Siapakah Ahlus Sunnah? Istilah Ahlussunnah wal jamaah adalah istilah yang telah disebutkan sejak masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai golongan yang selamat dalam aqidahnya. Sebagaimana kita dapatkan dalam hadits beliau: Dari Abu Amir Abdullah bin Luhai, dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan, bahwasanya ia (Mu'awiyah) pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata: Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda: “Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kami dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan. Adapun yang tujuh puluh dua akan masuk neraka dan satu golongan akan masuk surga, yaitu "Al-Jama'ah". (HR Abu Daud). Dari al-'Irbadh bin Sâriah radhiallahu 'anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan wejangan kepada kami yang membuat hati ciut dan air mata berlinang, maka kami lantas berkata: ‘Sepertinya ini wejangan seorang yang berpamitan/meninggalkan (kami selamanya)’, lantas (aku berkata), ‘wasiatilah kami!’, beliau bersabda: "Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan bersikap mendengar dan ta'at (loyal) meskipun orang yang memerintahkan (menjadi Amir/penguasa) adalah seorang budak. Sesungguhnya siapa-siapa yang nanti hidup setelahku maka dia akan melihat terjadinya perbedaan/perselisihan yang banyak; oleh karena itu, berpeganglah kalian kepada sunnahku dan sunnah al-Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk (al-Mahdiyyin), gigitlah dia/sunnahku tersebut dengan gigi geraham, dan tinggalkanlah oleh kalian urusan-urusan baru (mengada-ada dalam urusan agama) karena sesungguhnya setiap bid'ah itu adalah sesat’.” (H.R. Abu Daud dan at-Turmudzi, dia berkata: hadits ini hadits hasan shahih).
...baca selengkapnya (193 clicks)
|