English Version | Home | Guest Book | Login
 
Tuesday, 07-September-2010 Thalasa, 28-Ramadan-1431
 

 
 
Share |
Home / Article / Humor Sufi


Humor Sufi 25 Article
Start
|<
Prev
<<
6 - 10 (of 25 articles) Next
>>
End
>|
Nasruddin Hodja - PERIUK BERANAK
Submited by : Irwan on Saturday, 13-August-2005

Nasrudin meminjam periuk kepada tetangganya. Seminggu kemudian, ia mengembalikannya dengan menyertakan juga periuk kecil di sampingnya. Tetangganya heran dan bertanya mengenai periuk kecil itu.

"Periukmu sedang hamil waktu kupinjam. Dua hari kemudian ia melahirkan bayinya dengan selamat."

Tetangganya itu menerimanya dengan senang. Nasrudin pun pulang.

Beberapa hari kemudian, Nasrudin meminjam kembali periuk itu. Namun kali ini ia pura-pura lupa mengembalikannya. Sang tetangga mulai gusar, dan ia pun datang ke rumah Nasrudin, Sambil terisak-isak, Nasrudin menyambut tamunya, "Oh, sungguh sebuah malapetaka. Takdir telah menentukan bahwa periukmu meninggal di rumahku. Dan sekarang telah kumakamkan."

Sang tetangga menjadi marah, "Ayo kembalikan periukku. Jangan belagak bodoh. Mana ada periuk bisa meninggal dunia!"

"Tapi periuk yang bisa beranak, tentu bisa pula meninggal dunia," kata Nasrudin, sambil menghentikan isaknya.

...baca selengkapnya (212 clicks)
Nasruddin Hodja - MISKIN DAN SEPI
Submited by : Irwan on Saturday, 13-August-2005

Seorang pemuda baru saja mewarisi kekayaan orang tuanya. Ia langsung terkenal sebagai orang kaya, dan banyak orang yang menjadi kawannya.

Namun karena ia tidak cakap mengelola, tidak lama seluruh uangnya habis. Satu per satu kawan-kawannya pun menjauhinya. Ketika ia benar-benar miskin dan sebatang kara, ia mendatangi Nasrudin. Bahkan pada masa itu pun, kaum wali sudah sering [hanya] dijadikan perantara untuk memohon berkah.

"Uang saya sudah habis, dan kawan-kawan saya meninggalkan saya. Apa yang harus saya lakukan?" keluh pemuda itu.

"Jangan khawatir," jawab Nasrudin, "Segalanya akan normal kembali. Tunggu saja beberapa hari ini. Kau akan kembali tenang dan bahagia."

Pemuda itu gembira bukan main. "Jadi saya akan segera kembali kaya?"

"Bukan begitu maksudku, kau salah tafsir, Maksudku, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kau akan terbiasa menjadi orang yang miskin dan tidak mempunyai teman." jawab Nasruddin

...baca selengkapnya (206 clicks)
Nasruddin Hodja - JANGAN TERLALU DALAM
Submited by : Irwan on Saturday, 13-August-2005

Telah berulang kali Nasrudin mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu.

Keadaan ini selalu berulang sehingga Nasrudin menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok. Tapi -- kita tahu -- menyogok itu diharamkan. Maka

Nasrudin memutuskan untuk melemparkan keputusan ke si hakim sendiri. Nasrudin menyiapkan sebuah gentong. Gentong itu diisinya dengan tahi sapi hingga hampir penuh. Kemudian di atasnya, Nasrudin mengoleskan mentega beberapa sentimeter tebalnya. Gentong itu dibawanya ke hadapan Pak Hakim.

Saat itu juga Pak Hakim langsung tidak sibuk, dan punya waktu untuk membubuhi tanda tangan pada perjanjian Nasrudin.

Nasrudin kemudian bertanya, "Tuan Hakim, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan ?"

Hakim tersenyum lebar. "Ah, kau jangan terlalu dalam memikirkannya."

Ia mencuil sedikit mentega dan mencicipinya. "Wah, enak benar mentega ini!"

"Yah," jawab Nasrudin, "Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam meencoleknya."

Dan berlalulah Nasrudin.

...baca selengkapnya (276 clicks)
Nasruddin Hodja - CARA MEMBACA BUKU
Submited by : Irwan on Saturday, 13-August-2005

Seorang yang filosof dogmatis sedang meyampaikan ceramah. Nasrudin mengamati bahwa jalan pikiran sang filosof terkotak-kotak, dan sering menggunakan aspek intelektual yang tidak realistis. Setiap masalah didiskusikan dengan menyitir buku-buku dan kisah-kisah klasik, dianalogikan dengan cara yang tidak semestinya.

Akhirnya, sang penceramah mengacungkan buku hasil karyanya sendiri. Nasrudin segera mengacungkan tangan untuk menerimanya pertama kali. Sambil memegangnya dengan serius, Nasrudin membuka halaman demi halaman, berdiam diri. Lama sekali.

Sang penceramah mulai kesal. "Engkau bahkan membaca bukuku terbalik!"

"Aku tahu," jawab Nasrudin acuh, "Tapi karena cuma ini satu-satunya hasil karyamu, rasanya, ya, memang begini caranya mempelajari jalan pikiranmu."

...baca selengkapnya (323 clicks)
Nasruddin Hodja - Face at the window
Submited by : Irwan on Saturday, 13-August-2005

Nasreddin Hodja called at a large house to collect for charity.

The servant said:"My master is out."

Hodja replied, "Tell your master that next time he goes out, he should not leave his face at the window. Someone might steal it."

...baca selengkapnya (172 clicks)
Start
|<
Prev
<<
6 - 10 (of 25 articles) Next
>>
End
>|
   

Pondok Pesantren Al Quran AL Falah I
Jl. Kapten Sangun 6 Cicalengka, Bandung 40395 Indonesia
Phone : +62 (22) 794 9232, +62 (22) 7072 1632, Fax : +62 (22) 794 8748

Pondok Pesantren Al Quran AL Falah II
Jl. Raya Nagreg Km 38 Pamucatan Nagreg, Bandung 40397 Indonesia
Phone : +62 (22) 795 1035, +62 (22) 795 1192, Fax : +62 (22) 794 1014

Sitemap | Term of Use | Netiquete



There are currently 0 user and 8 guest that are online online
powered by e-mushaf ®
Copyright © 2008 by Irwan Winardi