keteguhan semangat, tekad dan cita-citamu untuk mengajak manusia dari cinta dunia menuju cinta akhirat; dari kemaksiatan untuk dibawa kepada ketaatan; dari ambisi dunia ditarik kesikap zuhud; dari kebakhilan diubah menjadi dermawan; dari lupa dan tertipu dibawa kepada ketaqwaan; dan jadikanlah mereka mencintai akhirat dan membenci dunia. Ajarilah mereka ilmu ibadah dan zuhud karena karakter manusia senang menyimpang dari jalan syari'at dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak diridlai Allah. Oleh sebab itu, tajamkan hatimu dengan rasa takut pada Allah dan hindarkanlah dari hal-hal yang tidak menjadikan hatimu takut kepadaNya.&lt;br /&gt;Sifat batin manusia bisa berubah-ubah dan perbuatan zahirnya juga bisa berganti-ganti. Karena itu, arahkan pandangan mereka untuk bersemangat dan senang melakukan ketaatan serta kembali dari kemaksiatan. Hendaklah perkataannya senantiasa berhubungan dengan masalah ilmu kezuhudan dan ibadah. Sepatutnya kau perhatikan keinginan mereka, apakah menyimpang dari keridhaan Allah atau tidak; perhatikan kecenderungan kalbu mereka, apakah menyimpang dari syarat atau tidak; dan juga perhatikan amalan dan akhlaknya yang tercela dan yang terpuji, akhlak manakah yang lebih dominan. &lt;em&gt;Orang yang ketakutannya lebih dominan, kembalikanlah pada harapan &lt;strong&gt;{raja).&lt;/strong&gt; Sebaliknya, orang yang harapannya lebih dominan, kembalikanlah pada ketakutan &lt;strong&gt;(khawf)&lt;/strong&gt;, dengan cara yang mereka pahami, sehingga pada akhirnya sifat-sifat tercela secara lahir dan batin akan sirna dan digantikan dengan sifat-sifat terpuji.&lt;/em&gt; Mereka akan selalu berhasrat pada ketaatan, setelah sebelumnya mereka malas untuk melakukannya. Mereka membenci kemaksiatan, setelah sebelumnya mereka rakus melakukannya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ini adalah jalan peringatan dan nasihat. Setiap peringatan / nasihat yang tidak seperti yang disebutkan diatas adalah bencana bagi orang yang memberi nasihat maupun bagi yang mendengarkannya. Bahkan, pemberi nasihat yang menyesatkan adalah hantu-hantu gentayangan yang mengajak pergi manusia dari jalan keselamatan, untuk kemudian diajak ke tempat yang seram, lalu mereka dibinasakan. Karena itu, mereka harus menjauhi nasihat semacam ini dan orang yang memberikannya, karena meskipun nasihat-nasihatnya bermanfaat secara agama, nasihat itu tidak mampu menghindarkannya dari tarikan setan. Barangsiapa mempunyai tangan dan kekuasaan, maka wajib baginya menurunkan penasihat / pendakwah semacam ini dari mimbarnya dan mencekalnya supaya tidak bergaul dan mempengaruhi orang. Melakukan ini termasuk perintah agama.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hal ketiga, yang harus kau tinggalkan adalah &lt;strong&gt;janganlah bergaul dengan para penguasa dan sultan&lt;/strong&gt;. Jangan memandang mereka karena, memandang mereka dan duduk semajelis dengan mereka, akan mendatangkan bencana besar. Jika kamu diuji dengan kehadiran mereka atau kau dekat dengan mereka, maka jangan sekali-kali kamu memuji-muji mereka, karena Allah murka terhadap orang yang memuji-muji orang fasik dan zalim. Barangsiapa berdoa untuk kelanggengan kekuasaan mereka, berarti ia suka terhadap orang yang membuat kemaksiatan di muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hal keempat, &lt;strong&gt;janganlah kau menerima pemberian penguasa atau sultan, termasuk juga hadiah&lt;/strong&gt;, walaupun kau tahu bahwa pemberian itu dari harta halal, karena tamak terhadap pemberian penguasa bisa merusak agama. Hal itu dikarenakan penerimaan ini bisa mendorong kamu bersikap menjilat, mengambil muka, mencari perhatiannya, dan bahkan setia menemaninya dalam kezaliman. Semua ini akan merusak agama, paling tidak kau senang dan berharap penguasa itu usianya panjang, kekuasaannya stabil dan lestari, sehingga kau tetap mendapatkan manfaat darinya, yaitu hadiah-hadiah dan berbagai pemberian. Barangsiapa senang terhadap kelanggengan kezaliman, berarti ia juga ikut mendukung adanya kezaliman dan bahkan ikut mendorong rusaknya alam. Hal mana yang lebih membahayakan agama dan menimbulkan akibat yang lebih besar daripada perbuatan ini. Hati-hatilah kau terhadap tipuan setan melalui pemberian para penguasa. Mungkin di antara tipuan itu akan berkata kepadamu, &quot;Sebaiknya kamu mengambil dinar dan dirham pemberian para penguasa itu, yang kemudian kamu membagi-bagikannya kepada kaum fakir-miskin. Mereka memberikan nafkah dalam kefasikan dan kemaksiatan. sedangkan sedekahmu kepada orang-orang lemah lebih baik daripada sedekah mereka.&quot; Banyak orang terkutuk yang dipenggal leher mereka karena bisikan yang menyesatkan ini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Empat Hal yang Harus Dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Adapun empat hal yang harus kau lakukan adalah sebagai berikut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Jadikanlah mu'amalah atau seluruh perbuatanmu bersama Allah.&lt;/strong&gt; Artinya. seandainya budakmu bekerja sama dengamu, engkau rela menerimanya, engkau tidak sempit hati, tidak resah juga tidak marah. Engkau juga tidak rela jika budakmu diperlakukan tidak baik atau menerima balasan yang tidak pantas. Terhadap Allah, kamu harus lebih baik, karena ia junjunganmu yang hakiki.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Setiap engkau bekerja dengan manusia. maka usahakanlah ia senang dan rela sebagaimana kau senang dan rela terhadap dirimu sendiri&lt;/strong&gt;, karena iman seseorang tidak dianggap sempurna sampai orang itu mencintai seluruh manusia sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Jika engkau membaca atau mempelajari suatu ilmu; ilmu tersebut haruslah: yang bermanfaat untuk kau amalkan&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;yang sesuai dengan hatimu dan yang menyucikan jiwamu.&lt;/strong&gt; Hal ini seperti jika kamu merasa bahwa usiamu tinggal seminggu, maka engkau tidak perlu menyibukkan diri dengan mempelajari ilmu fiqih, akhlak, ushul fiqih, akhlak, ilmu kalam dan ilmu-ilmu sejenisnya (ilmu zahir), karena engkau sudah tahu bahwa ilmu-ilmu tersebut tidak akan mencukupi atau memuaskan jiwamu. Sebaliknya, kau harus menyibukkan diri dengan mengontrol hati, memahami sifat-sifat jiwa dan nafsu, berpaling dari urusan keduniaan, menyucikan jiwa dari akhlak yang tercela, sibuk dengan mencintai Allah dan hambaNya serta menyempurnakan diri dengan sifat-sifat yangbaik. Siangdan malam tidak dilewatinya kecuali diisi dengan ibadah dan ingat kepada Allah serta berusaha dan memohon agar maut menjemputnya di saat-saat baik seperti ini.&lt;br /&gt;Wahai Anakku. dengarkanlah ucapan yang lain, kemudian renungkanlah sehingga engkau menemukan kesimpulannya. Seandainya kaau memperoleh berita bahwa seminggu lagi seorang Sultan atau Raja memilihmu jadi menteri. Sudah pasti kau pada saat-saat itu sibuk memperbaiki diri. Engkau akan berusaha, bersikap dan berperilaku sebaik mungkin karena kamu tahu bahwa pandangan dan penilaian Sultan sangat berpengaruh jadi tidaknya kau diangkat sebagai menteri. Pakaian, badan, penampilan, rumah dan bahkan kamar-kamar pribadimu, kau perbaiki sebaik mungkin, sehingga ketika utusan Sultan datang, ia berpikiran positif terhadapmu. Sekarang pikirkanlah sabda Rasulullah saw. ini:&lt;br /&gt;&quot;Sesungguhnya Allah tidak memandang bentuk luarmu, juga tidak perbuatan zahirmu, akan tetapi Dia memandang hati dan niatmu.&quot; Jika engkmu benar-benar menginginkan ilmu yang membahas suasana batin, maka pelajarilah kitab Ihya' dan beberapa karangan saya lainnya. Ilmu batin adalah ilmu fardlu 'ain, sedangkan lainnya fardlu kifayah kecuali yang berkaitan dengan kewajiban melaksanakan perintah-perintah dan larangan-larangan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Janganlah engkau meyimpan harta benda melebihi dari apa yang dibutuhkan.&lt;/strong&gt; Rasulullah saw. bersabda: &quot;Ya Allah, jadikanlah rizki keluarga Muhammad itu sekadar untuk mencukupi kebutuhan&quot;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;-- 5 / 6 --&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;source : Imam Al Gazali, Risalah at-Tasawwuf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/95-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali---NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-5-of-6.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah</category>
            <pubDate>Fri, 13 Mar 2009 20:11:45 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/95-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali---NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-5-of-6.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Imam Al Ghazali - NASIHAT UNTUK PARA SALIKIN (PENCARI KEBENARAN) part 4 of 6</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/94-download-Islamic-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali---NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-4-of-6.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;!--CTYPE html PUBLIC &quot;-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN&quot; &quot;http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dt--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;NASIHAT UNTUK PARA SALIKIN (PENCARI KEBENARAN)&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;part 4 of 6&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Imam Al Ghazali &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Makna Seorang Syekh atau Mursyid&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Makna mendidik bagi seorang mursyid menyerupai pekerjaan seorang petani, yaitu sama dalam kemampuan mencabut duri dan rerumputan, kemudian mengeluarkan tanam-tanaman sampingan di sekitarnya yang sekiranya mengganggu tanaman pokok, sehingga tanaman yang dipelihara menjadi baik dan buahnya sempurna. Seorang syekh atau mursyid terhadap salik atau muridnya harus mampu menunjukkan dan mengantarkannya kejalan Allah, karena Allah telah mengutus seorang Rasul (utusan) kepada hamba-hambaNya agar menunjukkan mereka ke jalan Allah. Ketika Rasulullah saw. wafat, kedudukannya sebagai guru dan penuntun umat digantikan oleh para khalifahnya yang terpilih. Para khalifah ini mendidik dan mengantarkan umat kejalan Allah. Dengan demikian, para khalifah Rasul juga mempunyai peran sebagai guru, mursyid, syekh atau pendidik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Syarat Seorang Syekh atau Mursyid&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Syarat seorang syekh atau mursyid yang layak menjadi pengganti Rasulullah saw. haruslah orang yang alim. Akan tetapi, tidak setiap orang yang alim patut menduduki jabatan khalifah atau pengganti Rasulullah. Di bawah ini akan dijelaskan sebagian tanda orang alim yang pantas menjadi mursyid, agar tidak setiap orang yang alim mengaku-ngaku mursyid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;dia tidak mencintai dunia, jabatan dan kehormatan; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;diapun telah dididik ditangan mursyid juga. Ia mengikuti mursyid yang memiliki penglihatan batin dan mursyidnya bersambung ke mursyid-mursyid sebelumnya hingga mata rantainya sampai kepada Rasulullah saw.;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;dia senantiasa melatih jiwanya dan menjalankan riyadlah dengan sedikit makan, minum, bicara dan tidur &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;dia banyak melakukan shalat sunnah, sedekah dan puasa;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;dia dikenal memiliki akhlak yang terpuji berupa sabar, tekun, syukur, tawakkal, yakin, berjiwa tenang (tumaninah), qana'ah, dermawan, tawadu', rendah hati, alim, jujur, punya rasa malu, tepat janji, wibawa, lembut dan tenang, &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;dia disucikan dari akhlak tercela seperti takabur, kikir, hasad, dengki, tamak, panjang angan-angan, gegabah dan sebagainya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;dia harus terhindar dari fanatisme dan perasaan tak butuh ilmu dari yang lain karena merasa cukup dengan ilmunya sendiri (istagna) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;maka ia adalah cahaya dari pancaran cahaya-cahaya Rasulullah saw. Orang yang seperti ini layak diikuti dan dijadikan mursyid. Akan tetapi, untuk menemukan yang seperti ini sangat sulit dan memang jarang. Sebab, banyak orang yang mengaku mursyid, tetapi pada dasarnya dia hanya mengajak manusia kepada permainan dan perbuatan yang tak berguna. Bahkan, ada atheis yang mengaku sebagi mursyid dengan menyimpang dari syari'ah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Karena banyaknya orang yang mengaku mursyid, para mursyid yang sesungguhnya menjadi tersembunyi. Dengan beberapa hal yang telah kusebutkan, akan diketahui mursyid yang hakiki, yaitu yang tak menyimpang dari hal di atas. Tetapi jika menyimpang dari hal di atas, maka dia hanya orang yang mengaku sebagai mursyid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Di antara kebahagiaan yang paling bahagia adalah menemukan mursyid atau syekh seperti yang yang tanda-tandanya kami sebutkan di muka, dan terlebih jika dia menerima sebagai muridnya. Jika sudah menemukannya, maka murid wajib memuliakannya secara zahir dan batin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Memuliakan Mursyid Secara Zahir dan Batin &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Menghormati mursyid secara zahir di antara bentuknya adalah tidak mendebatnya dan tidak mengajaknya adu argumen dalam setiap masalah, walaupun ia menemukan mursyidnya bersalah. Di samping itu, ia tidak menginjak sajadah mursyidnya dan tidak duduk dikarpetnya kecuali di saat menunaikan shalat berjamaah dengannya, dan jika selesai shalat, sajadah dan karpetnya diangkat. Ia juga tidak banyak melakukan shalat sunnah ketika mursyidnya sedang hadir dan siap melaksanakan perintahnya dengan sekuat tenaga dan kesempatan.yang dimilikinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Adapun menghormati mursyid secara batin adalah tidak munafik kepadanya. Setiap apa yang didengar dari mursyidnya, lalu diterimanya sebagai nasihat dan petunjuk secara zahir, maka batinnya tidak boleh mengingkarinya, baik secara ucapan maupun tindakan, agar ia tidak disifati munafik. Jika tidak mampu meninggalkan teman yang bisa mencocokkan batin dan zahir, ucapan dan perbuatan, maka jagalah dirimu dari berkawan dengan orang-orang yang berakhlak jelek, supaya ruang gerak setan dari bangsa jin dan manusia terbatas, sehingga batinmu tetap jernih dan tidak terkotori oleh bisikan setan. Dalam setiap keadaan, pilihlah kefakiran daripada kaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dua Karakter Utama Tasawuf &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kemudian, ketahuilah, bahwa tasawuf memiliki dua karakter utama, yaitu &lt;em&gt;&lt;strong&gt;istiqamah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;diam&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (tidak terpengaruh oleh ulah makhluk).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Barangsiapa beristiqamah, tetap dalam kebaikan, berakhlak baik kepada semua manusia, dan mempergauli mereka dengan sikap asih dan dermawan, maka ia adalah seorang sufi. Istiqamah adalah menebus bagian dirinya untuk dirinya. Di antara tanda akhlak yang baik adalah tidak mengajak manusia untuk mengikuti kehendak dirinya sendiri, tetapi mengajak dirimu kepada kehendak orang banyak, selama kehendak mereka tidak menentang syari'at. Artinya, tidak egois terhadap kebenaran dirinya sendiri, tetapi menuruti kebenaran umum yang sesuai dengan syara'.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Makna Ibadah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Engkau juga menanyakan kepada saya persoalan ibadah. Ketahuilah, ibadah ada tiga macam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pertama, menjaga (memahami dan mengamalkan secara istiqamah) syari'at. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kedua, ridla terhadap semua qadla', qadar dan pembagian Allah. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ketiga, meninggalkan ridla terhadap dirinya sendiri dalam rangka mencari ridla Allah. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Makna Tawakal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Engkau pun bertanya kepada saya tentang &lt;em&gt;&lt;strong&gt;tawakkal&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Ketahuilah, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;tawakkal &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;adalah keteguhan keyakinanmu terhadap Allah atas apa yang dijanjikanNya. Artinya, kau yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa apa yang telah ditakdirkan atau digariskan atau dinasibkan kepadamu pasti akan sampai kepadamu, walaupun semua orang di dunia berusaha mencegah dan mengalihkannya darimu. Sebaliknya, apapun yang tidak dipastikan atau dicatatkan untukmu juga tidak akan sampai kepadamu, sekalipun seluruh penduduk alam menolongmu menuju kesana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Makna Ikhlas &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Engkau juga bertanya kepadaku tentang &lt;em&gt;&lt;strong&gt;ikhlas&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Ketahuilah,&lt;em&gt;&lt;strong&gt; ikhlas&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; adalah seluruh amalmu yang kau peruntukkan kepada Allah semata. Hatimu tidak terpengaruh oleh pujian manusia dan kau tidak mempedulikan cercaan mereka. Ketahuilah, ria' lahir karena mengagung-agungkan makhluk. Cara untuk menghilangkan ria' adalah dengan memandang mereka tidak berarti, tidak punya kuasa, dan tunduk di bawah kekuasaan Allah. Kau memandang mereka seperti benda-benda tidak bernyawa yang tidak mempunyai kuasa dan kemampuan mendatangkan kesenangan dan kesengsaraan, sehingga kau berhasil membersihkan hatimu dari penglihatan mereka. Selama engkau masih memiliki pandangan bahwa makhluk mempunyai kuasa dan kekuatan serta kehendak, maka ria' tidak akan terjauhkan darimu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, sisa dari permasalahanmu sebagian sudah terjawab dalam beberapa kitab susunan saya, maka carilah sendiri. engkau kerjakan semampumu atas apa yang telah kau ketahui agar apa yang belum engkau ketahui disingkapkan oleh Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, setelah ini, janganlah engkau bertanya kepada saya tentang sesuatu yang akan semakin memberatkanmu kecuali engkau bertanya dengan lidah hati. Allah swt. berfirman: &quot;Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai engkau keluar menemui mereka, sesungguhnya itu adalah lebih baik bagi mereka.&quot; (QS. Al Hujurat: 5).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Terimalah nasihat Nabi Khidir as ketika berkata: &quot;Janganlah engkau menanyakan kepada saya tentang suatu apapun sampai saya sendiri menerangkannya kepadamu.&quot; (QS. Al Kahfi: 70).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jangan pula engkau terburu-buru bertanya hingga jawaban itu sampai kepadamu atau disingkapkan kepadamu suatu rahasia dan engkau melihatnya: &quot;Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda azabKu. Maka janganlah engkau minta kepadaKu mendatangkannya dengan segera.&quot; (qs. Al Anbiya': 37).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Janganlah engkau bertanya kepadaku sebelum waktunya. Yakinlah bahwa engkau tidak akan sampai kecuali dengan berjalan menempuhnya, karena Allah berfirman: &quot;Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan.&quot; (QS. Al Rum: 9).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, jika engkau berjalan dengan Allah, engkau akan melihat banyak keajaiban di setiap tempat yang engkau singgahi. Persembahkan ruhmu, karena modal utama perjalanan ini adalah keberanian mempersembahkan ruh, sebagai mana yang dikatakan Dzu Al Nun Al Mishr kepada salah seorang muridnya, &quot;Jika engkau mampu mempersembahkan ruh, maka berangkatlah. Jika tidak mampu, maka jangan sekali-kali menyibukkan diri dengan laku sufi.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;-- 4 / 6 -- &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;source : Imam Al Gazali, Risalah at-Tasawwuf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/94-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali---NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-4-of-6.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah</category>
            <pubDate>Fri, 13 Mar 2009 20:11:36 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/94-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali---NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-4-of-6.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Imam Al Ghazali - NASIHAT UNTUK PARA SALIKIN (PENCARI KEBENARAN) part 3 of 6</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/93-download-Islamic-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali---NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-3-of-6.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;!--CTYPE html PUBLIC &quot;-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN&quot; &quot;http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dt--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;NASIHAT UNTUK PARA SALIKIN (PENCARI KEBENARAN)&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;part 3 of 6&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Imam Al Ghazali &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hal yang Wajib Bagi Murid yang Menempuh Jalan al Haq &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, sebagian pertanyaanmu sudah terjawab. Sebagian yang lain jawabannya telah kami sebutkan dalam kitab Ihya' dan beberapa kitab yang lain. Sampai di sini, ingat-ingatlah penjelasan tersebut. Sekarang kami akan memulainya lagi. Kami katakan bahwa seorang perambah kebenaran yang sedang menuju Tuhan, wajib menempuh beberapa langkah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pertama,&lt;/strong&gt; memiliki keyakinan yang benar dan tidak mengandung bid'ah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kedua, &lt;/strong&gt;tobat nashuha atau tobat yang benar dan setelahnya tidak kembali lagi melakukan kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, &lt;/strong&gt;minta kerelaan atau keikhlasan orang yang pernah dianiaya atau disakiti sehingga tidak ada lagi orang yang menuntut haknya kepadamu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Keempat, &lt;/strong&gt;menguasai ilmu syari'at yang cukup mengantarkanmu untuk melaksanakan perintah-perintah Allah, kemudian ilmu-ilmu akhirat yang lain yang akan menyelamatkanmu dari murka Allah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dikisahkan bahwa Al Syibii pernah berguru, melayani dan menemani 400 guru. Kemudian ia berkata. &quot;Saya telah membaca 4.000 hadis. kemudian saya memilih satu hadis dan mengamalkannya, sedangkan sisanya saya kesampingkan, karena saya telah merenungkannya masak-masak, lalu saya menemukan keselamatanku dalam pengamalan satu hadis itu. Ilmu orang-orang terdahulu dan orang-orang yang datang kemudian, seluruhnya terangkum dalam satu hadis itu, maka saya mencukupkan dengannya. Demikian itu saya lakukan karena Rasulullah saw. berkata kepada sebagian sahabatnya: &quot;Beramallah untuk duniamu sesuai dengan kadar maqammu (kedudukan). Beramallah untuk akhiratmu sesuai dengan kadar keabadianmu di dalamnya. Beramallah untuk Allah sesuai dengan kebutuhanmu kepadaNya. Beramallah untuk neraka sesuai dengan kadar kesabaranmu (ketahananmu) untuk menghadapinva.&quot; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, jika engkau mengetahui hadis ini. maka kau tidak memerlukan lagi ilmu yang banyak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Renungkanlah hikayat lain, yaitu tentang Hatim Al Ashammi. Ia telah mengabdi dan berguru kepada Syaqiq Al Balkhiy. Suatu hari, gurunya bertanya, &quot;Kau telah menemaniku semenjak, 30 tahun silam. Apa yang engkau peroleh selama itu?&quot; &quot;Saya mendapatkan delapan faidah dari ilmu yang engkau ajarkan,&quot; jawah Hatim. &quot;Kedelapannya sudah mencukupi saya karena saya hanya mengharapkan keselamatan dengannya,&quot; lanjut Hatim. &quot;Apa saja itu,&quot; tanya Syaqiq. Hatim kemudian menjelaskannya sebagaimana berikut : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Faidah yang pertama&lt;/strong&gt;, saya memperhatikan manusia, lalu saya melihat setiap orang memiliki kekasih yang selalu dicintai dan dirindukan. Sebagian orang mempunyai kekasih yang kekasihnya itu menemaninya hingga ia sakit sampai membawanya pada kematian. Sebagian lagi menemaninya sampai ke liang lahat, kemudian kekasihnya itu meninggalkannya sendirian. la tidak mau ikut masuk ke dalam kubur. Tidak satu pun kekasih vang selama di dunia dikasihaninva bersedia menemaninya masuk ke liang lahat. Saya pun berpikir dan akhirnya berkata, &quot;Kekasih yang paling utama adalah kekasih yang dengan setia menemani kekasihnya hingga ke liang lahat dan menghiburnya di dalam kuburannya. Saya tidak menemukan kekasih seperti ini selain amal shalih. Karena itu, saya mengambilnya jadi kekasih agar ia menjadi lampu saya di kuburan, menemani saya dengan setia dan tidak meninggalkan saya sendirian.&quot; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Faidah kedua&lt;/strong&gt;, saya melihat manusia menuruti hawa nafsu mereka dan bersegera memenuhi kehendak nafsu, lalu saya ingat firman Allah: &quot;Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.&quot; (Q.S. An Nazi'at: 10-11). Saya yakin bahwa Al Quran benar, maka saya bersegera menentang hawa nafsu saya. menyingsingkan lengan untuk memerangi keinginannya dan kenikmatan dunia yang dicita-citakannya, sampai saya benar-benar ridla mentaati Allah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Faidah ketiga&lt;/strong&gt;, saya melihat setiap manusia berusaha mendapatkan dunia dan mengumpulkan serpih-serpihannya, kemudian menahan dan menyimpannya. Lalu saya berpikir dan ingat firman Allah: &quot;Apa yang di sisimu akan lenyap dan apa yang di sisi Allah adalah kekal.&quot; (QS. an-Nahl: 96). Sejak itu, kenikmatan dunia yang saya peroleh saya gunakan untuk mencari ridla Allah. Harta benda yang saya miliki saya bagi-bagikan kepada kaum fakir-miskin agar menjadi simpanan saya di sisi Allah. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Faidah keempat&lt;/strong&gt;, saya melihat manusia menduga bahwa kemuliaan dan kejayaan terletak pada banyaknya pengikut, keluarga yang kuat kuat dan keturunan, lalu mereka tertipu dengan apa yang dibangga-banggakan. Sebagian orang merasa yakin bahwa harta dan keturunan yang banyak adalah sumber kemuliaan, lalu mereka memilih dan membangga-banggakannya. Ada pula yang menduga bahwa kemuliaan dan kejayaan terletak pada keberhasilan merampas harta orang-orang, menganiaya dan menumpahkan darah mereka. Juga ada sekelompok orang yang yakin bahwa merusak harta atau menghabiskannya dan menghambur-hamhurkannya adalah tanda kemuliaan, lalu saya berpikir dan ingat firman Allah: &quot;Sesungguhnya orang yang paling mulia di antaramu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.&quot; (Qs. Al Hujurat: 13). Maka saya memilih ketaqwaan dan saya yakin bahwa Al Quran adalah benar, sedangkan dugaan mereka semua adalah salah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Faidah kelima&lt;/strong&gt;, saya melihat manusia saling mencela dan menggunjing. Saya pun sadar bahwa semua itu disebabkan oleh hasud yang bersumber pada masalah harta, kehormatan dan ilmu. Saya akhirnya berpikir dan ingat firman Allah: &quot;Kami telah menentukan diantara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.&quot;(QS.Az-Zukhruf:32). Saya pun sadar bahwa pembagian dari Allah yang sudah ditetapkan sejak zaman Azali, maka saya tidak hasud kepada siapapun dan ridla atas pembagian Allah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Faidah keenam&lt;/strong&gt;, saya melihat manusia saling memusuhi, mengumpat dan mencela, lalu saya merenung dan ingat firman Allah: &quot;Sesungguhnya setan adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh[mu].&quot; (QS. Fathir: 6). Saya pun mengetahui bahwa tidak ada yang boleh dijadikan musuh selain setan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Faidah ketujuh&lt;/strong&gt;, saya melihat setiap orang berusaha, mencari dan berjuang dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh makanan dan kehidupan yang mapan, lalu ia terjatuh keperbuatan atau barang yang syubhat dan haram, merendahkan jiwanya dan mengurangi derajat kemanusiaannya. Saya pun berpikir dan menemukan firman Allah: &quot;Dan tidak ada binatang yang melata di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.&quot; (QS. Hud: 6). Saya pun tahu bahwa rezeki saya ditanggung Allah. Saya pun pasrah dan sibuk beribadah kepadaNya serta memangkas ambisiku kepada selainNya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Faidah kedelapan&lt;/strong&gt;, saya melihat hampir setiap orang menyandarkan hidupnya pada sesuatu yang dimiliki makhluk. Sebagian menyandarkannya kepada dinar dan dirham. Sebagian lagi kepada harta dan kekuasaan. Sebagian kepada jabatan dan perusahaan, dan sebagian yang lain kepada sesama makhluk. Lalu saya berpikir dan menemukan firman Allah: &quot;Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan [keperluan]nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan [yang dikehendaki]Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.&quot; (qs. Al Thalaq: 3). Setelah itu, saya pasrah total kepada Allah, karena hanya Dia yang mencukupiku dan sebaik-baik Wakilku (penolong). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Setelah mendengar penuturan Hatim dengan delapan kesimpulannya itu, Syaqiq berkata, &quot;Semoga Allah senantiasa memberimu taufiq. Saya pernah mempelajari Taurat, Injil, Zabur dan Al Quran, dan saya menemukan isi dari keempat kitab ini berputar sekitar delapan faidah itu. Barangsiapa mengamalkannya, berarti ia telah memahami keempat Kitab Suci ini.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, dari dua hikayat ini saya tahu bahwa engkau tidak butuh banyak ilmu. Sekarang saya akan menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh seorang salik atau perambah jalan sufi atau jalan spiritual menuju Allah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kelima, &lt;/strong&gt;ketahuilah, seorang salik atau murid sufi harus mempunyai maha guru spiritual atau mursyid yang mampu mendidik muridnya untuk menghilangkan akhlak jeleknya dari dirinya, kemudian menjadikannya orang yang berakhlak baik dan mulia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;-- 3 / 6 --&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;source : Imam Al Gazali, Risalah at-Tasawwuf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/93-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali---NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-3-of-6.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah</category>
            <pubDate>Fri, 13 Mar 2009 20:09:42 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/93-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali---NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-3-of-6.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Imam Al Ghazali  - NASIHAT UNTUK PARA SALIKIN (PENCARI KEBENARAN) part 2 of 6</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/92-download-Islamic-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali----NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-2-of-6.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;!--CTYPE html PUBLIC &quot;-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN&quot; &quot;http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dt--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;NASIHAT UNTUK PARA SALIKIN (PENCARI KEBENARAN)&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; part 2 of 6&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Imam Al Ghazali &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Ilmu Tanpa Amal Adalah Gila dan Amal Tanpa Ilmu Tidak Bergu&lt;/strong&gt;na&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, berapa banyak malam yang engkau menghidupkannya dengan mendalami ilmu dan mempelajari buku-buku serta menahan diri sekuat tenaga untuk tidak tidur: Saya tidak tahu faktor apa yang membangkitkanmu melakukan itu, meskipun kau memperoleh harta benda yang banyak, menarik kendalinya, mendapatkan berbagai kedudukan, dan membangga-banggakan keberhasilan itu di depan teman-teman dan orang-orang yang seangkatan denganmu. Celakalah kamu dan kamu benar-benar celaka! Jika tujuanmu dan seluruh perbuatanmu itu untuk menghidupkan syari'at Nabi saw., mendidik akhlak dan menahan nafsu amarah, maka berbahagialah kamu, kemudian berbahagialah kamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Terjaga matamu untuk selain Wajah- Mu&lt;br /&gt;Hanyalah kesia-sian &lt;br /&gt;Tangisanmu karena kehilangan kekasih selain-Mu&lt;br /&gt;Hanyalah kebatilan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, hiduplah sekehendakmu! maka sesungguhnya engkau akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau kehendaki! maka sesungguhnya engkau pasti berpisah dengannya. Ber-amal-lah sekehendakmu! maka sesungguhnya engkau pasti dibalas atas perbuatan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, manfaat apa yang kau peroleh dengan keberhasilanmu menguasai ilmu kalam, ilmu debat, ilmu kedokteran, ilmu undang-undang kepemerintahan, ilmu syair, perbintangan, ilmu musik, dan tata bahasa. Saya melihatmu tidak memperoleh manfaat apa-apa selain umurmu yang tersia-sia dengan menentang Tuhanmu. Sesungguhnya saya melihat di dalam Injil Isa as berkata, &quot;Satu jam saja yang disia-siakan dari seluruh usianya hingga orang itu menjadi jenazah yang diantarkan ke kuburan akan ditanya oleh Allah dengan 40 pertanyaan. Pertama akan ditanya, 'HambaKu, selama bertahun-tahun kamu mensucikan tubuhmu dari (karena) pandangan makhluk, dan kamu tidak mensucikannya satu saat pun dari (karena) pandanganKu, padahal setiap hari Allah memandang hatimu dengan berkata: Kamu telah berbuat untuk selainKu, padahal kamu dikelilingi dengan kebaikanKu. Engkau tuli tidak mendengar.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, ilmu tanpa amal adalah gila dan amal tanpa ilmu tidak berguna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ketahuilah, ilmu yang pada hari di mana kau hidup tidak menjauhkanmu dari maksiat, tidak membawamu pada ketaatan, dan kelak tidak menjauhkanmu dari neraka Jahannam. Jika pada hari itu kau tidak mengamalkannya dan tidak menebus hari-hari yang telah lewat dengan mengamalkan ilmu, maka kelak di hari kiamat kau akan berkata, &quot;Tuhan, kembalikan kami ke dunia, kami akan beramal shalih.&quot; Keluhan itu akan dijawab, &quot;Hai orang tolol, dari sana kamu datang!&quot; Wahai Anakku, jadikanlah cita-cita dan semangat yang tinggi dalam ruhmu, keteguhan di dalam jiwa, dan kematian dalam badan, karena tempat kembalimu adalah kuburan. Penghuni kubur selalu menantimu setiap saat dan bertanya-tanya kapan kau menyusul mereka. Karena itu, hati-hatilah jangan sampai engkau menyusul mereka dengan tanpa bekal.Abu Bakar Shiddiq ra berkata. &quot;Ini adalah jasad yang menjadi sarang burung atau menjadi liang binatang melata. Berpikirlah kamu! Renungkanlah dirimu. mana di antara dua pilihan itu yang engkau pilih. Jika kau ingin jasadmu menjadi burung yang terbang tinggi, maka dengarkanlah dengung panggilan Tuhan. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan terbang tinggi ke hadiratNya,lalu hinggap di pelataranNya yang tinggi dengan permata hatimu. Rasulullah saw. bersabda: &quot;Arsy Dzat Yang 'Maha Pengasih bergetar hebat karena kematian Su'ad bin Mu'udz.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Engkau berlindunglah kepada Allah agar jasadmu tidak menjadi liang binatang melata. Allah swt. berfirman: &quot;Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.&quot; (QS.Al Araf:179). Jika sudah demikian, tandanya kau tidak aman. Kepindahanmu dari pojok kampung dunia ke dasar neraka tidak aman. Kau dilemparkan dari dunia ke jurang neraka yang terdalam. Diriwayatkan bahwa Hasan Basri diberi segelas minuman air putih yang dingin. Ia mengambil gelas itu dan tiba-tiba ia tidak sadar sehingga gelas itu terjatuh dari tangannya. Ketika sudah siuman, ia ditanya, &quot;Mengapa engkau, hai Abu Sa'id (panggilan Hasan Basri)?&quot; la menjawab, &quot;Saya ingat angan-angan penduduk neraka ketika mereka berkata kepada penduduk surga, 'Berilah kami sedikit air atau rezeki yang kamu terima dari Allah.'&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, seandainya ilmu saja sudah kau anggap cukup dan kau tidak butuh amal selain ilmu itu, tentu ada seruan yang bertanya-tanya, &quot;Adakah ia seorang pemohon, adakah ia seorang yang minta ampun, adakah ia seorang yang bertobat? Ia adalah seorang yang sia-sia dan tidak memiliki faidah.&quot; Diriwayatkan bahwa sekelompok sahabat mendatangi Rasulullah saw. dan mengadukan kepada beliau perihal Abdullah bin 'Umar; lalu dijawab, &quot;Sebaik-baik pria adalah ia seandainya ia shalat malam.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Rasulullah saw. berkata kepada salah seorang sahabatnya, &quot;Hai Fulan Janganlah kamu banyak tidur malam, karena banyak tidur malam menyebabkannya fakir pada hari kiamat.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, di sebagian malam, bertahajjudlah kamu. Jadikanlah tahajjud sebagai perintah. Di waktu sahur, mereka yang mohon ampun adalah bersyukur. Orang-orang yang mohon ampun di waktu sahur adalah dzikir. Rasulullah saw. bersabda: &quot;Tiga suara yang dicintai Allah [adalah]: suara kokok ayam jantan, suara orang membaca Al Quran dan suara orang mohon ampun di waktu sahur.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sufyan Al Tsauri berkata, &quot;Sesungguhnya Allah menciptakan angin di waktu sahur untuk membawa dzikir dan istigfar ke Dzat Maha Raja dan Maha Perkasa.&quot; Ia juga berkata,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Jika sudah memasuki awal malam, ada seruan yang menyeru dari bawah Arsy: &lt;br /&gt;Ingatlah, bangunlah, hai orang-orang yang ahli ibadah. &lt;br /&gt;Mereka pun bangun dan shalat seperti yang dikehendaki Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di pertengahan malam, ada seruan lagi yang menyeru: &lt;br /&gt;Ingatlah, bangunlah, hai orang-orang yang taat. &lt;br /&gt;Mereka pun bangun dan shalat hingga waktu sahur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah memasuki waktu sahur, ada seruan lagi yang menyeru: &lt;br /&gt;Ingatlah, bangunlah, hai orang-orang yang mohon ampun. &lt;br /&gt;Mereka pun bangun dan mohon ampun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika waktu fajar telah tiba, ada seruan lagi yang menyeru: &lt;br /&gt;Ingatlah, bangunlah, hai orang-orang yang lupa. &lt;br /&gt;Mereka pun bangun dari tempat tidur mereka seperti mayit-mayit yang bangkit dari kuburan mereka.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, diriwayatkan dalam wasiat Luqman Al Hakim yang berkata kepada anaknya, &quot;Wahai anakku jangan sampai ayam jantan lebih pintar daripada kamu. Ayam jantan itu menyeru di waktu sahur, sedangkan engkau tidur.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Di tengah malam, merpati membisikkan suara&lt;br /&gt;Dengan suara yang merdu dan lembut&lt;br /&gt;Sedangkan kau enak-enakkan tidur &lt;br /&gt;Demi Baitullah, kau berdusta&lt;br /&gt;Seandainya kau mengatakan sebagai perindu Allah &lt;br /&gt;Tentu burung-burung merpati itu.&lt;br /&gt;Tidak meratapi tidurmu &lt;br /&gt;Bangunlah, sesungguhnya kau orang yang bingung &lt;br /&gt;Kau pikir, kau seorang Pencinta Tuhanmu&lt;br /&gt;Tetapi engkau tidak menangis&lt;br /&gt;Sementara merpati itu menangis . &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hakikat Ilmu &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, hakikat ilmu adalah kesadaranmu bahwa ketaatan dan ibadah adalah inti ilmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ketahuilah. ketaatan dan ibadah mengikuti Pembuat syari'at dalam semua perintah dan larangan, dengan ucapan dan tindakan. Artinya, setiap yang kamu katakan, yang kamu kerjakan, yang kamu tinggalkan dan yang kamu tekuni, dijalani dengan mengikuti syari'at. Jika kamu mengerjakan sesuatu perbuatan yang tidak diperintahkan seperti itu, maka itu bukan ibadah. Sebagaimana juga jika kamu berpuasa pada hari Raya dan hari-hari Tasyriq, maka kamu dihitung maksiat; atau kamu shalat dengan pakaian yang dibenci Allah, maka kamu dihukumi berbuat dosa, meskipun dua perbuatan itu bentuk zahirnya ibadah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, haruslah ucapan dan tindakanmu sesuai dengan syari'at, karena ilmu dan amal dengan tanpa mengikuti syari'at adalah tersesat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kamu juga tidak boleh tergoda atau tertipu oleh polesan dan sebutan sufi, karena jalan sufi hanya ditempuh dengan mujahadah, berjuang sungguh-sungguh, memutus hawa nafsu dan membunuh dorongan syahwat dengan pedang riyadlah (latihan spiritual dengan mengendalikan hawa nafsu), tidak dengan polesan, sebutan atau atribut-atribut sufi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ketahuilah, lidah dan hati yang dipenuhi dengan kelupaan dan syahwat adalah tanda-tanda kesengsaraan, sehingga seandainya engkau tidak membunuh nafsu dengan mujahadah yang benar, maka hatimu tidak akan dihidupkan dengan cahaya ma'rifat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ketahuilah. sebagian masalahmu yang kamu tanyakan ke pada saya tidak cukup dijawab dengan tulisan, buku atau ucapan. Mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu adalah mustahil karena itu adalah persoalan dzauq atau rasa. Setiap yang masuk kategori dzauq atau rasa tidak bisa dijelaskan atau disifati dengan ucapan, sebagaimana manisnya manisan dan pahitnya empedu tidak bisa diketahui kecuali dengan dzauq atau rasa. Sebagai contoh, dikisahkan, seseorang yang impoten menulis surat kepada temannya, &quot;Beritahu saya kelezatan hubungan seksual, bagaimana adanya dan rasanya.&quot; Temannya menjawab. &quot;Wahai Temanku. Sebelumnya saya telah mendugamu pasti kamu adalah seorang yang impoten, dan sekarang saya tahu bahwa, selain kamu orang yang impoten, kamu juga seorang yang tolol, karena kelezatan seksual adalah masalah rasa. Jika hanya dari sekedar tahu saja, kamu tidak akan mungkin memahami, karena pengetahuan ini tidak mungkin diperoleh dengan digambarkan secara ucapan dan tulisan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;-- 2 / 6 -- &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;source : Imam Al Gazali, Risalah at-Tasawwuf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/92-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali----NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-2-of-6.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah</category>
            <pubDate>Fri, 13 Mar 2009 20:07:54 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/92-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali----NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-2-of-6.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Imam Al Ghazali  - NASIHAT UNTUK PARA SALIKIN (PENCARI KEBENARAN) part 1 of 6</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/91-download-Islamic-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali----NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-1-of-6.html</link>
            <description>&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;NASIHAT UNTUK PARA SALIKIN (PENCARI KEBENARAN)&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;part 1 of 6&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Imam Al Ghazali &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ketahuilah, salah seorang murid Al Ghazali yang telah menyertai gurunya selama bertahun-tahun bertanya-tanya kepada dirinya. Ia berguru, menemani dan melayani gurunya dalam waktu yang cukup lama. Berbagai ilmu dan pengalaman spiritual telah diperolehnya, tetapi ia masih merasa ragu terhadap dirinya. Ia berkata kepada dirinya, &quot;Saya telah membaca berbagai macam ilmu. Usiaku habis untuk belajar dan mengumpulkan bermacam-macam ilmu. Hingga sekarang saya tidak mengetahui ilmu yang mana yang bermanfaat bagiku dan menemaniku kelak di alam kubur. Saya juga tidak tahu ilmu mana yang tidak bermanfaat bagiku sehingga saya harus meninggalkannya. Padahal Rasulullah saw. telah berdoa: &quot;Ya Allah, sesungguhnya saya berlindung denganMu dari ilmu yang tidak bermanfaat.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ia terus berpikir dan berpikir sampai akhirnya memutuskan untuk menulis surat kepada gurunya, Al Ghazali. Ia mengadukan kepadanya kegelisahan hatinya dan meminta nasihat. Ia memang mengaku sudah banyak memperoleh pelajaran dari gurunya, tetapi yang dicari belum ditemukan. Salah satu ucapan yang disampaikan kepada gurunya adalah sebagai berikut: &quot;Beberapa buku karangan Syekh, seperti Kitab Ihya' dan kitab-kitab yang lain memang sudah menjawab masalah saya. Akan tetapi, maksud saya di sini adalah agar Syekh menuliskan untuk saya nasihat yang tertulis hanya dalam beberapa lembar kertas. yang saya bisa membawanya sepanjang hidup saya dan mengamalkannya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kemudian Al Ghazali menulis jawaban. Surat itu kepada muridnya sebagaimana berikut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ilmu adalah Untuk Diamalkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ketahuilah, wahai anakku yang mulia dan sahabat yang ikhlas, - semoga Allah melanggengkan ketaatanmu kepadaNya dan melangkahkan kakimu dijalan para kekasihNya-, Sesungguhnya tebaran nasihat ditulis dari tambang risalah Rasulullah saw. Jika nasihat dari beliau telah sampai kepadamu, maka nasihat apa lagi yang kamu butuhkan dariku. Jika belum sampai, maka katakan kepadaku apa yang telah kamu peroleh selama bertahun-tahun ini dari ilmu yang telah kau raih? Sementara pada saat yang sama engkau habiskan waktumu mencari ilmu itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku di antara nasihat Rasulullah saw. yang sangat berharga adalah sabda beliau ini:&lt;br /&gt;&quot;Tanda-tanda Allah berpaling dari hambaNya adalah kesibukan hamba itu dengan sesuatu yang tidak berarti. Jika seseorang sesaat saja dari usianya hilang untuk sesuatu yang tidak berguna bagi tujuan penciptaannya, maka patut baginya mendapatkan kerugian yang panjang: dan barangsiapa telah melewati 40 tahun dan kebaikannya tidak mengalahkan kejelekannya, maka bersiap-siaplah ke neraka.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Nasihat ini sudah cukup bagi orang yang benar-benar ahli ilmu. Wahai Anakku, urusan nasihat sangat mudah, yang sulit adalah menerima nasihat. Karena menerima nasihat bagi hawa nafsu terasa pahit, sementara larangan-larangan itulah yang disukai oleh sebagian besar manusia, khususnya bagi orang yang hanya sibuk mencari ilmu, dimana ilmunya tersebut digunakan hanya untuk memperoleh keagungan dan kemulian dunia. Dengan upayanya mencari ilmu itu - dia hanya bertujuan untuk mendapatkan ilmu semata - bukan untuk diamalkan - agar ilmu tersebut dinisbatkan kepadanya. Dengan demikian orang akan berkata &quot;Si Fulan seorang yang berilmu (sarjana, master, doktor dll -pentj) dan mulia&quot;. Orang yang terakhir ini hidupnya hanya sibuk mengurusi nafsu dan memasuki lorong-lorong kehidupan dunia. Ia mengira bahwa dengan mendapatkan ilmu semata, kehidupannya akan selamat dan terlepas dari kesengsaraan. Ia tidak butuh amal. Ini adalah keyakinan para filsuf. Mahasuci Allah. Ia tidak mengetahui ketentuan ini ketika sudah mendapatkan ilmu dan tidak mengamalkannya, ia justru berhujjah dengan sekian banyak dalil yang memperkuat asumsinya bahwa ilmu untuk ilmu, bukan untuk amal. Rasulullah saw. bersabda: &quot;Manusia yang mendapatkun azab paling berat di akhirat adalah orang yang berilmu yang Allah tidak memberinya kemanfaatan atas ilmunya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Imam Ahmad dan al-Bayhaqi meriwayatkan dari Mansur Ibn Zadan yang berkata, &quot;Telah sampai kabar kepada kami, bahwa apabila orang berilmu tidak memperoleh manfaat dari ilmunya itu, para penghuni Neraka berteriak karena mencium baunya yang busuk. Mereka—para penghuni neraka itu— berkata kepadanya, &quot;Apa yang telah kamu perbuat, wahai orang jelek? Kamu telah mengganggu kami dengan baumu yang busuk. Apakah tidak cukup bagimu rasa sakit dan keburukan kami?&quot; Orang yang berilmu itu menjawab, &quot;Dulu, aku ini orang berilmu, tetapi aku tidak memperoleh manfaat dari ilmuku.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Diriwayatkan bahwa Al Junaidi setelah wafat memperlihatkan dirinya dalam tidurku, lalu ditanyakan kepadanya, &quot;Apa kabar. hai Abu Al Qasim (panggilan Al Junaidi)?&quot; Ia menjawab, &quot;Semua ungkapan (ilmu) telah rusak dan isyarat-isyarat (ilmu yang lebih dalam) juga musnah. Tidak ada yang memberi kami manfaat kecuali rakaat-rakaat yang kami rukuk di tengah malam.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, Janganlah kamu menjadi orang yang bangkrut sebab amalmu, dan jangan pula batinmu dalam keadaan kosong dari dzikir pada Allah. Yakinlah bahwa ilmu semata tidak mungkin bisa diandalkan. Contohnya, seandainya seorang laki-laki gagah di tengah gurun sendirian memiliki sepuluh pedang India yang sangat ampuh dan beberapa pusaka lainnya. Laki-laki itu dikenal pemberani dan jago perang. Kemudian seekor singa yang sangat besar menghampirinya dan siap menerkamnya. Apa pendapatmu, apakah senjata-senjata yang hebat itu mampu mencegah laki-laki itu dan terkaman singa jika ia tidak menggunakan dan menghantamkannya kepada singa? Sudah pasti senjata-senjata itu tidak mampu melindunginya kecuali dengan digerak-gerakkan. Demikian juga jika seseorang telah membaca 100.000 masalah ilmiah dan berhasil menguasainya. tetapi tidak mengamalkannya, maka ilmu-ilmu itu tidak akan memberinya manfaat kecuali dengan mengamalkannva. Contoh lain. jika seseorang sakit kuning, dan ia mengetahui bahwa kesembuhannya hanya dengan ramuan obat tertentu yang telah dikuasainya, maka ia tidak mungkin sembuh kecuali dengan meminum obat itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Seandainya kamu telah belajar puluhan tahun, membaca banyak buku dan menguasai berbagai macam ilmu, lalu kamu menyimpan kitah-kitab sebagai bahan koleksi pribadi, maka semua itu tidak akan menolong dan menjadikanmu mendapatkan manfaat kecuali dengan mengamalkannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Allah swt. berfirman: &lt;br /&gt;&quot;Dan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.&quot; (QS. Al Najm: 39).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh.&quot; (QS. Al Kahfi: 110).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.&quot; (Qs. Al Taubah: 82).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh. bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya. mereka tidak ingin berpindah darinya.&quot; (QS. Al Kahfi: 107-108).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh.&quot; (Qs. Al Furqan: 70).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Apa pula pendapatmu tentang hadis berikut ini: &lt;br /&gt;&quot;Islam dibangun di atas lima [dasar]: bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utuisan Allah, menegakkan shalat., mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadlan, dan berhaji ke Baitullah bagi yang mampu [menempuh] perjalanan ke sana.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Iman adalah diucapkan dengan lidah, dibenarkan dengan hati dan dilakukan dengan organ-organ tubuh. Dalil yang menunjukkan keharusan beramal lebih banyak daripada orang yang menghitung-hitung hahwa seseorang bisa sampai ke surga berkat keutamaan dan kemuliaan Allah. Akan tetapi, hal ini hanya mungkin tercapai setelah orang itu melakukan ketaatan dan beribadah kepadaNya, karena rahmat dan keutamaan Allah hanya untuk orang-orang yang mendekati kebaikan. Yakni golongan orang baik. Seandainya dikatakan pula hahwa surga bisa dicapai dengan iman semata, maka kami jawab, &quot;Benar, tetapi sampai kapan?&quot; Berapa banyak rintangan yang menuju surga yang harus dipangkas jika benar-henar ingin sampai. Tantangan pertama adalah tantangan iman. Apakah iman yang dimilikinya berhasil dipertahankan dan tidak tercabut dari hatinya, atau sebaliknya? Jika imannya selamat, apakah ia termasuk orang yang khianat atau bangkrut? Hasan Basri berkata. &quot;Allah pada hari kiamat akan berkata kepada hamba-hambaNya, &quot;Masuklah, hai hamha-hamhaKu ke surga sebab rahmatKu dan berbagilah kamu dengan amalmu.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Wahai Anakku, selama kamu tidak beramal, maka kamu tidak mendapatkan upah (pahala).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dikisahkan hahwa seorang pria Bani Israil telah menyembah Allah selama 70 tahun. Allah swt. ingin memperlihatkannya kepada para malaikat, Maka diutuslah satu malaikat untuk memberikan kabar kepadanya bahwa ibadah yang selama ini dilakukannya belum menjadikannya layak masuk surga. Ketika kabar itu diterimanya, ia menjawabnya demikian. &quot;Kami memang diciptakan untuk ibadah. Karena itu, kami harus menyembahNya.&quot; Ketika malaikat itu kembali dan menghadap Allah, ia mengadu, &quot;Tuhanku, Engkau lebih tahu atas apa yang ia katakan.&quot; Allah pun menjawab, &quot;Jika ia tidak berpaling dari beribadah kepada Kami, maka Kami bersama kemuliaan Kami tidak berpaling darinya. Saksikanlah, hai malaikat-malaikatKu, sesungguhnya Aku telah mengampuninya.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&quot;Hisablah (introspeksi) diri kalian sebelum kalian dihisab dan timbanglah amal kalian sebelum [amal] kalian ditimbang.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ali bin Abi Thalib ra berkata, &quot;Barangsiapa mengira bahwa dengan tanpa amal bisa sampai [kesurga], maka ia seorang pengangan-angan (pengkhayal). Barangsiapa mengira bahwa ia bisa sampai [ke surga] hanya karena amalnya, berarti ia adalah orang yang tidak butuh [rahmat Allah].&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Al Hasan berkata, &quot;Mencari surga dengan tanpa amal adalah satu di antara dosa-dosa [besar].&quot; la juga berkata, &quot;Tanda kebenaran yang hakiki adalah meninggalkan perbuatan yang memperhatikan amal dan bukan meninggalkan amal.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Rasulullah saw. bersabda: &quot;Orang yang cerdik adalah orang yang jiwanya dekat (pendek) dan beramal untuk sesuatu sesudah mati. Orang yang bodoh adalah orang yang mengikuti hawa nafsu dan mengangan-angankan Allah dengan angan-angan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/91-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali----NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-1-of-6.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah</category>
            <pubDate>Fri, 13 Mar 2009 20:06:58 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/91-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Ghazali----NASIHAT-UNTUK-PARA-SALIKIN-(PENCARI-KEBENARAN)-part-1-of-6.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>kewirausahaan - SEDEKAH DAN BISNIS</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/90-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---SEDEKAH-DAN-BISNIS.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;SEDEKAH DAN BISNIS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://bp2.blogger.com/_pPg8Qojvyew/RzXNo5boEYI/AAAAAAAAAQE/b-w-FTZcji4/s1600-h/zakat.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 21.5pt; line-height: 150%; color: #3333ff;&quot;&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;alau kita seorang usahawan atau pemilik bisnis sudah bisa dipastikan banyak rencana yang ingin dilakukan,ekspansi usaha,efisiensi,bahkan membuat bisnis baru yang tentunya akan mempengaruhi pada status keuangan kita yang ujung-ujungnya akan menghitung profit keuntungan saat ini, atau cash flow usaha kita,semakin banyak rencana ekspansi bisnis semakin banyak dana yang akan kita keluarkan dan saat itu semakin ketat dan berat juga kita dalam mengatur,mengontrol dan mengalokasikan pengeluaran, apakah ada yang salah apabila kita mengalami hal itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Tentu saja tidak... Cuman kadang saat-saat seperti inilah yang menyebabkan seorang usahawan merasa berat,sayang bahkan merasa rugi kalau memberikan sebagian hasil profitnya atau pendapatannya untuk orang lain,dalam hal ini bisa berupa sodakoh,zakat atau dana sosial yang dibutuhkan saudara kita yang tidak mampu.Zakat,infak dan sedekah itu sebenarnya bukanlah beban, tetapi sudah merupakan kebutuhan bagi kita untuk ketenangan jiwa dan ketenangan dalam berbisnis atau berinvestasi ,kalau boleh saya bilang sebagai penetralisir sifat rakus,tidak peduli orang lain dan profit oriented semata.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Pertanyaan berikutnya, apakah benar kita akan rugi kalau kita bersedekah atau berinfak dan berzakat dari 2,5 %,10%,20% bahkan sampai 50% dari keuntungan kita? kalau mungkin dilihat dari kacamata matematika mungkin ia.., tapi dari segi agama tidak begitu.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Untuk itulah kali ini saya mengangkat tema bisnis dan sodakoh berikut pengalaman nyata yang dialami oleh pengusaha sukses yang saya ambil dari koran republika terbitan 2004, semoga bisa dijadikan nasehat dan inspirasi buat diri kita yang saat ini sebagai pelaku bisnis,karyawan dsb..&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Hidup di dunia, dibandingkan di akhirat hanya jam-jaman saja. Siksa di neraka tanpa batas. Nikmat di surga juga tanpa batas. Hal ini harus dipikirkan dari sekarang. Mumpung masih hidup. Namun, umumnya manusia, yang dipikirkan hanyalah yang sebentar itu, yang tanpa batas justru tidak dipikirkan.''&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Kalimat-kalimat bernfas dan bernada kearifan itu meluncur dari seorang lelaki tua yang masih terlihat gagah, Soeparno. Di usianya yang menginjak 74 tahun, ia masih aktif dalam berbagai aktivitas dakwah. Ia juga selalu bergiat memperbanyak sedekah.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Pimpinan Santri Group itu menyedekahkan sebagian keuntungannya untuk umat. `'Ada beberapa perusahaan yang separuh untungnya untuk sedekah. Ada yang 20 persen keuntungnya untuk sedekah,'' papar Soeparno.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Kalau kita datang ke Toko Santri miliknya yang berjumlah 12 dan tersebar di seluruh wilayah Solo, kita akan menjumpai spanduk bertuliskan, `'Sebanyak 20 persen hasil usaha untuk sedekah, 2,5 persen untuk zakat.''&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Apakah sedekah yang begitu besar (hingga mencapai 50 persen dari laba) tidak mengganggu usaha? Bukankah biasanya orang sengaja mencadangkan sebagian labanya untuk ekspansi usaha? ''Sama sekali tidak mengganggu usaha. Bukankah yang disedekahkan itu hanya labanya? Lagi pula, satu hal yang pasti, adalah keberkahan yang luar biasa.''&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Bapak sembilan anak ini menambahkan, `'Saya tidak khawatir bahwa sedekah itu akan mengurangi laba dan mengganggu bisnis saya. Saya malah merasa bahagia, karena bisa memberikan sesuatu yang insya Allah berguna bagi orang lain,'' tutur lelaki yang memulai bisnis sejak masih usia belasan tahun.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Soeparno menyebutkan, anak-anaknya sudah besar semua. `'Tugas saya menyiapkan mereka untuk hidup layak di dunia boleh dibilang sudah terlaksana. Mereka semua sudah punya usaha. Sekarang justru yang penting adalah menyiapkan bekal buat saya pulang ke akhirat. Kalau saya menyedekahkan 50 persen laba saya, maka itulah yang jadi milik saya di akhirat nanti. Saya berharap bisa panen di akhirat,'' tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Soeparno menyebutkan ada dua tujuan memperbanyak sedekah itu. Pertama, mencari ridha Allah. Kedua, memberi contoh kepada yang lain, khususnya keluarga dan sanak kerabat, supaya mencari kekayaan jangan untuk menyenangkan diri sendiri tapi untuk umat.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Dana sedekah dan zakat itu, oleh Soeparno digunakan untuk membangun pondok pesantren, masjid, SD Islam internasional, dan TK Islam. Soeparno juga mendirikan Yayasan Al Abidin. Dia menjadi ketua yayasan, sedangkan anggotanya adalah sembilan orang anaknya. `'Inilah sedikit sumbangsih kami kepada masyarakat. Semoga ada manfaatnya, dan semoga Allah SWT berkenan menerimanya,'' tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Soeparno adalah contoh seorang pengusaha Muslim yang ulet. Dia merintis usahanya sejak kecil, sejak masih zaman Belanda. Mula-mula dia jualan nasi bungkus di desa Kaliyoso (Solo arah Purwodadi), keliling kampung. Kemudian dia berjualan rokok dan permen.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Tahun 1952 ia merantau ke Kalimantan. Dia sana dia masuk pendidikan militer selama enam bulan, dan menyandang pangkat Prajurit Dua. Dia jadi tentara sambil berdagang minyak tanah dan bertani di daerah Balikpapan. Tahun 1962, ia kembali ke Solo. Jadi tentara sambil berdagang beras. Tahun 1966, ia membuka pabrik kantong gula putih.''Tahun 1967 saya membuka pabrik jas hujan. Pabrik tersebut sampai sekarang masih bertahan. Produk tersebut beredar ke seluruh Indonesia. Mereknya adalah Cap Gajah,'' paparnya.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Tahun 1994, Soeparno melebarkan sayap usahanya dengan mendirikan pabrik tikar plastik. Pemasarannya mencakup Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada beberapa merek yang dipasarkan, seperti Cap Gajah, Cap Ikan Terbang, dan Cap Kuda Terbang. Usaha Soeparno terus berkembang. Tahun 2002, ia membuka pabrik busa untuk mebel. Pemasarannya mencakup seluruh wilayah Jawa Tengah. Tahun 2004, dia membuka pabrik rantang plastik dan gantungan baju. `'Orang Muslim harus selalu jeli melihat peluang-peluang bisnis,'' tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Tak hanya memproduksi bermacam-macam produk. Soeparno juga bermain di sektor hilir, yakni ritel. Dia mendirikan toko kelontong yang menjual bermacam-macam karpet dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Toko yang memakai merek 'Santri' itu dirintis sejak 10 tahun silam. Saat ini jumlahnya sudah mencapai 12 buah dan tersebar di seluruh wilayah Solo. `'Saya sengaja memakai atribut Islam. Jangan takut berbisnis memakai bendera syariah. Ini malah keharusan bagi seorang Muslim, agar usahanya jadi berkah,'' ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Soeparno menyebutkan, 50 persen laba bersih pabrik busa, dan pabrik tikar disedekahkan. Pabrik mantel ada dua. Yang satu, 50 persen labanya disedekahkan. Yang satu lagi, 20 persen disedekahkan. `'Pokoknya jangan takut miskin lantaran bersedekah. Allah sudah berjanji akan membelas sedekah yang kita keluarkan dengan balasan berlipat ganda hingga 700 kali lipat. Dan janji Allah pasti benar,'' tandas Soeparno.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Dia menjelaskan, di zaman Rasulullah para sahabat senantiasa berlomba-lomba untuk bersedekah sebanyak mungkin. Abu Bakar,Umar, Ustman, Abdurrahman bin Auf dan lain-lain, semuanya selalu berlomba-lomba untuk bersedekah sebanyak mungkin. Abdurrahman bin Auf adalah contoh seorang pengusaha yang selalu bersedekah sebanyak-banyaknya, namun hartanya makin melimpah. Makin besar sedekah yang dia keluarkan, harta tersebut makin berkembang. `'Sungguh, Allah SWT tak pernah mengingkari janjinya,'' tegas Soeparno.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Soeparno mendidik anak-anaknya untuk berbisnis. `&lt;strong&gt;'Tak ada anak saya yang jadi pegawai,'' katanya&lt;/strong&gt;. Mengapa dia tidak mau jadi pegawai dan juga `melarang' anak-anaknya jadi pegawai? `'Sebab, kalau kita jadi pegawai, sering ibadah kita tidak lancar atau tertekan. Pernah waktu jadi pegawai, saya dihukum gara-gara shalat. Kalau punya usaha sendiri, ibadah bebas,'' tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Di samping itu, kata Soeparno, kalau kita jadi pegawai, penghasilan pun relative terbatas, karena sudah diatur oleh pemilik perusahaan. `'Mana ada pegawai yang kaya kalau tidak korupsi?''kritiknya. Sebaliknya, kalau kita berbisnis. Peluang meraih kekayaan terbuka lebar. `'Bukankah Nabi bersabda bahwa 90 persen rezeki berada di tangan pedagang dan pengusaha. Sisanya yang 10 persen itulah yang diperebutkan banyak orang,'' ujarnya memberikan alasan.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Totalitas Soeparno dalam ber-Islam juga ditunjukkan dengan perhatiannya kepada bank syariah. Dulu, sewaktu Bank Muamalat buka cabang di Semarang, Soeparno menarik dananya di bank konvensional, kemudian menyimpannya di bank syariah tersebut. `'Setelah Bank Syariah Mandiri membuka cabang di Solo pada Agustus 2000, maka dana saya seluruhnya saya pindahkan ke BSM Solo. Saya merupakan nasabah pertama BSM Solo. Saya tidak hanya nasabah penyimpan dana, melainkan juga nasabah pembiayaan di BSM,'' paparnya.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Itulah Soeparno. Lelaki yang kelihatan selalu gesit dan penuh semangat bila bicara soal-soal Islam dan kaum Muslimin. Lelaki yang rohaninya makin kayak arena dia tidak sungkan-sungkan untuk mendistribusikan sebagian kekayaannya untuk orang yang memerlukan.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: 150%;&quot;&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/90-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---SEDEKAH-DAN-BISNIS.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>edang</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Thu, 05 Feb 2009 21:21:01 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/90-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---SEDEKAH-DAN-BISNIS.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>kewirausahaan</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/89-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Islam Juga Bisa Kaya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;NIO GWAN CHUNG ingat benar. Puluhan tahun silam, di rumah keluarganya di Sukabumi, Jawa Barat, ayahnyalah yang memulai percakapan.&lt;br /&gt;”Nio, kamu boleh masuk agama apa saja. Konghucu atau Kristen, silakan. Buddha, silakan. Bahkan, kalau kamu anggap ateis itu baik, juga silakan!”&lt;br /&gt;Nio terdiam.&lt;br /&gt;”Hanya satu pesanku,” ujar sang ayah, serius. ”Jangan masuk Islam!”&lt;br /&gt;”Kenapa?”&lt;br /&gt;”Orang Islam itu miskin-miskin. Sandal di musala pun dicuri.”&lt;br /&gt;Nio terperangah.&lt;br /&gt;Belakangan, Nio Gwan Chung justru menjadi seorang ulama. Kita lantas mengenalnya sebagai Syafei Antonio, pakar ekonomi syariah. Setelah memeluk Islam, Syafei memang tak menjadi orang kaya raya. Tapi, kehidupannya tentu tak membuat sang ayah harus gelisah. Kini, Syafei selalu menegaskan, orang Islam bisa hidup kaya. Ada ilmunya untuk itu. Di bulan Ramadan seperti sekarang, Syafei sering terlihat di TV.&lt;br /&gt;Lalu, salahkah pandangan bahwa Islam identik dengan kemiskinan? Tidak juga. Faktanya, sejumlah negara berpenduduk Islam, seperti Bangladesh, Pakistan, dan negara-negara Afrika Utara, memang masih hidup pas-pasan. Ekonom Philip M. Parker pernah menulis, orang Yahudi-lah yang hidupnya paling makmur. Penghasilan per kapita mereka, rata-rata, US$ 16.100 per tahun. Orang Kristen US$ 8.230, Buddha US$ 6.740, dan Islam hanya US$ 1.720.&lt;br /&gt;Padahal, jumlah penganut Yahudi hanya sedikit. Majalah Time, Maret 2003 silam, menurunkan laporan tentang jumlah pemeluk agama-agama besar di dunia. Orang Kristen (dan Katolik) adalah yang terbanyak, sekitar 2 miliar orang. Adapun Islam sekitar 1,3 miliar, Hindu 900 juta, Buddha 360 juta, dan Yahudi 14 juta orang.&lt;br /&gt;Mengapa orang Islam miskin? Qodry Azizi, ustaz yang juga menjabat Sekretaris Kementerian Koordinator Kesra RI, menduga, ada sebagian umat Islam yang menilai kemiskinan adalah takdir. Miskin berarti menjadi kekasih Allah. Sejatinya, ujar Qodry, tak satu ayat pun di Al Quran yang menganjurkan umat hidup miskin. Al Quran justru memerintahkan umat Islam memakmurkan bumi agar mereka tak lantas kapiran.&lt;br /&gt;Ajaran Islam memang mengandung etos yang menghargai kerja keras untuk mencapai kesejahteraan ekonomi. Peter L. Bernstein, seorang sosiolog, menyatakan, etos bisnis Islam bahkan lebih kuat dari ajaran mana pun—termasuk etika Protestan yang menjadi spirit kapitalisme di Eropa Barat, seperti yang ditulis Max Weber.&lt;br /&gt;Persoalannya, sejarah telah membuat orang-orang Islam terpukul. Islam pernah kalah perang. Setelah itu, penguasaan ilmu dan teknologi yang sempat dimiliki umat Islam, hingga masa Andalusia, direbut Barat. Itu juga yang membuat sebagian umat lalu bersikap fatalistis. Etos bisnis tadi hanya menjadi jargon. Mereka hidup di negara-negara terjajah, baik secara fisik atau ekonomi. Negara yang mereka huni tak membuka kesempatan untuk mengembangkan diri.&lt;br /&gt;Makanya, jarang muncul nama pengusaha muslim yang bisa berbicara di level dunia. Ada, memang, sebagian umat Islam yang makmur, yang hidup di negeri yang tak terlalu besar, tapi kaya minyak. Dari negeri-negeri itu, mencuatlah nama Al-Walid bin Talal bin Abdul Aziz al-Saud, orang terkaya ke-20 di dunia, versi majalah Forbes. Atau, Abdul Aziz Al Ghurair yang menempati urutan ke-87.&lt;br /&gt;Raja Abdullah dari Arab Saudi juga amat kaya. Menurut Forbes, sepupu dari Al-Walid bin Talal itu diduga memiliki kekayaan US$ 20 miliar. Di atasnya, ada Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam, yang punya harta US$ 22 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MINYAK, IT, DAN SYARIAH&lt;br /&gt;Hingga beberapa tahun ke belakang, ”peta kemakmuran” orang-orang Islam masih seperti itu. Untunglah, dunia terus berputar. Negara komunis Uni Soviet runtuh awal 1990-an. Dari puing-puingnya, bangkit lagi negeri Rusia yang punya warga muslim lumayan banyak. Selama satu dekade, Rusia mengalami masa transisi berdarah.&lt;br /&gt;Setelah itu, negeri ini bangkit. Kekayaan minyak dan gas menjadi andalan. Produksi minyak mentah Rusia diduga mencapai 12 juta barel per hari. Para pengusaha swasta lalu menjadi motor penggerak ekonomi Rusia. IMF menduga, hingga akhir 2007, pertumbuhan ekonomi Rusia akan mencapai 7%.&lt;br /&gt;Lalu, dari sana muncul beberapa nama pebisnis, termasuk Suleiman Kerimov dan Iskander Makhmudov yang muslim. Kerimov kabarnya memiliki kekayaan hingga US$ 14 miliar dan Makhmudov sekitar US$ 8 miliar. Naiknya harga minyak dalam beberapa waktu terakhir ini, hingga menembus US$ 80 per barel, jelas bisa membuat pundi-pundi Kerimov dan Makhmudov semakin tebal saja.&lt;br /&gt;Di saat yang bersamaan, teknologi informasi (TI) berkembang menjadi sebuah bentuk ekonomi baru. Di bidang ini, India rupanya sudah menyiapkan diri untuk menjadi pemain terkemuka di dunia. Hasilnya oke. Kini, anak-anak muda India bekerja di kompleks perkantoran modern di Bangalore. Mereka merancang software untuk berbagai perusahaan di Amerika dan Eropa.&lt;br /&gt;Mereka juga bekerja di segmen business process outsourcing (BPO) yang sedang meledak, menangani akuntansi, memproses klaim kesehatan, layanan pelanggan, dan fungsi-fungsi bisnis dasar lainnya untuk para klien Barat. India menguasai lebih dari 55% outsourcing untuk teknologi informasi (TI) dunia dengan nilai mencapai antara US$ 30 hingga US$ 40 miliar setiap tahunnya.&lt;br /&gt;India adalah negara dengan semiliar penduduk—yang nyaris 20%-nya muslim. Nah, si muslim Azim Premji adalah salah satu pengusaha yang ikut menikmati majunya bidang TI di India tadi. Harta Premji kini mencapai US$ 17 miliar. Melalui bendera Wipro, Premji memperoleh order dari perusahaan-perusahaan raksasa, seperti Sun Microsystems, GE, atau Motorola. Tahun lalu Wipro mengantongi pendapatan hingga US$ 3,47 miliar dengan keuntungan bersih sebesar US$ 677 juta.&lt;br /&gt;India adalah negeri yang cukup berhasil dalam pendidikannya. Sumber daya manusia di sana sangat kuat. Makanya, para pengusaha—termasuk yang muslim—berpeluang menerapkan etos bisnisnya secara optimal.&lt;br /&gt;Keberhasilan di sektor pendidikan itu juga yang membuat Malaysia terlihat menonjol. Kendati, di negara itu, bisnis yang banyak digeluti masih bersifat konvensional. Di Malaysia, pengusaha muslim terkaya adalah Syed Mokhtar Al Bukhary—yang ditaksir memiliki kekayaan US$ 2 miliar.&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Ada nama Aburizal Bakrie dan Arifin Panigoro—pengusaha muslim yang punya harta di atas US$ 1 miliar—yang juga berasal dari bisnis minyak atau sumber daya alam lainnya. Lalu, ada juga Jusuf Kalla dan Chairul Tanjung. Tapi, ujar Syafei Antonio, Indonesia masih perlu bekerja lebih keras untuk menjadikan rakyatnya yang mayoritas Islam ini (sekitar 200 jutaan) menjadi kaya.&lt;br /&gt;Syafei yakin, jika ada banyak pengusaha muslim dari pelbagai negara mampu menjadi macan dunia, maka sistem ekonomi global juga bisa ikut bergeser. Syafei menilai, sistem syariah akan memiliki tempat lebih baik nantinya. Para taipan muslim itu tentu akan lebih terbuka menerima sistem syariah. Apalagi, sejumlah negara barat—termasuk Amerika, Inggris, dan Kanada—juga sudah memberi ruang bagi pengembangan ekonomi syariah.&lt;br /&gt;Zacky Khairul Umam, peneliti Pusat Studi Arab Universitas Indonesia, punya keyakinan serupa. Menurut Zacky, harga minyak dunia yang terus naik juga bakal mendorong pengaruh ekonomi syariah yang berbasis pada kekuatan nilai uang emas dan perak, yang tak pernah bergejolak. Ditambah lagi, kondisi ekonomi Amerika Serikat—jantung ekonomi kapitalisme—di bawah pemerintahan George H.W. Bush, kini terseok-seok. Defisit Amerika saat ini adalah yang terbesar dalam sejarah.&lt;br /&gt;Mungkin, ini memang sudah waktunya untuk membuktikan bahwa etos dan orang-orang Islam juga mampu bersaing di level dunia. Orang Islam juga bisa kaya. Harus, malah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/89-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>Kewira usahaan - Isl</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Thu, 05 Feb 2009 21:17:34 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/89-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>kewirausahaan - Tidak Ada Jalan Yang Rata Untuk Sukses </title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/88-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---Tidak-Ada-Jalan-Yang-Rata-Untuk-Sukses.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color: windowtext;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tidak Ada Jalan Yang Rata Untuk Sukses&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Di pagi hari buta, terlihat seorang pemuda dengan bungkusan kain berisi bekal di punggungnya tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke puncak gunung yang terkenal. Konon kabarnya, di puncak gunung itu terdapat pemandangan indah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;layaknya berada disurga. Sesampai di lereng gunung, terlihat sebuah dirumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Setelah menyapa pemilik rumah, pemuda mengutarakan maksudnya &quot;Kek,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;saya ingin mendaki gunung ini. Tolong kek, tunjukkan jalan yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;paling mudah untuk mencapai ke puncak gunung&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Si kakek dengan enggan mengangkat tangan dan menunjukkan tiga jari kehadapan pemuda.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&quot;Ada 3 jalan menuju puncak, kamu bisa memilih sebelah kiri, tengah atau sebelah kanan?&quot;&quot;Kalau saya memilih sebelah kiri?&quot; &quot;Sebelah kiri melewati banyak bebatuan.&quot; Setelah berpamitan dan mengucap terima kasih, si pemuda bergegas melanjutkan perjalanannya.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Beberapa jam kemudian dengan peluh bercucuran, si pemuda terlihat &lt;br /&gt;kembali di depan pintu rumah si kakek. &quot;Kek, saya tidak sanggup melewati terjalnya batu-batuan. Jalan sebelah mana lagi yang harus aku lewati kek?&quot; Si kakek dengan tersenyum mengangkat lagi 3 jari tangannya menjawab, &quot;Pilihlah sendiri, kiri, tengah atau sebelah kanan?&quot; &quot;Jika aku memilih jalan sebelah kanan?&quot; &quot;Sebelah kanan banyak semak berduri.&quot; Setelah beristirahat sejenak, si pemuda berangkat kembali mendaki. Selang beberapa jam kemudian, dia kembali lagi ke rumah si kakek.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Dengan kelelahan si pemuda berkata, &quot;Kek, aku sungguh-sungguh ingin mencapai puncak gunung. Jalan sebelah kanan dan kiri telah aku tempuh, rasanya aku tetap berputar-putar di tempat yang sama sehingga aku tidak berhasil mendaki ke tempat yang lebih tinggi dan harus kembali kemari tanpa hasil yang kuinginkan, tolong kek tunjukkan jalan lain yang rata dan lebih mudah agar aku berhasil mendaki hingga ke puncak gunung.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Si kakek serius mendengarkan keluhan si pemuda, sambil menatap tajam &lt;br /&gt;dia berkata tegas &quot;Anak muda! Jika kamu ingin sampai ke puncak gunung, tidak ada jalan yang rata dan mudah! Rintangan berupa bebatuan dan semak berduri, harus kamu lewati, bahkan kadang jalan buntu pun harus kamu hadapi. Selama keinginanmu untuk mencapai &lt;br /&gt;puncak itu tetap tidak goyah, hadapi semua rintangan! Hadapi semua tantangan yang ada! Jalani langkahmu setapak demi setapak, kamu pasti akan berhasil mencapai puncak gunung itu seperti yang kamu inginkan! dan nikmatilah pemandangan yang luar biasa !!! Apakah kamu mengerti?&quot;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Dengan takjub si pemuda mendengar semua ucapan kakek, sambil &lt;br /&gt;tersenyum gembira dia menjawab &quot;Saya mengerti kek, saya mengerti! Terima kasih kek! Saya siap menghadapi selangkah demi selangkah setiap rintangan dan tantangan yang ada! Tekad saya makin mantap untuk mendaki lagi sampai mencapai puncak gunung ini.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Dengan senyum puas si kakek berkata, &quot;Anak muda, Aku percaya kamu pasti bisa mencapai puncak gunung itu! Selamat berjuang!!! Tidak ada jalan yang rata untuk sukses! Sama seperti analogi Proses pencapaian mendaki gunung tadi. Untuk meraih sukses seperti yang kita inginkan, Tidak ada jalan rata! tidak ada jalan pintas! Sewaktu-waktu, rintangan, kesulitan dan kegagalan selalu datang menghadang. Kalau mental kita lemah, takut tantangan , tidak yakin pada diri sendiri, maka apa yang kita inginkan pasti akan kandas ditengah jalan.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: 150%;&quot;&gt;Hanya dengan mental dan tekad yang kuat, mempunyai komitmen untuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tetap berjuang, barulah kita bisa menapak di puncak kesuksesan.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: 150%;&quot;&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/88-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---Tidak-Ada-Jalan-Yang-Rata-Untuk-Sukses.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>hendra</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Thu, 05 Feb 2009 21:15:23 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/88-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---Tidak-Ada-Jalan-Yang-Rata-Untuk-Sukses.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>kewirausahaan - 6.250 Wanita Wirausaha Dapat Dana Bergulir 25M</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/87-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---6.250-Wanita-Wirausaha-Dapat-Dana-Bergulir-25M.html</link>
            <description>&lt;h2 class=&quot;date-header&quot;&gt;6.250 Wanita Wirausaha Dapat Dana Bergulir 25M&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;JAKARTA: Kementerian Koperasi dan UKM mengalokasikan dana Rp25 miliar untuk program perempuan keluarga sehat dan sejahtera (Perkassa) tahun ini. Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram mengatakan, dana tersebut akan disalurkan kepada 6.250 wanita wirausaha melalui 250 Koperasi Wanita melalui pola konvensional dan syariah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setiap koperasi wanita akan mendapatkan dana Rp100 juta yang selanjutnya disalurkan kepada wanita wirausaha. Dana ini, kata dia, sifatnya dana bergulir yang disalurkan melalui dua pola, yakni pola konvensional dan pola syariah.Untuk pola konvensional, diberikan kepada koperasi wanita melalui unit simpan pinjam atau koperasi simpan pinjam. Sementara pola syariah, diberikan kepada koperasi wanita melalui unit jasa keuangan syariah atau jasa keuangan syariah.&quot;Dana untuk program Perkassa tersebut meningkat dibanding tahun 2006 yang sebesar Rp20 miliar,&quot; kata Agus disela seminar &quot;Program Perkasa melalui perkuatan permodalan koperasi wanita sebagai upaya untuk menjadikan perempuan sebagai kekuatan baru dalam perluasan kesempatan kerja dan pengentasan kemiskinan&quot; di Jakarta, Selasa (17/4).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Agus mengatakan, dipilihnya Koperasi Wanita untuk menyalurkan dana tersebut, karena berdasarkan pengalaman, lembaga keuangan mikro (koperasi) yang dikelola wanita umumnya sukses.Menurutnya, kelompok usaha produktif yang dikelola kaun wanita umumnya berkembang dan terbukti menggerakkan sektor riil dalam masyarakat. Karena itu perlu diberdayakan melalui program Perkasa ini. Pada kesempatan itu Agus juga mengatakan bahwa organisai pasangan dan pertanian dunia atau food agriculture organization/ FAO mendukung dan menyambut baik program Perkasa tersebut.Dukungan itu diberikan terutama keberhasilan Program Perkasa dalam penanganan pengentasan kemiskinan di perdesaan. Bentuk dari dukungan itu direpresentasikan dalam dua kegiatan seminar, seperti hari ini.&quot;Dengan diadakan seminar ini diharapkan program Perkasa lebih dikenal luas, baik nasional maupun internasional, &quot; kata Agus. (Sdk/OL-06)&lt;/div&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/87-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---6.250-Wanita-Wirausaha-Dapat-Dana-Bergulir-25M.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>nelly</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Thu, 05 Feb 2009 21:13:30 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/87-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---6.250-Wanita-Wirausaha-Dapat-Dana-Bergulir-25M.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Ternyata air bisa mendengar …Subhanallah</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/86-download-Islamic-eBooks-Hikmah-Ternyata-air-bisa-mendengar-…Subhanallah.html</link>
            <description>&lt;h2&gt;Ternyata air bisa mendengar …Subhanallah&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.”&lt;br /&gt;(Q.S. Al Anbiya:30)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, “Arigato”. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata “setan”, kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah. Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa “mendengar” kata-kata, bisa “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit. Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas. Rasulullah saw. bersabda, “Zamzam lima syuriba lahu”, “Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya”. Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah . Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air. Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Wallahu a’lam ..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Sumber : http://pandu83.wordpress.com/&lt;br /&gt;Ditandai Sebagai : Dr. Masaru Emoto&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/86-download-eBooks-Hikmah-Ternyata-air-bisa-mendengar-…Subhanallah.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>nelly</author>
            <category>Hikmah</category>
            <pubDate>Thu, 05 Feb 2009 21:11:40 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/86-download-eBooks-Hikmah-Ternyata-air-bisa-mendengar-…Subhanallah.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>kewirausahaan - Joger sukses dengan pabrik kata-kata </title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/85-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---Joger-sukses-dengan-pabrik-kata-kata.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span class=&quot;tanggal&quot;&gt;Update : 25 Feb 2008 &lt;/span&gt;&lt;img src=&quot;http://www.gacerindo.com/2008/foto_prod/joger01022008.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; hspace=&quot;5&quot; vspace=&quot;5&quot; align=&quot;right&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial; color: red; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Joger sukses dengan pabrik kata-kata &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai buka usaha pabrik kata-kata sekitar tahun 1980-an. Sebelumnya saya sempat menjadi pemandu turis karena latar belakang pendidikan saya adalah perhotelan. Dari sinilah ide awal pabrik kata-kata muncul. Untuk menjadi pemandu turis di Bali, harus ahli berbahasa Inggris. Dan orang sekarang malah dianjurkan bisa berbahasa Inggris; akibatnya sebagian masyarakat tidak memperdulikan bahasa sendiri. Saya melihat celah bisnis dalam masalah bahasa ini. Dengan mengolah bahasa Indonesia menjadi industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini memang dibutuhkan keahlian mengolah kata-kata menjadi kalimat yang indah dan lucu, tapi tidak melanggar etika dan tata bahasa Indonesia. Bisa lihat di kartu nama saya. Bila orang mempunyai satu kartu nama, saya mempunyai empat kartu nama. Semuanya bertuliskan kalimat-kalimat yang enak dibaca dan didengar. Misalnya, kartu nama pertama bertuliskan, Mr. Joger, BAA &amp;amp; BSS (Bukan Apa-Apa dan Bukan Siapa-Siapa), hanya sekadar pendiri Joger dan pencetus filosofi Garing. Bersedia melawan arus yang tidak benar, tapi juga bersedia ikut arus atau bahkan menjadi arus yang benar-benar maslahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartu nama kedua berbunyi, Mr, Joger, BAA &amp;amp; BSS, hanya pendiri Joger dan pencetus filosofi Garing, karena ketika saya pikir diri saya kreatif ternyata saya inovatif. Ketika saya pikir diri saya produktif ternyata produktivitas saya sangat tergantung pada banyak orang dan alat-alat. Ketika saya pikir diri saya kaya, ternyata banyak orang miskin yang belum sanggup saya bantu. Dan ketika saya pikir saya kuat, ternyata mengatur nafsu sendiri saja kewalahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga Mr. Joger, BAA &amp;amp; BSS, hanya sekadar pendiri Joger dan pencetus filosofi Garing yang tidak mau dan juga kebetulan tidak mampu untuk ikut berpolitik atau memperebutkan kedudukan maupun kekuasaan politik. Merah putih adalah bendera kebangg (s) aan saya. Untuk kartu nama selanjutnya bisa baca sendiri. Ini hanya sekadar kartu nama, yang bila mau direnungkan bisa juga bermanfaat untuk kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh beda dengan pengusaha lain, dalam mengembangkan usaha pasti ada rintangan. Lima belas tahun lalu saya diusir masyarakat karena dianggap gila. Sekarang mereka yang tergila-gila pada saya melihat hasil produksi kata-kata saya. Orang kadang tidak sadar bahwa perasaan itu lebih kuat dari kenyataan. Terus tahun 1994 saya dikatakan sebagai orang yang melecehkan bahasa Indonesia. Namun tahun 2000 saya mendapat penghargaan Adi Nugraha. Hanya dua orang yang mendapat penghargaan, pertama saya, kedua Pia Alisyahbana. Sepintas memang bisa sesak nafas bila mendengarkan omongan-omongan saya, namun bila diperhatikan secara mendalam, pasti akan terkagum-kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena usaha saya menjual kata-kata, saya harus ahli mengolah kata yang akan digoreskan di baju dan pernik-pernik. Salah satunya, “mau mendapatkan surga di dunia carilah istri seperti wanita Cina yang ahli memasak, setia dan hormat pada suami seperti wanita Jepang, kemudian ahli bergoyang di tempat tidur seperti wanita malam”. Dalam mencari ide kata-kata, tidak perlu semedi atau meditasi. Bagi saya semua yang ada di alam ini adalah sumber inspirasi, bertemu dengan orang saja bisa menjadi bahan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menajemen yang saya pakai adalah sistem kekeluargaan. Di mana tidak ada jarak antara atasan dan bawahan. Semuanya sama, karena kita sudah satu keluarga. Bahkan di sini tidak ada yang namanya karyawan. Yang ada hanya anak buah. Beda anak buah dengan karyawan terletak pada pola interaksi di mana antara atasan dan bawahan sama saja. Bukan berarti saya tidak pernah marah bila ada anak buah yang salah. Bisa marah tapi dalam rangka mencintai bukan membenci anak buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini perbedaan saya dengan pengusaha lain. Aturan yang saya buat boleh dilanggar asal bisa mempertanggungjawabkan. Undang-undang fungsinya untuk mengatur bukan untuk menganjurkan. Contohnya, dilarang tidur sewaktu bekerja, bukan berarti tidak boleh tidur. Boleh tidur dengan syarat minta ijin terlebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya pernah kemalingan. Selidik punya selidik, ternyata pencurinya anak buah saya sendiri. Tapi mereka tidak saya pecat. Saya nasehati saja. Saya katakan pada mereka, bila mau mencuri sebaiknya minta ijin terlebih dulu. Dari dulu kan sudah saya bilang, bila mau melanggar aturan harus minta ijin. Kalau sudah minta ijin dia tidak akan mencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mencari anak buah, saya juga berbeda dengan pengusaha lain. Orang yang sudah berpengalaman negatif dengan pekerjaannya, misalnya sopir, saya mencari sopir yang pernah tabrakan. Kalau sudah pernah tabrakan, dia pasti akan hati-hati karena mengetahui betapa sakitnya tabrakan, dan dia pasti tidak akan menabrakkan mobil saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis bagi saya adalah bagaimana caranya “menipu” konsumen secara baik-baik, sehingga mereka merasa senang dan merasa tidak ditipu, dan datang lagi minta ditipu secara berkesinambungan. Marketing yang andal adalah orang yang sudah bisa mempengaruhi jiwa konsumen. Bukan lagi hanya kantongnya, sehingga orang tersebut tidak bisa berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci keberhasilan adalah kejujuran yang mengandung itikad baik. Dalam berusaha saya tidak selalu memikirkan untung. Keuntungan hanya membuat kita kaya secara meteri, namun tidak secara batin. Untuk apa kaya kalau tidak bahagia? Bukan berarti saya menganjurkan miskin. Akan lebih rugi bila sudah miskin tidak bahagia. Jadi tujuan hidup bukan miskin atau kaya, tapi bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang disebut bahagia adalah orang yang bisa berkarya untuk diri sendiri dan bermanfaat untuk masyarakat. Kalau mau kaya, usahakan jangan sampai orang lain menjadi miskin karenanya. Saya mempunyai filosofi, “lebih baik sedikit tetapi cukup daripada banyak tetapi kurang.” Miskin di sini saya artikan adalah cukup. Kalau sudah merasa sudah cukup, untuk apa memikirkan banyak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup saya memakai sistem kompromi. Separuh untuk nafkah separuh lagi untuk kehidupan. Karena mencari nafkah itu belum tentu hidup. Apabila sudah bisa menikmati hidup, barulah namanya hidup. Hidup itu sebenarnya mudah karena Tuhan Maha Baik, Dia akan memberikan segala yang diminta hambanya. Manusia itu sering berbicara bahwa Tuhan Maha Tahu tapi mereka sok. Tuhan Maha Kuasa tapi kita sok kuasa akhirnya kita tidak mau rendah hati. Sebetulnya, kalau rendah hati, hidup ini jadi indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengelola Joger, saya juga sering menjadi pembicara di seminar-seminar. Saya sering mengungkapkan, kembangkanlah diri kalau mau percaya diri. Tapi sebelum mengembangkan diri, harus tahu diri. Jadi intinya adalah tahu diri, setelah itu percaya diri. Bagaimana bisa berusaha, bila tidak percaya diri dan tidak bisa mengembangkan diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga bagian yang bisa diambil bila mau terjun dalam bisnis. Pertama, menjadi pelopor. Kedua, menjadi terbaik kalau tidak bisa menjadi pelopor. Bila tidak bisa menjadi pelopor dan terbaik, jadilah yang ketiga. Karena yang ketiga sudah tidak ada lagi. Begitu juga dengan Joger. Joger mengambil nomor tiga, karena setelah Joger tidak ada lagi usaha seperti Joger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengelola Joger, saya mempunyai tim. Pertama, pengumpul kata-kata dari semesta alam. Kedua, editor, yang mengedit kata-kata yang panjang menjadi pendek, dan yang buruk menjadi indah. Ketiga, desain grafis dan keempat, kritikus, mengkritik sebelum dicetak, biar tidak bertentangan dengan moral. Semunya itu ada dalam diri saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termasuk pengusaha yang mau menerima pesanan, dalam arti, bila ada konsumen yang tertarik pada produk Joger, mereka harus membeli langsung dan menerima apa adanya. Dan tidak bisa memesan, sesuai dengan kehendak konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Joger&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/85-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---Joger-sukses-dengan-pabrik-kata-kata.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>nelly</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Thu, 05 Feb 2009 21:10:04 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/85-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---Joger-sukses-dengan-pabrik-kata-kata.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>kewiraushaan - Kisah Sukses Pengusaha UKM, Nur Dahyar Dari Karyawan Menjadi Rekanan Toyota</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/84-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewiraushaan---Kisah-Sukses-Pengusaha-UKM,-Nur-Dahyar-Dari-Karyawan-Menjadi-Rekanan-Toyota.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-family: Arial; color: #996600;&quot;&gt;Kisah Sukses Pengusaha UKM, Nur Dahyar Dari Karyawan Menjadi Rekanan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-family: Arial; color: #996600;&quot;&gt;Toyota&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;[&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;08/01/2009&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;, &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;09:20:18&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Oleh Sigit Wibowo Jakarta—Siapa yang membayangkan orang yang dulunya bekerja di bagian produksi pabrik Toyota Astra Motor (TAM) bisa mengubah nasibnya menjadi rekanan yang memasok komponen pada perusahaan otomotif terbesar di Indonesia tersebut? Mungkin ada, tidak tidak terlalu banyak. Dan salah satunya adalah Nur Dahyar. Nur—demikian ia biasa dipanggil-membuka usaha pallet setelah “mencuri” ilmu di TAM selama 9 tahun. Saat ini pallet buatan perusahaannya tidak saja digunakan memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga diekspor ke luar negeri. “Sejak awal saya memang mempunyai rencana menjadi pengusaha,” ujarnya. Pada saat bekerja di Toyota tahun 1978 ia hanya berbekal ijazah SLTP. Namun keinginannya menjadi seorang pengusaha tidak pernah mati, sembari bekerja di Toyota pada malam harinya ia bersekolah SMA hingga lulus Akademi D3 komputer. Ketika bekerja di Toyota, ia pun bertekat menguasai semua bidang sehingga ia minta kepada atasannya supaya di-rolling dari satu bidang ke bidang lain. Maka sejumlah bidang di industri otomotif ini sudah ia jalani. Mulai dari bidang pengelasan, press, pengepakan, pergudangan dan lainnya. Setelah ia memperoleh cukup ilmu akhirnya ia keluar untuk mendirikan perusahaan kecil-kecilan. Secara kebetulan ketika di Toyota ia kenal dengan Setiadi, seorang teknisi mesin yang bekerja di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Hubungan pertemanan ini berlanjut menjadi hubungan bisnis. Nur Dahyar lalu mendirikan perusahaan yang diberi nama PT Nuansa Raya Dinamika (NRD) tahun 1997. Modal awal pengembangan usaha NRD berasal dari pinjaman BNI sebesar Rp 50 juta. Pertama kali memperoleh order dari Pelindo lewat jasa temannya tersebut. Proyek yang ditanganinya adalah pembuatan 9 pemancar lampu (tower) senilai Rp 135 juta yang dilaksanakan dalam beberapa periode. “Pada bulan pertama NRD menyelesaikan order sebesar Rp 15 juta tetapi biaya yang dikeluarkan sebanyak Rp 25 juta,” ujarnya. Hal ini wajar mengingat NRD harus menginvestasikan mesin dan peralatan lain. Setelah memiliki prospek yang baik koleganya tersebut mengajukan pensiun dini agar bisa fokus dalam mengembangkan perusahaan tersebut. Pada mulanya 100 persen saham dimiliki Nur Dahyar tetapi setelah Setiadi bergabung komposisi kepemilikan saham fity-fifty. “Kami membina hubungan berdasarkan prinsip saling percaya, walaupun sering kali beda pendapat tetapi sampai sekarang masih bisa bertahan,” kata Setiadi. Jika Dahyar lebih menguasai proses produksi maka Setiadi menangani yang berkaitan masalah keuangan. Pembagian tugas yang jelas menyebabkan masing-masing orang tahu apa yang harus dilakukan dan bidang apa yang harus dikerjakan. Beralih ke Besi/baja Semula NRD memproduksi pallet yang terbuat dari kayu tetapi mulai tahun 2001 beralih dengan bahan baku dari besi/baja. Sejak tahun 2002 pallet buatan NRD semua berasal dai besi/baja. Hal ini disebabkan negara seperti Malaysia dan Australia sudah tidak mau menerima pallet yang terbuat dari kayu karena menciptakan masalah lingkungan. Saat ini produk yang dihasilkan NRD tidak saja pallet baja tetapi juga peralatan konstruksi baja dan mesin-mesin sederhana. NRD telah berkembang menjadi tiga pabrik kecil yang menempati wilayah seluas 2560 meter persegi di daerah Semper. 55 persen produksi NRD untuk memasok kebutuhan Toyota sedangkan 45 persen kepada pelanggan lain. Tercatat beberapa perusahaan seperti PT Maersk Line, SCI, American Line, Mulia Keramik mengguanakan produk NRD. Saat ini beberapa bank telah menyalurkan kredit pada UKM ini yakni Bank Niaga, Bank Permata dan Citibank. “Sekarang kredit yang bisa dikucurkan bisa mencapai Rp 1 miliar per bulan seiring dengan perkembangan perusahaan,” kata Setiadi. Ia merasa bersyukur karena omzet perusahaan yang semula hanya dibawah Rp 100 juta sekarang sudah mencapai Rp 14 miliar. Setiadi memperkirakan omset perusahaan di akhir tahun bisa mencapai Rp 20 miliar. Meskipun masih mengandalkan produksi pallet baja tetapi produk-produk lain non-pallet akan ditingkatkan. Pada 2005-2007, NRD ingin masuk pada pengembangan produk komponen mesin. Rencananya 2007-2010 investasi peralatan dan mesin-mesin sudah bisa dilakukan dan akhir tahun 2010 sudah bisa berproduksi. Khusus bahan baku perusahaannya dipasok oleh PT Krakatau Steel melalui 5 distributor dan pipa dari perusahaan Bakrie. Sejauh ini pasokan lancar sehingga produksi tidak terganggu. Namun penguatan dolar terhadap rupiah akhir-akhir ini menyebabkan kekhawatiran karena dampaknya sangat buruk bagi usahanya. Sementara untuk jumlah karyawan terus meningkat dari tahun 1997 yang hanya Nur Dahyar dengan anggota keluarga saja. Tahun 1998 berjumlah 7 orang sekarang sudah berkembang menjadi 122 orang. Kebanyakan atau sekitar 78 orang merupakan lulusan smu, 3 dari akedemi, 6 orang univeritas dan sisanya pendidikan SD dan SMP. Jepang ingin masuk Setelah melihat prospek bisnis yang baik maka ancaman terbesar yang dihadapi perusahaan adalah rencana perusahaan Jepang melakukan investasi di sektor ini. Hal inilah yang dikhawatirkan karena bisa mengancam eksistensi NRD. Namun kebijakan Toyota yang tetap ingin mempertahankan partner lokal menyebabkan mereka belum bisa masuk. Tetapi indikasi perusahaan Jepang ingin masuk ke sektor ini sudah ada. “Kami meminta pemerintah memperhatikan ini sebab secara modal dan teknologi mereka pasti tidak kalah,” kata Dahyar. Sebelumnya tahun 2004 NRD juga terancam setelah produk-produk bajakan dengan harga murah dari Cina diselundupkan melalui berbagai pelabuhan. “Modusnya mereka bekerja sama dengan beberapa orang aparat bea cukai untuk meloloskannya,” ujarnya. (www.sinarharapan.co.id)&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/84-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewiraushaan---Kisah-Sukses-Pengusaha-UKM,-Nur-Dahyar-Dari-Karyawan-Menjadi-Rekanan-Toyota.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>hendra</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Thu, 05 Feb 2009 21:06:03 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/84-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewiraushaan---Kisah-Sukses-Pengusaha-UKM,-Nur-Dahyar-Dari-Karyawan-Menjadi-Rekanan-Toyota.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Alwi Shihab dan Salwa, Juragan Batik dari Kota Pempek</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/83-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Alwi-Shihab-dan-Salwa,-Juragan-Batik-dari-Kota-Pempek.