Do’a Bersama Menjelang UN 2017/2018

Bagikan dengan teman
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares

Isak tangis mewarnai acara pengarahan dan doa bersama yang dilakukan pelajar setingkat SD, SMP & SMA, kemarin (24/4). Kurang lebih 500 siswa-siswi hadir dalam acara yang digelar oleh Pondok Pesantren ALQUR’AN ALFALAH Pojokrejo Kesamben Jombang bekerjasama dengan SMPN Kesamben I. Doa bersama itu sebagai persiapan menjelang menghadapi ujian nasional (UN) tahun ini.

Dalam acara doa bersama kemarin, para siswa tak kuasa menahan tangis saat memanjatkan doa kepada Allah SWT. Arahan serta penghayatan yang dipimpin oleh Pengasuh PP. ALQUR’AN ALFALAH, Gus Ujang Zamroni, S.Ag. pun membuat suasana semakin haru. Mereka tak kuasa menahan air mata.

Setelah acara usai, para siswa terlihat lebih percaya diri. Mereka yang terdiri dari tingkat SD sampai SMA. Mereka seolah sudah siap menghadapi ujian yang tak lama lagi digelar. Wakil Kepala Ma’had Al-Qur’an Al-Falah Al-Isalmy (MA’AFI) Gus Lukman Hakim, S.Pd.I mengutarakan bahwa, doa bersama merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun. ”Sebagai bentuk persiapan bathiniyah anak-anak yang akan menempuh ujian nasional dan ujian akhir sekolah,” kata beliau.

Pimpinan Pondok Pesantren Alqur’an Alfalah berharap semua siswa nanti diberikan kemudahan dalam mengerjakan. ”Dalam mengikuti ujian, diberikan petunjuk sehingga bisa menghasilkan nilai yang diharapkan dan bisa menggapai apa yang dicita-citakan,” terang beliau.

Gus Ujang menambahkan, istighotsah dan doa bersama ini juga dalam rangka mendekatkan diri dengan Allah SWT. Sebab, dalam sebuah kehidupan dan menjalani sesuatu itu tidak hanya butuh usaha keras.

”Mari kita dekatkan diri pada Allah SWT, bahwa sebagai manusia harus berusaha tidak hanya secara lahiriah saja, tapi secara dan bathiniah juga harus kita upayakan,” kata beliau.

Dalam usaha lahiriah, siswa belajar dengan giat, dan secara bathiniyah, siswa berdoa. ”Kita semua mengharapkan barokah dari Do’a Bersama ini. Dengan penghayatan akan dosa-dosa, kita akan merasa paling hina. Tidak menyombongkan diri. Membuat hati kita bersih dan suci yang membuat pancaran cahaya dari do’a bersama ini memberikan kita pebcerahan dan semnagat dalam ujian nasional tahun ini. Dan harapan Kami setelah siswa-siswi pulang dari do’a bersama ini, dapat merubah sikap menjadi lebih baik lagi sehingga menjadi anak yang sholih sholihah dan berbkati kepada orang tua.” terang beliau.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *