|
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur'an Al-Falah Cicalengka Bandung pagi tadi 06.00 - 07.00 telah membuka acara yang diseleggarakan oleh para pengurus pesantren yang bertemakan Iftitahu At-Ta'lim, acara ini dihadiri oleh para santri Tsanawiyah kelas 1, 2 dan 3 serta para guru dan dibuka oleh bu Hj. LIlim Halimatussa'diyah, S.Ag selaku wakil dari Divisi Ma'hadiyah Pondok Pesantren Al-Qur'an Al-Falah. iftitahu At-Ta'lim ini merupakan suatu kegiatan tahunan yang bertujuan sebagai pembukaan kegiatan Proses Pembelajaran Kepesantrenan yang di dalamnya terdapat kegiatan resmi dibukanya atau dimulainya pembelajaran kepesantrenan. ini adalah suatu moment untuk memunculkan semangat kembali dalam kegiatan pengajian, acara ini juga dimotivasi oleh para pengasuh selaku Guru Besar di Pesantren Al-Qur'an Al-Falah supaya dalam setahun ke depan para santri siap menerima ilmu yang akan diajarkan oleh para guru di pesantren. materi yang akan diajarkan oleh para guru ini sesuai kurikulum yang telah dibakukan oleh Divisi Ma'hadiyah tahun ajaran 2009-2010. ada beberapa perubahan dengan kurikulum yang lama. kurikulum sekarang kurikulum berbasis Qur'ani, sebab setiap hari para santri akan dibubuhi dengan pelajaran Al-Qur'an dan Tajwid, dan setiap santri memiliki kitab-kitab kajian Al-Qur'an. Nampaknya para santri harus siap dalam pembelajaran kurikulum pesantren ini, sebab pesantren telah membakukan sistem belajar sekarang sesuai apa yang diintruksikan oleh Pengasuh Umum Pondok Pesantren Al-Qur'an Al-Falah yaitu Al-Mukarom Bapak KH.Q.Ahmad Syahid, Ph.D yang kelulusannya selama 3 tahun santri telah mampu untuk menguasai materi materi berbasis Al-Qur'an dan telah hafal 1 juz al-Qur'an beserta tafsirnya. dan juga mampu mengamalkan amalan-amalan kesaharian Thoriqoh Naqsyabandiyah Aliyah. Kh. Rif'at Aby syahid, S.Ag mengutarakan statementnya bahwa santri tidak hanya unggul dalam pengetahuan saja tetapi unggul dalam semua bidang khususnya Al-Qur'an. Pengasuh menjelaskan arti dan bentuk sistem pembelajaran Pesantren yang intinyasantri harus siap dan mempunyai hasrat ingin menguasi semua materi yang akan di kaji. adapaun tugas guru adalah "mengembangkan dasar-dasar potensi Qur'ani. beliau menjelaskan apa saja yang harus dipersiapkan oleh seorang santri sebelum mengikuti kegitan proses belajar mengajar kepesantrenan, sekurang-kurangnya persiapan itu sebagai berikut : 1. Niat, niatkan dalah hati bahwa kita sebagai umat Muslim wajib untuk menuntut ilmu sampai ajal menjelang, 2. berdo'a, memohon untuk diberikan kemudahan dan kelancarannya. 3. Kesiapan Mental, santri harus siap menerima apa yang akan diajarkan oleh gurunya. 4. Kesiapan Perlengkapan Belajar, santri harus telah menyiapkan ala-alat belajar seperti kitab-kitab dan buku tulis dan lain-lain. Sebagai Penutup dari kegiatan Iftitahu At-Ta'lim ini para santri diperkenan kan untuk berdo'a bersama yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur'an Al-Falah.(N0er/87)
|