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-family: Arial; color: #996600;&quot;&gt;Alwi Shihab dan Salwa, Juragan Batik dari &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-family: Arial; color: #996600;&quot;&gt;Kota&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.5pt; font-family: Arial; color: #996600;&quot;&gt; Pempek&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;[&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;19/12/2008&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;, &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;11:17:11&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;teksartikel&quot;&gt;&lt;strong&gt;]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau saja tidak ada drum-drum oli bekas berjejer di depan rumahnya, bisa jadi orang yang baru datang di daerah itu tak akan menyangka rumah itu sebuah home industry. Maklum, kecuali untuk memasak blendsejenis perekat untuk membuat batik perada, drum-drum itu tak punya keistimewaan lain. Rumah yang terletak di kawasan Sawangan Baru, Depok, itu sama saja dengan tetangga di kanan kirinya. Teduh, tenang, tanpa hiruk pikuk para pekerjanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemilik rumah itu adalah Alwi Shihab dan Salwa. Suami istri berdarah Arab ini bisa dibilang pengusaha batik perada yang sukses. Dengan produksi sekitar 200 potong batik per hari, industri rumahan yang mereka kelola kini beromzet tak kurang dari Rp 250 juta per bulan. Batik khas Indonesia itu bukan cuma tersebar di kota-kota besar negeri ini, tapi juga sudah menyeberang ke sejumlah negara Asia, terutama Thailand dan Malaysia. Selain itu, Salwa juga berperan menularkan ilmu membuat batik perada kepada warga di sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Batik buatan Salwa memang digemari karena keunikannya. Sebab, dibanding dengan batik perada yang umumnya di jual di Jawa, produk Salwa agak berbeda. Perbedaannya terletak pada garis-garis ornamen yang timbul pada kain batik, sedangkan produk sejenisnya tidak. Saya mengambil ciri khas batik perada Palembang (Sumatera Selatan),kata ibu beranak satu itu. Jadi, meski tak memakai merek tertentu, konsumen bisa mengenali produk made in Salwa dari konturnya yang timbul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membuat batik perada memang tidak sesulit membatik yang harus mendesain corak dan gambarnya. Sebab, perada berarti teknik menghias kembali kain batik yang sudah jadi dengan glatir (semacam bubuk). Batik bercorak bunga, misalnya. Pada garis tepi ornamen bunga tersebut diberi cairan blend, kemudian setelah cairan itu kering diberi lapisan warna dengan menggunakan glatir. Biasanya, lapisan warna itu beragam, misalnya emas, perak, putih, kuning, merah, dan sebagainya. Tapi yang paling laku dan banyak peminatnya yakni yang berwarna emas, ujar Salwa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski begitu, seni menghias perada tidak bisa begitu saja didapat. Salwa mengasah keahliannya sejak duduk di bangku SMP. Kebetulan, saat itu wanita kelahiran Palembang ini sekolah di Solo (Jawa Tengah) dan tinggal di Mertodranan, Pasar Kliwon, wi-layah yang banyak memiliki perajin batik. Dari kota inilah sedikit demi sedikit Salwa mempelajari seni membatik dan mengenal beragam jenis batik. Pengetahuan ini ternyata kelak sangat membantunya dalam mengembangkan usaha yang ia rintis sekarang. Lulus SMP, Salwa kembali ke kampung halamannya untuk melanjutkan SMA. Saat itu, tak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjadi pengusaha batik. Apalagi setelah ia menikah dengan Alwi Shihab. Boro-boro mempelajari, mengamati seni tradisional ini pun, ia tak sempat. Hari-harinya praktis dihabiskan untuk membantu suaminya berdagang kain di Palembang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Roda kehidupan Salwa berubah ketika suaminya membawanya hijrah ke Jakarta dan berdagang baju-baju konfeksi di Tanah Abang, pada 1984. Di pusat perdagangan tekstil itu, Salwa mulai sadar bahwa pakaian batik perada digemari oleh masyarakat. Maka, ia pun mencoba berdagang batik perada. Tapi saat itu ia tidak terlibat dalam produksinya, tapi cuma mencarikan kain sebagai bahan dasar dan menjual batik perada yang sudah jadi ke Jakarta. Seluruh proses produksinya dikerjakan di Palembang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ternyata, di ibu kota, batik perada ala Palembang ini laris manis. Salwa melihat peluang bagus jika batik tersebut dibuat di Jakarta. Kalau bisa dikerjakan di Jakarta, mengapa harus bolak-balik, kan tidak efisien, ujar wanita 46 tahun itu. Maka pada 1995, bersama suaminya yang setahun lebih tua, ia mulai merintis pembuatan batik perada ala Kota Pempek. Untuk itu, Salwa khusus mendatangkan dua orang perajin dari kampung halamannya, Palembang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski sudah lama memiliki bekal pengetahuan tentang batik, toh tahun-tahun pertama memulai usahanya merupakan proses pembelajaran kembali bagi Salwa, dari mulai memilih motif, memberi perekat, sampai mengoleskan gliter pada kain tersebut. Salwa dan Alwi pun melakukan sejumlah inovasi agar produk yang dihasilkan berkualitas bagus dan efisien. Untuk blend, misalnya, awalnya mereka beli jadi, tapi hasilnya tidak memuaskan. Maka, Alwi pun mencoba meramu sendiri bahan perekat itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara untuk gliter-nya tidak dibuat sendiri karena bahan itu masih diimpor dari Jepang. Selama ini, Salwa biasa membeli gliter jadi di toko-toko kimia. Bahan baku lainnya, batik jadi, biasanya dibeli di Tanah Abang. Berbagai merek bisa dipakai, misalnya Danar Hadi, Daun Dewa, dan kain panjang Cap Jago. Bahan dasarnya pun bisa dari kain katun, satin, santung, safir, beludru, dan sutera asli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PEGAWAINYA IBU-IBU DI SEKITAR RUMAH &lt;br /&gt;Selain membuat batik perada, Alwi juga membuat kaligrafi dan hiasan dinding yang menggunakan bahan baku dari batik perada. Proses pembuatannya tak jauh berbeda dengan batik perada. Cuma, bahan dasarnya biasanya terbuat dari kain polos dan Alwi harus menggambar desainnya dulu di atas kain tersebut. Biasanya, hiasan dinding yang berukuran 75x120 sentimeter dijual seharga Rp 200 ribu per buah, termasuk bingkainya. Sementara kaligrafi berukuran 100x60 sentimeter dijual seharga Rp 30 ribu per buah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harga jual batik perada sendiri bervariasi. Untuk sepotong kain panjang, harganya mulai Rp 30 ribu sampai ratusan ribu. Semua tergantung jenis kain dan tingkat kerumitan motifnya. Untuk batik Danar Hadi biasanya dijual seharga Rp 75 ribu per potong. Dan yang paling mahal terbuat dari kain sutera yang bisa mencapai Rp 300 ribu per potong. Berapa keuntungannya? Untuk setiap potong kain, biasanya kami mengambil untung tidak besar, hanya Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu, kata Salwa. Memang, bagi pasangan itu, keuntungan kecil tidak masalah. Yang penting bagi mereka adalah uangnya bisa berputar cepat. Demikian pula dengan pembayarannya. Para pelanggannya bisa membayar secara kontan maupun giro bilyet berjangka waktu 1 sampai 2 bulan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk memasarkan batik perada buatannya ke luar Jawa dan luar negeri, biasanya Alwi dan Salwa memakai jasa toko langganannya di Tanah Abang. Sementara yang dijual di Jakarta bisa mengambil sendiri dari rumah Salwa. Dan agar produksinya laku, Salwa sengaja tak mencantumkan merek. Jadi, pemilik toko bebas memberi merek apa pun. Untuk sementara begitu dulu. Karena, kalau pakai merek sendiri, bisa-bisa para pedagang tidak mau beli,katanya. Meski demikian, itu tak berarti ia mengubur keinginan memiliki merek sendiri. Begitu juga dengan proses ekspor. Suatu saat ia ingin melakukannya tanpa menggunakan jasa perantara. Tapi sampai saat ini kami belum punya tenaga karena sudah repot mengurus yang sekarang, ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memang, saat ini Salwa tak memiliki tenaga banyak untuk mengurus masalah itu. Kini, ia hanya memiliki karyawan tetap sebanyak 7 orang. Tugasnya memberi gliter pada kain yang sudah di beri blend. Sementara perajin yang memberi blend adalah ibu-ibu yang ada di sekitar rumahnya. Jumlahnya mencapai 100 orang lebih. Banyak di antara mereka adalah istri tukang ojek dan caddy di lapangan golf. Para perajin itu diupah Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per kain, tergantung motifnya. Biasanya, mereka membutuhkan waktu 2-3 jam untuk memberi blend pada kain. Dalam sehari, biasanya mereka bisa menyelesaikan 3-4 potong kain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mengontrol hasil karya para perajin itu, biasanya Salwa memberi nomor pada setiap kain. Jadi, bila ada yang cacat saat memberi blend, hal itu bisa langsung diketahui dan dikembalikan ke si perajin untuk diperbaiki. Saat itu biasanya dimanfaatkan Salwa untuk menularkan ilmunya kepada para perajin. Ia menjelaskan cara memberi blend yang benar agar batik perada yang dihasilkan memiliki kualitas bagus. Saya juga senang kalau akhirnya mereka bisa membuat batik perada sendiri, tuturnya sembari mengenang saat-saat ia belajar membatik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Irawati Maxi dan Nugroho Adhi&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/83-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Alwi-Shihab-dan-Salwa,-Juragan-Batik-dari-Kota-Pempek.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>hendra</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Thu, 05 Feb 2009 21:04:23 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/83-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Alwi-Shihab-dan-Salwa,-Juragan-Batik-dari-Kota-Pempek.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Kewirausahaan - Kisah Pengusaha Sukses </title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/82-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Kewirausahaan---Kisah-Pengusaha-Sukses.html</link>
            <description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kisah Pengusaha Sukses&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Lulusan STM bangunan ini mengawali bisnisnya hanya dengan dua gerobak. Kini, ia memiliki 10 pabrik dan 2.000 outlet &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Edam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt; Burger yang tersebar di seluruh &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;. Segalanya tentu tak mudah diraih. Bahkan, ia pernah menjalani hidup yang keras di &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;(Di rumah mungil di kawasan Perumnas Klender, Jakarta Timur, belasan pegawai berkaus merah kuning terlihat sibuk. Roti, daging, sosis, hingga botol-botol saus kemasan bertuliskan Edam Burger disusun rapi dalam wadah-wadah plastik siap edar. Seorang lelaki bercelana pendek berhenti bekerja, lalu keluar menyambut NOVA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Pembawaannya sederhana, tak ubahnya seperti pegawai lain. Sambil tersenyum hangat, ia pun memperkenalkan diri. “Aduh maaf, ya, saya tidak terbiasa rapi, hanya pakai oblong dan celana pendek,” tutur Made Ngurah Bagiana, sang pemilik Edam Burger. Beberapa saat kemudian, Made bercerita.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Terus terang, saya suka malu dibilang pengusaha sukses yang punya banyak pabrik dan outlet. Bukan tidak mensyukuri, tapi saya hanya tak mau dicap sombong. Saya mengawali semua usaha ini dengan niat sederhana: bertahan hidup. Makanya, sampai sekarang saya ingin tetap menjadi orang yang sederhana. Sesederhana masa kecil saya di Singaraja, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Bali&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Orang tua memberi saya nama Made Ngurah Bagiana. Saya lahir pada 12 April 1956 sebagai anak keenam dari 12 bersaudara. Sejak kecil, saya terbiasa ditempa bekerja keras. Malah kalau dipikir-pikir, sejak kecil pula saya sudah jadi pengusaha. Bayangkan, tiap pergi ke sekolah, tak pernah saya diberi uang jajan. Kalau mau punya uang, ya saya harus ke kebun dulu mencari daun pisang, saya potong-potong, lalu dijual ke pasar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Menjelang hari raya, saya pun tak pernah mendapat jatah baju baru. Biasanya, beberapa bulan sebelumnya saya memelihara anak ayam. Kalau sudah cukup besar, saya jual. Uangnya untuk beli baju baru. Lalu, sekitar usia 10 tahun, saya harus bisa memasak sendiri. Jadi, kalau mau makan, Ibu cukup memberi segenggam beras dan lauk mentah untuk saya olah sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana; color: blue;&quot;&gt;PENSIUN JADI PREMAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, hidup saya bergulir hingga menamatkan STM bangunan tahun 1975. Bosan di Bali, saya pun merantau ke &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt; tanpa tujuan. Saya menumpang di kontrakan kakak saya di Utan Kayu. Untuk mengisi perut, saya sempat menjadi tukang cuci pakaian, kuli bangunan, dan kondektur bis PPD.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Kerasnya kehidupan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;, tak urung menjebloskan saya pada kehidupan preman. Bermodal rambut gondrong dan tampang sangar, ada-ada saja ulah yang saya perbuat. Paling sering kalau naik bis &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt; tidak bayar, tapi minta uang kembalian. (Sambil berkisah, Made terbahak tiap mengingat pengalaman masa lalunya. Berulang kali ia menggeleng, lalu membenarkan letak kacamatanya).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Toh, akhirnya saya pensiun jadi preman. Gantinya, saya berjualan telur. Saya beli satu peti telur di pasar, lalu diecer ke pedagang-pedagang bubur. Ternyata, usaha saya mandeg. Saya pun beralih menjadi sopir omprengan. Bentuknya bukan seperti angkot ataupun mikrolet zaman sekarang, masih berupa pick-up yang belakangnya dikasih terpal. Saya menjalani rute Kampung Melayu - Pulogadung - Cililitan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Tahun 1985, saya pulang ke kampung halaman. Pada 25 Desember tahun itu, saya menikah dengan perempuan sedaerah, Made Arsani Dewi. Oleh karena cinta kami bertaut di &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;, kami memutuskan kembali ke Ibu Kota untuk mengadu nasib. Kami membeli rumah mungil di daerah Pondok Kelapa. Waktu itu saya bisnis mobil omprengan. Awalnya berjalan lancar, tapi karena deflasi melanda tahun 1986-an, saya pun jatuh bangkrut. Kerugian makin membengkak. Saya harus menjual rumah dan mobil. Lalu, saya hidup mengontrak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana; color: blue;&quot;&gt;NYARIS TERSAMBAR PETIR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Titik cerah muncul di tahun 1990. Saya pindah ke Perumnas Klender. Tanpa sengaja, saya melihat orang berjualan burger. Saya pikir, tak ada salahnya mencoba. Saya nekad meminjam uang ke bank, tapi tak juga diluluskan. Akhirnya saya kesal dan malah meminjam Rp 1,5 juta ke teman untuk membeli dua buah gerobak dan kompor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Bahan-bahan pembuatan burger, seperti roti, sayur, daging, saus, dan mentega, saya ecer di berbagai tempat. Dibantu seorang teman, saya menjual burger dengan cara berkeliling mengayuh gerobak. Burger dagangannya saya labeli Lovina, sesuai nama pantai di &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Bali&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt; yang sangat indah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Banyak suka dan duka yang saya alami. Susahnya kalau hujan turun, saya tak bisa jalan. Roti tak laku, Akhirnya, ya, dimakan sendiri. Masih untung karena istri saya bekerja, setidaknya dapur kami masih bisa ngebul. Pernah juga gara-gara hujan, saya nyaris disambar petir. Ketika itu saya tengah memetik selada segar di kebun di Pulogadung. Tiba-tiba hujan turun diiringi petir besar. Saya jatuh telungkup hingga baju belepotan tanah. Rasanya miris sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Di awal-awal saya jualan, tak jarang tak ada satu pun pembeli yang menghampiri, padahal seharian saya mengayuh gerobak. Mereka mungkin berpikir, burger itu pasti mahal. Padahal, sebenarnya tidak. Saya hanya mematok harga Rp 1.700 per buah. Baru setelah tahu murah, pembeli mulai ketagihan. Dalam sehari bisa laku lebih dari 20 buah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Untuk mengembangkan usaha, saya mengajak ibu-ibu rumah tangga berjualan burger di depan rumah atau sekolah. Mereka ambil bahan dari saya dengan harga lebih murah. Sungguh luar biasa, upaya saya berhasil. Dalam dua tahun, gerobak burger saya beranak menjadi lebih dari 40 buah. Saya pun pensiun menjajakan burger berkeliling dan menyerahkan semua pada anak buah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Tak berhenti sampai di situ, tahun 1996 saya mencoba membuat roti sendiri dan membuat inovasi cita rasa saus. Seminggu berkutat di dapur, hasilnya tak mengecewakan. Saya berhasil menciptakan resep roti dan saus burger bercita rasa lidah orang &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt; font-family: Verdana;&quot;&gt;. Rasanya jelas berbeda dengan burger yang dijual di berbagai restoran cepat saji. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/82-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Kewirausahaan---Kisah-Pengusaha-Sukses.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>edang</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Thu, 05 Feb 2009 21:03:36 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/82-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Kewirausahaan---Kisah-Pengusaha-Sukses.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Wirausahawan Sukses</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/81-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Wirausahawan-Sukses.html</link>
            <description>&lt;div class=&quot;itemHead&quot;&gt;&lt;span class=&quot;itemTitle&quot;&gt;&lt;strong&gt;Wirausahawan Sukses&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;itemInfo&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;itemBody&quot;&gt;&lt;div class=&quot;itemText&quot;&gt;Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tiada merugi. QS Fathir {35}:29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang pengusaha sukses di Indonesia yang memulai karirnya dengan membuka sebuah bisnis makanan dan kini telah merambah seluruh tanah air dengan puluhan outlet dan cabangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tempo &amp;#1575;yang tidak terlalu lama, usaha makanan lezat yang ia rintis berkembang dengan begitu menggurita. Masyarakat pun banyak menggandrungi makanan yang disajikan oleh ‘brand’ restoran miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat pernah, beliau menjadi sponsor utama sebuah seminar zakat yang diadakan di kota Medan. Usai menyampaikan materi seminar, para pembicara diajak untuk menikmati santap siang di salah satu restoran milik sang pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika santap makan siang berlangsung, salah seorang pembicara menyela dengan sebuah pertanyaan kepada pemilik restoran, “Pak, boleh dong berbagi cerita kiat sukses merintis bisnis kayak begini. Sepertinya bapak gak terlalu lama membangun bisnis ini tapi kok langsung menggurita sampai seluruh tanah air. Apa sih rahasianya?” Sambil tersenyum penuh rasa syukur, pengusaha ini menjawab dengan nada yakin: “Pak Ustadz, sama seperti pengusaha lain, saya merintis ini dengan jatuh-bangun. Namun, sejak saya bertekad untuk menaikan zakat saya hingga 5% dari penghasilan. Subhanallah… Allah berkenan memberikan rezeki yang melimpah kepada saya, keluarga dan semua orang yang terlibat dalam usaha ini.” Ia menambahkan, “Saya amat percaya, semakin banyak kita membantu Allah, Dia pun akan lebih banyak lagi akan memberikan balasannya kepada kita. Dan itu telah kami rasakan kebenarannya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar… Allah Maha Besar… Dia mampu untuk memberikan balasan yang begitu berkah bagi hamba-Nya yang mau berniaga kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu cerita dari pulau Sumatera, tepatnya di kota Medan. Lain lagi kisah seorang pengusaha berkah dari Provinsi Jawa Tengah. Banyak usaha yang ia tangani. Mulai dari percetakan, penerbitan, institusi pendidikan, pelayanan haji &amp;amp; umrah, yayasan-yayasan social, dan banyak lagi. Bagi saya, jumlah usaha &amp;amp; kegiatan yang beliau tangani sulit dihitung dengan jari. Terakhir saya dengar, beliau tengah membangun sebuah hotel syariah di bilangan kota yang cukup strategis dengan biaya miliaran rupiah. Hal yang lebih membuat kagum adalah…, semua usaha yang beliau bangun berjalan dengan lancar dan memberi hasil yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah…, dengan keterbatasan waktu yang dimiliki, beliau amat terampil untuk mengelola semua usahanya. Saya penasaran untuk mengetahui rahasia kesuksesan di balik itu semua. Sampai pada akhirnya, salah seorang staffnya bercerita kepada saya bahwa beliau selalu menginfak-an hampir 30% dari penghasilannya di jalan Allah Swt.&lt;br /&gt;Kala krisis moneter, perusahaan percetakan miliknya hampir bangkrut sama seperti usaha yang lain. Sebuah kebijakan yang ia tempuh terdengar aneh saat itu. Para karyawannya yang berjumlah ratusan, tidak ia rumahkan. Bahkan beliau tambahkan gaji mereka. Sehingga membuat karyawan tersebut senang, tidak resah dengan harga bahan pokok yang menggila pada saat itu, dan akhirnya…. mereka pun berdoa untuk kebaikan pemilik usaha. Subhanallah… siapa yang suka memberi, ia pasti akan diberi. Oleh siapa, ya… oleh Sang Maha Pemberi, Al Wahhab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perniagaan yang tiada merugi… itulah salah satu jaminan bagi orang yang suka berinfak.&lt;br /&gt;Cobalah simak hadits 567 bab 60 dalam kitab Riyadhus ShalihinI! Di sana Nabi Saw berkisah, ada seorang petani di Madinah… ia berdiri di antara kebun kurmanya yang kering kekurangan air. Pohon tidaklah subur, sementara buah-buahan tidak muncul dengan baik. Ia khawatir, bila kekurangan air maka kebun tidak akan memberi hasil maksimal untuk kebutuhan hidup ia dan keluarga. Ia menengadah ke arah langit. Kedua tangannya, ia angkat setinggi mungkin seraya merapal lafal-lafal doa kepada Allah agar kebunnya diberi air hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama sejak itu, Allah mengirimkan awan untuk berkumpul. Beriringan sedikit demi sedikit, awan berkumpul dengan cukup lebat di atas kebunnya. Sang petani tersenyum kegirangan. Dalam hatinya, ia berucap… “Allah mengabulkan doa &amp;amp; permintaanku tadi!” Namun sebaliknya yang terjadi. Terdengar olehnya sebuah suara yang berasal dari langit dan berbunyi, “Wahai awan, pergilah ke tanah si Fulan…!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berjalanlah awan ke arah lain, ke tempat yang tidak diketahui oleh si petani yang baru saja berdoa. Kekesalan membuncah dalam batin sang petani. “Mengapa hujan tidak jadi turun di tanahku?” gumamnya. Ia pun penasaran. Ia berlari dan terus berlari. Mengikuti kemana awan akan berhenti dan menurunkan air yang dikandungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di suatu tempat yang subur… daunnya rimbun… dan memiliki air yang banyak. Awan pun berhenti dan mencurahkan segala air yang berada di dalam perutnya. Si petani menatap keheranan…, tatkala dilihatnya ada seorang pria bersahaja yang sedang berdoa syukur kepada Tuhan karena telah memberi rahmat pada tanahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, si petani memanggil nama si pemilik tanah. Sang pemilik tanah merasa heran lalu bertanya, “Saudara, dari mana Anda tahu namaku?” “Itulah saudaraku, aku sendiri ingin bertanya sebaliknya, amalan apa yang membuat usahamu begitu berkah hingga namamu ku dengar dari suara langit yang memerintahkan awan untuk menurunkan hujan di sini…, di tanahmu!” Subhanallah! Bukankah ini sebuah prestasi hebat, hingga membuat nama seseorang disebut di langit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemilik tanah mencoba menjawab pertanyaan petani, “Saudara, belum ada orang yang aku beritahukan tentang amalan yang aku kerjakan sehingga membuahkan hasil sedemikian. Namun karena engkau telah tahu sebagian rahasia ini… dan juga karena engkau telah menanyakannya, maka tak layak bagiku untuk merahasiakannya lagi.” “Ceritakanlah padaku, wahai Saudara!” gegas si Petani sebab penasaran.&lt;br /&gt;“Rahasianya mungkin adalah…. Setiap kali kebun dan tanah ini memberi hasil, hanya sepertiga darinya yang aku makan. Sepertiganya lagi aku kembalikan kepada tanah ini sebagai tambahan modal. Lalu sepertiganya lagi, aku berikan kepada Allah Swt sebagai infakku di jalannya. Itulah amalan rutin yang aku kerjakan sehingga membawaku pada hasil yang sedemikian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah….! Pemilik tanah tersebut memberikan sepertiga dari penghasilannya untuk Allah Swt. Tak pelak, Allah Swt pun memuliakannya. Saudaraku…, bila dalam merintis usaha, perniagaan, perdagangan atau apapun yang kita lakukan… bila kita sering mengalami kerugian, kebangkrutan, kredit macet dan lain sebagainya yang dapat membuat usaha kita mengalami kemunduran. Maka…, cobalah resep di atas! Insya Allah, Anda akan merasakan apa yang mereka rasakan, yaitu Perniagaan yang Tiada Merugi Disebabkan Infak di Jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selamat Mencoba! &amp;#61514;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title=&quot;http://fhea.wordpress.com/2008/03/02/wirausahawan-sukses/&quot; rel=&quot;external&quot; href=&quot;http://fhea.wordpress.com/2008/03/02/wirausahawan-sukses/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://fhea.wordpress.com/2008/03/02/wirausahawan-sukses/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/81-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Wirausahawan-Sukses.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>edang</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Thu, 05 Feb 2009 20:59:52 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/81-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-Wirausahawan-Sukses.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>kewirausahaan - MENDIRIKAN RUMAH MAKAN AYAM BAKAR WONG SOLO BERMODALKAN 700 RIBU RUPIAH</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/80-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---MENDIRIKAN-RUMAH-MAKAN-AYAM-BAKAR-WONG-SOLO-BERMODALKAN-700-RIBU-RUPIAH.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;strong&gt;MENDIRIKAN RUMAH MAKAN AYAM BAKAR WONG SOLO BERMODALKAN 700 RIBU RUPIAH&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-left: 18pt; text-align: justify; line-height: 150%;&quot;&gt;08 September 2003&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;&quot;&gt;PERNAH dengar Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo? atau Anda malah sudah pernah mencicipi menunya? Rumah makan ini terkenal dengan ayam bakarnya. Setiap jam makan tiba, rumah makan ini dipenuhi pengunjung. Jumlah gerai rumah makan ini pun tidak kalah dengan waralaba makanan cepat saji asing. Hingga kini ada 27 gerai Ayam Bakar Wong Solo yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan dengan pencapaian hebat bagi usaha yang dirintis dengan modal hanya Rp 700 ribu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Puspo Wardoyo, 47, merintis waralaba Ayam Bakar Wong Solo hingga menjadi sebesar sekarang ini dari titik paling bawah. Ia pernah menjajakan ayam bakar di kaki lima. Sejak kecil Puspo sudah terbiasa berurusan dengan ayam. Orang tuanya penjaja ayam. Pagi hari, Puspo kecil membantu menyembelih ayam untuk dijual di pasar. Siang sampai malam, pria penggemar warna merah ini membantu orangtuanya menjajakan menu siap saji seperti ayam goreng, ayam bakar, garang asem ayam, dan menu ayam lainnya di warung milik orangtuanya di dekat kampus UNS Solo. Pekerjaan ini dilakoninya sampai tamat kuliah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Lulus kuliah, Puspo meninggalkan bisnis unggas ini. Ia menjadi guru di daerah Muntilan. Awalnya ia merasa bangga dengan profesi ini. &quot;Gajinya tetap. Saya bisa membeli apa-apa yang saya inginkan waktu itu. Plus, dihormati oleh murid-murid merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya,&quot; papar Puspo yang ditemui Bintang di salah satu gerainya di daerah Kalimalang, Jakarta. Namun lama-kelamaan hatinya merasa tidak sreg. Alasannya, ia merasa kurang berbakat menjadi guru. Puspo juga merasakan profesi guru tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Ia lantas berhenti dan kembali lagi ke kota asalnya. Ia kemudian membuka warung makan. Tentu saja dengan ayam sebagai menu andalannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Berprofesi sebagai penjaja makanan, pria beristri 4 bukan salah ketik, istri Puspo memang 4 orang, sering mendatangkan cibiran orang sekelilingnya. Tapi ia cuek dan terus menekuni usahanya. Suatu waktu, temannya yang berjualan bakso di Medan pulang ke Solo, sang sahabat menyarankan agar ia pindah berjualan ke Medan. Prospek bisnis rumah makan di kota itu sangat baik, kata sang teman. Ia tertarik dengan ajakan kawannya itu. Untuk mendapatkan modal, ia kembali menjadi guru, kali ini SMU di daerah Bagan Siapi-api, Riau. Warung makan miliknya ia tinggalkan. Puspo mempercayakan pengelolaan warungnya pada seorang kerabat. Selama 2 tahun mengajar, 1989-1991, terkumpul uang sekitar Rp 2.400.000. Dengan uang itu ia membeli motor dan sewa rumah kontrakan. Sisanya sekitar Rp 700.000 dipergunakan untuk modal jualan ayam bakar. Kenapa mesti ayam bakar lagi? &quot;Tiga hari sebelum meninggal ayah berpesan agar saya berjualan ayam bakar. 'Insya Allah sukses',&quot; kata pria berkacamata ini menirukan ucapan mendiang ayahnya. Puspo lantas membuka warung kaki lima di daerah Polonia, Medan. Sukses tidak datang begitu saja. &quot;Kadang-kadang sehari cuma laku beberapa potong,&quot; ingatnya. Melihat pertanda tidak bagus, sang istri Rini Purwanti, yang kala itu bekerja sebagai dosen Politeknik USU, memintanya berhenti berjualan ayam bakar. &quot;Mertua saya bahkan menyuruh saya bertobat berdagang dan menjadi guru kembali,&quot; tegasnya lagi. Tapi dengan kesabaran dan ketaqwaan Puspo, maju terus.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Usahanya tidak sia-sia. Pelan tapi pasti usahanya berkembang. Pegawainya pun bertambah. Suatu saat pegawainya tertimpa masalah. Ia terlibat utang dengan rentenir. Puspo membantunya dengan cara meminjamkan uang. Sebagai ucapan terimakasih, sang pegawai membawa wartawan sebuah harian lokal Medan. Si wartawan yang merupakan sahabat suami pegawai yang ditolong Puspo kemudian menuliskan profilnya. Judul artikel itu Sarjana Buka Ayam Bakar Wong Solo. Artikel itu membawa rezeki bagi Puspo. Esok hari setelah artikel dimuat, banyak orang berbondong-bondong mendatangi warungnya. &quot;Seratus potong ayam ludes per hari. Keesokan harinya meningkat menjadi 200 potong ayam per hari. Omset saya waktu itu mencapai 350 ribu per hari,&quot; sebut pria berbadan besar ini. Hari ke hari usahanya makin sukses. Ia pun kemudian mendirikan tempat yang lebih representatif dan mulai melebarkan sayapnya ke berbagai daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Kemampuan meracik dan meramu masakan didapatnya sewaktu bekerja membantu ayahnya berdagang. &quot;Saya memiliki naluri memasak sejak kecil dan tumbuh di lingkungan yang memiliki usaha rumah makan. Bermodalkan naluri itu saya merancang sendiri menu-menunya dan bukan belajar dari buku, juru masak, atau orang lain,&quot; papar bapak 10 anak ini. Bahasa kerennya, ia belajar masak secara otodidak. Kemampuannya ini terus diasahnya sampai sekarang. Hasilnya di Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo sekarang telah ada 50 menu. Sebagian besar modifikasi dari masakan-masakan yang telah ia ciptakan sebelumnya. Sekarang ini menu yang dihidangkan bukan sekadar ayam. Ada ikan, sayur mayur, dan jus. Ada catatan khusus untuk jenis yang disebut terakhir ini. Nama yang diberikan Puspo untuk hasil karyanya ini unik. Ada jus Poligami dan Jus Dimadu. &quot;Jus poligami berisi gabungan buah-buahan berserat yang dicampur menjadi satu. Sedangkan Jus Dimadu kombinasi buah Markisa dengan buah Torung -- buah khas Medan. Rasanya, semanis madu,&quot; sebut Puspo yang pernah dua kali menyabet penghargaan Enterprise 50 versi Accenture dari majalah Swa dan HIPMI ini. Ia punya alasan sendiri untuk menggunakan nama ini. &quot;Saya sedang mengampanyekan poligami itu tidak seburuk anggapan orang,&quot; cetus penerima penghargaan Waralaba Unggulan Tahun 2003 dari Presiden Megawati ini.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Bagi Puspo bekerja tidak hanya sekadar mencari nafkah saja. Lebih dari itu, bekerja sarana beribadah dan beramal. Tidak heran jika nuansa Islami sangat mengental di rumah makan yang dikelolanya. Semua karyawatinya mengenakan jilbab. &quot;Sebelum masuk dan sebelum pulang, karyawan mendapatkan kultum -- kuliah tujuh menit, mengenai Islam. Tujuannya agar akhlak mereka menjadi terus baik,&quot; terangnya. Puspo kini tengah mencoba menambah gerainya. Ia berniat masuk ke mal-mal dan supermarket. Tidak puas Puspo berniat mengglobalkan Ayam Bakar Wong Solo. &quot;Kami sedang mengusahakan mendirikan gerai di Malaysia, Brunei, bahkan di Belanda,&quot; katanya. Tapi namanya masih tetap Wong Solo kan, bukan Wong Londo?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 18pt; line-height: 150%;&quot;&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/80-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---MENDIRIKAN-RUMAH-MAKAN-AYAM-BAKAR-WONG-SOLO-BERMODALKAN-700-RIBU-RUPIAH.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>edang</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Thu, 05 Feb 2009 20:58:02 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/80-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kewirausahaan---MENDIRIKAN-RUMAH-MAKAN-AYAM-BAKAR-WONG-SOLO-BERMODALKAN-700-RIBU-RUPIAH.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>kLIPING KEWIRAUSAHAAN - Kisah Pengusaha Muslim Yang Sukses Dari Kota Jawa Timur </title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/79-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kLIPING-KEWIRAUSAHAAN---Kisah-Pengusaha-Muslim-Yang-Sukses-Dari-Kota-Jawa-Timur.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kisah Pengusaha Muslim Yang Sukses Dari Kota Jawa Timur&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kisah Nyata)&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapatkan sebuah email yang bertanya mengenai boleh tidaknya seorang muslim ikut MLM (Multilevel Marketing) , saya menjawab daripada ikut MLM yang nota bene menjual produk orang lain yang harganya sudah dipatok dari perusahaan MLM tsb, lebih baik membuka usaha sendiri atau berdagang barang sendiri yang bisa menentukan sendiri tingkat laba yang diinginkan. Sebagai pelengkap jawaban tsb berikut ini saya akan bercerita kisah nyata tentang seorang pengusaha muslim yang sukses dari Jawa Timur karena meninggalkan bekerja dengan orang lain dan membuka usaha konveksi. Mudah-mudahan bisa memotivasi saya pribadi dan pemuda muslim lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada era tahun 1960-an di sebuah kota kecil di Jawa Timur hiduplah seorang buruh pabrik sabun milik seorang pengusaha nonpribumi kita panggil saja ia dengan nama Pak Lukman (nama samaran red), gajinya sangat dibedakan hampir 3 kali lipat dengan buruh lain karena keahliannya membuat cetakkan sabun sangat bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun gaji yang sudah lumayan, buruh tsb pada suatu hari berfikir bahwa &amp;ldquo;kalau saya terus bekerja dengan orang lain saya tidak akan kaya apalagi anak saya berjumlah 11 orang, saya harus keluar dari pabrik sabun ini untuk membuka usaha konveksi&amp;rdquo;. Maka ia segera mengajukan berhenti kepada bosnya , namun bosnya yang orang non pribumi tsb menghalanginya agar tidak keluar malah gajinya akan dinaikkan lebih tinggi lagi. Karena tekad yang bulat Pak Lukman tetap memilih keluar dari pabrik sabun tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya Pak Lukman membuka usaha konveksi, keuntungannya masih sedikit masih dibawah gajinya di pabrik sabun, sehingga ia selalu dibujuk oleh bosnya di pabrik sabun untuk kembali kerja dengannya. Tetapi Pak Lukman menolaknya dan ia tetap pada pendiriannya untuk terus melanjutkan usaha konveksinya. Dan benar saja pada dekade tahun 1965-1970 an ia telah berhasil menjadi pengusaha konveksi yang sukses di kota Jawa Timur tsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat jiwa entrepreneur Pak Lukman ia teruskan kepada 11 anak-anaknya sampai ia meninggal tahun 1980an, ia tidak menginginkan anak-anaknya untuk bekerja kepada orang lain. Saat ini pada tahun 2000 an anak-anaknya (walaupun tidak semua) telah berhasil menjadi pengusaha-pengusaha yang terkenal di kota Jawa Timur tsb, ada yang menjadi pengusaha konveksi dan pengusaha salon kecantikan muslimah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu anak tertuanya yang sudah berusia 60 tahun , sekarang ini sering memberikan ide,gagasan dan semangat kepada setiap pemuda muslim yang berdiskusi dengannya termasuk kepada penulis pribadi, untuk selalu mengembangkan semangat berwirausaha dan meninggalkan keinginan bekerja dengan orang lain. Hasilnya sudah ada beberapa pemuda muslim yang sekarang sukses mengikuti sarannya untuk membuka usaha sendiri walaupun untuk itu harus menempuh perjuangan yang tidak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummat muslim yang penduduknya mayoritas di Indonesia haruslah segera meninggalkan pola fikir yang masih bekeinginan setelah sekolah tinggi lalu bekerja dengan orang lain menuju pola fikir untuk membangun semangat jiwa entrepreneur pada diri sendiri dan anak keturunan seperti apa yang dicontohkan oleh keluarga Pak Lukman tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Rasululah SAW dan mayoritas para sahabat mencotohkan untuk menjadi entrepreneur. Hanya dengan membangun semangat jiwa entrepreneur , ummat muslim bisa mengejar ketinggalan di bidang ekonomi, apalagi saat ini kita sedang menghadapi realitas ekonomi global yang penuh ketidak pastian dan kondisi ekonomi dalam negeri yang mana mulai banyak terjadinya PHK karyawan di berbagai sector industri komoditas ekspor akibat dari krisis financial global.&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/79-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kLIPING-KEWIRAUSAHAAN---Kisah-Pengusaha-Muslim-Yang-Sukses-Dari-Kota-Jawa-Timur.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>anur</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Thu, 22 Jan 2009 19:01:15 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/79-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-kLIPING-KEWIRAUSAHAAN---Kisah-Pengusaha-Muslim-Yang-Sukses-Dari-Kota-Jawa-Timur.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>KLIPING KEWIRAUSAHAAN - Bob Sadino</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/78-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-KLIPING-KEWIRAUSAHAAN---Bob-Sadino.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Bob Sadino&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bob Sadino adalah salah satu sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Bob berwirausaha karena &amp;ldquo;kepepet&amp;rdquo;, selepas SMA tahun 1953, ia bekerja di Unilever kemudian masuk ke Fakultas Hukum UI karena terbawa oleh teman-temannya selama beberapa bulan. Kemudian dia bekerja pada McLain and Watson Coy, sejak 1958 selama 9 tahun berkelana di Amsterdam dan Hamburg.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah menikah, Bob dan istri memutuskan menetap di Indonesia dan memulai tahap ketidaknyamanan untuk hidup miskin, padahal waktu itu istrinya bergaji besar. Hal ini karena ia berprinsip bahwa dalam keluarga, laki-laki adalah pemimpin, dan ia pun bertekad untuk tidak jadi pegawai dan berada di bawah perintah orang sejak saat itu ia pun bekerja apa saja mulai dari sopir taksi hingga mobilnya tertubruk dan hancur , kemudian kuli bangunan dengan upah Rp 100 per hari.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Suatu hari seorang temannya mengajaknya untuk memelihara ayam untuk mengatasi depresi yang dialaminya,dari memelihara ayam tsb ia terinspirasi bahwa kalau ayam saja bisa memperjuangkan hidup, bisa mencapai target berat badan, dan bertelur,tentunya manusia pun juga bisa, sejak saat itulah ia mulai berwirausaha.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada awalnya sebagai peternak ayam, Bob menjual telor beberapa kilogram per hari bersama istrinya. Dalam satu setengah tahun, dia sudah banyak relasi karena menjaga kualitas dagangan,dengan kemampuannya berbahasa asing, ia berhasil mendapatkan pelanggan orang-orang asing yang banyak tinggal di kawasan Kemang, tempat tinggal Bob ketika itu.Selama menjual tidak jarang dia dan istrinya dimaki-maki oleh pelanggan bahkan oleh seorang babu.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun Bob segera sadar kalo dia adalah pemberi service dan berkewajiban memberi pelayanan yang baik, sejak saat itulah dia mengalami titik balik dalam sikap hidupnya dari seorang feodal menjadi servant, yang ia anggap sebagai modal kekuatan yang luar biasa yang pernah ia miliki.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Usaha Bob pun berkembang menjadi supermarket, kemudian dia pun juga menjual garam,merica, sehingga menjadi makanan.Om Bob pun akhirnya merambah ke agribisnis khususnya holtikultura, mengelola kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur konsumsi orang-orang Jepang dan Eropa dia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah untuk memenuhi.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diimbangi kegagalan, perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira orang, dia sering berjumpalitan dan jungkir balik dalam usahanya. Baginya uang adalah nomer sekian, yang penting adalah kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa menemukan dan berani mengambil peluang.&lt;br /&gt;Bob berkesimpulan bahwa saat melaksanakan sesuatu pikiran kita berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, apa yang ada pada diri kita adalah pengembangan dari apa yang telah kita lakukan. Dunia ini terlampau indah untuk dirusak, hanya untuk kekecewaan karena seseorang tidak ,mencapai sesuatu yang sudah direncanakan.Kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak mikir membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah, yang penting adalah action. Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan, setelah mengalami jatuh bangun, akhirnya Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman yang selalu dimulai dari ilmu dulu, baru praktek lalu menjadi terampil dan professional.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut pengamatan Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu berpikir dan bertindak serba canggih,&lt;br /&gt;bersikap arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain. Om Bob selalu luwes terhadap pelanggan dan mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan, sehingga dengan sikapnya tersebut Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelangan akan membawa kepuasan pribadinya untuk itu ia selalu berusaha melayani klien sebaik-baiknya.&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bob menganggap bahwa perusahaannya adalah keluarga, semua anggota keluarga Kem harus saling menghargai, tidak ada yang utama,semuanya punya fungsi dan kekuatan sendiri-sendiri.&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/78-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-KLIPING-KEWIRAUSAHAAN---Bob-Sadino.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>anur</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Thu, 22 Jan 2009 19:01:09 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/78-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-KLIPING-KEWIRAUSAHAAN---Bob-Sadino.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>KLIPING KEWIRAUSAHAAN -Kisah Bapak Sunarno</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/77-download-Islamic-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-KLIPING-KEWIRAUSAHAAN--Kisah-Bapak-Sunarno.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jangan sekali-kali meremehkan pemulung. Lewat bisnis MLM, pemulung pun bisa jadi jutawan. Setidaknya begitulah yang dialami Sunarno. &quot;Saya sendiri tidak membayangkan, setelah menemukan usaha ini ternyata kok lebih cepat daripada rekan-rekan yang lebih mapan dan berpendidikan,&quot; tutur pria kelahiran Solo, 5 Agustus 1961 ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan Pak Sunarno menarik perhatian Bapak Rhenald Kasali, sehingga Pak Rhenald secara khusus mengundang Pak Sunarno dalam acara SOLUSI Rhenald Kasali di ANTeve di awal tahun 2002 lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi yang diraihnya memang paling cepat dibanding yang lain. Hanya dalam kurun 27 bulan, ia berhasil menempati peringkat Senior Network Director, posisi tertinggi di Forever Young MLM. Jaringannya kini sudah lebih dari 100 ribu orang, tersebar di seluruh Indonesia. Seiring dengan itu, penghasilan di atas Rp15 juta per bulan, sepeda motor, mobil, rumah, dan berbagai bonus wisata ke luar negeri telah dinikmatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berebut bonggol kubis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran lahir dari keluarga miskin, Sunarno hanya bisa menamatkan SD. Lebih prihatin lagi, sejak kecil ia sudah yatim piatu. Terpaksa ikut orang ke beberapa kota, jadi kacung untuk sekedar bisa hidup. Tapi itu tidak lama dilakoni. Ketika kembali ke Solo, akhirnya ia memilih profesi pemulung. Kok jadi pemulung? &quot;Saya bosan jadi kacung yang selalu disuruh-suruh orang. Jiwa saya ingin kebebasan,&quot; jawabnya. &lt;br /&gt;Tinggal di daerah kumuh yang berjarak 500 meter dari tempat pembuangan sampah. Pekerjaannya mengais-ngais sampah, mengumpulkan barang bekas. Plastik dan kardus jadi incarannya. Setiap hari ia bersama teman-teman menanti datangnya truk sampah. Begitu mobil pembawa rejeki tiba, mereka berlarian mendekat, lalu berebut barang-barang bekas - siapa cepat, dia dapat. &quot;Apalagi yang namanya balung (tulang sapi - red). Itu ibarat emas bagi kami. Nilainya tinggi kalau dijual,&quot; jelas ayah dua anak ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sendiri pernah merasa amat bahagia sewaktu mendapatkan bonggol kubil (kol). Soalnya &quot;benda berharga&quot; itu didapatnya setelah mengalahkan beberapa saingan. Lewat &quot;kompetisi&quot; yang ketat ia berhasil mendapatkannya. &quot;Hati saya bangga dan puas karena itu suatu prestasi,&quot; katanya tersenyum. Ada satu hal lagi yang membahagiakan hatinya, yaitu saat menyetel radio tatkala masih hidup di kolong jembatan.&quot;Sayangnya tak terkira, sama bahagiannya dengan orang naik Mercy atau Volvo,&quot; tamabh ayah tiga anak ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar terang perusabahan hidup mulai tampak pada 1994, ketika tetangganya memperkanalkan bisnis MLM. Hampir tiap hari tetangga sebelah bercerita, walau kadang-kadang ia tidak menangkap maksudnya. Maklum cuma lulusan SD. Jangankan ngerti, untuk hafal nama MLM yang berbasa Inggris itu saja susah banget. &quot;Seminggu belum hafal,&quot; katanya tertawa. &quot;Tadinya saya nggak mikirin. Tapi lantaran sering dengar dan lihat, lama-lama hafal juga.&quot; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kuncinya keyakinan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah belajar dan ditempa dalam berbagai training dan seminar, dalam hatinya timbul keyakinan. Mulailah ia menjalani bisnis MLM sepenuh hati. Pagi hari, sesuai profesi, ia cari barang-barang bekas. Siangnya, setelah mandi, pergi memprospek orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usaha apa saja pasti ada tantangan. Sunarno pun begitu. Dibilang ngeyel atau mimpi, itu masih halus. Soalnya, ada yang mencercanya bagai cicak makan tiang. Namun itu tidak mengecilkan hatinya, sebab sejak kecil ia sudah terbiasa dengan kompetisi dan tantangan. &quot;Itulah yang mendorong saya untuk maju. Orang gagal itu biasanya engga mau menghadapi tantangan. Kalau engga siap mental, yang paling mudah dilakukan adalah berhenti,&quot; kata pria yang gemar bertani ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sunarno, kunci keberhasilannya hanya satu: keyakinan. Sebab keyakinan itu seakan-akan kenyataan. Ia tumbuh dari penguasaan materi dan belajar dari orang-orang sukses. Bila ingin sukses, bergabunglah dengan orang-orang sukses, minimal ketularan. Motivasinya dalam berusahan sederhana saja: kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak bisa. Pasti bisa! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sekarang usaha itu persaingannya ketat, minimal butuh modal besar. Tapi di bisnis MLM yang saya tekuni ini, sing penting niat dan mau. Nggak perlu jadi pemulung dulu kayak saya. Setelah itu, tinggal melakukan. Perlu tindakan. Itulah modal yang paling utama,&quot; tandasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, dulu karena tinggal di tempat kumuh, sebagian orang belum mau menerima ajakannya. &quot;Kalau kamu berhasil, baru saya mau ikut,&quot; kata mereka. Namun setelah berhasil, Sunarno menagih janji. Mereka menjawab, Lha iya, terang saja Pak Narno sekarang sudah berhasil kok.&quot; Jadi lagi-lagi saya yang disalahkan,&quot; katanya sembari tertawa kecil. &quot;Itu soal mental. Semua itu kembali ke pribadi masing-masing.&quot; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila teringat kehidupan masa lalu, Sunarno masih diliputi rasa haru. Jadi ketika dapat fasilitas rumah dari MLM, Sunarno sengaja memilih di Mojosongo, daerah yang ia huni dulu agar tidak lupa pada sejarah. Tapi bila dulu orang meremehkannya, sekarang lain, &quot;Kalau lingkungan butuh sesuatu, saya yang lebih dulu dimintai sumbangan,&quot; ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ingin mengukir sejarah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sudah suka duka yang dialami Sunarno selama menjalankan MLM. Yang berkesan adalah rekan-rekan, khususnya dalam jaringannya, selalu merujuk pada latar belakangnya. &quot;Pak Narno yang pemulung saja bisa, kok saya tidak bisa.&quot; Mereka terpacu dengan itu. Juga sewaktu dinobatkan sebagai Manager pertama kali, ia tidak mengira bakal dimintai bicara di depan umum. &quot;Saya sangat terharu. Dengan terbata-bata saya ceritakan perjalanan hidup saya.&quot; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan itu, menurut Sunarno, ibarat tiada gelombang yang indah tanpa menerjang karang. Banyak orang mendambakan hidup aman, damai, tenteranm, bahagia dan sejahtera. Hidup seperti ini ideal sekali. &quot;Bagi saya hidup itu sederhana saja, minimal kita punya cita-cita, yaitu sukses dalam segala bidang. Tapi untuk itu diperlukan tindakan, rencana, tujuan, komitmen, keyakinan, mengenal diri, dan cinta. Itu semua merupakan mata rantai yang tak terpisahkan.&quot; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku, waktu kecil tidak punya cita-cita lantaran miskin. Semua dijalani saja. Cita-cita itu baru terbentuk setelah ia bergabung dengan MLM. Sunarno ingin berbakti pada bangsa dan negara. &quot;Ukuran saya bukan penghasilan lagi. Tapi tanggungjawab kepada negara untuk menciptakan suasana yang baik lewat usaha MLM. Misi saya ingin menolong orang yang tidak punya, karena falsasah hidup untuk mengasihi dan melayani telah tertanam dalam diri saya. Falsafah dan misi itu penting dalam segala usaha.&quot; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Sunarno ingin umur panjang. Dalam arti bisa mengukir sejarah sehingga tetap dikenang walau kelak sudah tiada. Maka, dalam kamusnya tidak ada kata terlambat untuk belajar. Tiga tahun lalu bersama sang istri, ia mangambil penyesuaian SMP dan SMA. Bahkan kini ia kuliah dobel. Pagi ambil Pertanian di Universitas Pembangunan Solo, malam kuliah di Fakultas Hukum Unisri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok sampai dobel? &quot;Saya tertarik di pertanian karena melihat Indonesia jauh tertinggal di bidang itu. Padalah kondisi alamnya sangat kaya. Orientasi saya adalah membudayakan pola tanam organik, dan hasil dari pertanian ini kita bisa memberikan sumbangan kepada negara. Sementara itu, saya kuliah di hukum supaya tahu mana benar dan mana yang perlu diluruskan,&quot; paparnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berpisah, ia berpesan kepada rekan-rekan dalam jaringannya agar tidak gampang menyerah, siap dikritik, semangat menyala-nyala, selalu berjuang, rela berkorban, dan berdoa. &quot;Beranilah mengambil keputusan, karena keputusan itulah langkah awal sukses.&quot;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/77-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-KLIPING-KEWIRAUSAHAAN--Kisah-Bapak-Sunarno.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>anur</author>
            <category>Peluang-Bisnis-dan-Usaha</category>
            <pubDate>Thu, 22 Jan 2009 19:00:56 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/77-download-eBooks-Peluang-Bisnis-dan-Usaha-KLIPING-KEWIRAUSAHAAN--Kisah-Bapak-Sunarno.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Imam Al Gazali - MAKNA SULUK DAN TASAWWUF</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/76-download-Islamic-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Gazali---MAKNA-SULUK-DAN-TASAWWUF.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;MAKNA SULUK DAN TASAWWUF&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Imam Al Gazali&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Suluk&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; berarti memperbaiki akhlak, mensucikan amal, dan menjernihkan pengetahuan. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Suluk&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; merupakan aktivitas rutin memakmurkan lahir dan batin. Segenap kesibukan hamba hanya ditujukan kepada Sang Rabb, bahkan ia selalu disibukkan dengan usaha-usaha menjernihkan hati sebagai persiapan&lt;br /&gt;untuk sampai kepada-Nya (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;wusul&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Ada dua perkara yang dapat merusak usaha seorang &lt;em&gt;&lt;strong&gt;salik&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (pelaku suluk), yaitu pertama, mengikuti selera orang-orang yang mengambil aspek-aspek yang ringan dalam penafsiran dan kedua, mengikuti orang-orang sesat yang selalu menurut dengan hawa nafsunya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Barangsiapa yang menyia-siakan waktunya,maka ia termasuk orang bodoh. Dan orang yang terlalu mengekang diri dengan waktu maka ia termasuk orang lalai. Sementara orang yang melalaikannya, dia adalah orang-orang lemah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keinginan seorang hamba untuk melakukan laku &lt;strong&gt;&lt;em&gt;suluk&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; tidak dibenarkan kecuali ketika ia menjadikan Allah Swt. dan Rasul-Nya sebagai pengawas hatinya. Siang hari ia selalu puasa dan bibirnya pun diam terkatup tanpa bicara, sebab terlalu berlebihan dalam hal makan, bicara, dan tidur akan mengakibatkan kerasnya hati. Sementara punggungnya senantiasa terbungkuk rukuk, keningnya pun bersujud, dan matanya sembab berlinangan air mata. Hatinya selalu dirundung kesedihan (karena kehinaan dirinya di&lt;br /&gt;hadirat-Nya), dan lisannya tiada henti terus berzikir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan kata simpul, seluruh anggota tubuh seorang hamba disibukkan demi untuk melakukan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;suluk&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Suluk&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dalam hal ini adalah segala yang telah dianjurkan oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya dan meninggalkan apa yang dibenci olehnya. Melekatkan dirinya dengan sifat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;wara'&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; meninggalkan segala hawa nafsunya, dan melakukan segala hal yang berkaitan erat dengan perintah-Nya. Semua itu dilakukan dengan segala kesungguhan hanya karena Allah Swt., bukan sekadar untuk meraih balasan pahala, dan juga diniatkan untuk ibadah bukan hanya sekadar ritual kebiasaan. Karena sesungguhnya orang yang Asyiq dengan amaliahnya, tidak lagi memandang bentuk rupa zahir amalan itu, bahkan jiwanya pun telah menjauh dari syahwat keduniaan. Maka satu hal yang benar adalah meninggalkan segala bentuk ikhtiar sekaligus menenangkan diri dalam hilir mudik takdir Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam sebuah syair dinyatakan;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Aku ingin menemuinya,&lt;br /&gt;Namun Dia menghendakiku untuk menghindar&lt;br /&gt;Lalu kutanggalkan semua hasratku&lt;br /&gt;Demi apa yang Kaukehendaki&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sirnakan semua makhluk darimu dengan hukum Allah Swt. dan binasakan hawa nafsumu atas perintah-Nya. Demikian halnya, tanggalkan seluruh hasratmu demi perbuatan-perbuatan-Nya (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;af'al&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;). Dengan demikian, maka kau telah mampu menangkap ilmu Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kebebasanmu dari ketergantungan dengan makhluk ditandai dengan perpisahanmu dengan mereka, kau tidak akan kembali dengan mereka, dan&lt;br /&gt;kau pun tidak akan menyesali semua yang ada dalam genggaman mereka. Adapun tanda kebebasanmu dari hawa nafsu adalah dengan tidak memasang harapan yang beriebihan dari semua usahamu, dan tidak pula bergantung dengan urusan kausalitas untuk meraih sebuah kemanfaatan ataupun untuk menghindari kebinasaan. Maka kau jangan hanya bergulat dengan dirimu sendiri, jangan terlalu percaya diri, jangan mencelakan atau membahayakan dirimu sendiri. Namun, pertama-tama yang harus kau lakukan adalah menyerahkan semuanya pada Yang Berhak, agar Dia berkenan memberikan kuasa-Nya kepadamu. Seperti kepasrahanmu kepada-Nya saat kau berada dalam rahim ibumu, atau saat kau masih dalam susuan ibumu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sementara, tanggalnya seluruh hasrat iradah-mu. lebur dalam iradah-Nya ditandai dengan tidak adanya sifat menghendaki dalam dirimu (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;murid&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;), dalam hal ini kau hanyalah sebagai obyek yang dikehendaki (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;murad&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;), bahkan dalam setiap lakumu ada intervensi aktivitas-Nya maka jadilah kau sebagai obyek yang dikehendaki-Nya. Adapun aktivitas-Nya menempati semua anggota ragamu, mententramkan jiwa, melapangkan dada, menyinari wajahmu, dan memeriahkan suasana batinmu. Takdir menjadi nuansa dalam hatimu, azali senantiasa akan menyerumu. Rabb yang Maha Menguasai mengajarimu dengan ilmu-Nya, menyematkan pakaian untukmu dari cahaya&lt;br /&gt;hulul, dan memposisikanmu pada derajat generasi orang terdahulu di antara para ulama yang saleh (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ulu al-'ilm&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;source : Mi'raj as-Salikin, Imam Al Gazali&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/76-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Gazali---MAKNA-SULUK-DAN-TASAWWUF.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah</category>
            <pubDate>Thu, 15 Jan 2009 09:12:32 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/76-download-eBooks-Jalan-Sufi--a-Road-to-Allah-Imam-Al-Gazali---MAKNA-SULUK-DAN-TASAWWUF.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Jalaludin Rumi - Pandai Emas</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/75-download-Islamic-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Pandai-Emas.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Seseorang meminta kepada pandai emas,&lt;br /&gt;&quot;Tolong buatkan aku timbangan. Aku mau menimbang&lt;br /&gt;emas.&quot; Pandai emas itu menjawab, &quot;Maaf,&lt;br /&gt;aku tidak mempunyai pengayak.&quot;&lt;br /&gt;&quot;Aku tidak ingin pengayak.&lt;br /&gt;Aku katakan timbangan, bodoh kau,&quot; jawab orang itu.&lt;br /&gt;&quot;Maaf, aku tidak mempunyai sapu juga,&quot;&lt;br /&gt;ujar pandai emas itu.&lt;br /&gt;&quot;Hentikan omongan ngelantur ini,&quot; kata orang itu.&lt;br /&gt;&quot;Engkau mendengar aku tidak?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Aku mendengarmu cukup baik&lt;br /&gt;dan aku bukan orang bodoh,&quot; kata pandai emas.&lt;br /&gt;&quot;Aku lihat bahwa engkau adalah orang tua yang gemetaran.&lt;br /&gt;Kedua tanganmu sedemikian bergetar sehingga&lt;br /&gt;engkau bakal menumpahkan emas ketika engkau&lt;br /&gt;meletakannya di atas timbangan.&lt;br /&gt;Emasmu ini adalah bubuk yang halus.&lt;br /&gt;Engkau nanti akan memintaku membuat sapu.&lt;br /&gt;kala kau menyapu, engkau akan mendapatkan baik debu&lt;br /&gt;maupun emas, dan engkau akan memintaku membuat&lt;br /&gt;pengayak untuk memisahkannya. Engkau lihat,&lt;br /&gt;aku melihat yang akhir dari yang awal.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/75-download-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Pandai-Emas.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Muhasabah</category>
            <pubDate>Thu, 15 Jan 2009 09:12:21 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/75-download-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Pandai-Emas.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Jalaludin Rumi - Takabur</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/74-download-Islamic-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Takabur.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Seorang ulama angkuh tengah berlayar dengan perahu.&lt;br /&gt;&quot;Pernahkah engkau mengkaji kitab-kitab, saudaraku?&quot;&lt;br /&gt;ia bertanya kepada tukang perahu:&lt;br /&gt;&quot;Tidak,&quot; muncul jawaban yang memalukan.&lt;br /&gt;&quot;Kalau begitu hidupmu &lt;strong&gt;sampai sekarang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;telah sia-sia,&quot; ujar sang ulama.&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, pusaran air menangkap perahu itu&lt;br /&gt;dalam arusnya.&lt;br /&gt;&quot;Pernahkah Anda belajar berenang, Tuan?&quot;&lt;br /&gt;tanya tukang perahu.&lt;br /&gt;&quot;Tidak. Aku tidak punya waktu untuk senang-senang&lt;br /&gt;semacam itu,&quot; ulama itu menjawab.&lt;br /&gt;&quot;Kalau begitu,&quot; ujar tukang perahu,&lt;br /&gt;&quot;hidup Anda&amp;nbsp;&lt;strong&gt;sejak sekarang&lt;/strong&gt; telah&lt;br /&gt;sia-sia, karena kita akan tenggelam.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/74-download-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Takabur.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Muhasabah</category>
            <pubDate>Thu, 15 Jan 2009 09:12:11 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/74-download-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Takabur.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Jalaludin Rumi - Ujub</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/73-download-Islamic-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Ujub.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Empat orang India ada di sebuah masjid,&lt;br /&gt;hening berkhidmat seraya menanti shalat dimulai.&lt;br /&gt;Ketika muazin masuk, salah seorang India itu&lt;br /&gt;berbisik kepadanya, &quot;Apakah engkau&lt;br /&gt;sudah menyampaikan seruan shalat?&quot;&lt;br /&gt;Mendengar ini, orang India kedua berkata,&lt;br /&gt;&quot;Hai! Engkau telah berbicara ketika engkau tidak boleh,&lt;br /&gt;maka shalatmu akan sia-sia.&quot;&lt;br /&gt;Orang India ketiga berkata dengan masam,&lt;br /&gt;&quot;Jangan mengkritiknya-&lt;br /&gt;bagaimana dengan dirimu sendiri? Engkau baru saja&lt;br /&gt;melanggar keheningan pula.&quot;&lt;br /&gt;Mendengar itu, orang India keempat berujar secara&lt;br /&gt;agamis, &quot;Alhamdulillah,&lt;br /&gt;hanya aku saja yang belum&lt;br /&gt;melakukan kesalahan berbicara.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/73-download-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Ujub.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Muhasabah</category>
            <pubDate>Thu, 15 Jan 2009 09:12:02 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/73-download-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Ujub.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Jalaludin Rumi - Jenguklah Aku</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/72-download-Islamic-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Jenguklah-Aku.html</link>
            <description>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Allah berfirman kepada Musa,&lt;br /&gt;&quot;Engkau melihat bulan terbit dari dadamu.&lt;br /&gt;Aku memenuhimu dengan Cahaya Ilahi.&lt;br /&gt;Aku adalah Tuhan. Akan tetapi,&lt;br /&gt;ketika Aku sakit, engkau tidak pernah menjenguk-Ku!&quot;&lt;br /&gt;Musa berkata, &quot;Subhanallah.&lt;br /&gt;Aku tidak mengerti&lt;br /&gt;apa yang Engkau maksudkan.&lt;br /&gt;Tolong jelaskan kepadaku!&quot;&lt;br /&gt;Allah mengulangi,&lt;br /&gt;&quot;Kala Aku sakit, engkau tidak datang.&quot;&lt;br /&gt;Musa berkata, &quot;Subhanallah Engkau Mahasempurna!&lt;br /&gt;Aku tidak paham. Apa yang Engkau maksudkan?&lt;br /&gt;Allah berfirman, &quot;Salah seorang kekasih-Ku sakit,&lt;br /&gt;dan engkau tak memperhatikannya.&lt;br /&gt;Aku adalah dia. Sakitnya adalah sakit-Ku.&lt;br /&gt;Renungkanlah.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/72-download-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Jenguklah-Aku.html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Muhasabah</category>
            <pubDate>Thu, 15 Jan 2009 09:11:50 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/72-download-eBooks-Muhasabah-Jalaludin-Rumi---Jenguklah-Aku.html</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Syekh Muhammad Hisham Kabbani q.s.</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/71-download-Islamic-eBooks-Tokoh-Syekh-Muhammad-Hisham-Kabbani-q.s..html</link>
            <description>&lt;p&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; width=&quot;100%&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td class=&quot;type5&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;block-content&quot;&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;www.flickr.com/photos/naqsybandi/154700451&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;img class=&quot;biophoto&quot; style=&quot;width: 164px; height: 240px;&quot; src=&quot;http://static.flickr.com/65/154700451_8178940ebe_m.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Maulana Syekh Hisham Kabbani al-Haqqani ar-Rabbani&quot; align=&quot;right&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Syekh Muhammad Hisham Kabbani q.s. adalah seorang ulama dan syekh sufi yang berasal dari Lebanon. Beliau lulusan American University di Beirut dalam bidang kimia. Dari sana beliau melanjutkan studi kedokteran di University of Louvain, Belgia. Beliau juga meraih gelar di bidang Hukum Islam dari Universitas al-Azhar, Damaskus. Sejak usia 15 tahun, beliau telah menemani Syekh `Abdullah ad-Daghestani q.s. dan Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani q.s., syekh agung Tarekat Naqsybandi yang mulia di masa ini. Beliau banyak melakukan perjalanan ke segala penjuru di Timur Tengah, Eropa, dan Timur Jauh untuk menemani syekhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun 1991 beliau diperintahkan syekhnya untuk pindah ke Amerika dan mendirikan yayasan bagi Tarekat Naqsybandi di sana. Sejak saat itu, beliau telah membuka 13 pusat sufi di Kanada dan Amerika Serikat. Beliau telah mengajar di sejumlah universitas, seperti: the University of Chicago, Columbia University, Howard, Berkeley, McGill, Concordia, dan Dawson College, demikian pula dengan sejumlah pusat keagamaan dan spiritual di seluruh Amerika Utara, Eropa, Timur Jauh dan Timur Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Misi dari Syekh Hisham Kabbani q.s. di benua Amerika adalah untuk menyebarkan ajaran sufi dalam konteks persaudaraan umat manusia dan kesatuan dalam kepercayaan kepada Tuhan yang terdapat dalam semua agama dan jalur spiritual. Usahanya diarahkan untuk membawa spektrum keagamaan dan jalur-jalur spiritual yang beragam ke dalam keharmonisan dan kerukunan, dalam rangka pengenalan akan kewajiban ummat manusia sebagai kalifah Tuhan di bumi ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sebagai seorang syekh sufi, Syekh Hisham q.s. telah diberi wewenang untuk membimbing para pengikutnya menuju Cinta Ilahi dan menuju tingkatan spiritual yang telah digariskan Sang Pencipta. Latihan spiritual yang berat yang telah ditempuhnya selama 40 tahun di bawah pengawasan syekh besar dan syekhnya, telah menganugerahinya kecakapan yang tinggi mencakup kebijaksanaan, cahaya ilahiah, intelektual yang diperlukan seorang guru sufi sejati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Misi Syekh Hisham q.s. yang jauh melampaui target di Amerika adalah kontribusinya yang unik terhadap usaha umat manusia dalam mencapai takdir tertingginya, yaitu kedekatan dengan Tuhannya. Usaha beliau untuk membawa kesatuan hati dalam gerakannya menuju Inti Ilahi merupakan warisan terbesarnya kepada dunia Barat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Syekh Hisham q.s. adalah keturunan Rasulullah saw. baik dari jalur Ayah dan Ibunya (al-Hasani al-Husayni). Dari istrinya, Hj. Nazihe Adil yang merupakan putri Syekh Nazim al-Haqqani q.s., beliau dikaruniai 3 putra dan 1 putri, serta beberapa cucu yang semuanya menetap di Fenton, Michigan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Beberapa posisi yang beliau duduki di Amerika saat ini antara lain: Ketua &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.islamicsupremecouncil.org/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;Islamic Supreme Council of America (ISCA)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, penasihat dalam Unity One, yaitu sebuah organisasi yang ditujukan untuk perdamaian antar-gang di Amerika, penasihat dalam Human Rights Council, penasihat dalam American Islamic Association of Mental Health Providers dan penasihat dalam Office of Religious Persecution, &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.state.gov/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;US Department of State&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Beberapa tulisannya yang telah dipublikasikan secara internasional antara lain: &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/clisnasutrso.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;Classical Islam and the Naqshbandi Sufi Tradition&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/nasuwaycoed.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;Naqshbandi Sufi Way: the Story of Golden Chain&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/anunsupe.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;Angels Unveiled-Sufi Perspective&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; (edisi Indonesia: Dialog dengan para Malaikat, diterbitkan Hikmah), &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/peandcoseofs.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;Pearls and Coral&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/40-0005.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;Encyclopedia of Islamic Doctrine (7 volume)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/40-0034.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;The Permissibility of Mawlid&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/40-0006.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;&amp;ldquo;Salafi&amp;rdquo; Movement Unveiled&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/apofarispe.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;The Approach of Armageddon?&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; (edisi Indonesia: Kiamat Mendekat, diterbitkan Serambi).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sejak tahun 1997, beliau telah beberapa kali berkunjung ke Indonesia dan sekarang telah memiliki ribuan murid yang tersebar di pelosok Jakarta, Sukabumi, Bandung, Pekalongan, Semarang, Tuban, Surabaya, Batam, Aceh, Padang, Bukittinggi, Bali dan lain-lain, yang semuanya terwadah dalam suatu keluarga besar Jemaah Tarekat Naqsybandi al-Haqqaniyah yang dalam keorganisasiannya dikelola &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://naqsybandi.web.id/tentang/yayasan-haqqani-indonesia&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;Yayasan Haqqani Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;source : &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://naqsybandi.web.id/tentang/syekh-hisham&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;http://naqsybandi.web.id/tentang/syekh-hisham&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;telah digariskan Sang Pencipta. Latihan spiritual yang berat yang telah ditempuhnya selama 40 tahun di bawah pengawasan syekh besar dan syekhnya, telah menganugerahinya kecakapan yang tinggi mencakup kebijaksanaan, cahaya ilahiah, intelektual yang diperlukan seorang guru sufi sejati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Misi Syekh Hisham q.s. yang jauh melampaui target di Amerika adalah kontribusinya yang unik terhadap usaha umat manusia dalam mencapai takdir tertingginya, yaitu kedekatan dengan Tuhannya. Usaha beliau untuk membawa kesatuan hati dalam gerakannya menuju Inti Ilahi merupakan warisan terbesarnya kepada dunia Barat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Syekh Hisham q.s. adalah keturunan Rasulullah saw. baik dari jalur Ayah dan Ibunya (al-Hasani al-Husayni). Dari istrinya, Hj. Nazihe Adil yang merupakan putri Syekh Nazim al-Haqqani q.s., beliau dikaruniai 3 putra dan 1 putri, serta beberapa cucu yang semuanya menetap di Fenton, Michigan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Beberapa posisi yang beliau duduki di Amerika saat ini antara lain: Ketua &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.islamicsupremecouncil.org/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;Islamic Supreme Council of America (ISCA)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, penasihat dalam Unity One, yaitu sebuah organisasi yang ditujukan untuk perdamaian antar-gang di Amerika, penasihat dalam Human Rights Council, penasihat dalam American Islamic Association of Mental Health Providers dan penasihat dalam Office of Religious Persecution, &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.state.gov/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;US Department of State&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Beberapa tulisannya yang telah dipublikasikan secara internasional antara lain: &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/clisnasutrso.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;Classical Islam and the Naqshbandi Sufi Tradition&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/nasuwaycoed.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;Naqshbandi Sufi Way: the Story of Golden Chain&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/anunsupe.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;Angels Unveiled-Sufi Perspective&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; (edisi Indonesia: Dialog dengan para Malaikat, diterbitkan Hikmah), &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/peandcoseofs.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;Pearls and Coral&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/40-0005.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;Encyclopedia of Islamic Doctrine (7 volume)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/40-0034.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;The Permissibility of Mawlid&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/40-0006.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;&amp;ldquo;Salafi&amp;rdquo; Movement Unveiled&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.isn1.net/apofarispe.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;The Approach of Armageddon?&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; (edisi Indonesia: Kiamat Mendekat, diterbitkan Serambi).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sejak tahun 1997, beliau telah beberapa kali berkunjung ke Indonesia dan sekarang telah memiliki ribuan murid yang tersebar di pelosok Jakarta, Sukabumi, Bandung, Pekalongan, Semarang, Tuban, Surabaya, Batam, Aceh, Padang, Bukittinggi, Bali dan lain-lain, yang semuanya terwadah dalam suatu keluarga besar Jemaah Tarekat Naqsybandi al-Haqqaniyah yang dalam keorganisasiannya dikelola &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://naqsybandi.web.id/tentang/yayasan-haqqani-indonesia&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;Yayasan Haqqani Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;source : &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://naqsybandi.web.id/tentang/syekh-hisham&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;http://naqsybandi.web.id/tentang/syekh-hisham&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;... ... ...&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;P&gt;...baca selengkapnya &lt;a href=http://alfalah.or.id/publisher/71-download-eBooks-Tokoh-Syekh-Muhammad-Hisham-Kabbani-q.s..html&gt; klik disini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
            <author>irwan</author>
            <category>Tokoh</category>
            <pubDate>Wed, 14 Jan 2009 20:46:21 +0700</pubDate>
            <guid>http://alfalah.or.id/publisher/71-download-eBooks-Tokoh-Syekh-Muhammad-Hisham-Kabbani-q.s..html</guid>
        </item>
        <item>
            <title> Syekh Muhammad Nazim Adil al-Qubrusi an-Naqsybandi al-Haqqani q.s</title>
            <link>http://alfalah.or.id/publisher/70-download-Islamic-eBooks-Tokoh-Syekh-Muhammad-Nazim-Adil-al-Qubrusi-an-Naqsybandi-al-Haqqani-q.s.html</link>
            <description>&lt;table border=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; width=&quot;100%&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td class=&quot;type5&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;block&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;block-content&quot;&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;source : &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://naqsybandi.web.id/tentang/syekh-nazim&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; color: #0066ff;&quot;&gt;http://naqsybandi.web.id/tentang/syekh-nazim&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;oleh Dr. G. F. Haddad&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Damaskus, 12 Rabi'ul Awwal 1425 H, 1 Mei 2004&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/naqsybandi/154698643&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;img class=&quot;biophoto&quot; style=&quot;width: 160px; height: 240px;&quot; src=&quot;http://static.flickr.com/56/154698643_5b93be8b03_m.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Maulana Syekh Nazim Adil al-Qubrusi al-Haqqani&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Segala puji dan syukur bagi-Mu, wahai Tuhan kami, yang telah membimbing kami pada samudera Rahmat dari Kebenaran-Mu dan Cahaya-Mu. Allaahumma! Kirimkan barakah dan salam kedamaian bagi junjungan kami Muhammad saw., Penutup para Nabi dan Utusan-Mu, yang membawa Perjanjian Terakhir Quran al-Karim, juga bagi keluarga Beliau dan seluruh Sahabat-Sahabat Beliau, dan pewaris-pewaris Beliau, baik yang hidup di masa lalu, maupun di masa kini, terutama pewaris dan wakil utama Beliau di zaman ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hamba yang lemah ini, Gibril ibn Fouad diminta untuk menulis biografi dan artikel tentang kekasih kita Mawlana Syaikh Nazim q.s. dalam beberapa kata-kata anda sendiri tentang kehidupan dan ajaran-ajaran Beliau dan pengalaman anda bersama Beliau. Bulan ini adalah bulan Rabi'ul Awwal 1425H (Mei 2004) adalah saat paling tepat untuk melakukan hal ini. Semoga Allah swt. mengilhami baik penulis maupun pembaca tentang Mawlana Syaikh Nazim q.s. agar memiliki gambaran yang adil dan tepat terhadap subjek yang mulia ini. Tak ada daya maupun kekuatan melainkan dengan-Nya. Sebagaimana Dia melingkupi kebodohan kita dengan Ilmu-Nya, semoga pula Dia melingkupinya dengan Rahmat-Nya, Amin! (Al-Hamdulillah, izin telah diperoleh dari Mawlana untuk merilis tulisan ini pada hari ini.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Nama lengkap Mawlana adalah Muhammad Nazim 'Adil ibn al-Sayyid Ahmad ibn Hasan Yashil Bash al-Haqqani al-Qubrusi al-Salihi al-Hanafi q.s., semoga Allah swt. mensucikan ruhnya dan merahmati kakek moyangnya. Kunya (nama panggilan) beliau adalah Abu Muhammad dari nama anak laki-laki tertua beliau selain itu beliau pula adalah ayah dari Baha'uddin, Naziha, dan Ruqayya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Beliau dilahirkan pada tahun 1341 H (1922 M) di kota Larnaka, Siprus (Qubrus) dari suatu keluarga Arab dengan akar-akar budaya Tatar. Beliau mengatakan pada saya bahwa ayah beliau adalah keturunan dari Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani q.s. Diceritakan pula pada saya bahwa ibu beliau adalah keturunan dari Mawlana Jalaluddin ar-Ruumi q.s. Ini menjadikan beliau sebagai keturunan dari Nabi suci Muhammad saw., dari sisi ayahnya, dan keturunan dari Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq dari sisi ibundanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Setelah menyelesaikan pendidikannya di Siprus, Mawlana melanjutkan ke perguruan tinggi di Istanbul dan lulus sebagai sarjana Teknik Kimia. Di sana, beliau juga belajar bahasa Arab dan Fiqh, di bawah bimbingan Syaikh Jamal al-Din al-Alsuni q.s. (wafat 1375H/1955M) dan menerima ijazah dari beliau. Mawlana juga belajar tasawwuf dan Thariqat Naqsybandi dari Syaikh Sulayman Arzarumi q.s. (wafat 1368H/1948M) yang akhirnya mengirim beliau ke Syams (Syria).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Mawlana melanjutkan studi Syari'ah-nya ke Halab (Aleppo) Hama, dan terutama di Homs. Beliau belajar di zawiyyah dan madrasah masjid sahabat besar Khalid ibn Al-Walid y di Hims/Homs di bawah bimbingan Ulama besarnya dan memperoleh ijazah dalam Fiqh Hanafi dari Syaikh Muhammad 'Ali 'Uyun al-Sud q.s. dan Syaikh Abd al-Jalil Murad q.s., dan ijazah dalam ilmu Hadits dari Muhaddits Syaikh Abd al-'Aziz ibn Muhammad 'Ali 'Uyun al-Sud al-Hanafi q.s.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Perlu dicatat bahwa yang terakhir adalah salah satu dari sepuluh guru hadits dari Rifa'i Hafizh di Aleppo, Syaikhul Islam Abd Allah Siraj al-Din q.s. (1924-2002 M), yang duduk berlutut selama dua jam di bawah kaki Mawlana Syaikh Abdullah Faiz Daghestani q.s. ketika yang terakhir ini mengunjungi Aleppo di tahun 1959 dan yang memberikan bay'at dalam Thariqat Naqsybandi pada Mawlana Syaikh Nazim q.s., ketika Mawlana Syaikh Nazim q.s. mengunjunginya terakhir kali di Aleppo di tahun 2001, sebagaimana diriwayatkan pada saya oleh Ustadz Muhammad 'Ali ibn Mawlana al-Syaikh Husayn 'Ali q.s. dari Syaikh Muhammad Faruq Itqi al-Halabi q.s. yang juga hadir pada peristiwa terakhir itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Mawlana Syaikh Nazim q.s. juga belajar di bawah bimbingan Syaikh Sa'id al-Siba'i q.s. yang kemudian mengirim beliau ke Damaskus setelah menerima suatu pertanda berkaitan dengan kedatangan Mawlana Syaikh Abdullah Faiz Ad-Daghestani q.s. ke Syria. Setelah kedatangan awal beliau ke Syria dari Daghestan di akhir tahun 30-an, Mawlana Syaikh Abdullah q.s. tinggal di Damaskus, tetapi sering pula mengunjungi Aleppo dan Homs. Di kota yang terakhir inilah, beliau mengenal Syaikh Sa'id al-Siba'i q.s. yang adalah pimpinan dari Madrasah Khalid bin Walid. Syaikh Sa'id q.s. menulis pada beliau (Mawlana Syaikh Abdullah q.s.), Kami mempunyai seorang murid dari Turki yang luar biasa, yang tengah belajar pada kami. Mawlana Syaikh Abdullah q.s. menjawab padanya, Murid itu milik kami; kirimkan dia kepada kami! Sang murid itu adalah guru kita, Mawlana Syaikh Nazim q.s., yang kemudian datang ke Damaskus dan memberikan bay'at beliau pada Grandsyaikh kita pada kurun waktu antara tahun 1941 dan 1943.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada tahun berikutnya, Mawlana Syaikh Abdullah q.s. pindah ke rumah baru beliau yang dibeli oleh murid Syria pertamanya, dan khalifahnya yang masih hidup saat ini, Mawlana Syaikh Husayn ibn Ali ibn Muhammad Ifrini al-Kurkani ar-Rabbani al-Kurdi as-Syaikhani al-Husayni q.s. (lahir 1336H/1917M) semoga Allah swt. mensucikan ruhnya dan merahmati kakek moyangnya di Qasyoun, suatu gunung yang menghadap Damaskus, yang Allah swt. berfirman tentangnya; &quot;Demi Tiin dan buah Zaitun! Demi Bukit Sinai!&quot; (QS. 95:1-2). Qatadah dan al-Hasan Al-Basri berkata, At-Tiin adalah Gunung di mana Damaskus terletak [Jabal Qasyoun] dan Zaitun adalah Gunung di mana Jerusalem terletak. Diriwayatkan oleh Abd al-Razzaq, al-Tabari, al-Wahidi, al-Bayzawi, Ibn al-Jawzi, Ibn Katsiir, al-Suyuti, as-Syaukani, dll., semua dalam tafsir-tafsir mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Mawlana Syaikh Nazim q.s. juga membeli sebuah rumah dekat rumah Grandsyaikh dan bersama Mawlana Syaikh Husayn q.s., membantu membangun Masjid al-Mahdi, Masjid Grandsyaikh, yang akhir-akhir ini diperbesar menjadi sebuah Jami', di mana di belakangnya terletak maqam dan zawiyyah Grandsyaikh, di tempat mana, hingga saat ini, makanan dan sup ayam yang lezat disiapkan dalam kendi-kendi yang besar dan dibagi-bagikan bagi kaum fuqara dan miskin dua kali dalam seminggu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kemudian Mawlana Syaikh Nazimk tinggal di Damaskus sejak pertengahan tahun 40-an hingga awal 80-an, sambil sesekali melakukan perjalanan untuk belajar atau sebagai wakil dari Grandsyaikh, hingga Grandsyaikh wafat di tahun 1973. Setelah tahun itu, Mawlana tinggal di Damaskus beberapa tahun sebelum kemudian pindah ke Siprus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jadi, Mawlana, yang aslinya Cypriot, dan Grandsyaikh, yang asalnya Daghistani, keduanya telah menjadi penduduk Damaskus Syamiyyun dan tinggal di distrik orang-orang salih (as-saalihiin) yang disebut Salihiyya! Tak ada keraguan lagi, bahwa pentingnya Damaskus bagi Mawlana dan Grandsyaikh adalah karena Syam adalah negeri yang penuh barakah dan terlindungi melalui para Nabi dan Awliya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Imam Ahmad dan murid beliau, Abu Dawud meriwayatkan dengan isnad (rantai) yang sahih bahwa Nabi suci e bersabda, Kalian harus pergi ke Syam. Tempat itu telah terpilih secara Ilahiah oleh Allah swt. di antara seluruh tempat di bumi-Nya ini. Di dalamnya Dia melindungi hamba-hamba pilihan-Nya; dan Allah swt. telah memberikan jaminan padaku berkenaan dengan Syam dan penduduknya! Imam al-Nawawi berkata dalam kitab beliau Irsyad Tullab al-Haqa'iq ila Ma'rifati Sunan Khayr al-Khala'iq (s): &quot;Hadits ini berkenaan dengan fadhillah (keistimewaan) yang besar dari Syams dan merupakan suatu fakta yang dapat teramati!&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Direktur pimpinan Dar al-Ifta (secara literal bermakna Rumah Fatwa, maksudnya Majelis Fatwa seperti MUI di Indonesia, penerj.) di Beirut, Lebanon, Syaikh Salahud Diin Fakhri q.s. mengatakan pada saya di rumah beliau di Beirut dan menulis dengan tangan beliau kepada diri saya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada suatu pagi di hari Ahad, 20 Rabi'ul Akhir 1386 H, bertepatan dengan hari Minggu 7 Agustus 1966 M, kami mendapat kehormatan untuk mengunjungi Syaikh Abd Allah al-Daghistani q.s.rahimahullah (semoga Allah swt. merahmatinya) di Jabal Qasyoun di Damaskus atas inisiatif serta disertai pula oleh Mawlana al-Syaikh Mukhtar al-'Alayli q.s. rahimahullah Mufti Republik Lebanon saat itu; [yang adalah pula paman dari Syaikh Hisyam Kabbani q.s., penulis], Syaikh Husayn Khalid q.s., imam dari Masjid Nawqara; Hajj Khalid Basyir rahimahumallah (semoga Allah swt. merahmati keduanya); Syaikh Husayn Sa'biyya q.s. [saat ini direktur dari Dar al-Hadits al-Asyrafiyya di Damaskus]; Syaikh Mahmud Sa'd q.s.; Syaikh Zakariyya Sya'r q.s.; dan Hajj Mahmud Sya'r. Syaikh Abdullah q.s. menerima kami dengan amat baik dan penyambutan yang ramah serta penuh kebahagiaan dan kegembiraan. Syaikh Nazim al-Qubrusi q.s. semoga Allah swt. merahmati dan menjaga beliau juga berada di situ saat itu!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kami duduk dari pukul sembilan di pagi hari hingga tiba panggilan adzan Dzuhur, sementara Syaikh (Grandsyaikh Abdullah Faiz ad-Daghestani q.s., penerj.) rahimahullah menjelaskan tentang Syams (Syria), keutamaannya, kelebihan-kelebihannya yang luar biasa, dan bahwa tempat itu merupakan tempat Kebangkitan dan bahwa Allah swt. akan mengumpulkan seluruh manusia di dalamnya untuk penghakiman dan hisab. Beliau menyebutkan pula hal-hal yang membuat hati dan pikiran kami tersentuh dan tergerak, dikuatkan pula oleh pengaruh suasana distrik Salihiyya yang suci, dan beliau berbicara pula tentang hubungan yang tak terpisahkan dalam praktik maupun dalam teori antara tasawwuf dengan Syari'ah Semoga Allah swt. membimbing dan menunjukkan pada kita petunjuk-Nya dalam perkumpulan dan suhbat dengan Awliya-Nya yang shiddiq. Aamiin, yaa Rabbal 'Aalamiin!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Masih ada banyak lagi nama-nama Ulama dan Awliya Syams yang prestisius yang mencintai dan bersahabat dengan Syuyukh kita dalam periode keemasan tersebut, seperti Syaikh Muhammad Bahjat al-Baytar q.s. (1311-1396), Syaikh Sulayman Ghawji al-Albani q.s. (wafat 1378 H), ayah dari guru kami, Syaikh Wahbi q.s., Syaikh Tawfiq al-Hibri q.s., Syaikh Muhammad al-'Arabi al-'Azzuzi q.s. (1308-1382H) Mufti dari Lebanon, dan Syaikh utama dari guru kami Syaikh Husayn 'Usayran q.s., al-'Arif Syaikh Syahid al-Halabi q.s., al-'Arif Syaikh Rajab at-Ta'i q.s., Syaikh al-Qurra' q.s. (ahli qira'at Quran, penerj.) Syaikh Najib Khayyata al-Farazi al-Halabi q.s., al-'Arif Syaikh Muhammad an-Nabhan q.s., Syaikh Ahmad 'Izz ad-Din al-Bayanuni q.s., al-'Arif Syaikh Ahmad al-Harun q.s. (1315-1382H), Syaikh Muhammad Zayn al-'Abidin al-Jadzba q.s., dan lain-lain semoga Allah swt. merahmati mereka semuanya!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dari tiga puluh tahun suhbat (asosiasi) yang barakah antara Mawlana dan Grandsyaikh tersebut, muncullah Mercy Oceans (secara literal berarti Samudera Kasih Sayang, merujuk pada buku-buku lama kumpulan suhbat Mawlana Syaikh Nazim al-Haqqani q.s., penerj.) yang tak tertandingi, yang hingga kini masih tersebar pada setiap salik/pencari dengan judul-judulnya: Endless Horizons (Cakrawala tanpa Batas, penerj.), Pink Pearls (Mutiara-Mutiara Merah Muda, penerj.), Rising Suns (Matahari-Matahari yang tengah terbit, penerj.). Tak ada keraguan lagi, kumpulan-kumpulan suhbat awal tersebut adalah tonggak-tonggak utama dari seruan da'wah Islam seorang diri Mawlana Syaikh Nazim q.s. di Amerika Serikat dan Eropa, dengan karunia Allah swt.!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Semoga Allah swt. melimpahkan lebih banyak barakah-Nya pada Mawlana Syaikh Nazim q.s. dan mengaruniakan pada beliau maqam-maqam tertinggi yang pernah Dia karuniakan bagi kekasih-kekasih-Nya, berdekatan dengan junjungan kita, Sayyidina Muhammad saw., yang bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Jika seseorang melakukan perjalanan untuk mencari ilmu, Allah swt. akan membuatnya berjalan di salah satu dari jalan-jalan Surga, dan para Malaikat akan merendahkan sayap mereka karena bahagia dan gembira pada ia yang mencari ilmu, dan para penduduk langit dan bumi serta ikan-ikan di kedalaman lautan akan memohonkan ampunan bagi seorang pencari ilmu! Keutamaan dari seorang yang berilmu atas orang beriman kebanyakan adalah bagaikan terangnya bulan purnama di kegelapan malam atas segenap bintang-gemintang! Ulama adalah pewaris-pewaris para Nabi, dan para Nabi tidaklah memiliki dinar maupun dirham, mereka hanya meninggalkan ilmu dan pengetahuan; dan ia yang mengambilnya sungguh telah mengambil bagian yang banyak!&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tempat pertama yang kudatangi untuk mencari pengetahuan Nabawi (pengetahuan kenabian) ini adalah London di bulan Ramadan 1411 H, setelah aku bersyahadat laa ilaaha illa Allah (bahwa tiada tuhan selain Allah swt.), Muhammadun Rasulullah e (Muhammad saw. adalah utusan Allah swt.). Di sanalah, aku meraih tangan suci Mawlana untuk pertama kali dan melakukan bay'at (sumpah setia) setelah diperkenalkan pada Thariqat ini oleh menantu beliau, dan khalifah beliau di Amerika Serikat, Syaikh Hisyam Kabbani q.s. semoga Allah swt. membimbingnya dan membimbing seluruh sahabat-sahabat Mawlana!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Aku mengunjungi Mawlana beberapa kali di rumah beliau di Siprus dan melihat pula beliau di Damaskus. Di antara hadiah Suhba yang diberikan Mawlana adalah pada dua minggu terakhir di bulan Rajab di tahun 1422H Oktober 2001 di rumah dan zawiyah beliau di kota Cypriot Turki, Lefke. Catatan akan pengalaman ini telah ditulis dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris, serta diterbitkan dengan judul Qubrus al-Tarab fi Suhbati Rajab atau Kebahagiaan Siprus dalam Suhbat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada saat itulah, dan juga saat-saat kemudian, selama dua kunjungan terakhirnya ke Amerika Serikat, ke Inggris, di Siprus, dan Damaskus, aku mendapatkan dari Mawlana, petunjuk agung yang sama bagi setiap pencari kebenaran:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Tujuan kita adalah untuk melindungi serta melukiskan Nabi Muhammad saw. dan sifat-sifat beliau yang luhur dan agung, baginya shalawat dan salam serta bagi ahli-bait dan sahabat-sahabat beliau; yang untuk ini Allah swt. mendukung kita!&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dari sini, aku mengerti bahwa Murid yang sesungguhnya dalam Thariqat Naqsybandi-Haqqani adalah sahabat, penolong dan pendukung dari setiap pembela Sayyidina Muhammad saw., dan adalah tugasnya untuk bersahabat dan berasosiasi dengan para pembela seperti itu karena mereka berada pada jalan Mawlana, tak peduli apakah mereka adalah Naqsybandi atau bukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ketika seorang Waliyyu-llah yang telah berumur delapan puluh tahun-an di Johor, Malaysia, al-Habib 'Ali ibn Ja'far ibn 'Abd Allah al-'Aydarus menerima kami di rumahnya di bulan Mei 2003, mengenakan pakaian yang tak pernah berubah sejak tahun 1940-an, beliau terlihat seperti Mawlana dalam segenap aspeknya, dan bahkan terlihat menyerupainya ketika beliau meminta maaf atas bahasa Arab-nya yang tak fasih. Ketika kami memohon du'a beliau bagi negeri-negeri kita yang terluka dan bagi penduduk-penduduknya, beliau menjawab, &quot;Ummah ini terlindungi dan berada pada tangan-tangan yang baik, dan pada Syaikh Nazim q.s. telah kau dapati kebercukupan!&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dus, dengan setiap perjumpaan dari murid yang sederhana dan rendah hati dari Mawlana dengan Awliya dari Ummat ini; Mereka (para Awliya tersebut, penerj.) semuanya menunjukkan rasa hormat tertinggi serta kerendahan hati yang amat dalam bagi Mawlana dan silsilah beliau, sekalipun mereka secara harfiah (penampakan luar) berada pada jalan (thariqat) yang berbeda, seperti al-Habib 'Ali al-'Aydarus q.s. di Malaysia, Sayyid Muhammad ibn Alawi al-Maliki q.s. di Makkah, al-Habib 'Umar ibn Hafiz q.s. di Tarim, Sayyid Yusuf ar-Rifa'i q.s. di Kuwait, Syaikh Isa al-Himyari q.s. di Dubai, Sayyid Afif ad-Din al-Jailani q.s. dan Syaikh Bakr as-Samarra'i q.s. di Baghdad, as-Syarif Mustafa ibn as-Sayyid Ibrahim al-Basir q.s. di Maroko tengah, Grandmufti Syria (alm.) Syaikh Ahmad Kuftaro ibn Mawlana al-Syaikh Amin q.s. dan sahabat-sahabatnya Syaikh Bashir al-Bani q.s., Syaikh Rajab Dib q.s., dan Syaikh Ramazan Dib q.s.; Syuyukh Kattani q.s. dari Damaskus; Syaikh (alm.) Abd Allah Siraj ud-Din q.s. dan keponakan beliau Dr. Nur ud-Din Itr; Mawlana as-Syaikh Abd ur-Rahman as-Shaghuri q.s.; Dr. Samer al-Nass; dan guru-guru serta saudara-saudara kita lainnya di Damaskus semoga Allah swt. selalu melindungi Damaskus dan melimpahkan rahmat-Nya bagi mereka dan diri kita! Aku telah bertemu dengan setiap nama yang kusebut di atas kecuali Syaikh Sirajud-Din q.s. dan mereka semua mengungkapkan tarazzi atas Mawlana as-Syaikh Nazim q.s., mengungkapkan keyakinan atas ketinggian wilayah-nya (derajat kewalian, penerj.) dan memohon do'a beliau atau do'a pengikut-pengikut beliau;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Dan cukuplah Allah swt. sebagai saksi. Muhammad itu adalah utusan Allah swt.&quot; &lt;br /&gt;(QS. 48:28-29)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sudah menjadi suatu aturan yang disepakati di antara Rijal-Allah (maksudnya para Kekasih Allah swt., penerj.) bahwa keragaman jalan ini adalah tema (dana, maksudnya kira-kirad diperuntukkan bagi, penerj.) mereka yang belum terhubungkan (mereka yang belum mencapai akhir perjalanan, mereka yang belum mendapatkan &quot;amanat&quot;-nya, penerj.), sementara mereka yang telah mawsul (sampai, penerj.) semua berada pada satu jalan dan dalam satu lingkaran dan mereka saling mengetahui dan mencintai satu sama lain. Mereka akan berada di mimbar-mimbar cahaya di Hari Kebangkitan. Karena itu, kita, para Murid dari jalan-jalan (Thuruq, jamak dari Thariqat) itu mestilah pula saling mengetahui, mengenal dan mencintai satu sama lain demi keridhaan Allah swt. dan Nabi-Nya serta para Kekasih-Nya agar diri kita mampu memasuki cahaya penuh barakah tersebut dan masuk dalam lingkaran tertinggi dari suhba (persahabatan) dan jama'ah, jauh dari furqa (perpecahan) dan keangkuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sebagaimana Allah swt. berfriman: &quot;Yaa Ayyuha l-ladziina aamanu t-taqu ul-laaha wa kuunuu ma'as shadiqiin&quot; &quot;Wahai orang-orang beriman takutlah kalian akan Allah swt. dan tetaplah berada [dalam persahabatan dan kesetiaan] dengan orang-orang yang Benar (Shiddiqiin)!&quot;; dan Nabi Suci kita bersabda, &quot;Aku memerintahkan pada kalian untuk memgikuti sahabat-sahabatku dan mereka yang mengikutinya (tabi'in, penerj.), kemudian mereka yang mengikutinya (tabi'it tabi'in, penerj.); setelah itu, kebohongan akan merajalela Tapi kalian mestilah tetap berada pada Jama'ah dan berhati-hatilah dari perpecahan!&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jama'ah inilah yang dilukiskan dalam suatu hadits mutawatir (diriwayatkan banyak orang, penerj.): Ia yang dikehendaki Allah swt. untuk beroleh kebajikan besar, akan Dia karuniakan padanya pemahaman yang benar (haqq) dalam Agama. Aku (mengacu pada Nabi e, penerj.) hanyalah membagikan dan adalah Allah swt. yang mengkaruniakan! Kelompok itu akan tetap menjaga Perintah dan Aturan Allah swt., tak akan terlukai oleh kelompok yang menentang mereka, hingga datangnya Ketetapan Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ya Allah swt., jadikanlah kami selalu bersyukur atas apa yang telah Kau karuniakan dan yang telah Rasul-Mu dan Habib-Mu bagikan!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Aku mendengar Mawlana Syaikh Nazim q.s. berkata beberapa kali atas nama guru beliau, Sultan al-Awliya Mawlana as-Syaikh Abd Allah swt.bn Muhammad 'Ali ibn Husayn al-Fa'iz ad-Daghestani tsumma asy-Syami as-Salihi q.s. (ca. 1294-1393 H)[1]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;dari Syaikh Syaraf ud-Din Zayn al-Abidin ad-Daghestani ar-Rasyadi q.s. (wafat 1354 H), &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;dari paman maternal (dari sisi ibu) beliau, Syaikh Abu Muhammad al-Madani ad-Daghistani al-Rasyadi q.s.[2], &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;dari Syaikh Abu Muhammad Abu Ahmad Hajj 'Abd ar-Rahman Effendi Ad-Daghistani ats-Tsughuri q.s. (wafat 1299 H)[3], &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;dari Syaikh Jamal ud-Din Effendi al-Ghazi al-Ghumuqi al-Husayni q.s. (wafat 1292 H)[4], &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;juga (keduanya baik ats-Tsughuri maupun al-Ghumuqi) dari Muhammad Effendi ibn Ishaq al-Yaraghi al-Kawrali q.s. (wafat 1260 H)[5], &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;dari Khass Muhammad Effendi asy-Syirwani ad-Daghestani q.s. (wafat 1254 H)[6], &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;dari Syaikh Diya'uddin Isma'il Effendi Dzabih Allah al-Qafqazi asy-Syirwani al-Kurdamiri ad-Daghestani q.s. (wafat ???), &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;dari Syaikh Isma'il al-Anarani q.s. (wafat 1242 H), &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;dari Mawlana Diya'uddin Khalid Dzul-Janahayn ibn Ahmad ibn Husayn as-Shahrazuri al-Sulaymani al-Baghdadi al-Dimashqi an-Naqsybandi al-'Utsmani ibn 'Utsman ibn 'Affan Dzun-Nurayn q.s. (1190-1242 H) dengan rantai isnad-nya yang masyhur hingga Syah Naqsyband Muhammad ibn Muhammad al-Uwaysi al-Bukhari q.s. yang berkata, &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Thariqat kami adalah SHUHBAH (persahabatan) dan kebaikannya adalah dalam JAMA'AH (kelompok)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Semoga Allah swt. meridhai diri mereka semuanya, merahmati mereka, dan mengaruniakan pahala-Nya bagi mereka, dan memberikan manfaat bagi kita lewat mereka melalui telinga kita, kalbu-kalbu kita, dan keseluruhan wujud diri kita, Amin!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Beberapa kritik dari &quot;Calon Sufi&quot; atas Thariqat Haqqani mengatakan atas thariqat kita dengan apa yang mereka sebut sebagai &quot;kurang dalam sisi ilmu&quot;. Seorang Sufi yang teliti akan menjadi orang terakhir yang mengatakan kritik yang menyesatkan seperti itu! Semestinya mereka menjadi orang-orang pertama yang mengetahui bahwa ilmu, sebagai ilmu saja, tidak hanya tanpa manfaat, tapi juga dapat menjadi perangkap mematikan yang mengarah kepada kebanggaan syaithaniyyah. Tak ada maaf baik bagi ia yang sombong (yaitu dengan ilmunya, penerj.) maupun ia yang bodoh; hanya Sufi yang penuh cinta, ketulusan, serta bertaubat-lah, walau memiliki kekurangan dalam ilmu dan adabnya, yang lebih dekat pada Allah swt. dan pada ma'rifatullah (pengenalan akan Allah swt.) daripada seorang Sufi berilmu yang menyimpan dalam kalbunya kebanggaan sekalipun hanya setitik debu. Semoga Allah swt. melindungi diri kalian dan diri kami!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ibrahim al-Khawwass berkata bahwa ilmu (pengetahuan) bukanlah untuk mengetahui banyak hal, tapi untuk menaati Sunnah dan mengamalkan apa yang diketahui sekalipun itu hanya sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Imam Malik berkata bahwa ilmu bukanlah untuk mengetahui banyak hal, tapi ia adalah cahaya Allah swt. yang Dia timpakan pada hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Imam as-Syafi'i berkata bahwa ilmu bukanlah untuk mengetahui bukti dan dalil, melainkan untuk mengetahui apa yang bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dan ketika seseorang berkata tentang Ma'ruf al-Karkhi (murid dari Dawud at-Ta'i, yang merupakan murid dari Habib 'Ajami, murid dari Hasan al-Bashri; guru dari Sari as-Saqati, guru dari Sayyid Taifa Junayd al-Baghdadi, penerj.), &quot;Dia bukanlah seseorang yang amat alim (berilmu),&quot; Imam Ahmad pun berkata, &quot;Mah! Semoga Allah swt. mengampunimu! Adakah hal lain yang dimaksudkan oleh Ilmu selain dari apa yang telah dicapai oleh Ma'ruf?!&quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kritik lain berisi keberatan atas Rabitah atau Ikatan, suatu karakteristik khusus dari Thariqat Naqsybandi. Lebih jelasnya, mereka yang mengkritik rabitah ini berkeberatan atas unsur tasawwur atau Penggambaran dalam rabitah yang meminta Murid untuk menggambarkan citra sang Syaikh dalam hatinya di permulaan maupun selama dzikir. Tetapi Allah swt. telah berfirman, &quot;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah e itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah swt. dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah swt.&quot; [33:21] dan Dia berfirman pula, &quot;Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; &quot; [2:189] dan karena itulah kita datang kepada Nabi e melalui ash-Shiddiq y, dan datang kepada yang terakhir ini melalui Salman y, dan masuk kepada yang terakhir ini melalui Qasim y, dan kepada yang terakhir ini melalui Sayyid Ja'far, dan seterusnya. Karena Ulama adalah pewaris para Nabi&quot;, dapat dipahami bahwa sang Mursyid adalah teladan kita akan teladan dari Nabi tersebut (di ayat 33:21 di atas, penerj.) dan ia (sang Mursyid) mestilah seseorang di antara mereka yang atas mereka, Nabi bersabda, &quot;Jika kalian melihat mereka, kalian ingat akan Allah swt.!&quot; Hadits ini diriwayatkan dari Ibn Abbas , Asma' bint Zayd, dan Anas (semoga Allah swt. ridha atas diri mereka semua), juga dari Tabi'in Sa'id ibn Jubayr, 'Abd al-Rahman ibn Ghanam, dan Muslim ibn Subayh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Beberapa orang memprotes terhadap konsep fana sang Murid dalam diri Syaikh, atau fana